| Perkampungan Jin dan Hantu |
|
|
| Ditulis Oleh Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th | |
| Selasa, 04 September 2007 | |
|
Dunia yang kita tempati sekarang merupakan dunia fana yang kasat mata realitasnya cuma menurut hitungan waktu dan dibatasi oleh gerak dan ruang. Perkampungan pertama terdapat suasana penuh sukacita, kemuliaan dan terang Allah dengan bala tentara malaikat yang melayani setiap saat! Ada berbagai macam jenis malaikat dan jumlahnya juga tidak terhitung! Alkitab menyebutkannya berlaksa-laksa (Wah. 5:11, Ibr 12:22), Daniel 7:10 menyebutkan dalam penglihatannya bahwa alam roh yang satu ini dihuni oleh malaikat dan para pelayan Allah yang jumlahnya sangat banyak “ suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapanNya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapanNya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-Kitab’. Suasana disana digambarkan oleh penulis kitab Ibrani demikian indahnya “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel” (Ibr. 12:22-24). Tepat inilah yang disebut sorga. Perkampungan kedua adalah alam roh yang dipadati oleh setan dan iblis, orang menyebutnya adalah neraka. Tempat kegelapan ini dihuni oleh malaikat yang jatuh, yakni setan dengan segala bala tentaranya. Alkitab mengakui keberadaannya sebagai Lucifer sebagai pemimpin, setan, iblis, hantu, Jin dan istilah lain seperti pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, roh-roh jahat di udara, Baalzebul (raja lalat). Istilah Alkitab tersebut masih banyak diterjemahkan dan ditafsirkan oleh manusia dengan aneka ragam nama yang hampir-hampir tidak terhitung, seperti kuntilanak, leak, genderowo, Vampire pengisap darah dll. Hampir setiap daerah dan negara memiliki nama setannya sendiri, dan ini meliputi baik di darat, laut dan udara. Setan merajai setiap lini kehidupan manusia kecuali mereka yang tinggal dalam kekudusan dan hadirat Yesus Kristus. Sehingga harus diakui bahwa cerita-cerita hantu dan sesuatu yang berasal dari alam roh bukanlah cerita bohong, atau khayalan dalam komik atau cerita dalam layar-layar lebar. Mau tidak mau terkadang beberapa orang dipaksa menyaksikan sesuatu yang ganjil yang tidak pernah masuk akal pikiran manusia, hantu berkeliaran diantara orang-orang yang hidup. Alkitab sendiri tidak menyangkal akan keberadaan makluk halus yang terkadang muncul ditengah-tengah kehidupan manusia, adakalanya merasuk, membuat orang kesurupan, dan ada hantu-hantu yang jelas-jelas mengadakan konfrontasi dengan orang-orang yang hidup. Iblis dapat manjing (menjelma) dalam bentuk apapun, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Dalam agama Dinamisme mereka mempercayai bahwa pohon, batu besar terdapat roh-roh nenek moyang, roh-roh iblislah yang tinggal disana dan kemudian orang memvonis tempat itu menjadi keramat. Orang dunia mempercayai jika orang mati penasaran, entah akibat di bunuh atau bunuh diri dan belum mendapat tempat yang layak, orang dunia menamakan roh itu gentayangan tidak ada tempat yang layak baginya disana, sehingga dipercaya roh itu terkadang menjadi hantu yang sering kali menakut-nakuti orang lain. Mengapa Allah melarang Adam dan Hama untuk mendekati pohon pengetahuan baik dan jahat? Allah tahu bahwa pohon itu bernuansa iblis, yang mengakibatkan pemberontakan kepadaNya. Dengan kata lain pohon keramat itu terdapat kuasa iblis, dimana Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Media inilah yang kemudian terdapat ular sebagai manifestasi iblis yang hadir ditengah-tengah manusia pertama. Alkitab menyebutkan penampilan iblis pertama kali menggunakan media binatang ular. Dan yang kedua setelah Hawa jatuh, iblis lebih aktif menggunakan manusia sebagai media untuk melakukan kejahatan, sehingga terjadilah pembunuhan manusia di bumi ini (Kej. 4). Orang bisa menjadi setan ketika seluruh sifat dan karakternya dapat dimasuki oleh kuasa kegelapan! Realitas kehadiran Iblis dirasakan Yesus pada waktu puasa selama 40 hari. Ia langsung diperhadapkan dengan iblis secara frontal (Matius 4:1-11). Apakah setan yang menggoda Yesus dipadang belantara itu berbentuk hantu, makluk halus atau setan Alkitab tidak memberikan rincian secara detil. Tetapi dapat dipastikan Yesus melihat bentuknya, suaranya dan atmosfer kemana Yesus diajak pergi, baik di padang belantara, diatas bait Allah, dan diatas gunung. Apakah Yesus diajak hanya Rohnya saja yang diangkat bersama-sama iblis berkeliling? Bagaimana cara iblis membawa Yesus dari padang belantara keatas bait Allah dan diatas gunung? Memakai transportasi apa? Tidak dijelaskan! Bahkan berapa waktu yang dibutuhkan Yesus melihat kerajaan di bumi ini? Alkitab bungkam untuk itu! Tetapi kisah nyata itu memperlihatkan makluk dua alam roh sedang berkomunikasi dan tawar menawar melakukan transaksi binisnya dan didapati Yesus menang dalam godaan yang hanya untuk kepentingan iblis itu!
