Menyambut Paskah 2010 Paskah di Kuburan Yesus - Yerusalem Perjalanan Tour Israel “Passover in Garden Tomb" ” Bersama Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th 11D HOLYLAND PETRA – ISRAEL – JORDANIA DEP : 29 Mar DEC (ETIHAD) HARGA TOUR : 29 Mar - 6 April TWIN/TRIPLE SHARE : USD. 2250,- YQ & TAX : USD. 245,- BORDER & TIPPING : USD. 130,- TOTAL : USD. 2625,- ALL IN EXCLUDE : APT TAX JKT = Rp. 150.000,-, FISKAL ( Non NPWP ) Panorama Ministry : 021-2556 5000 Ext. 6038(Ruland), 6039 (Kiesin). Address : Panorama Building 6th floor, Jl.Tomang Raya No.63, Jakarta-Barat. Hub. 021 70363030, 08881001963, 0816 70 62 62 atau Priscilla 0813 1999 7803 Kesan Terbaik menikmati Perayaan Paskah di Golgota- Via Dolorosa bahkan kuburan Yesus Kristus yang kosong! Paskah tahun ini akan membuat saudara sangat diberkati. Raih Berkat Paskah Tanpa Batas
Cetak E-mail
JANDA SENGKETA
Pdt. TImotius Bakti Sarono,M.Th  

     
     
