|
PERJALANAN ARWAH ORANG MATI
Menyelami misteri kematian sebenarnya nuansanya jernih bagaikan gemerciknya air pancuran yang menyegarkan jiwa. Kematian membebaskan seseorang dari penatnya kehidupan dan aneka ragam penyakit yang merobek-robek kesehatan manusia. Asal tahu selahnya saja kematian bukanlah momok yang menakutkan yang sedapat mungkin berusaha mati-matian dihindari supaya tidak mati.
Namun sebaliknya orang yang santun dalam kebenaran malah menyambutnya selamat datang! Seperti matahari terbenam di Indonesia dan terbit di Amerika demikian sang kehidupan terbenam disini dan pasti akan terbit di dunia yang lain yakni alam kekekalan. Ini perlu menjadi renungan setiap hati sudah siapkah mengadakan perjalanan dialam yang berbeda? Selamat Datang Di Dunia Kematian
Tuhan telah menetapkan bahwa setiap orang akan memasuki wilayah yang namanya kematian. Kematian bukanlah tanda tamatnya sebuah riwayat kehidupan melainkan awal dari perjalanan kedalam kehidupan yang kekal. Lika-liku disana tidak ada seorangpun yang tahu. Orang hanya bisa menebak dan menerka saja! Kebanyakan bila ada orang mati maka didepan peti mati terdapat dua lilin yang menyala dianggapnya sebagai tanda bahwa disana perlu penerangan!
Persiapan mempelajari kompas kekekalan sebenarnya tidak bisa diperoleh saat orang menghembuskan nafasnya melainkan saat orang itu berjumpa kebenaran selagi hidup. Kebenaran itu akan menuntun setiap langkah bagaikan pelita dimalam hari. Tanpa pelita yakni kebenaran dari Allah sendiri maka dapat dipastikan mereka akan tersesat.
Perlu disadari bahwa persiapan yang baik akan menentukan keberhasilan dalam perjalanan panjang. Satu kali salah langkah maka akan terlanjur salah dan tidak ada waktu lagi untuk berbenah diri! Sebaliknya bila kehidupan seseorang disalut oleh kebenaran Kristus maka dapat dipastikan ia memperoleh apa yang terbaik yang Allah sediakan!
Ketika seseorang mati ia masih membawa identitas dirinya, alam pikiran, ingatan, memori, dan imannya. Faktor inilah yang menjadikan kebenaran-kebenaran perlu disuntikkan sehingga kebenaran itulah yang akan membebaskan dari berbagai macam hambatan yang menghalangi roh seseorang lepas landas menuju kekekalan.
Investasi jangka panjang di alam roh dapat diperoleh dengan menerima kebenaran-kebenaran yang Yesus Kristus sampaikan dan juga melakukan hal yang santun dalam tutur kata dan indah dalam perbuatan serta manis didengar! Hakekat manusia dihadapan Allah yang sesungguhnya adalah rohnya dan bukan tubuhnya.
Tubuh manusia yang memiliki bahan dasar dari tanah liat akan kembali ke tanah liat (Kej 3:19, Ayub 10:9, Pengk. 3:20) bersifat rapuh, gampang rusak, sementara dan tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Paulus dengan tegas menjelaskan bahwa ..... daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa (1 Kor. 15:50).
Allah adalah Roh dan Ia memastikan dirinya sendiri akan selalu berhubungan dengan sesuatu yang bersifat roh juga. Ibadah yang dilakukan setiap anak-anak Tuhan untuk membentuk rohnya supaya sinkron dengan Roh Allah yang akan mendampinginya kelak dalam kekekalan! Bila terjadi jarak yang jauh antara kehidupan seseorang yang tidak cocok dengan Roh Allah maka ia tidak berhak memperoleh pertemanan denganAllah sendiri!
