| Segi Tiga Bermuda |
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Kamis, 11 Oktober 2007 | |
|
Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) terletak di bagian barat samudera Atlantik, Luasnya 1.140.000 km persegi. Adapun istilah Segitiga Bermuda, karena garis yang ditarik pada peta dihitung dari Bermuda - ke Puerto Rico, - ke Florida, dan kembali ke Bermuda.
Itulah batas-batas pusat wilayah tersebut yang
membentuk segitiga yang akhirnya menjadi namanya sampai kini. Wilayah
ini paling dikenal sebagai wilayah yang paling banyak memakan korban
di belahan bumi ini, baik kapal-kapal laut, maupun pesawat-pesawat
udara. Di sekitar Bermuda memang luar biasa berbahaya, dan di
tempat-tempat tertentu membentang ....sampai lebih dari 10 mil dari
daratan.... Batu-batu karang tersebut mengurung kepulauan itu pada
tiga sisinya dan membahayakan jalan masuk dan keluarnya. Mitos
keangkeran laut ini sudah berlangsung selama lima abad lalu, waktu
Columbus mengadakan pelayaran melewati kawasan laut Sargasso. Karena
seringnya memakan korban, laut ini juga sering disebut "Segitiga
Iblis." (Devil's Triangle). Mengapa demikian? Tentu ada
alasan-alasan tersendiri.
Awal Mula Mitos
Misteri yang terbesar ialah hilangnya secara aneh kapal Atlanta pada tahun 1880. Kapal itu meninggalkan Bermuda pada bulan Januari menuju Inggris dengan awak kapal yang berjumlah 300 orang kadet dan perwira dan tidak pernah terlihat lagi. Bahkan pecahan-pecahan kapal, sekoci ataupun tiang kapal. Kejadian-kejadian misterius terus mewarnai kawasan itu. Pada tahun 1884 ketika Miramon, kapal layar Italia bertiang dua yang menuju New Orleans, diam-diam meluncur ke dalam perangkap. Demikian juga dengan kapal Jerman bertiang empat, Freya, ditemukan terlantar pada tahun 1902. Cyclops, kapal pertama yang diperlengkapi dengan radio, kapal pengangkut batu bara yang panjangnya 346 meter, berlayar dari Barbados menuju Baltimore dengan 345 orang hilang tidak ketemukan rimbanya. Yang lebih seram lagi, tahun 1941 dengan lenyapnya dua kapal seangkatannya, Proteus dan Nereus dengan rute yang hampir identik. Kapal api Jepang Raifuku Maru (1928), sebelum tenggelam sempat mengirim SOS dan diterima oleh kapal lain. Laporan yang diterima mengatakan: "Seperti belati! Dan terdengar suara panik. "Datanglah, kami tidak bisa lari." Kemudian teriakan-teriakan dari kapal tersebut hilang. Kiriman SOS tentu membuat bingung para awak kapal lainnya: "Mengapa ditengah-tengah laut yang tenang terjadi ada kapal yang mengirimkan pesan demikian?" Benar, kapal tersebut tidak nampak lagi sampai sekarang. Pada tahun 1935, kapal La Dahama terlihat di Segitiga Bermuda, beberapa hari kemudian sebuah kapal lain melaporkan telah melihatnya tenggelam. Pada tahun 1946, kapal City Belle ditemukan terlantar di dekat kepulauan Bahama. Rubicon, sebuah kapal hantu, terapung-apung dekat pantai Florida pada tahun 1944 dalam kondisi yang sangat bagus. Hanya seekor anjing yang ada di atas kapal itu. Tahun 1940 kapal Gloria Colita ditemukan terlantar dengan kondisi yang sangat baik di dekat pantai barat Florida di teluk Meksiko. Bukan kawasan lautnya saja yang menelan korban, namun juga di wilayah udaranya. Lima pesawat pembom terpedo Navy Avenger tinggal landas dari Ford Lauderdale Naval Air Station melakukan patroli rutin, mengalami hal yang misterius, di mana dinyatakan hilang pada tangal 5 Desember 1945 dengan membawa korban sebanyak 27 orang. Kemudian dikirim pesawat penyelamat ke wilayah yang diduga jadi tempat kecelakaan, namun pesawat penyelamat tersebut juga turut lenyap. Seorang perwira Angkatan Laut Amerika mengatakan: "Pesawat-pesawat itu benar-benar lenyap seakan-akan telah terbang ke Mars". Padahal menurut laporan yang ada setiap pesawat sudah diperiksa dengan teliti sebelum terbang dan diisi dengan bahan bakar yang penuh. Semua perlengkapan, mesin-mesin dan kompas-kompas dan instrumen lainnya berada dalam kondisi kerja yang baik. Alat pemancar radio yang canggih terdapat di