Alam Jin
Muhammad Isa Dawud dalam bukunya dialog dengan Jin Muslim terbitan Hidayah memberikan informasi adanya jin! Menurutnya Jin adalah nama jenis, bentuk tunggalnya adalah Jiniy yang artinya “yang tersembunyi”, atau “yang tertutup”, atau yang “tak terlihat”. Hal itulah yang memungkinkan kita untuk mengaitkannya dengan sifat yang umum “alam tersembunyi”. Dalam akidah Islam disebutkan dengan makluk-makluk berakal, berkehendak, sadar dan punya kewajiban, berjasad halus, dan hidup bersama-sama kita di planet bumi ini (Hal. 19). Selanjutnya menurut pendapatnya, Jin ini dibuat oleh Allah lama sebelum manusia terbentuk, dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin, sebelum itu dari api yang sangat panas (Qs. Al-Hijr :26-27). Mereka mengakui bahwa jin memiliki agama, ada yang beragama islam atau non muslim. Jin memiliki bentuk tidak beda jauh dengan manusia, hanya terdapat perbedaan kecil disana-sini, diantaranya mata yang memanjang lebih sipit dll, menurut dialog yang ada maka para Jin juga menikah, menikmati bulan madu dan pentingnya “keperawanan bukti kesuciannya”, mereka juga beranak pinak layaknya manusia,. Usia perkawinan mereka antara 170 atau 180 tahun hingga 200 sampai 250 tahun (hal. 115). Menurut keyakinan dalam dialognya para jin terdapat jin yang baik yang dapat diajak dialog bahkan dapat dimintai keterangan, ada jin dokter yang bisa menyembuhkan via dukun dll. Demikianlah cuplikan informasi dari dunia roh yang diperoleh percakapan oleh Muhammad Isa Dawud. Alkitab tidak banyak menyinggung jin dan bagaimana sepak terjang dalam penciptaannya. Mengapa tidak diterangkan? Allah tidak merasa manusia berkepentingan berhubungan dengan jin dan disamping itu manusia tidak membutuhkannya. Sebab orang percaya yang merupakan sasaran kasih Allah dilindungi dan dijagai oleh makluk yang lain yakni Malaikat Allah. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka (Maz 34:8). Namun demikian Alkitab secara sepintas menyebutkan perkampungan Jin dan hantu tersebut dalam wilayah tertentu, yakni tempat yang tandus dan gersang, rumah kosong yang tidak dihuni, tempat reruntuhan atau lebih tepatnya tempat yang mendapat kutukan! Yesaya 13:21-22 menyebutkan “.........dan rumah-rumah mereka akan penuh dengan burung hantu; burung-burung unta akan diam di sana, dan jin-jin akan melompat-lompat; anjing-anjing hutan akan menyalak di dalam puri-purinya, dan serigala-serigala di dalam istana-istana kesenangan. Waktunya akan datang segera, dan usianya tidak akan diperpanjang (bdk Yes. 34:14). Ayat tersebut memiliki latar belakang tentang kota Babilonia yang runtuh dan tempatnya tidak boleh di bangun lagi. Perkampungan kosong yang ditinggalkan penduduknya akan menjadi tempat kengerian, binatang-binatang (burung hantu, burung unta) disebutkan sebagai binatang yang menjijikkan dan dinajiskan (Ima.11:13-16), serigala dan anjing hutan, melambangkan kebuasan dan berperilaku liar. Gambaran-gambaran tersebut melambangkan sepak terjang kuasa kegelapan dan karakter daripada Iblis. Binatang tersebut juga melambangkan sifat dari antikris (Wahyu 13:13). Serigala dan anjing hutan adalah pemangsa domba, yang melambangkan permusuhan antara anak-anak Allah dan iblis (Mat. 10:16). Mengingat iblis tidak memiliki jasad maka ia dapat merasuk dalam binatang-binatang sebagai tempat yang aman baginya (ingat, Mark.5:12). Hampir semua binatang yang disebutkan diatas dipakai dalam film-film horor yang berbaui dunia kejahatan, vampir, horor dan misteri. Kata Jin dalam Alkitab disebutkan dalam bahasa Ibraninya dari kata she’ ir kata ini seharusnya diterjemahkan kambing jantan atau “yang berbulu” biasanya diartikan sebagai “jin’ yang mengembara di padang pasir dengan wujud yang berbulu menyerupai kambing jantan. Jin-jin semacam itu hanya penghuni tempat-tempat yang sunyi di padang gurun dan mencari korban-korban diantara manusia. Kepercayaan tersebut sangat menakutkan sekali, berasal dari bangsa Kanaan yang juga mempengaruhi orang-orang Israel Juga. Yerobeam membangun berhala dengan bentuk simbol kambing jantan dan lembu ( 2 Taw. 11:15), dan kemudian populer ditengah bangsa Israel (2 Raj. 23:8) Jin-jin ini dilarang keras oleh Tuhan untuk didekati apalagi disembah. Imamat 17:7 menyatakan dengan jelas “Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun”. (Dr. S.H. Widyapranawa dalam Tafsiran Yesaya 13-27, terbitan BPK 1979) Secara ringkas dapat disebutkan bahwa dikalangan Israel yang terkontaminasi dengan kebudayaan Kanaan, mereka mempercayai setan-setan dalam bentuk kambing jantan yang berbulu kesat. Setan-setan ini biasanya tinggal di padang dan reruntuhan. Di dalam kebudayaan Kanaan, penduduknya sering kali beribadah kepada jin-jin yakni penyembahan zinah, ibadah kepada Baal, dewa kesuburan dengan pelacur sakral. Diakhir zaman kambing jantan dipakai sebagai lambang manifestasi dari kuasa gelap, Lucifer. Dalam pelayanan satanic church kambing jantan ini memperoleh penyembahan dan penghormatan dari para pengikutnya. Jadi dengan kata lain bahwa jin memiliki perkampungan sendiri yakni ditempat sepi bekas reruntuhan. Alkitab tidak menyebutkan ada jin yang baik, diluar kemuliaan Allah yang ada hanyalah kejahatan, cuma masalahnya kadar kejahatannya atau tingkatannya yang berbeda-beda dan kita tidak mendapat informasi untuk itu. Yesus pernah memberikan gambaran tentang sebuah rumah yang kosong dan kemudian roh jahat kembali hadir untuk mendiami tempat yang kosong tersebut. "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga berlaku atas angkatan yang jahat ini." (Matius 12:43-45). Gambaran ini bukan ditujukan salah satu rumah di Pondok Indah yang kosong tetapi menggambarkan kehidupan anak Tuhan dalam fluktuasi rohaninya. Sebab di mata dunia makluk roh, tubuh manusia tidak ubahnya tubuh binatang yang bisa dipermainkan sesuka mereka (setan, jin dan iblis) kecuali mereka yang sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran dan kesucian oleh darah Kristus! Roh Jahat yang mengembara tersebut dalam bahasa Yunaninya adalah akathartos Dibaca ak-ath'-ar-tos yang memiliki arti roh yang curang, tidak bersih (unclean spirit). Harus dimengerti bahwa roh iblis tersebut gentayangan mencari wujud untuk memanifestasikan dirinya. Jika dalam Perjanjian Lama jin-jin tersebut mengembara di reruntuhan dan dipercaya merasuk di kambing jantan maka pada akhir zaman ini jin-jin merasuk dikalangan orang percaya yang keras, arogan dan tidak pernah mau dengar-dengaran akan Tuhan. Orang yang sukar bertobat adalah orang yang merasa dirinya mengerti kebenaran, merasa sok pintar dan tidak pernah mau mendengar suara Roh Allah! Jika demikian jadinya maka jin-jin akan masuk dan menguasai orang tersebut! Untuk meninggalkan perkampungan jin ini maka diharapkan anak-anak Tuhan hidup terus menerus tidak hanya sekedar bersih tetapi juga terus mengisinya dengan kebenaran firman Tuhan. Mengisinya dengan berbagai macam buah roh dan karunia roh. Setia dalam pelayanan, jangan menyendiri, merasa sepi dan merasa terbuang. Sesakit apapun yang dirasakan oleh karena tingkah polah anak-anak Tuhan yang sudah dimasuki jin, tetap isilah hatimu dengan sukacita Illahi sehingga jin-jin itu tidak membuat perkampungan didalam diri anak-anak Tuhan. Carilah sahabat-sahabat yang tidak hanya bisa memanfaatkan harta saudara tetapi sahabat yang bisa menguatkan dikala lemah dan menghibur dikala susah. Dan sahabat terbaik adalah Yesus Kristus!
Alam Hantu
Hantu biasanya diyakini sebagai makluk roh (non material) dari orang yang sudah meninggal namun dapat menampakkan diri kepada orang yang hidup. Biasanya hantu-hantu ini muncul secara tiba-tiba tanpa permisi, sehingga menakutkan bagi orang yang menyaksikannya. Rata-rata orang takut akan kemunculan hantu ini. Para Murid Yesuspun mungkin sering kali menyaksikan adanya hantu di laut dan merekapun sangat ketakutan. Pada waktu Ia melihat Yesus berjalan diatas air maka mereka sangat ketakutan karena mereka pikir sedang melihat hantu (Mark. 6:49). Biasanya manifestasi hantu ini bertujuan untuk membuat teror dan ketakutan serta celaka. Tidak peduli di darat, laut dan Udara hantu kapan saja bisa menampakkan diri. Kata hantu sendiri memiliki arti Pneuma dibaca dengan kata pnyoo’-mah yang memiliki sinonim jiwa atau roh. Banyak orang meyakini bahwa orang yang mati bunuh diri, atau dibunuh atau mereka yang hidupnya masih memiliki dendam maka sesudah mati ia masih dapat menampakkan diri melalui rohnya dalam bentuk asli fisik dikala hidup, ada kalanya mereka menuntut balas. Lihat saja pembunuhan Habil oleh kakaknya Kain, Kain dihantui ketakutan yang luar biasa bukan karena sifat rasa bersalahnya tetapi Alkitab mengakui sekalipun sudah mati jiwa dari Habil berteriak-teriak minta pembalasan sehingga Tuhan harus turun tangan menegor Kain sekaligus menyelamatkan dari roh yang balas dendam. Kain diberi tanda supaya tidak dibunuh oleh orang lain (kej 4). Bagaimana jadinya kehidupan di dunia modern ini orang yang mati dibunuh, jumlah roh yang penasaran meraja lela, lihat saja koran-koran di Ibu kota pernah mengatakan ada hantu tampil di kantor polisi untuk menuntut balas? Secerita fiktifkah? Atau karangan polisi yang kurang kerjaan? Tentu tidak demikian! Dalam bukunya Misteri Hantu terbesar di dunia buah karya Nigel Blundell dan Roger Boar dalam pendahuluan bukunya menyebutkan doa tradisional orang Cornwall yakni “Tuhan Yang Pengasih, lindungilah hambaMu dari setan, hantu dan binatang-binatang berkaki panjang yang membuat keributan di malam hari”. Selanjutnya ia mengatakan banyak orang yang berpikiran sehat mengaku pernah melihat hantu. Mungkinkah mereka itu hanya berkhayal? Kemungkinan kecil sekali. Kalau begitu apa sebenarnya telah mereka lihat? Apakah daya yang berada di belakang penampilan-penampilan seperti itu? Adakah itu merupakan bukti dari sebuah sisi lain dalam kehidupan yang tidak kita ketahui? atau mungkinkah kesemuanya itu hanya merupakan tipuan alam pikiran kita sendiri? (hal ix). Selanjutnya ia menyajikan penuturan yang lugas dan tidak dibuat-buat. Kisah yang ada memiliki alamat yang jelas dan orang-orang yang mengalaminya merasakan realitas secara fisik. Bahkan terkadang hantu-hantu yang menakutkan itu berubah menjadi sahabat dan teman bermain catur, menolong, dan menimbulkan rasa kasih sayang (hal. 265) Ketika Yesus bangkit Ia tidak menjadi hantu untuk menakuti para muridNya. Ia memastikan bahwa tubuh kemuliaanNya bukan hantu yang sering kali dilihat oleh orang-orang dizamannya. Lukas 24:39 menyatakan “lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu." Mengapa Yesus membedakan dirinya dengan hantu? Bukankan Yesus juga tampil dalam keadaan roh sesudah ia mati? Sama-sama tidak terbatas ruang dan waktu? Yesus telah memiliki tubuh kemuliaan dan tempat yang jelas yakni tahta