Satu menit sesudah seseorang divonis mati maka roh orang itu keluar dari tubuh fananya tampil mewakili dirinya sendiri dan bukan orang lain. Mungkin untuk beberapa saat ia masih dapat menyaksikan tubuhnya tergolek tidak berdaya. Roh tersebut kemungkinan besar masih dapat melihat keluarga, sanak famili dan sahabat-sahabat yang menangisinya. Sekalipun demikian ia tidak dapat lagi berbuat apapun juga sebab disamping sudah tidak berdaya lagi, ia sedang memasuki dunia yang berbeda, dan tidak memiliki jalur untuk berhubungan dengan orang hidup. Roh orang tersebut berada disuatu dimensi yang berbeda sama sama sekali dengan dunia orang hidup.
Seseorang yang dinyatakan mati oleh ilmu kedokteran dengan otak yang tidak berfungsi lagi, namun ternyata pasien bisa kembali normal biasanya memiliki pengalaman-pengalam supranatural yang terkadang membuat nalar ini tidak bisa menangkap sinyalnya apalagi memahaminya! Pengalaman orang yang diambang maut disebut near death experience.
Semua ini belum termasuk mereka yang sudah benar-benar mati dan kemudian hidup kembali tidak jarang diantara mereka yang sudah beranjangsana di dunia supranatural menceritakan kisah-kisah mistik yang terkadang bertentangan dengan nalar tetapi mau dikata apa, nalar yang cupet hanya ini bisa berkata ya, sebab alam disana sudah berbeda dengan standar pola pikir manusia!
Obsesi otak yang selalu meminta realitas ini sebenarnya tidak seratus persen menolak yang bernuansa supratural, tetap saja bisa menerima walau kadarnya sangat minim sekali! Profesi seorang medium menangkap sesosok roh sesuai dengan rasionya kepada siapa ia akan mengadakan kontak dengan arwah orang mati. Bila seorang Medium sedang trance atau kerasukan maka ia sedang berbicara oleh roh orang mati. Bagi si pendengar akan tahu identitas roh tersebut bila yang diucapkan sesuai nalar atau keadaan dan peristiwa yang pernah terekam dilingkungan orang-orang yang pernah hidup dan realitasnya ada!
Hal pemanggilan arwah ini bukan tidak bisa tetapi tidak boleh! Lebih jelas lagi memanggil arwah itu bisa tetapi dilarang keras oleh Alkitab! Setiap larangan yang sudah tercatat dalam Alkitab selalu bisa dilakukan oleh manusia, Allah tidak mungkin melarang bila tidak bisa dilakukan oleh manusia itu sendiri.
Seperti janganlah membunuh, karena sudah pasti manusia bisa membunuh sesamanya demikian juga jangan mencuri dan masih banyak larangan lain termasuk jangan memanggil arwah! Imamat 20:6,27 menyatakan : “ Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah
Teka-teki kehidupan setelah kematian merupakan momok yang menakutkan banyak orang, sebab hanya ada dua atmosfer disana, pertama menyenangkan sekali atau yang kedua mengerikan sekali. Berbagai macam pengajaran agama yang mempersiapkan orang untuk dapat berjalan dalam jalan yang benar sesudah mati sangatlah sia-sia jika mereka tidak mengerti wilayah yang sesungguhnya. Apa yang disampaikan merupakan rekayasa manusia yang bersifat kira-kira atau mudah-mudahan. Beberapa pengajaran mengajarkan bahwa sesudah mati seseorang harus mengalami perjalanan yang melewati jalan sempit serambut dibelah tujuh, lewat jembatan yang sangat sulit sekali, yang lain mengatakan harus melalui api penyucian terlebih dahulu. Bagi kepercayaan yang mempercayai sepenuhnya bahwa orang mati masih memiliki hubungan dengan yang hidup maka mereka juga dapat membantu perjalanan orang mati tersebut dengan support dari dunia fana ini dengan berbagai macam sesajen, persembahan, mobil-mobilan, uang yang dibakar untuk dikirim ke alam maut dll dengan harapan keluarga yang meninggal dapat mempergunakan semuanya.
