Cetak E-mail
Ditulis Oleh Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th   
Kamis, 08 Mei 2008
    Yesus diangkat Tuhan oleh Kaisar Konstantin?


    Terkadang pola pikir yang cupet itu berkoarnya lebih keras  dari mereka yang Smart dan berpendidikan.   Terkadang sebagian orang Indonesia ini sudah goblok merasa diri cerdas, nyali yang kecil sok bergaya jagoan kelas kakap padahal mental teri saja tidak sampai, ...  belum lagi tingkah laku  bejat yang disertai nafsu kayak binatang gayanya sok radikal terhadap agamanya, merasa diri rohani dan petantang-petenteng menyerang doktrin agama yang lain.
  Mereka tahu nggak sih kalau sudah menyerang doktrin agama lain itu menyakitkan? Apa mereka itu di didik untuk menyerang bukan saja agama orang lain tetapi eksistensi Tuhan yang sejati? Kalau memang nggak percaya  ya mbok I yo tutup mulut, jangan aneh-aneh menyerang sok pinter, ngerti dari  Alkitab padahal bodohnya ampun-ampun deh..... Memang Di Indonesia itu banyak orang bisa diibaratkan seperti tong kosong nyaring bunyinya.
     Orang Kristen itu berTuhankan manusia, masak sih Tuhan itu bisa mati, Tuhan koq bisa tidur, capek, bisa makan maaf katanya Tuhan bisa pub (buang kotoran)  ha… ha… ha…. Masuk akal donk? Pakai otak… belajar sejarah gereja nggak sih orang-orang itu? Masak Tuhan diangkat manusia… itu  Demikian celetuk orang-orang yang goblok dan tidak bertanggung jawab lagi… Jika memang Tuhan orang Kristen itu benar-benar Tuhan, itu mulut yang sering berkoar , nggak tahu betapa dowernya di neraka nanti… Yermia  23:20 mengatakan : “ Murka TUHAN tidak akan surut, sampai Ia telah melaksanakan dan  mewujudkan apa yang dirancangNya dalam hatiNya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu.   Petrus menuliskan secara sederhana : “ ……  bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan   yang sama, dan mereka memfitnah kamu. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia,    yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang   mati. ( 1 Petr 3-5)
        Orang percaya tidak perlu gundah  gulana, kecewa atau demo jika Tuhan Yesus di lecehkan sampai serendah septy tank, Dia nggak perlu dibela, di SinggasanaNya Ia terlalu mulia dan kuat kalau orang yang lemah fakir miskin dan orang-orang yang tidak punya daya perlu di bela tetapi Tuhan tidak yang dibutuhkan hanya tenang seperti Elisa pada waktu mendemontrasikan kuasa Allah. Inilah perkataan Elia hamba Allah itu. 1 Raja  18:21 mengatakan : “  Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN   itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi   rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.    
          Selanjutnya tantangan Elia itu berbunyi : “Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada  empat ratus lima puluh orang banyaknya. Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan;  biarlah mereka memilih seekor lembu; memotong-motongnya,   menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh    api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya   ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun anak   memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah   demikian!" (1 raj 18:22-24))
    Konfrontasi segera dimulai Allah mana yang benar?   1 raja-raja  18:27-29 mengatakan tentang ulah orang-orang yang banyak ngomong,  Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia    merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian;   barangkali ia tidur, dan belum terjaga.' Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya   dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga   darah bercucuran dari tubuh mereka. Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu   mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.
    Elia yang selalu berada dalam keadaan sendiri, terhina dan terbuang melawan 450 nabi-nabi baal, dengan gagah berani, nyalinya setinggi langit, kuatnya bagai baja menantang orang yang sering kali berkoar, panggillah Allahmu lebih keras, kalau perlu pakai mic atau loudspeaker kali… atau apapun kalau perlu suaranya sampai ke langit… realitasnya mereka juga melakukan terus dengan bersuara dan terus bersuara bahkan menyiksa diri rela menderita ibarat sekarang demo (tapi sekarang demonya dibayar) kalau dulu sama sekali nggak malah menorah-noreh badannya artinya menyiksa diri sendiri supaya allahnya berbelas kasihan. Pikirnya kalau dengan suara tidak sanggup maka denagn tindakan menyiksa diri atau menyiksa orang! Tuhannya tetap bungkam, 450 nabi baal ini sudah memaksimalkan diri dalam membela Tuhannya supaya tampak di tengah masyarakan, terlalu demontratif, agresif dan fluktuatif namun hasilnya negative!
      Berbeda dengan Elia,  “ Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah  nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan  Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah  Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hambaMu dan     bahwa atas firmanMulah aku melakukan segala perkara ini.Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini  mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang    membuat hati mereka tobat kembali." Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayuapi, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis  dijilatnya.  ( 1 Raja 18:36-38)
    Wow… dasyat memang ini baru nabi… sekali ngomong peristiwanya terjadi tetapi sekarang banyak orang bisanya Cuma ngomong sebagai unjuk perasaan dari pola pikirnya yang kosong! Agama apapun kalau para pengikutnya mendalami dengan ketenangan maka ia tidak akan gampang mencela orang, santun bertutur kata, kasih terhadap sesama dan indah dalam pertingkah polah kecuali para penganut setan kalau melihat kitabnya akan  semakin liar bak setan yang sedang kesetanan, atau seperti iblis yang sedang kesurupan. Untuk itu orang perlu berdiam diri dan tidak usah mencela kepercayaan lain, belajarlah kalau bukan urusannya jangan mengurusi orang lain kecuali hanya memberi jawab untuk orang-orang yang bertanya.
   