setiap pesawat terbang , termasuk sepuluh saluran komunikasi dan peralatan penunjuk arah yang harus dituju untuk kembali ke pangkalan. Setiap pesawat terbang membawa perahu karet dan setiap orang memakai jaket pelampung Mae West. Sedang para pilot dan awak sudah ahli semua. Juga cuaca sangat cerah. Pada saat di mana mereka seharusnya sudah kembali ke pangkalan, justru malah mengirimkan pesan aneh: "Menara pengawas, ini keadaan darurat," suaranya terdengar cemas. "Sepertinya kami keluar dari jalur. Kami tidak dapat melihat daratan....diulangi....kami tidak dapat melihat daratan." "Di mana posisi anda?" tanya menara. "Kami tidak yakin dengan posisi kami." Jawab pemimpin patroli. "Sepertinya kami tersesat." Kemudian terdengar pemimpin patroli yang jelas menyiratkan adanya bahaya, "Kami tidak tahu barat ada di sebelah mana. Semuanya salah....aneh....kami tidak yakin dengan arah-arahnya. Bahkan samuderanya pun tidak tampak seperti samudera." Pemimpin patroli menyerahkan komando penerbangan kepada pilot lain. Namun pemimpin baru tersebut mengirim pesan "Kami tidak yakin kami berada di mana. Mestinya kami berada sekitar 225 mil sebelah timur laut pangkalan...tampaknya kami..." Lalu tidak ada suara. Segera dikirim pasawat terbang Martin Mariner raksasa dengan awak 13 orang langsung lepas landas menuju posisi terakhir. Diperlengkapi dengan perlengkapan penyelamatan, kapal terbang itu dapat mendarat di lautan yang paling berbahaya. Namun juga hilang dan tak kembali. Pencarian dilakukan dengan melibatkan 300 pesawat terbang dan 21 kapal menjelajahi udara dan lautan selama berminggu-minggu, namun tidak menemukan sepotong bekas pesawat-pesawat tersebut. Dua tahun kemudian (1947), sebuah pesawat pembom Amerika Superfortres lenyap secara aneh 100 mil di lepas Bermuda. Setelah penyelidikan intensif gagal menemukan jejak, para pejabat Angkatan Udara berspekulasi bahwa arus udara naik yang amat dahsyat dekat awan komulonimbus mungkin telah mengancurkan pesawat pembom tersebut. Setahun kemudian (1948) sebuah pesawat penumpang Super Tiger yang dimiliki dan dioperasikan oleh British South American Airway telah kehilangan secara misterius di kawasan Segitiga Bermuda. Padahal cuaca sangat baik. Penyelidikan dilakukan, dan tidak ditemukan baik ceceran minyak, tubuh manusia, atau pecahan pesawat. Nasib Star Tiger sampai sekarang tetap misterius. Pada tahun yang sama sebuah pesawat terbang penumpang DC-3 dengan membawa penumpang sebanyak 27 orang, lenyap tanpa meninggalkan jejak. Para penumpang sedang berada dalam suasana Natal dan sambil menyanyikan lagu-lagu Natal. Mendekati pendaratan, pesawat mengirim pesan tentang posisinya dan siap-siap menerima petunjuk pendaratan. Ketika pesawat hampir mendekati daratan, mendadak hilang. Dalam keadaan cuaca yang ideal, pencarian dilakukan. Lautnya jernih dan tenang, dan begitu dangkalnya sehingga benda-benda di mana diperkirakan pesawat itu jatuh, tampak jelas. Namun tak diketemukan bekas-bekas pecahan pesawat atau benda-benda lainnya.
Tahun 1949, Star Ariel, pesawat penumpang perusahaan
British Saouth American Airways, lenyap dengan kondisi yang serupa
dengan yang dialami oleh Star Tiger yang hilang tahun sebelumnya.
Pesawat terbang bermesin empat itu tinggal landas dari Kindley Field,
Bermuda, dengan tujuh awak dan 13 penumpang menuju ke Jamaika. Pilot
mengirim pesan tentang keadaan cuaca yang bersih dan keadaan pesawat
yang dalam kondisi beres. Setelah pesan itu diterima, pesawat lenyap
tanpa meninggalkan jejak. Padahal kondisi cuaca sangat bagus. Kalau
pesawat itu mengalami kerusakan struktural dan hancur, reruntuhannya
akan sudah tersebar meliputi wilayah yang luas. Kalau tercebur
di laut yang diketahui sangat tenang, mestinya ada beberapa orang
yang selamat. Paling tidak, kedua rakit penolongnya secara otomatis
akan keluar dari tempatnya di sayap dan akan bisa ditemukan. Namun
usaha pencarian tetap saja sia-sia, tidak ada jejak dari pesawat atau
penumpangnya yang pernah ditemukan.