Memang harus diakui bahwa tindakan kita yang hidup sekarang memiliki pengaruh yang besar untuk kehidupan kelak, namun demikian tindakan apapun yang manusia lakukan di bumi ini tidak memilki dampak apapun untuk mereka yang telah meninggal.
Perlu dipahami bahwa manusia yang masih hidup tidak dapat mencari informasi di dunia orang mati selain orang yang pernah mati kemudian hidup kembali dan menceritakan segala sesuatu tentang apa yang terjadi dibalik sana. Rekayasa pengajaran yang memberitakan kehidupan dibalik kematian tidak akan akurat tanpa bukti orang-orang yang telah mati dan bangkit kembali.
Dan Alkitab memberikan informasi dari seseorang yang telah mati dan kemudian bangkit lagi yakni Yesus Kristus. Yesus sendiri sebelum kebangkitanNya sudah memiliki pengetahuan yang akurat tentang dunia dibalik kehidupan nyata. Ia memastikan diriNya bahwa sebelum Abraham ada, ia sudah ada (Yoh. 8:58), Dimanakah Yesus waktu itu? Ia berada dalam kekekalan! Kekekalan terletak dibalik kehidupan fana dibumi ini sehingga Yesus mengerti benar apa yang sedang terjadi disana. Ia sedikit memberi informasi yang akurat melalui kebenaran firman Allah yang harus dipahami bagi mereka yang masih hidup. Yang sedikit itu sudah sangat cukup untuk seseorang memastikan perjalanan panjang yang mengasyikkan di alam roh kelak.
Dunia orang mati
Setiap orang yang meninggal akan dikumpulkan kepada leluhurnya (Kej. 25:8, 35:8; 49:33; bil. 20:24; 20:26; Ul 32:50). Dengan kata lain dunia orang mati (Sheol, Gehenna, Hades, Firdaus dll.) merupakan tempat persinggahan untuk para arwah semua orang mati. Alkitab tidak memberikan alamat secara jelas, hanya menunjukkan letaknya dibawah dan diatas bumi. Yesaya 14:9 menyatakan Dunia orang mati yang di bawah gemetar untuk menyongsong kedatanganmu, dijagakannya arwah-arwah bagimu, yaitu semua bekas pemimpin di bumi; semua bekas raja bangsa-bangsa.
Amsal juga dengan jelas mencatat ..... bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati (Amsal 9:18). Jadi dengan kalimat sederhana bahwa tempat tinggal dunia orang mati juga menarik semua orang yang hidup untuk “mampir” kesana. Kejatuhan iblis pertama kali memungkinkan dirinya menempati dunia orang mati yang paling dalam.
Yesaya 14:15 menyatakan sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. Sebagai tempat tinggal utama dari kuasa kegelapan inilah maka ia menarik semua manusia yang telah berdosa untuk juga tinggal dalam alam maut (Rom 3:23; 6:23; 5:21)
Nabi Yesaya dengan jelas mencatat sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa (Yes 53:12).
Realitas penguasaan setan terhadap dunia orang mati, menjadi sirna ketika Kristus bangkit, kuasa maut itu sudah dipatahkan! Paulus dengan tegas menyatakan Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (1 Kor. 15:55) Yesus Kristus sendiri ingin membangun suatu organisme atau generasi yang tidak dikuasai oleh alam maut Mat. 16:18,19 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Perkataan Paulus dan Yesus sendiri digenapi dengan hadirnya Yesus dialam maut pada waktu kematianNya namun Ia sendiri memproklamirkan kemenangannya (bukan menginjili orang mati), 1 Petrus 3:19,20 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil (kerusso diucapkan dengan kay-roos'-so memiliki arti preacher(-er), proclaim, publish/pengkotbah, memproklamirkan, menerbitkan) kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah
Tidak pernah sekalipun ada nabi, rasul, dan orang kudus manapun yang pernah memproklamirkan kemenangan dirinya sebab semua orang yang mati dan tinggal disana sebagai orang yang tertawan karena dosa, sebab semua orang berdosa dan iblis berhak untuk menuduh segala dosanya ( Iblis pendakwa Zak. 3:1; wah 12:10), namun satu pribadi yang mampu memproklamirkan dirinya tidak berdosa hanya Yesus Kristus yang menembus alam maut dan menang!
