| Alkitab di jilat, di kunyah, ditelan 3 |
|
|
|
| Ditulis Oleh Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th | |||||
| Senin, 03 September 2007 | |||||
|
Mengunyah adalah cara yang baik untuk memasukkan makanan dalam perut. Orang yang mengunyah dengan benar akan menghasilkan kesehatan pencernakaan yang baik tetapi tanpa mengunyah maka pencernaan lama kelamaan akan rusak dan komplikasi terhadap berbagai macam penyakit yang timbul. Para nabi-nai Tuhan sendiri disuruh mengunyak kebenaran Allah dalam mulut mereka. Yehezkiel 3:3 Lalu firmanNya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Inilah gambaran anak-anak terang menyikapi kebenaran dari Allah sebab tidak semua golongan usia dapat disama ratakan akan makanan rohani ini. Seorang bayi tidak boleh makan-makanan keras! 1 Petrus 2:2 menyatakan .... Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,.. (bdk Ibr 5:13). Dan bukan seperti orang-orang dewasa yang siap dengan makanan kerasnya (Ibr 5:12). Jika seseorang belum dewasa rohani dan diperlakukan oleh pendetanya dengan makanan keras maka akan timbul banyak masalah. Kalau ia sudah besar, matangnya dikarbit atau dalam masa pertumbuhan rohaninya akan sakit-sakitan karena makanan yang tidak cocok! Orang yang sakit-sakitan secara rohani akan menimbulkan banyak masalah dalam pelayanan sebab karakternya sangat belum matang. Model orang ini gampang sakit hati, haus roh pemujaan diri, cemburu jabatan orang lain dan masih sederetan hal-hal kotor yang digendongnya dalam pelayanan kepada Tuhan. Terkadang makanan keras yang disampaikan tidak menyembuhkan penyakit tetapi malah justru membuat kebal penyakitnya dan tidak tersembuhkan.Bagaikan anti biotik yang sudah lima ratus gram maka tidak akan mempan obat yang kadarnya lebih rendah! Jemaat harus menyadari kebenaran Firman Tuhan secara bertahap sampai dalam tahapan mengenal akan Alkitab dengan benar. Itulah sebabnya gereja harus memiliki PA yakni pendalaman Alkitab namun ibadah PA ini paling sering diabaikan bahkan ditiadakannya. Anak-anak Tuhan harus memiliki sahabat untuk bertutur kata tentang kebenaran sehingga menambahkan apa yang kurang didalam dirinya ( 1 Tes 3:10). Firman Allah yang tidak terbatas harus dipahami dengan otak yang terbatas ini tidaklah mudah. Keterbatasan-keterbatasan manusia akan menutup ketidakterbatasan Allah dalam pola pikirNya. Namun ketika seseorang merenungkan Firman Tuhan, dirinya bukan saja sedang mengunyah kebenaran tetapi menghidupkan apinya Tuhan didalam jiwanya! Mengunyah yang dimaksud juga harus memahami kebenaran yang akurat! Mau mencernak lebih dalam tidak asal memasukkannya dalam otak yang terbatas dan kemudian menjadikan doktrin dalam hidupnya. Ambil saja contoh dalam Yermia 11:14 Adapun engkau, janganlah engkau berdoa untuk bangsa ini dan janganlah naikkan permohonan dan doa untuk mereka, sebab Aku tidak akan mendengarkan pada waktu mereka berseru kepadaKu karena malapeta mereka. Ayat ini tidak bisa kita telan mentah-metah tetapi perlu dikunyah sampai lembut dan dilihat intisarinya terlebih dahulu! Pada saat itu hukuman sudah tiba jadi sekalipun berdoa sudah kadaluarsa, Tuhan tidak ingin umatnya melakukan hal yang sia-sia! Namun disaat keadaan normal semua anak Tuhan harus berdoa untuk bangsa dan negara! Tuhan dalam perjanjian lama sangat merendahkan wanita menjadi second degree dalam bermasyarakat! Buktinya boleh di ceraikan dan boleh berpolygami dan masih banyak lagi contohnya :
