| Berbicara dengan orang mati |
|
|
| Ditulis Oleh Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th | |
| Selasa, 04 September 2007 | |
|
Ingat film Ghost film yang dilepas tahun 1990 yang mencatat box office dan mendapat pengharggaan akademy award? Film ini dibintangi oleh Molly Jensen yang dimainkan oleh Demi Moore dan pacarnya San Wheat yang diperankan oleh patrick Swayze. Ini ini menceritakan pemanggilan roh orang mati yang dimainkan dengan manis oleh Oda Mae (Whoopi Goldberg”s), film yang menceritakan roh yang menuntuk balas karena dibunuh ini laku keras. Adakah orang mulai tertarik untuk bertanya dengan dunia orang mati? Film yang sama sekarang beredar “The eye” berbau arwah orang mati yang minta komunikasi dengan orang hidup, laku bak kacang goreng, mengapa demikian? Sebab dunia orang hidup tidak lagi dapat ditanya dengan baik, dan informasinya terkadang diputarbalikkan! Tidak heran kalau sekarang banyak orang menggunakan jasa paranormal untuk bertanya kasus-kasus pelik untuk menggali informasi di alam roh! Medium memiliki arti kemampuan untuk melihat atau mengkhayalkan suatu objek dan peristiwa diluar cakupan penglihatan normal (Clairvovance). Informasi dari alam lain ini diperoleh dengan kekuatan batin, pada umumnya terjadi ketika seseorang dengan kuasa-kuasa peramal adalah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Selama orang itu dapat menguraikan peristiwa atau object yang nampak dalam pikirannya. Namun harus diakui bahwa kebanyakan ilmuwan menolak atau menyangkal klaim yang disampaikan oleh medium sebab tidak didukung bukti substansial! Melalui jasa medium ini seseorang juga bisa berhubungan denga orang lain hanya melalui pikiran tanpa kehadirannya (telepati). Praktek ramalan (devotion) ini sering kali diperoleh seseorang bukan melalui belajar dan penyelidikan tetapi diperoleh karena mendapat transfer dari seseorang atau turunan. Praktek pemanggilan arwah ini sudah dipraktekkan zaman Babelonia dan Yunani, para pemanggil arwah menggunakan jasa dewa-dewanya, hubungan seseorang dengan Tuhannya mempengaruhi kecanggihan dan keakuratan dalam memberikan informasi alam roh. Necromancy adalah seni bertanya dan menyingkap kemampuan orang yang sudah mati, sedangkan oneiromancy adalah seni menafsirkan mimpi. Ingat saja kemampuan Daniel, Yusuf dalam menafsirkan mimpi raja. Sejumlah orang-orang yang memiliki kemampuan dibidang spiritual telah menghimpun suatu persekutuan kebatinan. Didukung oleh orang-orang ahli dibidangnya, termasuk Pendeta dan para rohaniawan yang lain, mereka mengadakan reaserch tentang kebatinan yang menyangkut alam gaib, ini juga didasarkan atas apa yang telah dikerjakan Yesus dan para muridNya. Sehingga sekarang telah berdiri tidak kurang 600 organsasi gereja (jemaat) yang terdiri lebih dari 210.000 anggota di tahun 1990. Mereka penganut kebatinan yang mempercayai bahwa seseorang memiliki hubungan dengan orang mati dan dapat berhubungan dengannya. Markas terbesarnya terdapat di Ashtabula, Ohio; the National Spiritual Alliance of the USA in Lake Pleasant, Massachusetts; and the National Spiritualist Association of Churches in Lily Dale, New York (Encarta 2002).
Berbicara dengan orang mati
Alkitab menceritakan bahwa Orang kaya dalam kisah Lazarus yang miskin itu berpikir bahwa saudara-saudaranya tidak mungkin dapat bertobat kalau hanya mendengar kesaksian Musa dan para nabi, mereka akan bertobat kalau ada orang mati memberitakan kepada saudara-saudaranya, dalam hal ini yang diminta Lazarus sebab mungkin semua saudaranya sudah mengenalnya sebagai pengemis yang sudah mati! Namun permohonannya ditolak oleh Abraham sebab berbicara dengan orang mati tidak juga menghasilkan pertobatan (Luk 16:31). Dari kisah ini perlu dipertanyakan mengapa orang kaya meminta Lazarus turun? Apakah alam memorinya mencatat selama hidupnya di bumi ini mereka menggunakan jasa medium yakni pemanggil arwah? Kalau itu terbersit dibenaknya maka apa yang pernah disaksikan terekam di alam bawah sadarnya. Ingat ayat yang mengatakan yang terikat disini terikat di sorga! Yesus Kristus pernah berbincang-bincang dengan dua orang mati yang sudah ribuan tahun yakni Musa dan Elia (Mat. 17:3). Elia memang tidak mati secara fisik, ia diangkat hidup-hidup, tetapi dapat dipastikan ia sudah terpisah dengan dunia manusia dan sudah tinggal dalam kemuliaan Allah. Musa sudah meninggal, bahkan Allah sendiri yang menguburnya! Dari kisah ini menunjukkan adanya komunikasi dari dua dunia yang berbeda, nampak jelas dalam bentuk fisiknya! Jika Yesus berjumpa dengan Musa dan Elia dalam bentuk roh, maka para murid tidak akan menyebutkan siapa mereka? Dari mana mereka mengenal Elia dan Musa! Tentu melalui tradisi lisan dan gambaran yang jelas turun-temurun! Fakta yang alkitab memberitakan bahwa Yesus dan para muridnya dalam pelayanannya beberapa kali mengundang arwah orang mati untuk balik kembali, istilah yang dipakai membangkitkan orang mati! Setidaknya Yesus pernah 3 kali membangkitkan orang mati (anak Yairus-luk 8:52, Pemuda di Nain-Luk 7:14 dan Lazarus-Yoh 11). Apapun caranya untuk membangkitkan tetapi dapat dipastikan diperlukan suatu kuasa untuk memanggil lagi arwah orang mati dari dunianya untuk kembali ke dunia orang hidup yakni jasadnya! Ini bukan cerita bohong, asal dan fiktif! Itu bukan sifat alkitab. Hal yang sama dipraktekkan oleh para muridNya dan para hamba Tuhan disepanjang zaman! Yesus sendiri memerintahkan untuk mempraktekkkannya Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma (Mat. 10:8). Apakah yang dimaksud disini mati rohani? Ya itu salah satunya tetapi fakta membuktikan banyak orang mati bangkit dalam nama Yesus Kristus! Alkitab merekam percakapan Arwah Samuel dengan orang yang hidup melalui jasa pemanggil arwah. Inilah kisahnya : Sesudah itu bertanyalah perempuan itu: Siapakah yang harus kupanggil supaya muncul kepadamu?" Jawabnya: "Panggillah Samuel supaya muncul kepadaku.' Ketika perempuan itu melihat Samuel, berteriaklah ia dengan suara nyaring. Lalu perempuan itu berkata kepada Saul, demikian: "Mengapa engkau menipu aku? Engkau sendirilah Saul!" Maka berbicaralah raja kepadanya: "Janganlah takut; tetapi apakah yang kaulihat?" Perempuan itu menjawab Saul: "Aku melihat sesuatu yang ilahi muncil dari dalam bumi." Kemudian bertanyalah ia kepada perempuan itu: "Bagaimana rupanya?" Jawabnya: "Ada seorang tua muncul, berselubungkan jubah." Maka tahulah Saul, bahwa itulah Samuel, lalu berlututlah ia dengan mukanya sampai ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berbicaralah Samuel: "Mengapa engkau bertanya kepadaku, padahal TUHAN telah undur dari padamu dan telah menjadi musuhmu? TUHAN telah melakukan kepadamu seperti yang difirmankanNya dengan perantaraan, yakni TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud. Karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN dan tidak melaksanakan murkaNya yang bernyala-nyala itu atas Amalek, itulah sebabnya TUHAN melakukan hal itu kepadamu pada hari ini. Juga orang Israel bersama-sama dengan engkau akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin, dan besok engkau serta anak-anakmu sudah ada bersama-sama dengan daku. Juga tentara Israel akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin." (1 Samuel 28:11-19)
Dialog dua arah secara langsung terjadi dari dunia orang yang mati dan dunia orang hidup merupakan realitas yang direcord oleh Alkitab. Ayat diatas paling sulit diterjemahkan, dan sampai sekarang masih menjadi perdebatan dikalangan teolog-teolog. Perlu dipahami latar belakang kebudayaan waktu itu bahwa orang kafir sering kali menggunakan jasa peramal untuk memanggil roh orang mati. Dapatkan orang mati dipanggil? Alkitab sudah mengantisipasi ini, dan Allah tidak akan memerintahkan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan oleh manusia. Jika ada perintah larangan itu berarti manusia dapat melakukan, sebagai contoh jangan membunuh maka dapat dipastikan orang dapat membunuh. Demikian juga ayat dalam ulangan 18:10-11 menyatakan Di antaramu janganlah didapati seorang pun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati (bdk Ima 19:31 dan 20:27) Mengapa Allah melarang orang percaya bertanya kepada arwah orang mati? Sebab pada waktu itu ada 3 sarana yang dapat dipakai untuk menanyakan kehendak Allah.
Semua cara sudah dipakai oleh Saul tetapi tidak berhasil saul ingin melawan Tuhan dengan caranya sendiri yakni dengan cara kebiasaan kafir yakni memanggil arwah. Menjadi pertimbangan untuk menafsirkan ayat diatas bahwa mengapa perempuan mengenal Saul setelah melihat Samuel? (ay 12) Sebenarnya munculnya Samuel baru terdapat dalam ayat yang 13! Saul tidak melihat apapun juga,penglihatannya tergantung sepenuhnya kepada sang Medium tersebut. Saul hanya mereka-reka bahwa orang terakhir yang jubahnya koyak adalah Samuel maka Saul mengambil kesimpulan bahwa yang dihadapi adalah Samuel! Kesimpulan ini didapat dari Medium dan bukan menurut penglihatannya sendiri. Kemudian ia memaksa minta Samuel untuk merestui kemenangan perang melawan Filistin tetapi kenyataannya ditolak! Tidak jelas apakah orang itu sungguh samuel atau bukan tidak seorangpun dapat memastikannya! Dua hal yang harus dipahami bila kita menganut paham bahwa yang muncul adalah sungguh-sungguh Samuel maka tidaklah mustahil! Allah sanggup mengeluarkan orang yang dikehendaki untuk menegor dan berbicara kepada orang yang sungguh-sungguh keras kepala (bdk Ula 13:1; 18:18). Perlu diketahui bahwa latar belakang konsep kematian bagi kebudayaan orang Israel adalah masuk alam maut, dimana mereka tetap ada dalam bentuk bayang-bayang, seolah-olah tidur ditempat yang sunyi. Allah demi kepentingannya sanggup memanggil orang untuk keluar dari alam maut. Ancaman ini yang pernah diberitakan oleh menunjukkan kekuasaan Tuhan. Amos 9:2 Sekalipun mereka menembus sampai ke dunia orang mati, tanganKu akan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka naik ke langit, Aku akan menurunkan mereka dari sana. (bdk, kisah Lazarus dan orang kaya). Apa yang dikatakan oleh Samuel tepat terjadi! Dan ujian seorang nabi adalah ketepatan nubuatannya! Jadi diragukan jika yang berbicara itu bukan Samuel, sebab Setan tidak maha tahu bahwa besok Saul akan mengalami kekalahan! Yesus juga pernah berbicara dengan orang mati diatas gunung waktu dipermuliakan. Disana terdapat roh Musa dan Elia! Jadi siapa bilang orang tidak bisa berbicara dengan orang mati? Yesus sendiri 3 kali memanggil arwah orang mati dan arwahnya kembali! Bukankah Alkitab memerintahkan kita untuk membangkitkan orang mati (Mat. 10:8) membangkitkan orang mati berarti berbicara kepada roh orang mati itu dengan otoritas Allah supaya kembali. Namun harus dimengerti membangkitkan orang mati berbeda dengan berbicara dan minta nasehat kepada orang mati, itu dilarang sebab kekejian bagi Tuhan! Bagi yang mempercayai itu bukan samuel tetapi iblis yang menyerupai Samuel maka alasan yang diberikan bahwa dunia orang mati sudah terpisah dari dunia orang hidup dan tidak memiliki hubungan. Memang terjadi kesimpang siuran dalam teks antara ayat 12 dn 13 seharusnya kata Samuel itu diganti Saul! Artinya ketika langganan itu meminta roh Samuel maka perempuan itu mengamat-amati bahwa yang dihadapannya adalah Saul. Wanita itu bukan takut arwah keluar sebab itu pekerjaannya tetapi yang dihadapi Saul yang telah melarang pemanggil Arwah orang mati diwilayahnya. Yang kedua akta melihat samuel seharnya diganti dengan “mendengar nama” ketika perempuan itu mendengar kata Samuel barulah ia sadar bahwa langganannya adalah Saul! (Dr. H. Rothlisberger, Tafsiran 1 samuel, Bpk 1969, hal 209) Namun apapun alasan yang diberikan maka tidak akan mempengaruhi secara significant dalam pertumbuhan iman seseorang. Maka tidak dibutuhkan doktrin dalam hal kisah pemanggilan arwah Samuel tersebut, perdebatan yang tidak sehat malah justru mengakibatkan permusuhan yang mendukakan sorga dan hadirat Allah! Dari fakta yang ada harus dipercayai bahwa Yesus Kristus hidup dan berkuasa di 3 dimensi kehidupan baik di bumi, di Sorga bahkan di Alam maut sekalipun karena kuncinya ada ditangan Yesus. Apabila ia berkehendak ingin berbuat dan memanggil sesuatu dari alam manapun maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan
|
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 02 November 2007 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|