Realitas alam maut yang merupakan tempat “mampir’ semua orang yang mati ini memiliki etimologi “tempat yang tidak terlihat,” “tempat pemberangkatan roh yang hilang”, hades berasal dari hado yang berarti “tanda” memiliki arti yang sama dengan sheol yang merupakan tanda untuk menerima “arwah “ segala sesuatunya. Dari hades dan sheol inilah maka orang akan berangkat menuju sorga kekal atau neraka kekal, untuk mencapai keduanya dibutuhkan jalan yang harus diketahui oleh semua orang!
Jadi perlu diingat vonis neraka dan sorga yang menentukan adalah hakim yang adil yakni Yesus Kristus! Perlu dipahami orang percaya yang sudah ditebus oleh darah Yesus tidak berdiri dihadapan Allah untuk menerima penentuan sorga dan neraka, melainkan vonis “dibenarkan” untuk memperoleh Sorga sudah diterima saat di bumi pada waktu menerima juru selamat.
Gambaran yang dapat diberikan adalah melalui kebenaran ini adalah jika orang tua mati maka anak berhak memperoleh warisan, sekalipun anak tersebut tidak bekerja atau nakal maka ia berhak memperoleh warisan. Yang memungkinkan anak itu memperoleh warisan bukan perbuatan atau pekerjaannya melainkan status anak!
Orang percaya yang menerima Yesus Kristus diangkat menjadi anak (Yoh 1:12), tidak dihukum (Roma 8:1), pasti diselamatkan (Rom 5:9,10), memiliki hidup kekal (Yoh 3:1, 1 Yoh 5:13). Jadi jika seseorang sudah lulus maka ia tinggal menunggu di wisuda saja. Pertemuan kelak orang-orang kristen yang memiliki kehidupan Kristus akan memastikan dirinya menerima penganugerahan secara resmi dimata dunia, iblis, Malaikat dan sederetan orang kudusNya Tuhan.
Perjalanan Arwah
Matinya raga seseorang tidak membuat rohnya pasip tetapi malah aktif. Selama di bumi roh manusia tidak bisa maksimal karena terkungkung oleh daging atau tubuh manusia. Setelah kematian seseorang roh tersebut leluasa bebas bergerak dan mulai menata kehidupan barunya. Bagaikan seorang bayi lahir maka roh tersebut menapaki kehidupan dalam dunia barunya. Hampir sudah dapat dipastikan bahwa kenyataan yang baru terjadi saat roh seseorang meninggalkan tubuhnya. Asing, bingung dan tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya. Lebih parah lagi jika orang tersebut tidak siap untuk memasuki dimensi roh ini maka ia akan mengalami keterkejutan yang serius. Bila boleh memakai bahasa bumi maka roh tersebut stress berat.
Stress ini dikarenakan ia harus bertatap muka langsung dengan Tuhan dan membawa seluruh hasil tindakan dan tingkah lakunya melekat didalam tubuhnya. Roh orang mati menggendong semua perbuatan bejat dan kejahatan yang telah dilakukannya.Kejahatan inilah yang akan menuntun roh tersebut memasuki wilayahnya. Bagaikan sebuah magnet tersedot magnet yang besar demikian neraka sinkron dengan seluruh kejahatannya.
Allah tidak perlu mengadakan sidang ala pengadilan di bumi dengan penentuan dan saksi-saksi sebab roh yang merekam seluruh tindakan jiwa akan memiliki kompas sendiri untuk apa yang harus dilakukannya dan arah mana yang harus dituju!. Sementara jiwa merekam secara detil apa yang telah dipikirkan, semua perasaan dan keinginan daging selama ada di bumi ini. Recording roh ini tidak akan pernah salah atau terhapus. Alam memori yang dimikili manusia bagaikan sebuah hardis yang menyimpan milyaran peristiwa yang dilakukan manusia sejak kecil.
Namun berbeda dengan roh yang dimiliki oleh orang percaya kepada Kristus. Ketika mati malaikat telah menjemputnya seperti Lazarus sehingga tidak lagi dipusingkan arah tujuan entah kemana. Tuhan sendiri menjanjikan Ia tidak meninggalkan orang percaya sampai lembah-lembah kekelaman sekalipun (Maz 23). Rekaman dosa dan perbuatan tidak lagi didapati sebab darah Yesus telah menghapus semua dosa orang percaya. Tidak pernah ditemukan roh orang percaya mengalami stress saat kematiannya melainkan sukacita besar melimpah saat ia mendapati dirinya bersama Tuhan yang selama ini dia sembah!
Malaikat dengan bangganya berkata welcome merupakan ucapan selamat atas kebahagiaan yang telah diberikan oleh majikannya yakni Yesus Kristus sendiri. Bahwa kasih setia Allah telah diberikan dengan cuma-cuma untuk orang yang disambutnya! Perlu disadari saat orang percaya mati bahwa dosanya dikubur dan ditinggalkan di bumi sementara dirinya membawa semua kebajikan dan amal perbuatannya. Ia tinggal masuk dalam kesukaan rumah tuannya untuk memperoleh mahkota!
Adanya jalan kekekalan
Dapat dipastikan bahwa sesudah mati roh orang tersebut akan mengalami perjalanan panjang. Tidak diceritakan alat transportasi apa disana namun yang pasti ada suatu jalan untuk menuju kehidupan kekal atau kematian kekal! Yesus sendiri memberikan pengajarannya bahwa ada dua jalan yang lebar dan yang sempit. Matius 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
Kebenaran tentang kisah lazarus dan orang kaya (Lukas 16:19-31) memberikan informasi tentang keadaan dunia orang mati! Namun sebelum membahas dunia orang mati tersebut ada beberapa kebenaran penting yang perlu diperhatikan yakni orang kaya tersebut masuk dalam penderitaan alam maut bukan karena kekayaan. Bahkan kekayaaan dan kemiskinan tidak ada hubungannya dengan kepemilikan sorga atau neraka, kegagalan orang kaya mencapai “pangkuan Abraham” karena memang ia terbiasa menolak kesaksian Musa dan para nabi (kebenaran yang menyangkut Yesus Kristus), disamping memang ia memiliki karakter yang jelek.
Perlu dipahami ketika Yesus memberikan perumpamaan ini Ia sedang berhadapan dengan orang-orang kaya Yahudi dan Ia ingin menempelak mereka yang mendengar kebenaran ini. Jadi tidak ada dosa yang sanggup menyeret seseorang ke neraka kekal selain dosa menolak Yesus Kristus. Jika dosa berzinah, mencuri, merampok dll masuk neraka maka semua manusia tidak akan terselamatkan, bahkan orang percayapun masih jatuh bangun!
Namun penolakan akan anugerah Allah tentang keselamatan didalam Yesuslah yang memampukan seseorang terbuang dalam neraka atau kematian yang kekal. Menyangkut kepemilikan sorga dan neraka standar penghakiman Allah tidak hanya mengarah kepada kejahata, tetapi penghakiman yang mengerikan itu diberikan karena penolakan akan anugerah yang terbesar yang diberikan melalui anaknya! Tetapi Allah juga memastikan dan mewajibkan diriNya sendiri untuk memberi mahkota kepada orang yang berbuat baik dan menghukum orang yang berbuat jahat, standar yang menyangkut perbuatan manusia.
Informasi Lazarus dan orang kaya tersebut kedua-duanya mati, namun beritanya yang diberikan berbeda! Lazarus mati dibawa oleh malaikat sementara orang kaya juga mati dikubur. Perlu dipertanyakan disini apakah mayat Lazarus tidak dikubur? Tentu kedua-duanya dikubur! Ketika orang kaya itu mati maka Yesus dengan tegas berkata ia dikubur. Kata dikubur itu sebenarnya mengarah ke dunia orang mati atau dalam terjemahan bahasa Yunaninya adalah Hades atau seol! Pemazmur mengatakan seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka (Maz 49:15). Kedua-duanya masuk ditempat yang sama “dunia orang mati’ namun jurusannya berbeda!
Perjalanan kebawah
Dalam kisah orang kaya dan Lazarus dijelaskan bahwa orang kaya tersebut mati dikubur. Kata kubur tersebut dapat diartikan sheol yang dapat diterjemahkan grave, namun orang kaya ini melakukan perjalanan kearah Gehenna yakni tempat penyiksaan orang-orang durhaka.
Mengapa orang kaya ini sangat menderita? Sebab ia berada dalam latihan untuk masuk neraka yang kekal. Tempat penderitaan ini sudah sangat menderita seperti neraka. Terkadang istilah penderitaan ini sudah diartikan dengan kata neraka, karena memiliki suasana yang hampir sama dengan neraka kekal. Fakta yang dimiliki oleh orang kaya tersebut dapat disimak sebagai berikut :
1. Selalu menggunakan jubah ungu setiap hari dan mengeluarkan biaya yang banyak untuk gaya hidup yang penuh pesta pora (19)
2. Mati dan dikuburkan (22)
3. Jiwanya pergi ke neraka (hell - 23)
4. Memiliki kelainan jiwa, keras dan tidak tahu belas kasihan(23-25,28)
5. Terikat dengan apa yang dilihatnya dan masih dapat membedakan orang (23)
6. Ia menjerit untuk kasih karunia dan mengemis kepada Lazarus untuk setetes air karena lidahnya yang kering (24)
7. Masih memiliki mata, lidah, memori, pengetahuan, perasaan, emosi, keinginan, suara, alasan, kuasa, keprihatinan terhadap saudara, keinginan jiwa yang besar, kemampuan rohani (23-31)
Banyak orang tidak sadar bahwa alam maut tempat penyiksaan itu memiliki cirikhas tertentu, dimana seseorang akan diletakkan setingkat dengan dosa dan kesalahan yang telah diperolehnya. Alkitab memberi kondisi di alam maut sebagai berikut :
1. Terdapat ruangan (Ams 7:27),
2. Terdapat penjara-penjara (1 Pet 3:19 Yunani dari kata penjara phulake diucapkan foo-lak-ay' = cage, hold, prison, ward, watch/kandang, kurungan, pegangan, bangsal, penantian, arti penjara tersebut dapat diartikan secara rohani dapat juga secara hurufiah),
3. Terdapat lobang (Yes. 38:17, Maz 40:3),
4. Terdapat jurang (Wah 11:7, 8),
5. Terdapat juga rantai pengikat (Wah 20:1),
6. Terdapat kegelapan, kelam pekat, gelap gulita, tempat kelam, kaca balau, tidak ada cahaya terang (Ayub 10:21-22),
7. Dapur api yang menyala-nyala (gehenna- Mat. 5:22)
8. Terdapat kegelapan yang paling gelap dan kertak gigi (Mat. 8:12)
Alkitab tidak menjelaskan dimana orang-orang berdosa itu ditempatkan, status penderitaan dan tempat dimana seseoran akan ditempatkan merupakan hak prerogatif Allah sendiri. Ia tidak salah menempatkan orang sebab Allah akan memperlakukan dengan adil sesuai dengan tingkat perbuatannya. Namun yang pasti anak Tuhan dosanya diampuni dan dijauhkan dari kebinasaan 2 Petrus 2:9-11 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.
Start perjalanan menuju kehinaan kekal dimulai bukan saat seseorang mati melainkan saat seseorang masih hidup sehingga awal yang salah akan menentukan perjalanan yang terus salah sampai kedalam satu titik “neraka” kekal! Untuk itu perjalanan tersebut perlu diantisipasi sekarang. Yesus mengajarkan kebenaran penting dalam memulai start yang baik untuk menjahui alam maut yang mengerikan itu.