Apa gerangan yang menyebabkan kecelakaan demi
kecelakaan begitu besar dan misterius? Sedangkan rata-rata kejadian
baik pesawat maupun kapal berada dalam cuaca yang baik. Berbagai
spikulasi mulai terangkat ke permukaan dengan berbagai macam versi
dan kesimpulan yang subyektiv, baik dari kalangan Angkatan Laut itu
sendiri, para pilot dan nahkoda pada umumnya, para ahli kelautan,
bahkan sampai paranormal. Sebagian lagi berpendapat bahwa penyimpangan itu mungkin suatu belokan ruang, dan bahwa kapal-kapal yang hilang itu mungkin terperangkap dalam dimensi ke empat. Seorang peramal telah meramalkan bahwa suatu hari nanti belokan itu akan membebaskan semua kapal itu, dan kapal-kapal itu akan kembali ke pelabuhan-pelabuhan asalnya dengan kerangka-kerangka awaknya. Ada yang bahkan mengatakan bahwa para awak kapal itu mungkin masih hidup, sama umurnya dengan ketika mereka pergi, dan mereka akan dapat mengungkapkan rahasia apa yang ada di Segitiga Bermuda. Beberapa ilmuwan merasa bahwa gempa laut, pergeseran dasar samudera yang mendadak sehingga menimbulkan ombak sampai setinggi 200 kaki, sehingga ombak itu menelan kapal-kapal dan akan menyebabkan tidak adanya SOS dan reruntuhan. Namun bagaimana dengan pesawat-pesawat terbang yang juga mengalami kecelakaan? Diduga pesawat-pesawat yang hilang disebabkan disapu oleh gelombang-gelombang atmosfir raksasa yang tidak kelihatan dan yang tidak beda dengan yang ada di samudera. Namun masalahnya cuaca di udara cukup baik, dan kalau pesawat hancur, tentu akan ditemukan reruntuhan-reruntuhannya.
Ada pendapat lain yang mengaitkan dengan
adanya ketidakteraturan magnetis. Angkatan Laut Amerika Serikat
melakukan operasi penyelidikan yang disebut Project Magnet, dan
melakukan penyelidikan geomagnetik yang luas, yang memperbaharuhi
banyak ukuran yang sudah berumur lebih dari 30 tahun. Diduga proyek
ini juga melaksanakan tugas-tugas laut, temasuk mendengarkan
pesan-pesan dari luar angkasa dan menyelidiki teori "ikatan yang
hilang".
Telah
dikemukakan bukti bahwa Segitiga Bermuda hanyalah sebagian dari
daerah bermasalah yang lebih luas. Daerah ini, yang dikenal sebagai
Limbo of the Lost (tempat semayam mereka yang hilang), meliputi batu
kontinental di sebelah utara New Jersey, teluk Meksiko, dan samudera
Atlantik di sebelah timur kepulauan Azores. Belum lama ini disadari bahwa ciri-ciri geografis yang sama dari sektor kecil samudera yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda yang membuatnya jadi jalan yang ideal bagi peluncuran roket-roket, mungkin juga membuatnya jadi saluran yang ideal untuk pendaratan kendaraan-kendaraan dari angkasa luar. Barang kali suatu sumber kekuatan atau alat sinyal yang ditinggalkan di wilayah itu berabad-abad yang lalu oleh regu pengintai dari planet lain terus mengirimkan sinyal-sinyal ke ruang angkasa, yang memberikan petunjuk kepada para pengikut penjelajah-penjelajah terdahulu tentang pendaratan yang paling baik di planet bumi ini. Alat itu mungkin hanya kadang-kadang beroperasinya, yang kiranya menjelaskan fakta bahwa kebanyakan kapal dan pesawat terbang yang melintasi kawasan itu bisa lewat tanpa mengalami suatu insiden. Tetapi sewaktu alat itu aktif, sinar-sinarnya yang berkekuatan besar mungkin sekali cukup untuk mempengaruhi alat-alat pelayaran dan pikiran manusia, bahkan mungkin bisa menghancurkan sama sekali setiap kapal yang berada di situ.
Bertambahnya bukti bahwa peradaban-peradaban masa lalu telah
memiliki pengetahuan dan mampu melakukan tindakan-tindakan besar yang
jauh melampaui apa yang sebelumnya dianggap mungkin oleh para
ilmuwan, mendukung teori bahwa pada zaman dahulu bumi dikunjungi oleh
makhluk-makhluk dari angkasa luar. Jadi, tidak mungkin bila
prestasi-prestasi sedemikian banyak itu dicapai tanpa bantuan
intelegensi yang amat tinggi. Kesimpulan tentang jawaban-jawaban dari berbagai pihak, harus dihargai walaupun tidak sepenuhnya pendapat-pendapat itu disetujui begitu saja. Sebab siapapun yang berusaha untuk mengungkap, tentu berangkat dari pemikiran yang murni dan manusiawi dan penuh tanggung jawab. Baik itu dari pihak-pihak, atau instansi-instansi yang terkait, baik badan-badan Angkatan Laut, pihak pelabuhan, bandara, para pilot dan nahkoda, para ahli kelautan, bahkan paranormal sekalipun. Karena memang siapapun yang mencoba untuk menjawab, tetap saja ada kelemahan-kelemahannya, baik ketepatan atau keakuratannya. Sebab memang kapal-kapal dan pesawat yang mengalami kecelakaan selalu raib tanpa meninggalkan jejak, sehingga tidak ada saksi hidup yang bisa dikorek informasinya. Bila ada saksi hidup yang ditemukan, pihak penyelidik tentu akan memperoleh gambaran yang pasti tentang faktor-faktor penyebab kecelakaan. Namun kenyataannya, jangankan manusia hidup, yang mati saja tidak pernah diketemukan.
Larry
Kusche, seorang peneliti yang tidak mau percaya begitu saja mitos
keangkeran tersebut, membantah mentah-mentah mitos yang selama ini
berkembang, dan mencoba untuk berpikir dengan nalar yang sehat.
Bantahan-bantahannya ia tuliskan dalam bukunya yang berjudul "The
Bermuda Triangle Mystery Solved" (Misteri Segitiga Bermuda
Terpecahkan). Buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia, terbitan Grasindo. Apakah Alkitab bisa memberi jawaban terhadap fenomena-fenomena ganjil seperti Segitiga Bermuda dari sudut pandangnya? Jawabnya "bisa". Alkitab memang membicarakan rahasia-rahasia tentang dunia yang tampak, maupun dunia yang tidak tampak (supranatural). Harus diakui, bahwa apa yang terjadi di dunia natural, selalu ada kaitannya dengan erat dengan dunia yang supranatural. Dunia natural bisa diteliti secara natural juga, seperti melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui riset, dan data-data. Namun perkara-perkara yang tidak kasat mata, juga harus diselidiki dengan cara supranatural. Karena keterbatasan indera manusia untuk melihat dimensi supranatural, maka juga banyak spekulasi-spekulasi. Ketika Musa memimpin orang-orang Israel keluar dari Mesir, mereka sampai di ujung daratan, dan harus berhadapan dengan laut Tiberau. Secara natural, bagaimana caranya untuk bisa menyeberangkan ratusan ribu umat? Namun kemudian alam supranatural campur tangan, sehingga lautan yang ganas diubah menjadi jalan raya. Dengan demikian ratusan ribu orang Israel bisa menyeberang. Cerita ini sudah menjadi cerita abadi seluruh manusia di dunia ini sampai sekarang.
Ketika perahu Yesus dan para murid
dihantam badai (sakal) dan perahu mulai penuh dengan air, maka Yesus
menghardik gelombang dahsyat tersebut, dan seketika danau menjadi
tenang. Yesus melakukannya dengan kekuatan-kekuatan supranatural. Hal
seperti ini tentu sulit untuk diteliti dan dipahami dari segi ilmu
pengetahuan. Dan masih terlalu banyak kisah-kisah dalam Alkitab yang
melibatkan kekuatan supranatural. Dunia supranatural yang lain dikuasai oleh pihak Tuhan dan para malaikatNya. Kerajaan kegelapan lebih inferior dan terbatas cara kerja dan kemampuannya, sedang dunia Tuhan tidak terbatas kemampuannya. Oleh sebab itu, harus ada campur tangan kerajaan Tuhan untuk membendung dan menghancurkan kerajaan kegelapan, artinya pekerjaan-pekerjaan kuasa gelap tidak seenaknya dan bebas melakukan kehendaknya. Oleh sebab itu Yesus sering menghardik roh-roh jahat pada orang-orang yang sakit, dan setelah roh itu pergi, maka keadaan orang yang sakit tadi menjadi sembuh. Hal ini sulit dipahami dengan cara kedokteran. Tapi itu harus diakui dan diterima. Oleh sebab itu jika paranormal menganggap memang kawasan Segitiga Bermuda merupakan tempat pos-posnya roh-roh jahat, ya sah-sah saja. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa zaman dahulu penduduk kepulauan Atlantik, yang kepulauannya terkubur oleh samudera, adalah orang-orang yang memiliki ilmu yang tinggi dan mereka menguasai berbagai ilmu sihir. Walaupun jasad mereka sudah tiada, namun ilmu-ilmu sihir yang pernah mereka buat masih terus berlaku sampai sekarang. Itulah sebabnya banyak kecelakaan baik kapal maupun pesawat secara misterius. Sekali lagi pendapat yang demikian sah-sah saja. Alkitab mengatakan bahwa kuasa jahat menggenggam dan menguasai seluruh dunia. "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat." (1 Yoh. 5:19). Iblis dan kerajaannya berkuasa atas darat, laut dan udara. Mereka juga punya angkatan laut, angkatan darat dan angkatan udara. Cuma tidak memiliki angkatan kepolisian, sebab mereka tidak pernah mempunyai hukum kebenaran. Tidak usah heran bila kecelakaan di Segitiga Bermuda terjadi baik di lautnya, maupun di atmosfirnya. Para dukun mengenalnya sebagai tumbal penguasa setempat.
Semua
aktivitas yang dilakukan anak-anak manusia tidak lepas dari
bayang-bayang kuas kegelapan. Daud banyak menulis dalam Mazmurnya,
bahwa sepanjang hari terancam nyawanya (Maz. 22:21; 31:14; 38:13,
dsb). Siapapun juga, apapun juga, tidak perduli siang atau malam,
nyawa kita selalu terancam. Kalau tidak mati oleh pedang, oleh
penyakit, atau oleh bencana. Paulus merasakan benar akan kekuatan
kegelapan yang selalu mengintai nyawanya sepanjang hari, sehingga ia
mengumpamakan iblis seperti singa yang mengaum-ngaum siap menerkam
siapa saja yang dapat ditelan. "Sadarlah dan berjaga-jagalah!
Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang
mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. hari." (1
Pet. 5:8). Kuasa gelap memanfaatkan keterbatasan indera manusia agar ia bisa melumat nyawa manusia, bukan di Segitiga Bermuda saja, tetapi di mana-mana. Kebetulan kawasan tersebut memang yang paling banyak menelan kapal-kapal dan pesawat-pesawat. Iblis bisa menanamkan rasa takut yang berlebihan pada pikiran seseorang, sehingga seseorang bisa mati dalam katakutannya. Roh jahat bisa membuat seseorang putus asa dalam hidupnya dan akhirnya bunuh diri. Roh jahat sanggup mengacaukan pikiran seseorang, sehingga seseorang tidak bisa lagi menghitung sesuatu secara akurat. Bila ia seorang pilot, maka pesawatnya akan menabrak gunung, bila ia seorang nahkoda, maka kapalnya akan menabrak gunung es. Roh jahat bisa memberikan pandangan palsu (paktamorgana) sehingga sebuah mobil yang dikendarai masuk ke dalam jurang dan penumpangnya tewas, dan jadilah tumbal di tepat itu. Dan biasanya tumbal-tumbal akan terus berjalan pada tahun-tahun mendatang. Terkenalah tempat itu sebagai tempat yang angker. Masih banyak perbuatan kegelapan yang tidak terhitung banyaknya.
Namun
Alkitab memberi penghiburan kepada anak-anak Tuhan dari berbagai
celaka. Malaikat Tuhan selalu berkemah di tengah-tengah orang yang
takut akan Tuhan dan sanggup meluputkan dari bahaya (Maz.
34:8). Perlindungan Tuhan sempurna, bahkan alam yang ganaspun tidak
akan sanggup mengusik kita. "Matahari tidak menyakiti engkau
pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam." (Maz.121:6).
Namun bukan berarti kalau ada anak-anak Tuhan yang mengalami
kecelakaan terus menuduh bahwa Allah tidak sanggup melindungi
anak-anakNya. Kadang beberapa orang percaya, bahkan banyak, (hamba
Tuhan sekalipun) bisa mengalami kecelakaan di darat, laut dan udara.
Dalam hal ini ada batas-batas tertentu yang Allah ijinkan untuk
maksud dan rencananya. Dan kita tidak perlu terlalu jlimet untuk
mengetahui rahasia-rahasia maksud Allah dalam hal ini, sebab rahasia
tersebut hanya milik Allah. Seperti yang dikatakan dalam Ulangan
29:29:
|
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 11 Oktober 2007 ) |
| Berikutnya > |
|---|