Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1237
Kemarin967
Minggu Ini7708
Bulan Ini9280
Total Pengunjung1265580

IP Kamu 18.207.238.169 Sunday, 08 December 2019

Guests : 53 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

PEMIMPIN HAMBA ATAU HAMA?

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

Miris rasanya melihat tingkah polah pemimpin gereja yang memandang jabatan sampai mengeluarkan air liurnya. Hal itu berarti jabatan adalah segalanya, “mau banget” demikian bahasa gaulnya. Persepsi diri yang identik kerakusan jabatan dapat dianalisa baik secara kuantitatif maupun kualitatif  tanpa melalui metodologi penelitian. Deskripsinya sudah jelas, didapati bahwa antara esensi dan substansi kepribadiannya tidak sinkron bahkan disinyalir tidak proporsional[1]. Model orang tersebut akan menghalalkan segala cara dalam meraih jabatan. Tidak peduli menari-nari di atas mayat orang lain dan tertawa lebar di atas ratapan para korban, yang penting Libido menuju tahta[2] tersalurkan. Kendaraan yang dipakainya adalah trick-trick kotor yang baunya anyir dengan roda-roda yang berisik memekakkan telinga dengan perkataan yang hanya Lips servise alias tipu-tipu. Kebohongan public diramunya seolah-olah sebuah realita kebajikan. Namun realitasnya ngibul…ngibul…. Ngibul…. demikian bunyi sirene [3] ambulan yang membawa kemanapun ia mau pergi.  

Fakta-fakta moral seseorang yang sering kali memproduksi korban sakit hati dan luka menganga di kalangan umat dan bawahannya menunjukkan track recordyang buruk.  Perasaannya tumpul, nuraninya jahat namun wajah tanpa dosa. Bisa saja wajahnya tenang, cold, calm and Confidencedibalik senyumannya, wov.. sadis dan tanpa ampun. Model orang seperti ini membahayakan bangsa dan negara apalagi gereja Tuhan.  Ngeri dan tidak tahu malu… dengan tidak menuduh dan menghakimi siapapun realitas gereja sekarang pemilihan pemimpin rohani lebih busuk daripada keduniawian. Salah satu dampak yang sudah menjadi tranding topik kisah Pendeta ditarik dari mimbar karena perkelahian kedua kandidat yang layak berdiri dimimbar menunjukkan hal-hal yang sangat memalukan[4]. Hilangnya kasih dan kelemahlembutan dan sembilan buah roh hilang tanpa bekas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena karena hamba sudah berubah menjadi hama.  

Read more: Pemimpin Hamba ATAU Hama?

LIBIDO MENUJU TAHTA

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

Alkitab memang berbicara tentang menginginkan jabatan rohani itu memang baik[1] namun yang perlu dipermasalahkan adalah libido dalam menggapainya. Jabatan rohani harus dicapai dengan hal-hal rohani bukan dengan manifestasi keduniawian. Hanya orang gila saja yang pongah di atas tahta menggunakan jabatannya untuk menyengsarakan banyak orang. Luarnya senyum manis namun realitasnya ciuman Yudas iskariot tersungging dibibirnya. Karena ia memproduksi orang-orang yang terluka, marah dan puluhan orang-orang yang hengkang dari organisasi dari jabatan yang dipimpinnya. Ini pertanda kegagalan sang pemimpin  menjaga kawanan domba karena dia bukanlah gembala domba melainkan  merupakan gembala kambing bandot[2].

Mau dikata apa, bila orang sudah duduk lupa berdiri, orang harus melawan lupa akan banyaknya skandal buruk selagi berkuasa, harus terungkap dan supaya tidak terjadi lagi di esok hari. Banyak orang  gagal paham dibuatnya sehingga wadah organisasi besar yang seharusnya menyemarakkan semerbak wewangi harum bunga sebaliknya anyir menyengat bau kotoran bangkai menusuk hidung. sahabat pernah bertutur kata : kalau lihat wajahnya rasanya aku mau muntah, ....sadis kali . Orang yang sehat seharusnya tidak berkubang memilih yang kotor dan najis tetapi bersih suci sesuai aroma kebenaran. Namun tetap praduga tidak bersalah harus diterapkan namun orang suci tahu dirinya suci sementara orang bejat akan tahu dirinya bejat[3]. Jangan juga kita menghakimi orang yang benar menjadi salah namun jangan pernah mengatakan orang salah itu menjadi benar. Namun yang paling tepat ialah jangan pernah menghakimi[4] siapapun baik pemimpin atau rekan sejawat dalam pelayanan. Apalagi memvonis aneka kesesatan demi syahwat kekuasaan.

Read more: Libido menuju Tahta

 
PRAHARA DARI PESONA PENDETA
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Pesona pemimpin gereja adalah jabatan rohani yang menjadi daya tarik yang diminati banyak orang[1]. Integritasnya memancarkan kewibawaan Illahi yang membuat orang teduh, dan tertunduk memandangnya sebagai jabatan terhormat. Beberapa diantara menganggapnya sebagai wakil Tuhan di bumi, yang tidak pernah salah. Kata-katanya sebagai panutan yang menjadikan dirinya “public figure[2] banyak orang. Bahkan diantaranya banyak salah persepsi menjadikan pemimpin rohaninya sebagai malaikat yang turun dari langit namun realitasnya iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Untuk itu para pemimpin harus menyadari dirinya sebagai panutan sehingga tidak boleh ceroboh dengan intrik politik keji yang selalu menciptakan pembunuhan karakter untuk teman sejawat. Para pemimpin rohani harus memproduksi orang yang mencintai Tuhan bukan sebaliknya menjadikan dirinya tenggelam dalam kemelekatan pangkat dan jabatan sebagai kebanggaan.

Di era digital ini para pemimpin gereja sedang naik daun karena dalam pemerintahanpun, sumpah jabatan membutuhkan figure seorang Pendeta. Ini berarti kedudukan pendeta lebih tinggi dari Presiden sekalipun. Bila Presidennya Kristen maka sumpah jabatannya harus di bawah tangan pendeta yang memegan Alkitab. Seperti kata pepatah : If God Called you to be a preacher don’t stoop to be a king” Bila Allah memanggilmu menjadi pengkotbah jangan pernah mau membungkuk menjadi raja. Pendeta saja terhormat apalagi pemimpinya para pendeta! Untuk itu menyadarkan setiap pemimpin bahwa kedudukannya setingkat Tuhan karena merupakan kawan sekerja Allah[3], yang identic koleganya Tuhan sehingga harus berkarakter seperti Tuhan bukan hantu.

Read more: Prahara dari Pesona Pendeta

Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.