Cara tersebut terbetik dalam kotbahNya : “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka - Gehenna. (Matius 5:29-30).
Paulus menyatakan bahwa orang-orang yang memastikan dirinya masuk dalam alam maut yang mengerikan itu 1 Korintaus 6:9-10 menyatakan bahwa Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Lebih lanjut Paulus menjelaskan bahwa : “perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (Galatia 5:19-21 bdk Efe 5:5).
Kebenaran diatas mencatat bahwa atmosfer dosa di bumi ini akan menunjukkan secara otomatis perjalanan yang mengerikan di alam roh nanti. Jika seseorang memiliki iman kepada Yesus Kristus tetapi masih hidup dalam deretan “black list” tersebut maka pasti ada yang salah tentang imannya, atau ia hanya sebagai pengikut agama atau gereja, tetapi orang yang sungguh-sungguh percaya Yesus selalu dibaharui hari demi hari. Orang yang benar-benar lahir dari Allah tidak lagi hidup didalam dosa melainkan dalam kebenaran!
Perjalanan Ke Pangkuan Abraham
Informasi yang diberikan oleh perumpaan Yesus tentang Lazarus dan Orang Kaya menunjukkan bahwa Allah berkenan kepada Lazarus sehingga kematiannya dijemput oleh malaikat. Tidak diceritakan secara rinci alasan apa Allah menerima lazarus dan menempatkannya di pangkuan Abraham.
Memang harus diakui Allah memiliki hak prerogatif kepada siapa Ia memberikan kasihNya. Sorga dan Neraka penentuan ditanganNya dan tidak bisa diganggu gugat. Namun Ia tidak dapat menyangkal perkataanNya sendiri bahwa orang yang sungguh-sungguh hidup didalam Kristus tidak akan mengalami penghukuman (Roma 8:1).
Kemungkinan orang miskin masuk sorga bukan karena kemiskinannya sebab tidak ada sangkut pautnya sorga dan kemiskinan dan penyakit! Jika boleh ditafsirkan maka kematian lazarus yang membawanya ke sorga karena tidak ditemui kejahatan didalamnya. Jangankan berpikir jahat, memikirkan untuk perutnya saja sulit. Kalau ia jahat ia tidak perlu meminta-minta, orang kaya itu layak dirampok karena pelitnya! Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh lazarus. Lazarus menerima hidupnya apa adanya tanpa bersungut-sungut.
Kalau boleh mengambil istilah orang seberang ia menerima takdirnya menjadi orang miskin dengan kepasrahan! Masih banyak hal yang membuat orang miskin ini masuk dalam kemulian Abraham namun peran malaikat lebih dapat menarik!
Perlu disadari salah satu peran malaikat adalah menjemput orang-orang percaya yang meninggal untuk dibawa ke pangkuan Abraham (Luk 16:22). Pangkuan tersebut dalam bahasa Yunaninya kolpos diucapkan kol'-pos yang memiliki arti kiasan yang mengarah kepada pengangkatan anak, bersandar di dada, terhisab dalam keturunan, berhak berada dalam status keluarga Abraham (bdk Yoh 13:23). Pangkuan Abraham ini juga memiliki arti hubungan yang sudah tidak terpisahkan ( 2 Sam 12:3; Yes 40:11; Yoh 1:18)
Dake’s Annonted Referrence Bible menjelaskan pangkuan Abraham ini menunjukkan kepada Paradis (luk 23:43) dan lokasinya terletak dibagian dunia ( Mat 12:40, Efe 4:8-10), Paradise juga disebutkan dengan sorga ke tiga (2 Kor 12:1-4, Wah 2:1-4) Dalam bahasa Yunani kata Paradise ini disebutkan paredeisos yang berarti taman yang indah, kebun hutan buah dan dalam septuaginta menunjukkan kepada Taman Eden, dalam bahasa Ibrani disebut sebagai Pardace diterjemahkan orchard hutan buah (latin hortus garden- Pengk. 2:5).