Allah. Alkitab pernah mengkisahkan kisah hantu yang menegor Belsyarzar pada waktu perayaan pesta dengan nampak punggung dari jari-jari tangan manusia yang menulis pada kapur dinding istana aja, di depan kaki dian; dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan (Dan. 5:5-6). Adakah tangan yang dimaksud adalah gambaran atau kiasan yang bukan lahiriah? Kalau demikian mengapa Raja Belzasar takut setengah mati? Apa yang ditakutkan, jari tangan atau tulisannya? Mungkin dua-duanya! Tafsiran yang paling tepat bahwa tulisan ditangan itu mengambarkan dosa-dosa yang telah diperbuatnya sehingga ia mengalami ketakutan yang luar biasa. Perkampungan hantu ini mungkin dapat tercipta oleh bangsa-bangsa bar-bara, yang membunuh sesamanya tanpa perikemanusiaan, orang-orang yang hidup sembrono, dalam dosa dan kenajisan, pembunuhan dan pemerkosaan. Manifestasi dosa yang telah mereka bentuk lama kelamaan membuat suatu gelombang atmosfer yang kuasa roh jahat yang hadir. Bila kuasa roh jahat hadir semakin “kental” atau jumlahnya semakin banyak Kisah Roh Samuel yang muncul dengan jasa medium di Endoor membuktikan bahwa Roh manusia bisa menampakkan diri, entah roh siapapun tetapi dialog terjadi dan Alkitab merekamnya Sebagai kesimpulan tentang dunia hantu ini maka harus diakui bahwa Allah tidak menciptakan hantu-hantu gentayangan yang diformat untuk menakut-nakuti manusia. Hantu-hantu itu diakui ada oleh Yesus dan para muridnya. Dari mana dan bagaiman bentuknya? Alkitab tidak menjelaskan secara rinci tetapi disinggung bukan diabaikan! Masalahnya bukan mencari bentuk dan bagimana terjadinya hantu tersebut, yang paling penting bagaimana mengalahkan dan mengusirnya didalam kuasa darah Kristus.
Performa Setan
Setan bermula dari malaikat Allah yang taat yang melayani Allah sebagai makluk ciptaan yang mengabdi kepada tuannya. Setan merupakan malaikat yang telah memberontak kepada Allah karena ia merasa berhak mendapatkan segala sesuatunya yang dapat dipakai untuk melawan Allah. Setan ini memimpin demo pemberontakan “persamaan” hak di sorga. Namun Allah tidak mengijinkankannya dan Ia mengusirnya ke bumi. Di Sorga ada 3 malaikat yang melayani Allah sebagai pemimpin.
Malaikat inilah yang gagal menuruti kehendak Allah melainkan mengikuti kehendak ambisinya sehingga ia dapat dikategorikan sebagai pemberontak kepada Allah. Setan hadir diberitakan oleh Alkitab sebagai roh kejahatan dan setan sebagai kepala (Matius 8:28; 934; 12:26; Luk 11:18-19). Setan juga memiliki talenta, kuasa dan pengetahuan (Matius 8:29; Mark 1:24. Perjanjian baru menggunakan nama setan merupakan suatu lambang, Yesus berkata setan memiliki tentara untuk melakukan kejahatan (Mat 13:19:39; 4:15) dan selalu mencobai supaya seseorang tidak mengerti akan kebenaran Allah (Matius 4:10; Luk 22:31). Sejak semula setan sebagai pembunuh (Yoh 8:44) tentara yang mengacaukan firman Allah (matius 13:19,39) mencobai Yesus Kristus dan membujuk Yudas (Yoh 13:27; 6:70; 22:53). Yesus mengungkapkan setan jatuh seperti kilat (Luk 10:18). Alkitab menyatakan bahwa sejak semula Yesus Kristus hadir untuk menghancurkan kerajaan setan. 1 Yohanes 3:8 mengatakan barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diriNya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Dalam sejarah setan selalu akan ikut andil untuk menghancurkan dan mempengaruhi gereja Tuhan.
Latar berlakang nama
Setan dalam bahasa Ibraninya Satan, dan Yunaninya Satanas yang memiliki arti ("adversary, opponent"), reinstitution, diabolos, "Devil," "accuser,", pendakwa. The chief of fallen spirits, yang memiliki arti musuh, oposisi (lawan), pendakwa. Pimpinan dari roh-roh yang jatuh! Setan disebut juga iblis, naga, pribadi yang jahat, malaikat di jurang maut, penguasa diudara, illah dunia, appollyon, abaddon, belial, dan Beelzebub. Nama setan dan iblis merupakan lawan dari Allah, gambaran tersebut sudah sangat umum (1 raja 11;14), Allah bangkit melawan setan ( 1 Raja 11:23, 1 Samuel 29:4, Bilangan 22:22 ( bdk 2 Sam 19:22, 1 Raja 5:4; 11:25; Ma 109:6) Setan tampil pertama-tama didalam kitab Kejadian melalui ular dan menggoda Hawa supaya jatuh dalam dosa (Kejadian 3). Setan ini bisa menyamar dan masuk dalam bentuk apapun, sehingga ia bisa merasuk dan menguasai segala sesuatu yang dikuasainya. Kedua ia tampil dalam kisah tentang Ayub (1:6-12; 2:1-7), ia dapat hadir dengan anak-anak Allah (malaikat) diantara mereka ia tampil berbeda sehingga mudah dikenali dan ia mencari yang menjadi miliknya dan ia masih dapat digunakan menjadi hamba oleh Allah, ia masih bergantung sepenuhnya kepada Allah. Setan beraktitifitas sendiri (mandiri) dengan seluruh tentara kejahatannya, sebagai pendawa untuk Allah. Dan Allah ingin membuktikan bahwa tuduhan yang iblis berikan tentang keadaan Ayub tidaklah benar, untuk itu maka Allah mengijinkan iblis untuk mencobai Ayub dan mengambil segala sesuatu yang dituduhkan kepadanya. Setan mencoba untuk membuat Ayub tidak interest terhadap kebenaran Allah yang kekal, dan menyadari bahwa Allah tidak membuat hidupnya kalah dari setan. Satan tampil sebagai suatu tokoh atau pribadi dalam Zakaria 3:1, ia dapat tampil tersembunyi untuk mendakwa dan menyatakan bahwa pakaian yang kotor tidak layak mengalami pembaruhan untuk menerima jabatan dan pakaian yang baru. Iblis menyatakan dosa dan kenajisan. Pembaruhan imam besar secara cepat (ekspress) setelah pembuangan adalah kemenangan anugerah Allah atas kuasa setan, inilah bayangan dari pembaruan Israel sebagai negara kesatuan yang dipimpin oleh para imam dimasa mendatang.
Akhir dari setan
Setan tidak dapat pengampunan dari Allah sebab ia adalah pribadi yang pertama-tama memberontak kepada Allah. Ketidak adanya pengampunan ini merupakan hak prerogatif Allah. Allah sudah mengadakan permusuhan dan menyatakan bahwa ia akan dihancurkan melalui kehadiran Yesus Kristus. Kejadian 3:15 menyatakan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Secara hukum kerajaan Allah, iblis telah dikalahkan dan tidak memiliki kuasa apapun sehingga Paulus menyatakan maut tidak berkuasa lagi (1 KOR 15:55). Sengat maut adalah dosa dan dosa sudah dipakukan oleh Yesus di atas salib sehingga tidak berhak lagi berkuasa didalam diri orang percaya (Kolose 2:14). Walaupun ia sudah kalah tetapi ia terus dapat bergerak karena hari pernyataan kedatangan Anak Manusia yang kedua kalinya belum dinyatakan. Akhir dari Setan dan Iblis sudah direncanakan untuk dibuang dalam neraka yang kekal (Wahyu 20:1-3). Untuk itulah setan sudah tahu tujuan dari akhir hidupnya sehingga ia tidak mau sendiri ia ingin jatuh bersama-sama makluk ciptaan yang lainnya. Untuk itulah ia mencobai semua orang supaya bersamanya dalam kematian kekekalan.
|
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 30 Oktober 2007 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|