 
     Di bumi ini ada-ada saja, bukan saja ada tanah sengketa tetapi juga janda sengketa! Bagaimana kisahnya? Ada seorang pendeta yang harus berurusan dengan pihak berwajib karena memberkati seorang janda yang sudah beberapa tahun menganggur alias kosong tidak bersuami! Sesudah ditanya sono sini maka sang janda berkata sudah cerai hampir satu tahun, sementara sang pendeta kurang jeli dalam pengamatan terhadap keluarga besarnya! seharusnya sang pendeta yang akan memberkati harus cek and ricek dan mendengar kabar kabari. Namun ia tidak kurang akal pertanyaan terus berlanjut, apakah ada surat cerai?
     Dulu pakai catatan sipil atau diberkati di gereja? Wah… bapak pendeta ini tanyanya menyelidik, dulu kan saya bukan orang Kristen boro-boro diberkati dan catatan sipil yang penting keluarga tahu dan pesta begitu saja. … ohh.oooo sang Pendeta garuk-garuk kepala. Jadi Ibu tidak punya secuilpun kertas yang menandakan bahwa ibu ini miliknya suami? Tidaklah pak “demikian celetuk sang janda! Kekurangan sang pendeta satu tidak bertanya, apakah ibu mau tanda tangan di atas meterai tidak terikat perkawinan manapun, dimana saja dan kapan saja? kayak slogan coca cola aja?
       Justru pak saya mau hidup baik-baik tidak mau kumpul kebo? Maksud ibu ? selidik pendeta, saya sudah punya calon pak, yang sekarang sangat sayang sama saya, dan kami ingin diberkati di gereja, sekaligus catatan sipil begitu “pinta sang Ibu. Dengan tidak pikir panjang sang Pendeta berkata bagus itu! Boleh urus segala sesuatunya nanti saya yang memberkati, itu jauh lebih baik dari pada kumpul kebo? Untung hanya kebo kalau kumpul macan ditelan ibu “ demikian humor pendeta yang nggak lucu!
       Hari H nya tiba sang ibu dan calon mempelai diberkati tanpa bak…bik… buk… ketika mereka sedang hidup rumah tangga baik-baik maka sang suami pulang dari luar negeri dan mencari istrinya! Bagai di sambar geledek maka sang suami marah-marah, mengapa sang istri yang dirindukan selama ini sudah berpindah tangan! Sang suami menuntut bahwa sang istri telah berselingkuh dan meninggalkan suami yang sedang bekerja keras! Apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur! Kacaulah keadaan rumah tangga ini! Sang istri mau balik kepada suami yang meninggalkannya, memang tidak ada kata sepakat cerai, tetapi kalau mau kembali maka sang suami sekarang sudah terikat perkawinan! Mantan suami tidak ada pilihan mengejar sang pendeta yang memberkatinya. Pendeta tidak sopan, ceroboh, istri orang main ganti suami seenak udelnya sendiri ,  mana pendeta itu “ demikian amarah sang Suami!
       Mau tidak mau Pendeta yang kurang data ini berhadapan dengan suami dengan sederetan pengacara yang mendampinginya, dengan menguras waktu, dompet dan tenaga maka sang Pendeta harus berhadapan dengan hukum dunia ini gara-gara janda sengketa! Untung seribu kali untung Sang Pendeta memenangkan perkaranya sebab ia juga memakai pengacara handal dan tentu pertolongan Tuhan menyertainya, kalau tidak bisa-bisa pendeta masuk penjara gara-gara mengganti suami orang dengan tuduhan perbuatan yang tidak menyenangkan!
       Dalam Alkitab pernah terjadi kisah janda sengketa ini! Daud yang sudah menantu Raja begitu bangganya bahwa ia telah memenangkan banyak peperangan! Namun semua tindakan Daud tidak penah menyenangkan Saul sebab dirinya merasa tersaingi oleh prestasi Daud yang luar biasa! Karena Saul begitu jengkel dan sering kali gagal membunuh menantunya ini maka ia memberikan istri Daud kepada orang lain. Ketika Daud pulang dan ingin menemui istrinya yang sah maka di dapatinya istrinya sudah menjadi milik orang lain. 1 Samuel  25:44 mengatakan, “Tetapi Saul telah memberikan Mikhal, anaknya perempuan, isteri   Daud, kepada Palti bin Lais, yang dari Galim itu. Memang harus diakui dunia orang Ibrani mengatakan bahwa wanita itu milik suami atau ayah mereka. Apapun yang akan dilakukan suami atau ayah mereka tidak perlu kompromi dari perempuan manapun termasuk objek yang akan menerima keputusan tersebut!
       Simson juga mengalami pil pahit yang sama sesudah lama meninggalkan istrinya entah berapa bulan dan berapa hari, Alkitab tidak menceritakannya, dengan hati membara dan cinta yang sudah di ubun-ubun simson pulang menjumpai istrinya tetapi sang mertua tidak mengijinkan masuk sebab  di dalam ada suami yang lain… Hakim-hakim  14:20 mengatakan : “  Maka diberikanlah isteri Simson itu kepada kawannya, bekas  pengiringnya. Kisah selanjutnya menceritakan   Beberapa waktu kemudian, dalam musim menuai gandum, pergilah  Simson mengunjungi isterinya, dengan membawa seekor anak    kambing, serta berkata: "Aku mau ke kamar mendapatkan   isteriku." Tetapi ayah perempuan itu tidak membiarkan dia  masuk. (Hak 15:1) Kasus inilah yang membuat simson ngamuk dan membakar lading-ladang Filistin dengan 300 pasang anjing hutan yang diikat ekornya dan kemudian ditaruh obor!
       Ada yang lebih heboh lagi janda anaknya menjadi sengketa mertuanya sendiri. Alkisah Er anak Yehuda menikah dengan seorang wanita. Namun Er jahat di mata Tuhan sehingga Tuhan membunuhnya (Kej 38:7). Seperti kebiasaan jika kakaknya meninggal maka adiknya Onan bisa mengawini kakak ipar, namun onan juga jahat dimata Tuhan maka ia mati! Tidak tahu dosa apa wanita ini dua kali menikah tetapi suaminya mati terus! Yehuda memiliki anak syela namun masih kecil mau tidak mau harus menunggu maka dipulangkanlah Tamar menantunya ke orang tuanya.
