Menyambut Paskah 2010 Paskah di Kuburan Yesus - Yerusalem Perjalanan Tour Israel “Passover in Garden Tomb" ” Bersama Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th 11D HOLYLAND PETRA – ISRAEL – JORDANIA DEP : 29 Mar DEC (ETIHAD) HARGA TOUR : 29 Mar - 6 April TWIN/TRIPLE SHARE : USD. 2250,- YQ & TAX : USD. 245,- BORDER & TIPPING : USD. 130,- TOTAL : USD. 2625,- ALL IN EXCLUDE : APT TAX JKT = Rp. 150.000,-, FISKAL ( Non NPWP ) Panorama Ministry : 021-2556 5000 Ext. 6038(Ruland), 6039 (Kiesin). Address : Panorama Building 6th floor, Jl.Tomang Raya No.63, Jakarta-Barat. Hub. 021 70363030, 08881001963, 0816 70 62 62 atau Priscilla 0813 1999 7803 Kesan Terbaik menikmati Perayaan Paskah di Golgota- Via Dolorosa bahkan kuburan Yesus Kristus yang kosong! Paskah tahun ini akan membuat saudara sangat diberkati. Raih Berkat Paskah Tanpa Batas
Ratap Tangis di Ranah Minang Cetak E-mail
Ditulis Oleh Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th   
Sabtu, 03 Oktober 2009

Ratap Tangis di Ranah Minang

      

     Siapa orangnya tidak meratap ketika melihat orang-orang yang dikasihi terbujur kaku menjadi mayat oleh karena goncangan gempa di skala 7.6 Richter yang menggoncang sahabat dan kerabat. Hanya orang-orang yang biadab saja masih sempat menjarah toko yang ditinggalkan penghuninya karena ketakutan adanya gempa tersebut. Itulah fenomena yang menjadi realitas di bumi tercinta kita. Tanpa ada tanda-tanda dan peringatan terlebih dahulu dalam hitungan detik ratusan orang bahkan dapat dikatakan ribuan korban bergelimpangan baik yang tertimpa beton, gedung dan rumah serta hotel luluh lantak menghantam tatanan kehidupan yang mapan! Masih dalam keadaan yang memprihatinkan statement pejabat setempat masih arogan dengan berkata di minang tidak ada pengungsi, yang ada mereka kembali ke rumah masing-masing dan soal penyaluran sudah diatur rapi, demikian celetuknya tanpa pikir panjang bahkan minta bahwa peristiwa di padang penanganannya bisa menjadi teladan bagi Indonesia ketika menghadapi bencana.

    Mbok i ya ooo sadar dan rendah hati dalam keadaan kekalutan sebaiknya nyadar kita perlu berhati-hati dalam bertutur kata. Bagaimana mereka kembali ke rumah mereka sementara rumah mereka luluh lantak. Yang ada di tenda-tenda itulah korban para pengungsi bahkan mereka yang pergi ke rumah saudaranya yang bukan rumahnya itu mengungsi bapak? kita harus sadar di saat seperti ini yang ada hanya doa dan pengharapan supaya terjadi mujizat bukan arogansi diri! Lihatlah banyak penduduk Minang yang mau keluar kota trauma melihat gempa? bukankah mereka mau mengungsi? rendah hatilah, jangan asbun pak?

     Yang pasti bencana ini bukan untuk mereka yang sudah meninggal melainkan ditujukan untuk kita yang masih hidup. Biarkan mereka berada di pangkuan Tuhan dengan penuh kedamaian. Kalau mereka harus menanggung hal yang seharusnya mereka tidak tanggung maka Tuhan akan memberikan konpensasinya. Entah konpensasi sorga tingkat berapa yang Tuhan akan berikan atau dalam bahasa agama Budha mungkin mereka akan dilahirkan menjadi pejabat-pejabat atau reinkarnasi dengan tubuh yang berbeda dan hidup lebih baik entahlah...menurut kepercayaan mereka.

