Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1011
Kemarin1110
Minggu Ini2121
Bulan Ini22461
Total Pengunjung1134349

IP Kamu 34.239.158.107 Tuesday, 20 August 2019

Guests : 12 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   
Unpublished

JARI TUHAN MEMPORAK-PORANDAKAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Ngeri benar melihat realitas gempa Donggala, Palu dan  Mamuju. Peristiwanya singkat namun menyisakan kepedihan yang mendalam menembus ke tulang sumsum sampai luka hati dan akar pahit. Kekuatan gempa yang berkuatan magnitude 7,4 yang setara 200 kali Bom Hiroshima, meluluhlantakkan segala sesuatu termasuk jembatan kuning Ponulele[1]. Orang mulai mereka-reka penyebab mengapa Allah menjungkirbalikkan sedemikian hebat? Analisa penyebab terjadinya gempa dan tsunami, terlalu membias ke ranah penghakiman, ngga jelas dan kurang valid. Seharusnya orang datang untuk membalut luka, memberi makan yang lapar dan memberi minum yang haus. Bukan malah nyinyir, menyindir pemerintah, kurang tanggap, dan segudang lontaran hoaks menjijikkan digelontorkan pihak lawan. Keterlaluan memang, orang sudah kena musibah malah menjadi komoditas politik!

Read more: Jari Tuhan memporakporandakan

Bincang-bincang imaginer

 

Wawancara Terroris di Alam Roh
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Satu detik setelah kematian, seseorang memasuki dunia roh. Roh orang tersebut keluar seperti siluet atau bayangan meninggalkan tubuhnya. Terbang ke atas memasuki awan permai atau meluncur ke bawah memasuki alam kematian. Perjalanan dimulai dengan dua jalan yang harus dipilih salah satu, yakni jalan yang lebar yang menuju neraka kekal atau jalan sempit yang berakhir di sorga kekal, sesuai pilihannya selagi hidup.[1] Jika seseorang melakukan bom bunuh diri maka ia beralamatkan Jalan neraka kekal, RT. Kegelapan RW Malapetaka nomor kebinasaan. Sementara bagi mereka yang hidup dalam perkenananNya  akan beralamat Jalan Sorga kekal, RT Kelimpahan RW keberkatan Nomor sukacita kekal. 

Read more: wawancara teroris di alam roh

CINTA DALAM BOM

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

Tragedi bom di tengah kusuknya orang sembahyang di minggu pagi, membuat jantung berdetak kencang dan langsung  viral menjadi tranding topik diseluruh negeri. Alunan pujian dan penyembahan diganti dengan tangisan, jeritan yang histeris para korban. Segalanya luluh lantak diterjang amukan bom yang diledakkan manusia setengah setan tiga perempat iblis. Baginya nyawa tidak ada artinya, bahkan secara berjemaah mati bunuh diri bersama satu keluarga. Gereja yang terletak  di pinggir jalan dibeberapa kota di Indonesia langsung sepi jemaat karena mereka takut  di bom.  Pertanyaan klasik mulai bertebaran  di benak si atheis, masih adakah Tuhan? Kalau Ia ada mengapa Ia membiarkan bom itu meledak di tengah-tengah orang yang menyembahnya? Jika demikian masih layakkah Dia disembah? Mengapa Dia tidak menahan kejahatan yang menghancurkan orang lain? Ketidakpuasan akan Tuhan yang Maha Kasih yang membiarkan orang jahat membantai sesamanya perlu diragukan integritasnya  “demikian pikiran orang bodoh yang sok kepo”.[1] Pertanyaan  HOTS (higher order thinking skills)[2] yang model seperti ini tidak bisa sekedar dijawab antara ya dan tidak melainkan membutuhkan pemahaman jawaban yang jauh lebih sekedar dari pengetahuan, alias pikiran tingkat tinggi yang sudah mengarah ke pamahaman dan penalaran.

Read more: Cinta Dalam Bom

PENISTAAN AGAMA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Bilangan 16:30 Tetapi, jika TUHAN akan menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi, dan tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka beserta segala kepunyaan mereka, sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati, maka kamu akan tahu, bahwa orang-orang ini telah menista TUHAN."

Read more: PENISTAAN AGAMA DI INDONESIA

Unpublished

PRAHARA DI TOLIKARA PAPUA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th 

 

Banyak hal aneh di negeri ini, berpuluh-puluh kali gereja di bakar massa, para hamba Tuhan teraniaya, gereja di tutup oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, negeri ini seolah-olah tutup mata. Bahkan keputusan akhir dari pengadilan negeri yang menyatakan bahwa  gereja mendapat ijin untuk beribadah masih bisa dianulir oleh walikota setempat seolah-olah penguasa daerah lebih tinggi dari hukum itu sendiri celakanya Presidennya waktu itu tidak mengambil reaksi sedikitpun. Ini memang negeri yang carut marut dalam banyak hal bukan tidak ada orang pintar dan genius, sudah cukup banyak bertebaran dalam setiap sektor pemerintahan bahkan dikatakan melimpah di bumi Indonesia ini namun mentalitas yang "bottemless" dibawah standar dan "defisit spirit" membuat negeri ini bukan lagi something rong but everything is rotten ini berarti bukan ada sesuatu yang salah melainkan segala sesuatunya menjadi busuk karena kelakuan orang-orang yang jauh daripada revolusi mental yang di canangkan Sang Presiden negeri ini.

Read more: Prahara di PAPUA

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.