       Sekali waktu dalam perjalan pulang entah nafsu apa yang menguasai Yehuda ketika di jalan ia menjumpai seorang wanita yang ia piker adalah seorang pelacur padahal ia adalah janda dari anak-anaknya sendiri! Sesudah di jumpainya maka ia mengajak tidur bersama! Harus dipahami waktu itu setiap wanita menggunakan cadar di wajahnya jadi tidak ketahuan! Hasil dari hubungan itu maka Yehuda memiliki anak dari menantunya sendiri yakni janda anak-anaknya (baca selengkapnya kejadian 38). Mau dikata apa terkadang janda-janda muda yang tidak memiliki hikmat akan menjadi masalah bagi pekerjaan Tuhan! Bukan tidak boleh jadi janda tetapi orang bisa jadi janda kalau sudah demikian harus siap-siap mengantisipasinya!
       Memang hidup ini ada-aa saja, beberapa orang di takdirkan untuk hidup damai, pernikahan baik-baik sampai anak cucu dan keturunannya perkasa di bumi! Banyak diantaranya dipisahkan oleh maut bahkan seolah-olah sampai kematianpun mereka masih hidup dalam kemesraan yang indah sekali bak sepasang sejoli memadu kasih! Namun ada bebeberapa diantaranya hidup dalam perkawinan yang berantakan, kawin cerai lebih dari 2 kali, bukan putus nyambung-putus nyambung tetapi gagal total mengulang gagal lagi. Entah berapa kali dia di tentukan oleh keadaannya sehingga harus memulai perkawinan yang membahagiakannya.
         Janda sengketa ini tidak jelas statusnya, ambil saja contoh seorang wanita yang baru menyadari bahwa suaminya tukang main pukul bahkan suaminya yang Pendeta ini sangat ringan tangan ringan kaki bahkan terkadang istri menjadi sparing partner tinju! Padahal sang istri sayang sekali, bekerja untuk suami, setiap gajian maka sang istri harus menyerahkan aplop gaji yang tidak boleh kurang satu senpun kepada suaminya! Jika kurang maka gamparan itu mendarat dipipinya! Dengan menyerah kalah sang istri selalu menyerahkan seluruh penghasilannya. Kala sang istri harus membeli lipstik dan peralatan yang lain harus bilang suami dan memintanya dan harus mengucapkan terima kasih kalau tidak maka sang suami tidak segan-segan berbuat kasar!
         Jika sang istri sakit maka suami memaksa harus bekerja nanti takut-takut dipotong uang makan dan transportnya! Sang suami rela menungguin di kantor demi uang makan tersebut! Suatu saat sang istri sakit di rumah sakit sang suami menunggu dengan setia. Bukan karena kasihnya tetapi karena bila ada tamu memberi uang maka sang suami dengan cepat memintanya! Seluruh biaya rumah sakitpun ia angkat tangan harus dibayar dari kantor istrinya.
         Lama kelamaan sang istri tidak sanggup maka ketika perang besar sang istri minta cerai, maka suami dengan marah ia memberikan surat cerai hanya dengan coret-coretan saja, katanya nanti di perbaiki kalau sudah baikan. Maka dengan dendam kesumat sang istri pulang ke rumah orang tuanya dengan sebuah harapan kebebesan dari suami seorang hamba Tuhan kejam dan norak sekali. Namun beberapa tahun dipikir sang istri sudah bebas dengan berbekal surat oret-oretan surat cerai! Sang Suami datang di pekerjaan dengan teriak-teriak minta istri kembali! Sang istri yang sudah antipati ini menolak keras, di kejar di rumah maka orang tua dari wanita ini marah besar!
          Solusi terbaik tetap berdiam diri, mau kembali maka masuklah dalam rumah tangga yang penuh masalah, pertengkaran dan caci makian, namun kalau tidak sang suami merasa masih memiliki istrinya sementara sang istri tidak merasa memiliki suaminya... tidak peduli apapun persoalannya wanita ini bingung dalam predikatnya sebagai janda tidak dan sebagai singlepun tidak maka tetaplah ia masih berada dalam sengketa. Mau dibilang apa mau cerai tidak ada surat yang dipegangnya sebab dulu iapun tidak melakukan catatan sipilnya cuma pemberkatan di gereja. Mau menemui pendetanya maka pendeta yang memberkati dulu sudah menjadi dewa yang seolah-olah tidak dapat di jumpainya!
          Wanita-wanita seperti ini, mungkin DNA yang mengalir dalam darahnya memang DNA dari keturunan yang kawin cerai atau mungkin orang tua mereka tukang mainin perempuan sehingga sebagai anak perempuan juga dipermainkan suaminya seperti orang tuanya memperlakukan terhadap kaumnya. Harus di sadari orang tua yang meninggalkan istrinya sebagai janda sengketa akan melahirkan anak yang tidak jauh dari benih bapaknya. Tuhan tidak pernah bisa dipermainkan apa yang ditabur orang itu yang akan dituainya. Kecuali wanita tersebut hidup dalam Kristus dan menerima Gen yang baru yakni Lahir baru di dalam roh dan bukan di dalam daging (kej 3) maka mereka ini akan menerima kehidupan yang berasal dari Allah bukan berasal dari keturunan bapaknya yang ada di dunia ini!
       Hamba Tuhan harus jeli dalam memberkati para janda sengketa, setiap hamba Tuhan yang memberkati sudah harus beroleh surat dari pasangan ke dua mempelai surat tidak terikat perkawinan dengan siapapun dan dimanapun! Sedekat dan seakrab apapun hamba Tuhan harus berbekal surat pernyataan tersebut! Memang menjadi sebuah dilemma jika pemberkatan tidak diurus catatan sipinya orang bisa kawin seenaknya! Terikat hanya surat dari gereja, Sah dihadapan Tuhan tetapi tidak sah di hadapan masyarakat bila tidak memiliki surat kawin! Orang harus sadar hidup ini bukan hanya dihadapan Tuhan tetapi juga di hadapan manusia!
       Ada lagi yang aneh hamba Tuhan menikah lebih dari 3 kali sebab perkawinan sebelumnya hanya pemberkatan dan jika dituntut di pengadilanpun tidak ada surat apapun dari Negara bahkan ada pengacara yang dengan tegas mengatakan bahwa perkawinan tanpa catatan sipil boleh cerai.Nah loh… pikir aja  sendiri…..
     
     
     
     
     
     


Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 06 Juni 2009 )
 
Berikutnya >