Perlu dipahami tentang kenyataan Lazarus di bumi ini memiliki pengaruh yang sangat berbeda dengan keadaan yang diperolehnya, terjadi sebaliknya dengan orang yang kaya!
Fakta yang dimiliki lazarus adalah :
1. Pengemis yang boroknya dijilati anjing-anjing (20-22)
2. Menempatkan dirinya dibawah meja makan orang kaya hanya untuk makan remah-remah (21)
3. Mati dan dikuburkan (22)
4. Malaikat membawanya ke firdaus (22)
5. Ia bersama Abraham dan menikmati penebusan (23)
6. Ia dihiburkan, tidak ada neraka, tidak ada ketamakan, tidak terpisah dari keselamtan, tidak ada jeritan akan belas kasihan, tidak ada keinginan untuk kembali, dan tidak ada kehausan di neraka (24-26)
Ibadah orang Kristen bukan hanya berguna untuk mendapatkan berkat dan kesembuhan melainkan latihan bagaimana berjalan dalam kemuliaan sorga. Sejauh mana atmosfer sorga yang tertanam di dalam kehidupan orang Kristen maka sejauh itulah sorga akan menariknya bagaikan magnet yang secara cepat membawa orang percaya kedalam kemuliaan. Dalam perjalanan alam roh orang percaya tidak perlu di doakan dan diberi sesajen serta dikirimi apapun. Semua kebutuhan sudah disiapkan oleh Yesus Kristus (Yoh 14:1-3)! Kata Menyediakan (ay 2) berasal dari kata Yunani hetoimazo diucapkan het-oy-mad'-zo yang memiliki arti mempersiapkan, menyediakan, menjadikan siap.
Yesus tidak mengalami kesulitan untuk mempersiapkan tempat bagi orang-orang kudusNya tetapi Yesus lebih memiliki masalah mempersiapkan karakter dan moral serta kehidupan orang-orang kudusnya untuk dituntun kejalan yang benar. Kebutuhan untuk perjalanan panjang sudah disediakan oleh Yesus, jika disana membutuhan jalan yang lurus dan benar, didalam dunia Yesus berkata Akulah jalan, jika dibutuhkan penerang, Yesus adalah terang (Yoh 8:12) dengan kata lain setiap orang diluar Yesus dalam perjalanan kematiannya akan berjalan dalam kegelapan sebab ia meninggalkan terang tersebut!
Keperluan dalam alam baka sana sering kali diperoleh sumbernya dari film-film yang menceritakan alam kekekalan secara imaginatif. Sebuah fantasi tidak bisa dijadikan dokma dan pengajaran meski harus seperti itu! Walaupun terkadang ada kemiripan tetapi tingkat kemiringannya terlalu tajam! Bisa saja di alam roh arwah seseorang membutuhkan sesajen, kembang, makanan dan doa-doa karena ia berada diluar garis anugerah Allah.
Mungkin ia membutuhkan sesajen untuk makanan sebab ia tidak memiliki roti kehidupan dan butuh air kiriman karena memang tidak memiliki aliran-aliran air seperti yang Yesus ucapkan! Mereka perlu dikirim lampu penerang di kuburannya dengan harapan disana tidak gelap. Mungkin bisa terjadi mereka sedang berada dalam kegelapan yang amat sangat sebab terpisah jauh dari terang yang sesungguhnya!
Kematian orang percaya tidak perlu sedikitpun memperoleh suplay dari bumi ini sebab tempatnya jauh keatas (sorga) apapun tidak akan bisa naik tanpa bantuan malaikat sendiri sementara orang-orang yang mati didalam jurang bumi yang paling dalam kemungkinan masih bisa menerima apapun yang dikirimkan sebab gravitasi neraka tidak ada puasnya.
Namun dengan jujur penulis katakan, saya tidak yakin untuk hal tersebut! Namanya juga usaha yang hidup ingin menunjukkan baktinya kepada orang mati ya biarkan saja! Biarkan masing-masing mempercayai apa yang dipercayai tetapi buku ini memberikan kebenaran yang sesungguhnya sesuai maketnya Alkitab!
|