Ayat-ayat inilah yang disinyalir mempengaruhi dan ikut andil, disalin dalam kitab suci agama tertentu sehingga memiliki konotasi bahwa ayat tersebut harus diterapkan disepanjang zaman. Namun jika diperiksa ayat-ayat tersebut malah justru melindungi hak-hak wanita yang harus dihormati dan diterapkan. Secara sederhana perlu diingat wanita tidak boleh ibadah atau melakukan sesuatu karena dianggap najis. Mengapa demikian perlu diingat pada waktu itu tidak ada kotex atau softex yang bisa memproteksi wanita jika sedang kedatangan tamu bulanannya. Allah tidak perlu menerangkan mengapa tidak boleh keluar rumah atau ibadah? Karena tidak ada softex! Ia adalah Tuhan yang bersih dan tidak mengizinkan hal yang kotor itu memasuki wilayah bait Allah. Kebenaran ayat-ayat tersebut termasuk ayat-ayat yang tidak menunjukkan status yang ideal untuk masyarakat modern bukan sebaliknya dicontoh supaya ideal dengan melakukannya. Konsep dalam kehidupan yang kuno dan nomad tersebut tidak boleh dipaksakan menjadi prototipe wanita dalam kehidupan modern. Pemaksaannya menjadi hal yang paling bodoh dan hanya menjadi dagelan dalam kehidupan yang penuh keindahan. Perlu dipahami bahwa cerita-cerita yang merendahkan wanita tersebut dalam Perjanjian Lama merupakan refleksi dari masyarakat yang patriarkat, tidak boleh sama sekali dijadikan pola anutan, tetapi juga tidak perlu direvisi atau dibuang dari dalam Alkitab. Adanya sejarah tersebut alkitab ingin menunjukkan cara terbaik untuk hidup di zaman nomad. Ayat-ayat tersebut masih berfungsi memberi petunjuk gaya hidup yang berada di ribuan tahun yang lalu yang bukan merupakan pola hidup seperti sekarang di abad komputer. Sekarang kita mengambil yang tersirat dan suratan yang telah ada dimasa lalu. Bukan mengambil yang tersurat dan mengabaikan yang tersirat! Bodoh amat ya? Kebenaran yang merendahkan wanita tersebut tergolong ayat-ayat yang kasuistik bukan aturan legal atau undang-undang yang langgeng seperti apodiktif (Ulangan 5:2-20). Perlu dipahami bahwa dalam kekejaman perbudakan dan peperangan perkawinan monogami yang langgeng tidak selalu dapat dipertahankan sehingga terjadi kasus-kasus poligami dan perceraian. Untuk kasus yang telah terjadi ini dibutuhkan aturan yang melindungi hak perempuan dalam perkawinan tersebut bukan memberikan peluang untuk poligami dan perceraian. Mengambil kebenaran tanpa mengunyahnya akan berakibat fatal. Bukan saja sakit perut tetapi mendatangkan kematian sebab penyesatan dimanapun akan mendatangkan malapetaka. Kekristenan tidak mengenal poligamy award sebab sejak semula wanita tidak boleh direndahkan tetapi merupakan kawan penerima warisan kerajaan Allah dalam bentuk perkawinan yang monogami. Banyak ayat-ayat Firman Tuhan perlu dicernak atau dikunyah sampai menemukan sarinya dengan benar. Tanpa mengunyah dan menelannya mentah-mentah maka itu berarti malapetaka besar bagi indahnya kehidupan jadi harus dipahami sepenuhnya bahwa Alkitab cocok untuk dunia kuno sampai dunia kapanpun. Namun ayat-ayat didalamnya tidak bisa digeneralisasikan namun harus dipahami secara benar!
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 02 November 2007 ) | |||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|