Consili di Nicea

    Konsili ini diadakan di kota Nicaea diadakan sebagai konsili pertama pada tahun 325 semasa pemerintahan raja Konstantin Agung ( 274-337) yang telah diberitakan menjadi Kristen.  Konsili ini didadakan karena adanya penatua di aleksadria bernama Arius yang berpendapat “ Yesus setengah manusia yang leibh rendah dari Allah” yang berbeda dengan pemahaman gereja secara umum selama 4 abad mengenai ke “Tuhan”an Yesus. Pandangan Arius ditolak oleh uskup Aleksander dan penatua Athanasius  yang juga berasal dari gereja Aleksandria. Penolakan ini kemudian diteguhkan dalam konsili Nicaea yang khusus diadakan untuk membahas pengajaran Arius.
    Arianisme dirintis oleh Arius (256-336) seorang penatua di gereja Aleksandria. Ia terpengaruh neoplatonisme. Menurutnya, pre existence Yesus bukanlah Allah tetapi ciptaan pertama yang “seperti Allah” (homoi-ousius) atau ‘demigod’ semacam konsep demiurge yagn lebih rendah dalam Gnostik. Bagi Arius karena Yesus adalah ciptaan maka ia bukan Allah dan bukan penebus, karena hanya Allah pencipta yang bisa menebus umat manusia.
    Pengajaran Arius di tolak gereja di Nicea (325) dan menghilang dua abad kemudian, namun kemudian kembali dipercaya secara sporadic oleh kelompok Unitarian (abad 16) dan saksi-saksi Yehova (abad 19). Konsili Nicaea mempertahankan ajaran tradisional yang menyebutkan bahwa Yesus adalah Allah (Yoh 1:20:28). Ajaran Yesus adalah Allah dan Tuhan sudah tercatat dalam Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis pada abad pertama (Th 50-90, jadi bukan merupakan hasil keputusan politik Kaisar Konstantin melalui Nicaea (325) (sumber forum biblika-jurnal ilmiah popular hl 58 Terbitan LAI)
 
Reaksi kehadiran Allah dalam bentuk manusia
 
   Sering kali orang under estimate terhadap kebenaran yang lain, padahal Yesus Kristus dari Nazaret  tidak lebih rendah atau lebih tinggi bila di lecehkan atau disanjung karena memang Ia sudah terlalu tinggi penuh kemuliaan. Siapa bilang Yesus tidak mengatakan dirinya Tuhan? Orang perlu tahu di jaman dahulu jika orang melihat kehadiran Tuhan sendiri sering kali mengungkapnya dengan beberapa istilah  yang dicatat dalam Alkitab seperti  Anak Allah, anak dewa dan Mesias, Anak domba dan masih banyak lagi beberapa bukti bahwa YEsus Tuhan bukan saja kelahiranNya yang dari Roh Allah melainkan juga kematia, kebangkitan dan Ia naik ke Sorga!
    Kalau saja benar bahwa Yesus itu manusia (memang Dia manusia)  dan bukan Tuhan? ok angap saj itu benar? tetapi siap yang menyangkal kebangkitanNya (Alquran menjawab dengan jelas Ia bangkit!
 
Alkitab memberitakan semua makluk yang bereaksi tentang kehadiran Yesus Kristus dari Nazaret :

Gabriel  (Malaikat utusan Allah)

Malaikat utusan ini mengakui kehadiran Yesus Kristus berasal dari benih Roh Allah sebab Ia adalah Allah, orang harus mengerti anak monyet seperti monyet, anak setan seperti setan, anak Tuhan seperti Tuhan! Pakailah akal sedikit benih jambu akan keluar jambu dan benih mangga akan menumbuhkan mangga tidak yang lain benih merpati akan melahirkan merpati, kalau ada benih merpati keluar blekok maka itu ulah manusia! Yesus benihnya dari Roh Kudus itu diakui semua agama mengapa meragukan kitab sucinya? Benihnya orang jawa akan melahirkan orang jawa, jika ambon menikah dengan ambon biasanya hitam dan kriting, kalau ambon melahirkan putih dan sipit itu berarti ambon menikah dengan orang china sehingga sudah asimilasi! Sederhana bukan?
   
LuKAS  1:26-33   Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi   ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama  Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.  Ketika malaikat itu masuk kerumah Maria, ia berkata: "Salam,   hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam   hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab    engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang  anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang   Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta    Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan."

Gabriel itu berkata kepada Yusuf :

MATIUS  1:18-21 Mengatan       Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung   dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau   mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud   menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan    nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud,    janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab    anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia  Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa   mereka."

Apakah perkataan Gabriel ini terbukti bahwa Roh Allah ada didalam diri Yesus? Ya ! Yesus sendiri mengatakan : "Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah   mengutus Aku (Luk 4:18)

Apakah benar perkataan malaikat Gabriel Yesus bisa mengampuni dosa?

Matius 9:5-8 mengatakan : “Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau   mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia   berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang    lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan    pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan   Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada   manusia.

Reaksi iblis

    Iblis saja mengakui Yesus saja Tuhan, Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apakah urusanMu dengan   kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami  sebelum waktunya?" (Mat 8:29) Iblis tahu pasti bahwa Yesus adalah pribadi Allah yang tampil di muka yang orang sebut pada waktu itu Anak Allah. Lukas mencatat dengan jelas reaksi kumpulan setan yang merasuk di dalam seseorang ketika melihat Yesus, Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di   hadapanNya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusanMu dengan   aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon   kepadaMu, supaya Engkau jangan menyiksa aku." (Luk 8:28)
    Bahkan berulang kali iblis mencobai Yesus jika Engkau Anak Allah …. Jika Engkau Anak Allah ( Mat 4:1-11) lalu apa jawab Yesus tentang pribadinya, kepada iblis yang sedang mencobainya? Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada    tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya   kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay 10)!
    Dengan kata lain dahulu iblis yang merupakan malaikat Tuhan yang juga menyembah Yesus sebagai “Tuhan dan Allahmu” iblis begitu hormat terhadap Yesus sehingga ia segera lari dan Yakobus mengatakan iblis gemetar (YAK 2:19). Makluk alam roh mana yang tidak tahu Yesus Tuhan, kelahiranNya saja sudah di vonis oleh malaikat bahwa Ia adalah Anak Allah (Luk 1:32;35) 
 
 
Ingatlah saudaraku
 
 
Benih Jagung melahirkan jagung
 
Benih orang melahirkan orang
 
Benih monyet melahirkan monyet
 
Benih Roh Allah ya melahirkan Allah sendiri 
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 06 Juni 2009 )
 
Berikutnya >