Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1108
Kemarin1221
Minggu Ini2329
Bulan Ini16404
Total Pengunjung805415

IP Kamu 54.198.142.121 Tuesday, 18 September 2018

Guests : 7 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

AYAT SETAN DALAM ALKITAB (3)

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

            

Seharusnya Kebenaran sejati identik dengan kepribadian Allah Sang Khalik pemilik Kebenaran itu sendiri. Siapapun orangnya, dari belahan bumi manapun jika mentaati dan  melakukannya maka akan didapati menjadi orang-orang berbahagia, sejahtera dan hidup dalam habitat sorgawi. Berbanding terbalik dengan kebenaran semu hasil rekayasa si ular tua itu akan selalu mendatangkan malapetaka, musibah dan kutukan karena pelaku-pelaku kebenaran di dalamnya sudah dirasuki kejahatan yang memanifestasikan karakter setan yang menghancurkan tatanan Illahi sehingga tercipta neraka di bumi ini. Namun sesungguhnya kebenaran itu masih bernuansa Allah tapi sudah menjadi “payah”[1] terdegradasi[2] oleh berbagai kepentingan duniawi yang disponsori secara penuh oleh si lusifer[3] itu.

Read more: AYAT SETAN DALAM ALKITAB (3)

AYAT SETAN DALAM ALKITAB (2)

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Pendahuluan

 

 Setan sangat tahu kehendak Allah karena sudah milyaran tahun hidup bersama Sang Pencipta dalam keabadian.[1] Kebersamaan yang sudah lama tersebut membuat iblis tahu pasti apa yang dikerjakan oleh Allah. Bukan sekedar  mengetahui tetapi iblis benar-benar paham tentang kepribadian, karakter dan cara kerja Allah yang menjadi majikannya. Allah selalu memiliki pola yang tidak pernah berubah sesuai dengan kesempurnaanNya. Di dalam pola tersebut ada rencana, dialog, tindakan yang nyata. Dalam kesempurnaan tindakanNya Ia memiliki beberapa opsi yang tidak pernah mengikat manusia. Ia tidak pernah menjadikan robot atau boneka melainkan makluk yang memilikifree will  yakni kehendak bebas. Dengan kata lain Allah tidak pernah memaksa manusia, sekalipun ada perintah dan larangan serta hukumannya, manusia bisa saja menolak karena Allah telah menanamkan kebebasan tersebut dalam jiwa umat ciptaanNya apalagi makluk yang termulia yakni manusia. Segala yang dilakukanNya tidak pernah asal-asalan atau ngawur dan ceroboh. Ia sangat teliti dalam bertindak, memiliki urutan yang jelas dan sangat akurat. 

Read more: AYAT SETAN DALAM ALKITAB (2)

 

AYAT SETAN DALAM ALKITAB

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

kemurnian Alkitab tidak akan pernah pudar hanya gara-gara perkataan setan bertebaran dalam deretan pasal dan ayat di dalamnya. Walau perkataan setan  itu begitu jelas dan tidak dapat disangkal namun ucapan tersebut  tidak boleh disebut ayat setan. Setan memang diberi kesempatan untuk berbicara atas namanya sendiri yang bukan untuk keselamatan manusia melainkan untuk kehancurannya. Allah ingin membuktikan bahwa kinerja setan yang tercatat sejak semula sangat bertolak belakang dengan kehendak Allah. Alkitab ingin menunjukkan jika ada kebenaran yang asli pasti ada kebenaran yang palsu. Allah yang Maha paradok itu ingin mempertontonkan akan kasih dan kelembutanNya sementara dimana iblis tampil dalam ayat-ayat Alkitab tidak ada satupun yang menyiratkan sedikitpun tentang kebaikan dan kasih untuk umat manusia. Kebenaran yang berasal dari Allah merupakan standar moral yang sempurna sesuai dengan gambar Allah namun sebaliknya setan selalu memanifestasikan kehancuran moral  dan karakter akan umat mansusia. Yesus sendiri berkata :

Read more: AYAT SETAN DALAM ALKITAB

MENJADI PEMENANG ARUS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Gebyar Pilkada dengan segala hiruk pikuknya telah usai walau belum resmi dari KPU. Walau banyak orang meradang karena ketidakadilan, fitnah, intimidasi hingga mayat tidak dimandikan pengikut paslon saingan, semuanya telah pupus ditelan waktu dengan kemenangan calon gubernur baru. Memang mau dikata apa Indonesia dengan carut marut multi dimensi ini, masih juga mempertontonkan hal-hal yang menjijikkan dan pongah atas keberhasilan semu. Ini Pilkada yang seolah-olah berhak menghalalkan segala cara, dengan mengangkat Issu sara dan agama padahal dua-duanya dari GEN yang bukan asli Indonesia, satu Arab satu China. Cuma yang membedakan adalah agama dan ras yang dianggap halal dan haram! Yang satu seolah-olah distempel kafir dan yang lain adalah original dari Allah. Mosok sih? Bukankah keduanya makluk ciptaan Tuhan? Mana ada yang buruk dan mana ada yang baik? Selesaikan saja dalam kekekalan. Banyak nurani yang tumpul, sebenarnya mereka sadar bahwa apa yang dilakukan salah, namun berusaha sendiri membunuh nuraninya! Ingat kita adalah bangsa yang bermartabat dan berbudi luhur,!

Read more: Menjadi Pemenang Arus

TUHAN YANG JADI KARIKATUR

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Naluri manusia yang menganggap dirinya punya agama sekarang sudah tumpul bahkan benar-benar bejat lebih rendah dari binatang dan lebih jahat daripada setan.  Bagaimana tidak ? seharusnya agama yang merupakan pegangan hidup sudah diubah menjadi senjata mematikan. Agama diperalat untuk memuaskan hawa nafsu dan kebobrokan karakter. Kesesatan secara korporet dan berjemaah dipertontonkan bagai etalase arogansi homo homini lupus, manusia serigala bagi sesamanya. Seharusnya agama diformat dapat memanifestasikan karakter Tuhan mengalir aliran-aliran kasih bagi sesamanya sehingga tercipta simpati, edukasi dan harmoni namun telah berubah menjadi aliran lava panas yang  membakar dan meluluh lantakkan siapapun yang diterjangnya. Ngeri kali !

Realitas agama yang ada dipakai untuk merampok kekayaan oleh ahli spiritual dengan cara melipatkaligandakan uang yang disetorkan dengan maklumat spiritual dan benda-benda magis yang tidak lepas ayat – ayat suci telah membuktikan agama sebagai mata pencarian penipuan orang-orang yang silau dengan keduniawian. Celakanya mereka bukan orang bodoh dalam pendidikan tapi cupet dalam spiritual.  Yang pasti banyak orang terpikat oleh nama agama menaruh milyaran rupiah yang berakhir dengan luka yang amat sangat. Belum lagi-lagi Ruang Kudusnya hukum di Indonesia diaduk-aduk oleh pemimpin yang doyan suap dan celakanya yang menyuap adalah tokoh spiritual yang bila bicara kebenaran nomor satu tetapi kebejatan juga nomor satu bercampur sehingga bingung memilahnya. Ini belum termasuk kong kalingkong perjalanan spiritual ke tanah suci dan kisah kitab suci yang dikorupsipun menjadi sejarah kelam buat negeri ini!

Read more: Tuhan Yang Jadi Karikatur

ALLAH YANG DIBUNGKUS AGAMA  ALLAH

Wahyu 1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

 

 

Hanya orang bodoh saja yang menganggap Tuhan memiliki agama ! Dialah Pencipta alam semesta yang perkiraan sementara luasnya tidak kurang 3 milyar tahun cahaya sementara 1 detik tahun cahaya itu 300.000 km demikian kata ilmuwan antariksa bahkan masih bisa luas lagi karena ditemukannya planet-planet baru yang besarnya berjuta-juta kali besarnya bumi. Mau coba menghitung pakai tangan? Atau berpikir-pikir mau menganalisa luasnya jagad raya? Akal manusia tidak mungkin bisa mendeteksi kehebatan Allah apalagi pribadiNya yang tidak terhingga. Ia terlalu dasyat untuk dimasukkan dalam kotak kepercayaan dan dibungkusnya dalam atribut-atribut agama. Mereka yang telah berhasil membungkusnya selalu berteriak-teriak, seolah-olah bisa membela Allah dan menunjukkan kepada banyak orang bahwa merekalah yang memiliki bungkusan dan menunjukka isinya bahwa Allah adalah miliknya sendiri.

Sebenarnya agama yang benar adalah sebuah jalan hidup yang mampu menghantarkan pemeluknya untuk bisamengikatkan dirinya benar-benar tergila-gila dengan pribadi YANG MAHA KUASA dan harus berani berkata aku tidak dapat hidup tanpa AKU yang lain. Agama yang original seharusnya dapat menciptakan penganutnya menjadi radikal untuk kesucian, kasih dan pengorbanan tanpa batas bukan sebaliknya menjadi homo homini lupus alias serigala bagi sesamanya. Orang harus jernih berpikir dan santun dalam bertutur kata serta bisa menciptakan keharmonisan seolah-olah menciptakan sorga selama di bumi bukan menciptakan neraka jahanam dengan pembunuhan, pembantaian dan teror bagi sesama. Orang-orang ini sudah dirasuk agama yang pasti bukan dari Tuhan sebab menganggap dirinya biji mata Tuhan sementara makluk lainnya biji salak yang harus dibuang.

Read more: ALLAH YANG DIBUNGKUS AGAMA

PENGANUT  AGAMA YANG KEBLIGER

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Agama merupakan masalah hati sehingga orang gampang tersulut dan marah, murka dan anarkis bila harta kesayangan yang ada di hati disentuh orang lain! Kalau boleh jujur masyarakat yang sok agamawi itu,  bila diukur bobot kebenaran, kesucian dan kerendahan hati sesuai norma-norma kebenaran yang sejati maka akan sangat diragukan. Mereka disebut sebagai mene mene tekel ufarsin ketika ditimbang-timbang diakhiri sebab didapati terlalu ringan (Dan 5:25-28) di mata Allah. Orang harus sadar bahwa jika seseorang sungguh-sungguh serius dengan jalan hidupnya bagi Allah melalui agama apapun maka  baginya tidak ada waktu untuk mengurusi kelemahan orang lain. Bagi mereka yang pekerjaannya hanya melihat borok orang lain dan kemudian mencercanya maka  mereka identik dengan orang fasik, orang-orang berdosa dan kumpulan pencemooh (Maz 1:1)


Read more: PENGANUT AGAMA YANG KEBLIGER

RENCANA IBLIS TERSTRUKTUR, SISTIMATIS & MASIF 

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Matius 4:1-11

Yesus dibawa oleh Roh ke Padang Gurun ….

Dendam kesumat abadi mulai tersingkap babak demi babak laksana kisah terstruktur, sistimatis dan masif. Kata masif diambil dari bahasa Inggris “massive” artinya secara besar-besaran atau raksasa. Memang benar peperangan rohani sekarang bukan berada sejuta kilometer dari realitas hidup melainkan sangat membumi, artinya sangat kekinian atau bagi orang jawa menggunakan istilah “ada banget”  nyata sekali dalam kehidupan sehari-hari, skalanya tidak lagi kecil melainkan raksasa, blak-blakan dibuka secara nyata. Hanya orang yang bermata buta dan telinga yang tuli saja tidak merasakan peperangan rohani sedang  membanjiri bak tsunami melanda sekitarnya. 

Read more: Rencana Iblis yang Terstruktur, Sistimatis dan Masif

PUASA MENGHANCURKAN IBLIS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

  Ini bukan teori dukun atau ajaran para normal yang tidak normal tetapi menjadi suatu realitas “learning by doing not learning by thingking” memahami sesuatu kerena praktek dan bukan sekedar wacana saja! Agama itu bukan teori tetapi suatu praktek kehidupan atau jalan hidup yang harus dijalaninya bukan sekedar konsumsi otak dan segudang perdebatan yang malah bikin pusing kepala! Seperti air bisa berubah bentuknya menjadi es atau uap kalau didinginkan dan dipanaskan demikian juga suatu kebenaran menjadi realitas kalau sudah dipraktekkan dan dibakar dalam gairah spiritual!

Berangkat dari hal praktek inilah Alkitab berbicara puasa ia selalu berbicara soal perintah atau berbicara soal waktu berpuasa! Yoel 1:14 menyatakan Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN. Yesus sendiri mengatakan dengan jelasa bahwa : "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik.
         Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. (Mat 6:16). Harus diakui bahwa Yesus tidak memberikan perintah secara langsung untuk orang percaya melakukan ritual puasa! Yesus menyadari bahwa ada waktu para pemercaya dirinya akan melakukan puasa dengan kesadarannya sendiri! Untuk itulah Ia mengatakan apabila atau pada waktu yakni berbicara saat

Read more: Puasa Menghancurkan Iblis

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.