       Namun yang pasti kita tidak bisa kotak-katik mereka yang sudah meninggal karena mereka sudah berada di luar wilayah orang-orang yang hidup. Biarkan mereka pergi sekalipun di iringi dengan ratap tangis dan derai air mata. Sekalipun berliter-liter air mata dukacita tidak akan bisa mengubahkan keadaan, bahkan tidak bisa membuat mereka masuk sorga atau neraka. Tangisan kesedihan hanya manifestasi manusiawi yang sangat wajar. Memang saatnya menangis, dan kita perlu menangis oleh saudara-saudara yang ditimpa bencana! Alkitab mengajarkan Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Rom 12:15).

      Namun jangan biarkan hidup ini berada di jambangan kesedihan dan bunga-bunga ratap tangis oleh mereka yang telah pergi melainkan biarkan sungai kehidupan dari Tuhan membahana dalam diri ini selagi kita hidup. Sebuah kebenaran penting bahwa kita tidak akan terpisah dengan mereka yang telah mendahulu kita kelak kita akan melihat wajah yang sama untuk itu jangan tenggelam terus dalam dukacita. Paulus memberikan nasehat dengan jelas, 1 Tesalonika 4:13-14 mengatakan : "  Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak  mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan  berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai  pengharapan.  Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah  bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah  meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama  dengan Dia. 

       Kalau bencana ini bukan untuk mereka yang sudah meninggal maka yang pasti Dia punya tujuan untuk kita yang masih hidup. Bahwa Dia akan membalut dan membebat mereka yang terluka. Nabi Hosea mengajarkan :  "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah  menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita (Hos 6:1). Lebih Jauh Ayub mengatakan dengan jelas bahwa : "Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang  memukuli, tetapi tanganNya menyembuhkan pula (Ayub 5:18). Yang pasti Dia tidak akan berdiam diri sebab Dia bukan Tuhan yang kejam yang menghajar tanpa membalut dan mengobatinya. Bahkan Dia tahu pasti segala sesuatunya akan mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia (Rom 8:28) bahkan Paulus mengatakan dengan jelas segala sesuatu bekerja sesuatu keputusan kehendakNya (Efe 1:11)

       Tuhan tahu pasti peristiwa itu akan menimpa namun Dia tidak punya kepentingan untuk memberitahu kepada masyarakat supaya berhati-hati sebab bencana akan menimpa. Pemberitahuannya sudah ada dalam kebenaran setiap hari, mungkin saja Dia telah memberitahu terlebih dahulu agar kita sadar hidup ini harus hati-hati dan siap untuk mati. Karena orang yang hidup harus berani mati kalau tidak berani mati jangan pernah  hidup. kalau kita diberi hidup berarti kita diberi kesempatan untuk mati entah bagaimana caranya kita tidak tahu. Ada yang mati karena penyakit, kecelakaan, kesedak makanan, dibunuh kena bencana tetapi tetap judulnya semua orang akan mengalaminya. Kematian adalah sebuah hal yang sangat manusiawi. Orang harus siap mati kapan saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kata pepatah, anak muda bisa mati orang tua wajib mati. Jadi bencana ini sekali-kali tidak diperuntukkan bukan untuk mereka yang masih hidup tetapi  untuk kita yang masih hidup agar kita tidak hidup dalam kegelapan.

      Inilah sebuah kebenaran untuk kita renungkan sebab Tuhan datang kepada kita bukan saat kiamat dunia ini ketika kita menghembuskan nafas yang terakhirpun itu berarti Tuhan sudah datang bagi kita. Namun ada sebuah kebenaran penting untuk kita renungkan, " Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam  kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti  pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.  Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.  Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang  mabuk, mabuk waktu malam.  Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar,  berbaju zirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan  keselamatan.  Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi  untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga,  entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 1 TEs 5:4-10).

      Tuhan bukan penyebab malapetaka, Dia bukan Tuhan yang menyebabkan kerusakan. Jika ya ... model apakah Tuhan yang kita percayai? mengambil paksa orang-orang yang kita kasihi seenaknya saja? Kita perlu merenung ulang apakah Allah yang kita percayai model yang sangat kejam, menimpakan beban yang berat dan membiarkan kita mengalami stress yang berat sementara Ia memang menghendaki seperti itu. Model apakah Dia? mengapa Dia tidak menghalangi saja bencana supaya tidak menimpa kita? Sekali lagi yang pasti bahwa Tuhan tidak memiliki sebuah kehendak yang menghancurkan! Ia menghendaki hidup ini indah dan kenikmatan dekat kepadaNya terus berjalan seiring berbagai macam aktifitas kita. Namun orang harus sadar Dia telah menciptakan dunia ini dengan hukum-hukum yang tidak bisa Dia langgar juga. Kalau bumi ini sudah tua dan tidak dipelihara oleh penduduknya maka side effeknya akan ada bencana gempa bumi. Orang menyangkut pautkan dengan banyaknya dosa yang besar namun bukan persoalan dosa tetapi gempa itu memang ada! Ada dosa dan tidak ada dosa gempa itu pasti menimpa.

       Salomo mengatakan bahwa manusia itu memiliki hari-hari gelap, .... oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan  hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan, (Pengk 11:8). Ibarat motor atau mobil kalau tidak dirawat maka di jalan akan ada kerusakan, demikian bumi ini. jangan pernah mengatakan bahwa mereka yang tertimpa bencana itu lebih buruk daripada kita yang masih hidup. Jangan memberikan vonis bahwa mereka kena kutuk atau musibah mungkin kita tidak tahu justru merekalah yang mendapat anugrah sebab kita tidak tahu hari-hari mendatang bagaimana bencana yang akan menimpa bumi ini akan jauh lebih buruk daripada gempa di ranah Minang? siapa tahu? kita jauh tidak lebih baik namun yang pasti  bencana ini bukan kehendak Tuhan, Dia mengijinkan itu terjadi dalam bahasa kitab suci atas seijinkan namun harus ingat bukan kehendakNya!

       Ia menghendaki kita hidup segar bugar dengan tawa yang penuh! Dan tidak digoyahkan oleh berbagai macam bencana. Agar kita tahu bahwa kehidupa kita miliknya dan terus dengar-dengaran akan perintahNya. kitalah yang mendatangkan bencana itu sendiri oleh karena ulah kita bukan ulahnya Tuhan. Musa menuliskan kebenaran penting , " Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;  dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN,  Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu  pada pada hari ini, dengan mengikuti allah yang lain yang tidak kamu kenal (Ula 11:26-28). Sekali lagi jika Tuhan penyebab segala hal yang merusak Dia perlu kita tinggalkan dan kita cap bahwa Dia berkarakter buruk dan memiliki nafsu membunuh, namun Tidak Dia Allah yang memberikan yang terbaik untuk kita nikmati itulah kehendaknya bagi kita sekalian bukan malapetaka.YAKUB  1:17  mengatakan : " Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna,  datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segalah terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

          Mari kita merenung bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat, entah sangkakala berapa yang sudah ditiup sehingga aneka bencana seolah-olah arisan menghampiri kita secara rutin. Ini tidak ada hubungannya siapa yang memerintahkan dan jangan pernah mengait-ngaitkan. Kalau dulu orang bilang bahwa bencana itu merupakan tumbal yang diminta agar tetap langgeng dalam memimpin tetapi itu bukan kebenaran tetapi kebodohan orang-orang yang mengucapkannya. Yang pasti bumi ini sudah tua dan malapetaka akan bergiliran bagaikan Pesawat akan landing secara bergantian, dan berhati-hatilah jangan pernah ada di landasan pacu sebab akan kelindas pesawat tetapi beradalah di tempat tunggu maka kita akan menikmati indahnya sebuah kehidupan dan kita akan terbang bersama Dia di awan-awan!
  

 


 

    

Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 03 Oktober 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >