|
|
| Ditulis Oleh Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th | |
| Selasa, 04 September 2007 | |
|
MENGUBAH TAKDIR
Sekalipun Alkitab tidak “blak-blak”an menyinggung takdir tetapi secara tersurat maupun tersirat ada. Alkitab tidak kurang bahan dalam menjawab persoalan kehidupan. Bahkan terlalu cukup lebih dalam menjawab semua persoalan kehidupan. Alkitab kaya dalam segala hal! Semua ilmu di dunia ini baik sudah ada bahkan yang aka semua sudah terangkum dalam Alkitab. Iblis hanya menggunakan ilmu kebenaran Firman dan hanya membelokkannya untuk kempentingan dirinya sendiri. Dalam Kamus bahasa Indonesia Peter salim kata takdir diterjemahkan dengan ketetapan atau ketentuan Allah. Sedangkan dalam kamus Encarta 2007 takdir diterjemahkan dengan fate atau destiny (nasib atau takdir) artinya sebuah peristiwa yang berada di luar kontrol manusia. Peristiwa yang terjadi di dalam diri manusia ditentukan oleh Sang Khalik tanpa sedikitpun campur tangan manusia. Ada banyak pengajaran yang menyangkut takdir ini ada yang tidak percaya sebab free will, kebebasan manusia tidak ditentukan oleh siapapun. Manusia bisa berbuat apapun dan tidak ada yang mengendalikannya. Sementara berbeda dengan pengajaran Fatalisme yang mengatakan bahwa satu kehidupan yang ditentukan oleh nasib yang sedikit kemiripan dengan determinisme yang mengatakan suatu peristiwa terjadi ditentukan oleh peristiwa sebelumnya! Sementara Libertianisme adalah suatu peristiwa terjadi bukan karena kehendak bebas. Mari kita tidak dipusingkan ajaran-ajaran dunia melainkan kembali ke Alkitab. Allah memang tidak menentukan hidup ini miskin atau kaya, menentukan kita dapat jodoh siapa! Hal-hal yang bisa dijangkau oleh manusia bukanlah ketetapan Illahi walau Ia bisa terlibat di dalamnya. Kalau hanya persoalan miskin dan kaya, manusia bisa menjadikan dirinya miskin atau kaya terserah kerja kerasnya atau kemalasannya atau bagaimana suasana hatinya ! Kekayaan bukan kondisi tetapi sikap hati! Namun manusia tidak bisa masuk sorga atau neraka kecuali ketetapan dari Allah. Allah sudah menentukan hukum dan kreteria orang yang bisa masuk sorga atau neraka. Soal sorga tidak bisa ditentukan oleh manusia bahkan iblispun tidak berhak menentukan neraka kecuali Allah sendiri! Orang yang menolak Yesus dan menjualnya seperti Yudas sudah pasti mengikuti ketetapan Allah soal neraka. Nggak usah Allah manusia juga tahu! Apakah Tuhan menentukan Yudas masuk neraka? tidak sama sekali Yudaslah yang memilih masuk neraka, bahwa siapapun yang mengkianati Yesus pasti masuk neraka dan Yudas telah memilih yang terburuk dalam hidupnya! Jadi sebelum dunia di tentukan oleh ke Maha tahuan Allah yang tanpa batas Ia sudah tahu Yudas bakal masuk neraka untuk itulah Yesus berusaha sampai setidaknya 5 kali mengingatkannya. Yudas dan Neraka bukan harga mati masih ada ketetapan Illahi (takdir) Yudas dan sorga bila ia mau bertobat! Bisakah Yudas mengubah takdirnya? bisa bila imannya (faith) benar maka akan mengubah nasibnya (fate). Sorga dan neraka itu ditentukan oleh iman bukan persoalan perbuatan. Kalau perbuatan menentukan sorga dan neraka maka semua orang akan masuk neraka karena semua manusia telah berdosa (Rom 3:23; 6:23) namun Iman kepada Yesus memastikan seseorang memperoleh hidup kekal ( Rom 5:9). Sejak semula ketetapan Illahi (destiny) orang percaya dipilih sebelum dunia diciptakan (Efe 1:4) supaya kita ditakdirkan atau ditetapkan serupa Kristus (Rom 8:29). Bila kita sudah ditetapkan serupa Kristus maka kita memiliki kuasa yang sama yakni Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, ingatlah ubah nasibmu (your fate) dengan imanmu (your faith). Jika hal-hal yang bernuansa kekal dapat diubah dengan iman apakah lagi persoalan keseharian yang sangat sederhana dibanding hal yang menyangkut kekekalan! Bila seseorang memang harus mengalami sakit penyakit karena ia dilahirkan dari keturunan atau gen orang yang sakit. Entah apapun juga orang tersebut akan mengalami sakit sebab ia menerima darah dari orang yang jenis darahnya penuh penyakit contoh Aids, Asma, kanker dll. Namun dalam perjalanan hidupnya ia mempercayai Yesus sepenuhnya maka imannya tergantung kepada Yesus dan Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa oleh bilurnya engkau disembuhkan (1 Pet 2:24) maka dengan keyakinan itu ia memperoleh hal terbaik yakni kesehatan sebab imannya telah menyelamatkan! Bila anggap saja seseorang dilahirkan dalam sebuah kemiskinan yang hebat, namun ketika ia percaya sebuah kebenaran dan berjuang sebab ia tahu pasti harus belajar dari semut (Ams 6:6; 30:25) maka Tuhan akan memberi berkat dan kemampuan yang maksimal. Ulangan 8:18 mengatakan : “Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Tuhan memberikan janji bahwa setiap orang percaya diberkati dengan berkat yang berkelimpahan (Yoh 10:10) dan Paulus mengatakan : “ Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus. (Fil 4;19) Iman memegang peran penting dalam kehidupan ini, sebab tanpa iman anak-anak Tuhan tidak akan mampu mengubahkan apapun, ia akan hidup seperti apa adanya padahal bila imannya mengembang maka seseorang pasti ada apa-apanya! Jadi perubahan ini terjadi bukan karena akal pikiran dan kemampuannya melainkan imannya!
|
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 06 Januari 2008 ) |
| Berikutnya > |
|---|