Print 

     PENANGGALAN MASEHI

 

       Disadari atau tidak, bahkan diakui atau tidak momen Sang Masehi-lah yang telah menjadi acuan bagi seluruh perhitungan itu. Ada berbagai jenis penanggalan, berbagai jenis perhitungan dan berbagai cara menandai waktu yang coba diupayakan oleh manusia. Berbagai suku, kaum dan bangsa melakukan berbagai upaya untuk dapat menciptakan seluruh perhi-tungan terhadap waktu dari kehi-dupannya. Namun tanpa mengurangi penghargaan atas seluruh upaya itu, terlahirlah Penanggalan Masehi atau yang lebih umum dikenal dengan Kalender Masehi.
          Saat Sang Masehi, yaitu Yesus Kristus itu terlahir, dimulailah perhitungan waktu baru bagi manusia. Seperti apa sejarah terciptanya perhi-tungan waktu Masehi ini, banyak di antara kita yang belum atau sama sekali tidak mengeta-huinya, padahal selu-ruh lapisan manusia telah memakainya, seluruh kisah hidup manusiapun telah tercatat dalam waktu Masehi ini. Munculnya Penanggalan Masehi ini sebenarnya berawal dari beberapa perhitungan sejak masa Kekaisaran Romawi yang mengeluarkan perhitungan penanggalan yang dikenal dengan Penanggalan Romawi.



Penanggalan Romawi

          Penanggalan Romawi yang asli diperkenalkan pada pada abad VII. Mempunyai 10 bulan dengan 304 hari di dalam satu tahunnya, di-mulai dengan bulan Maret. Dua bulan, Januari dan Pebruari, telah ditambahkan pada waktu berikutnya. Penanggalan Romawi menjadi begitu kacau ketika para pejabat yang berkuasa dengan otoritasnya menam-bahkan hari dan bulan untuk memperpanjang masa kerja mereka atau untuk mempercepat atau menunda pemilihan.  Dalam tahun 45, Julius Caesar, atas nasihat ahli falak Yunani Sosigenes, memutuskan untuk menggunakan suatu penanggalan dari perhitungan matahari. Penang-galan ini dikenal sebagai Penanggalan Julian.
        Gaius Julius Caesar, juga dikenal sebagai Julius Caesar atau Caesar, menetapkan suatu penang-galan yang didasarkan pada satu tahun matahari, 365 dan 1/4 hari. Dalam sistem ini, 1/4 hari yang terkumpul setiap tahunnya ditam-bahkan setiap empat tahun sekali ke dalam perhitungan tahun yang ke empat tersebut, yang dikenal dengan nama tahun Kabisat. Penentuan bulan dan hari dalam satu minggu dari Penanggalan Julian inilah yang menjadi dasar dari kalender modern, kalender Masehi. Pada tahun 44, Julius Kaisar mengubah nama bulan Quintilis dengan bulan Julius (Juli). Bulan Sextilis telah dinamainya dengan Augustus (Agustus) untuk menghormati Kaisar Augustus.


  Penanggalan Masehi

            Perhitungan Penanggalan Julian sebenarnya 11 menit dan 14 detik lebih panjangatau terlalu cepat dibandingkan dengan  tahun mata-hari. Perbedaan ini terkumpul sampai tahun 1582 saat titik equinox terjadi (siang malam sama lama-red.). Hal ini mengakibatkan perhitungan hari sebenarnya kurang 10 hari. Sehingga pada tahun itu hari-hari raya gereja tidak terjadi pada musim yang seharusnya. Oleh sebab itu untuk membuat equinox (siang malam sama lama) yang musim seminya terjadi tepat pada tanggal 21 Maret 325, tahun saat Konsili Nicea I dilangsungkan, Paus Gregorius XIII mengeluarkan suatu keputusan menambahkan 10 hari dari perhitungan hari yang ada.
         Akhirnya untuk mencegah kesalahan lebih lanjut pada waktu-waktu mendatang, maka Paus Gregorius XIII menetapkan suatu penanggalan, yang dikenal sebagai Penanggalan Gregorian, dengan ketentuan tambahan, bahwa tahun-tahun dalam setiap abad yang dapat dibagi dengan 400 haruslah tahun kabisat dan bahwa tahun-tahun lainnya haruslah tahun biasa. Con-tohnya, seperti tahun 1600 adalah tahun kabisat, tetapi 1700 dan 1800 adalah tahun umum.
         Penanggalan Gregorian inilah yang kemudian dikenal dengan Penanggalan Masehi, tahun pertama kelahiran Yesus dijadikan patokan sebagai tahun 1 Masehi, selanjutnya dengan menggunakan bahasa Latin disebut anno domini atau AD, se-dangkan tahun sebelum kelahiran Yesus disebut before Christ atau BC (sebelum Masehi). Secara perlahan, sistem penanggalan ini mulai dipergunakan di berbagai belahan dunia barat. Prancis mengadopsi kalender tersebut di tahun 1582, Inggris di tahun 1752, Yunani mengadopsinya pada tahun 1923, dan Uni Soviet (sekarang Rusia) baru menggunakannya di tahun 1918. Dan akhirnya secara internasional seluruh masyarakat di muka bumi ini menggunakan Penanggalan atau Kalender Masehi untuk menghitung dan menandai waktu. (AA) - Di Sadur dari Majalah Sola Gracia

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn