Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini613
Kemarin792
Minggu Ini5896
Bulan Ini19057
Total Pengunjung837451

IP Kamu 54.225.26.44 Sunday, 21 October 2018

Guests : 10 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

AYAT SETAN DALAM ALKITAB (3)

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

            

Seharusnya Kebenaran sejati identik dengan kepribadian Allah Sang Khalik pemilik Kebenaran itu sendiri. Siapapun orangnya, dari belahan bumi manapun jika mentaati dan  melakukannya maka akan didapati menjadi orang-orang berbahagia, sejahtera dan hidup dalam habitat sorgawi. Berbanding terbalik dengan kebenaran semu hasil rekayasa si ular tua itu akan selalu mendatangkan malapetaka, musibah dan kutukan karena pelaku-pelaku kebenaran di dalamnya sudah dirasuki kejahatan yang memanifestasikan karakter setan yang menghancurkan tatanan Illahi sehingga tercipta neraka di bumi ini. Namun sesungguhnya kebenaran itu masih bernuansa Allah tapi sudah menjadi “payah”[1] terdegradasi[2] oleh berbagai kepentingan duniawi yang disponsori secara penuh oleh si lusifer[3] itu.

            Orang tidak perlu heran, karena kebenaran itu masih bernuansa Allah, hanya saja sudah dikorupsi setengahnya bahkan terkadang sebagian saja untuk mengecoh umat yang defisit rohaninya. Walau IQ (intelligence quotient)-nya  tergolong tinggi smart dalam pola pikir tetapi SQ (spiritual quotient)-nya  sangat bottemless yakni dibawah standar sebagai akibatnya EQ (emotional quotient) yakni emosinya meledak-ledak gampang terbakar mudah menggampar orang seperti di zaman bar-bar, tidak peduli di era di gital tetapi kelakuannya hancur-hancuran seperti manusia di era pra sejarah yang tidak tahu etika dan menghormati peradaban manusia.

            Sebagai bukti bahwa kebenaran itu sudah di korupsi oleh iblis untuk kepentingannya sendiri dan kesengsaraan umat manusia maka setan telah memenggal kalimat tapi pohon pengetahuan baik dan jahat jangan kamu makan! Setan masih berkata “ semua pohon dalam Taman boleh kamu makan! Iblis meniadakan kebenaran yang paling vital “tetapi pohon tentang pengetahauan baik dan jahat” jangan kamu makan buahnya. Hal ini sengaja dipenggal sehingga manusia hanya tertarik yang indah-indah semua boleh dimakan! Jika iblis sudah intervensi dalam kebenaran sebaik apapun kalimat-kalimat kebenaran maka tidak akan pernah mendatangkan keselamatan dan damai sejahtera.

Dalam melakukan kebenaran manusia akan berangkat dari kekuatannya sendiri jika berhasil maka akan menjadi menciptakan kesombongan  dan jika gagal maka akan menjadikan seseorang itu hilang harapan. Padahal bukan kuat dan gagah manusia tetapi oleh karena Roh Allah maka seseorang bisa melakukan perintah Allah. Jika demikian manusia bukan saja terikat oleh kebenaran tetapi sebaliknya kebenaran yang memperbudaknya.   Manusia hidup untuk agama bukan agama untuk hidup. Seperti orang hidup untuk makan padahal makan untuk hidup. Jika agama untuk hidup maka orang akan penuh sukacita dan kebebasan melakukan kebenaran. Hasilnya kebenaran itu menjadi harmoni yang mendatangkan keindahan, tawa dan sukacita dilingkungan orang-orang hidup. Namun sebaliknya jika hidup untuk agama maka atas nama agama orang bisa membunuh, mencaci maki, mencincang orang dan segala manifestasinya setan dapat terjadi.

            Lihat saja ketika manusia hidup dari kekuatan Allah di Taman Eden tidak pernah ada rasa kebencian, dendam dan mengkotak-kotakkan umat ciptaan yang satu merasa diri sebagai kaum halal dan yang lainnya haram. Orang tidak sadar kekuatan manusia sangat terbatas dan tidak mungkin mampu melakukan kebenaran. Jika seseorang berusaha melakukan kebenaran Allah dengan kekuatannya sendiri itu seperti anak TK mengerjakan pelajaran doctoral sehingga tidak akan mampu sama sekali. Jika bisa maka Sang Dosen yang memimpin tangannya mengerjakan atau Guru besar itu yang melakukannya. Demikian juga jika seorang merasa mampu melakukan perintah Allah maka sudah dapat dipastikan iblislah yang memberi kekuatan atau dirinya sendiri menjelma di dalam lingkungan orang-orang yang arogan sebagai tokoh-tokoh agama. Persoalan Tuhan harus diselesaikan dengan cara Tuhan, bila kebenaran yang sejati berasal dari Allah maka Roh Allahlah yang mampu memberi kemampuan untuk melakukannya.

Sejak pertama manusia tercipta  yakni Adam dapat melakukan yang terbesar karena kemampuan “imagodei” yakni peta dan gambar Allah yang sempurna masih dimilikinya yakni percikan kekuatan Allah di dalam manusia yang disebut sebagai nafas Allah yang disebut Neshama. Sejak skandal Taman Eden Neshama yang merupakan nafas Illahi dari seluruh kemampuan Allah yang dibenamkan di dalam diri manusia telah hilang. Manusia menjadi mati secara rohani dengan kehilangan “neshama” nafas yang sesungguhnya yang merupakan standar hidup dihadapan Allah, sementara manusia tinggal memiliki Nefes yakni kekuatan hidup manusiawi yang sama dengan kehidupan binatang untuk hidup di bumi bukan di sorga. Apakah manusia sesudah jatuh dalam dosa tidak melakukan ritual agama? Malah lebih sering, namun dampaknya sangat berbeda. Agama adalah alat yang paling efektif untuk iblis intervensi di dalamnya. Lihatlah ibadah perdana anak-anak Adam berakhir dengan pembunuhan pasca korban bakaran yang dilakukan oleh Habil dan Kain. Hal ini masih berlangsung sampai sampai saat ini usai ibadah korban bakaran bagi Allah banyak tempat ibadah dibakar oleh massa.

            Jika bukan kekuatan Allah yang terdapat di dalam diri manusia maka kekuatan iblis yang merasuk dalam jiwa orang-orang beragama seperti di zaman Yesus Kristus. Tokoh-tokoh agama menjadi liar bak banteng terluka. Mulut mereka mengucapkan kebenaran namun pikirannya penuh dendam dan pembunuhan. Ketika mereka berada dalam lingkungan ibadah yang penuh kekudusan namun nafsunya najis ingin membantai orang lain. Melihat keadaan keagamaan model seperti ini, Yesus langsung saja berkata : “ Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat  kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku? Orang banyak itu menjawab: "Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?"[4]

            Mengapa Yesus menegor para Ahli Taurat dan orang Farisi yang sedang beribadah dengan seluruh perlengkapan assesoris agamawi tersebut tidak ada seorangpun yang melakukan hukum Taurat? Padahal menurut ukuran yang ada mereka sedang giat-giatnya melakukan hukum agamanya. Mereka sangat aktif bahkan lebih dari itu mereka sedang melekati diri bukan saja dengan pakaian agamanya melainkan seluruh tulang dan peredaran darahnya berisi ayat-ayat nabi Musa. Vonis dari Yesus mereka tidak ada seorangpun yang melakukan hukum Musa! Yesus Kristus yang memandang ke dalam hati seseorang tahu pasti keberadaannya. Mereka adalah kumpulan iblis yang berkedok orang-orang beragama, seperti 12 murid Yesus yang berdampingan dengan Yesus tapi Yesus mengatakan dengan jelas “: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu  yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.[5]

            Yesus tidak mengatakan bahwa salah satu diantaramu dirasuk oleh iblis atau sebagai alat iblis melainkan mengidentikkan Yudas sama dengan iblis. Jika jemaat yang hanya dua belas saja sebagai ring pertama dilingkungan Yesus Kristus saja sudah bisa diintervensi oleh iblis? Betapa mengerikan kumpulan jemaat-jemaat yang ratusan juta orang diseluruh dunia? Ingat jika menjad ukuran dua belas saja satu menjadi iblis? Berapa ratus juta iblis berhasil menggaet mereka? Tidak heran Yesus Kristus mati di salib karena ulah orang beragama yakni para tokoh-tokoh agama yang memanfaatkan politk Pontius Pilatus dan menganggap diri paling suci, paling benar dan paling istimewa! Fakta sejarah membuktikan bahwa Yesus mati ditangan para rohaniawan pada masanya. Maka di akhir zaman ini negara dan masyarakat menjadi hancur oleh para tokoh agama yang dirasuk oleh si ular tua.

            Mereka yang melakukan kebenaran oleh kekuatan sendiri maka akan di dapati tertatih-tatih dan berjuang habis-habisan untuk mencapai sorga padahal sederhana saja Sorga sudah tersedia manusia tinggal mendapatkannya. Iblis membelokkan dan menjauhkan kasih karunia Allah kepada umat manusia. Seharusnya manusia memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta namun sekarang telah menjadi jauh. Umat Allah harus berjuang mati-matian untuk bertemu dengan Sang Khalik. Maka dari sinilah muncul agama yakni usaha manusia untuk menemukan Allah sejati.

Namun jika kita mau jujur mana mungkin manusia berdosa bisa menemukan Allah yang serba suci? Disinilah iblis berperan aktif menjadikan manusia menjadi fanatik, eklusif dan merasa paling istimewa. Seperti orang Yahudi yang merasa dirinya umat pilihan Allah tunggal yang lainnya kafir atau goyim dalam bahasa Ibrani yang berarti orang di luar Israel. Demikian iblis menirukan karya Allah yang disematkan di dalam diri orang-orang beragama di bumi ini. Orang Yahudi memiliki kefanatikan secara nasional bahwa mereka umat pilihan Allah yang punya sorga sementara bangsa lain yang disebut goyim kafir itu merupakan bahan bakar api neraka sementara mereka sendiri yang memiliki sorga.

 Padahal harus dipahami tidak pernah orang melakukan Taurat dapat dibenarkan dihadapan Allah. Paulus mengatakan : “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.[6]

Orang yang melakukan Taurat adalah orang yang mengubah manusia untuk kebenaran dan bukan kebenaran untuk manusia. Orang yang menganggap bahwa kebenaran untuk manusia maka mereka akan berjuang mati-matian untuk melakukan kebenaran seolah-olah manusia diperbudak oleh hukum yang tertulis. Hukum itu akan menjadi berat, menindas dan mengingat serta mematikan. Paulus mengatakan : “Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.[7] Kebenaran tanpa Roh Kudus ujung-ujungnya membawa kesengsaraan seperti bujukan iblis kepada Hawa.

Sebenarnya ketika Adam hidup dalam kemampuan Illahi (neshama) mereka tidak mengalami kekurangan sedikitpun. Namun dalam segala kelimpahan dan kenikmatan tidak berjaga-jaga sehingga skandal Taman Eden terjadi. Dilihat dari Hikmat manusia pertama memilikinya secara luar biasa sehingga bisa memberi nama seluruh binatang. Hikmatnya mampu menandingi pembicaraan dengan Allah sebagai seorang sahabat tanpa rasa takut dan gentar. Dalam kemampuannya manusia bisa berjumpa dengan ular dan sanggup berbincang-bincang sekalipun akhirnya jatuh. Dilihat dari kemampuan fisiknya Adam dan Hawa tidak pernah mengalami sakit penyakit atau kelelahan dalam mengelola Taman Eden. Disinyalir manusia pertama selama berabad-abad tidak pernah menggunakan pakaian, sandal atau sepatu. Lusiferlah yang menyadarkan manusia memiliki tubuh sehingga mereka merasa diri telanjang.

Allah harus terlibat langsung dalam pembuatan baju Adam dan Hawa. Bila selama ini mereka menutupi dosa mereka dengan selembar daun Ara[8]

            Anggap saja bahwa usaha manusia pertama untuk menutupi rasa malu itu sebagai dosa pertama maka itu sebagai gambaran setiap agama dan kepercayaan. Setiap agama akan berusaha menutupi dosa dan kesalahannya dengan usahanya sendiri bak Adam menutupi auratnya dengan daun pohon ara. Berhasilkah? Dihadapan sesama mungkin ya karena mereka kembali tidak malu sekalipun berhadapan suami istri karena usahanya. Padahal sebelumnya mereka tidak merasa malu karena settingannya Tuhan suami istri tidak malu bila telanjang[9] namun tindakan tersebut tetap terasa malu dihadapan Allah.

            Addakah iblis terlibat langsung dalam menangani akibat dosa? Tidak sama sekali, setelah iblis berhasil menjatuhkan manusia maka mereka ditinggal sendiri dan tanpa jalan keluar. Allah dengan kasihNya menghampiri mereka dan membuat pakaian untuk Adam dan Hawa. Alkitab berkata : “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.[10] Dosa dan pelanggaran dilakukan kepada Allah dan Allahlah yang mampu menyelesaikan. Usaha manusia adalah sia-sia karena objek pemberontakan kepada Allah maka harus diselesaikan dengan cara Allah. Iblis tidak pernah memberikan petunjuk-petunjuk dalam menyelesaikan dosa dan kesalahan. Tidak pernah ada cara-cara manusia yang dipakai untuk menyelesaikan dosa dihadapan Allah kecuali Allah sendiri turun untuk menghapuskannya.

            Binatang sebagai korban yang dipakai untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa memang tidak dijelaskan binatang apa itu. Namun jika boleh berandai-andai kemungkinan besar binatang yang bisa dipakai kulitnya adalah domba atau kambing. Allah tahu pasti bahwa free will atau kehendak bebas manusia tidak diberangus oleh Allah. Sebagai konsekwensinya manusia bisa melawan Allah sendiri untuk itu Allah menggunakan opsi ke dua yakni penebusan dari dosa seperti binatang yang disembelih sebagai penutup rasa malu maka Ia menutupi dosa manusia dengan Anak Domba Allah yang dikorbankan. [11]

            Pemazmur jelas mengatakan : “ Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu![12] Kebahagiaan sejati terjadi apabila orang sadar bila dosa dan pelanggarannya dihapuskan. Dalam hidup berbangsa dan bernegara maka harus diakui secara formal yang berhak memutuskan bersalah atau tidak adalah Hakim bila menyangkut kesalahan yang berskala nasional atau suatu kesalahan yang sudah masuk dalam ranah hukum. Demikian juga yang berhak memutuskan bersalah atau tidak adalah Allah sendiri, Pemazmur mengatakan : “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.[13]

            Bila digambarkan dosa adalah  hutang maka orang harus membayar hutang itu kepada Allah. Namun adakah orang mampu membayar hutangnya kepada Allah? Tidak mungkin, dosa bukanlah sekedar rentetan perbuatan jahat seperti mencuri, berzinah, berdusta melainkan sebuah pemberontakan yang merupakan akarnya. Jadi jika dosa hanya sekedar perbuatan-perbuatan buruk maka manusia cukup menutupinya dengan perbuatan baik dengan demikian Kristus tidak perlu turun ke bumi. Namun tidak demikian halnya dosa adalah pemberontakan dari dasar hati manusia sehingga tidak mungkin ditutupi dengan tindakan-tindakan eksternal manusia dengan segala perbuatan baiknya. Dosa harus dibersihkan dengan menghapus hutang terlebih dahulu. Paulus mengatakan : “dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.[14] Sekalipun Allahlah yang tersakiti oleh tindakan manusia berdosa maka harus dipahami bahwa Allah yang menyelesaikan sendiri dengan caranya turun ke bumi di dalam diri Yesus Kristus dan menyelesaikan semua kesalahan dan pelanggaran manusia.

            Iblis memang ahli membuat ayat yang mendatangkan dosa tanpa penyelesaian yang jelas. Lebih dari itu iblis tidak pernah memberikan solusi yang baik, manusia dibiarkan terjerembab ke dalam dosa demi dosa hingga mencapai kebinasaan. Namun bersyukur kepada Allah dengan kasihNya mengirimkan Yesus Kristus untuk menyelesaikannya. Harus dipahami bahwa dosa tidak bisa diselesaikan dengan cara manusia atau ditebus dengan segala perbuatan baik sebab manusia itu sendiri sudah tercemar dalam dosa.[15] Iblis akan menganggap dosa tidak harus diselesaikan tetapi dilanjutkan sampai dalam kebinasaan. Kepuasan iblis dalam menjatuhkan Hawa merupakan titik awal bukan titik akhir. Ia akan selalu menggoda dan menjatuhkan manusia sehingga harus diakui menjelang ke datangan Yesus Kristus yang kedua maka iblis akan lebih gencar memprovokasi manusia untuk melawan Allah.

            Iblis tidak akan pernah membawa seseorang untuk percaya Kristus karena disitu ada pengampunan dosa dimana iblis akan terkalahkan. Penolakan akan kasih karunia pengampunan dosa adalah karya iblis yang merupakan Product KnowLedge  yakni kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk, Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminology produk, atribut atau fitur produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk. Produk utama iblis yang pertama akan memberitakan kepada manusia bahwa pengorbanan Kristus di atas salib merupakan kisah kosong yang tidak pernah terjadi sehingga manusia tidak mungkin mendapat pengampunan dari salib Kristus. Pokok ajaran Kristen berpusat kepada Salib Kristus sebagai bukti kasih Allah kepada manusia sehingga setiap dosa dan kesalahan manusia dihapuskan. Penolakan hal yang paling fundamental inilah yang memungkinkan tertutupnya keselamatan bagi dunia ini.

            Iblis akan membuat semua yang bernuansa dosa dianggapnya remeh temeh dan tidak berdampak untuk kekekalan nanti sehingga orang semakin keranjingan berdosa. Dosa merupakan santapan yang sangat digemari padahal orang tidak sadar ia sedang mengkonsumsi sianida sedikit demi sedikit dan sangat mematikan. Solusi yang diberikan adalah menutupinya dengan perbuatan yang baik bahkan lebih dari itu dosa dengan menutupi dosa. Kegagalan orang Yahudi menerima Kristus karena merasa mampu melakukan hukum Tuhan sehingga mereka memvonis dirinya umat pilihan Allah. Padahal orang harus sadar kita tidak memiliki kemampuan sedikitpun untuk mencapai sorga karena beban dosa yang besar. Dosa itu harus diselesaikan bukan dengan ritual agama atau amal dan kebajikan melainkan dengan perjumpaan pribadi dengan Allah dan memohon akan pengampunan dosa. Iblis tetap menawarkan kepada manusia bahwa dosa mereka adalah takdir yang harus diterimanya karena terdiri darah dan daging. Iblis membisikkan ke telinga manusia bahwa tidak ada kasih karunia sehingga manusia harus bertindak sendiri dalam menyelesaikan dosanya.

            Lebih dari itu bahwa iblis saat ini bereaksi lebih agresif dengan masuk dalam lingkaran kasih karunia. Orang yang menerima kasih karunia diyakinkan sepenuhnya bahwa anugerah itu sebuh kepastian sampai mati dan Allah tidak pernah menyesali panggilannya. Sekali saja diampuni maka selamanya diampuni, manusia tidak perlu tertuduh dan terdakwa. Darah Kristus di atas salib terlalu sanggup menghapus dosa sehingga berbuat dosa apapun tidak akan berdampak akan sorga. Bagi kelompok ini terlalu menekankan anugerah yang berlebihan atau lebih tepatnya kebablasan sehingga harus dipahami kerusakan semakin besar di dalam diri manusia. Dosa besar dimulai dari dosa kecil-kecilan berawal dari pola pikir, dirasakan dan mengembang dalam tindakan-tindakan amoral yang merupakan cita-cita iblis merusak eksistensi manusia. Iblis tidak pernah bisa menghargai anugerah kasih dan pengampunan dari Kristus karena ia tidak akan pernah bisa menerimanya.

            Manusia memperoleh hak istimewa sekalipun telah berdosa maka ia masih memperoleh kesempatan mendapat pengampunan dosa. Yohanes mengatakan : “ Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.[16] Berbeda dengan iblis yang tidak akan pernah memperoleh pengampunan dari Allah. Iblis akan berusaha maksimal supaya manusia terus melakukan dosa dan bersamanya masuk dalam hukuman yang kekal. Untuk itulah Ia selalu menutupi anugerah yang paling vital ini adalah Pengampunan dosa, sebab untuk hal ini tidak bisa dilakukan oleh siapapun kecuali oleh Yesus Kristus sendiri. Yesus berkata : “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"* --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"[17] Dari kisah orang lumpuh ini Yesus sendiri telah memproklamirkan dirinya sebagai pribadi yang mampu mengampuni dosa. Mengapa hanya Yesus yang mampu? Karena Yesus Kristus adalah pribadi yang tidak berdosa sehingga Ia mampu menghapus dosa. Bila seorang berdosa maka ia tidak layak menghapus dosa. Setiap orang yang dilahirkan dari benih laki-laki dalam daging tidak layak karena sudah dilahirkan dalam dosa. [18]

            Dalam tahapan ini iblis meragukan bukan saja karya Kristus sebagai penebusa manusia dari dosa melainkan Ia meragukan pribadi Kristus sendiri. Ketika percobaan pertama usai berpuasa, iblis berkata : "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."[19] Iblis selalu memulai dengan perkataan kebenaran, jika Engkau Anak Allah? Bukankah iblis sudah tahu bahwa yang dihadapinya adalah Anak Allah? Inilah karya iblis yang selalu meragukan pribadi Kristus Yesus. Iblis sudah tahu pribadi Kristus ini sudah ribuan tahun baik dalam kekekalan maupun saat kehadiranNya di dunia ini. Terbukti ketika setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?  " Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.[20] dengan kata lain, iblis mengetahui bahwa Yesuslah sebagai Anak Allah  tetapi meragukan jika engkau anak Allah?

            Yesus Kristus sendiri mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan Allah yang layak disembah dan bukan layak dicobai. Dalam pencobaan yang terakhir dimana Yesus Kristus dibawa ke Bait Allah maka dipertontonkan seluruh harta dunia ini akan diberikan kepada Yesus bila Yesus sujud menyembah! Orang harus sadar Iblis berhadapa dengan Yesus demikian juga Yesus berhadapan dengan iblis “face to face” tidak ada orang lain dan makluk apapun juga. Apa yang Yesus ucapkan kepada Iblis? "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"[21] dengan kata lain Yesus memproklamirkan jati dirinya pertama penampilanNya kepada penguasa di udara bahwa Aku adalah Tuhan Allahmu dan hanya kepada Dia saja engkau berbakti. Namun demikian iblis tetap menanti kapanpun untuk mencobai Kristus dan para pengikutnya. Tidak heran kehadiran Yesus Kristus di bumi sangat diragukan bagi banyak orang karena dibalik keraguan tersebut iblis mampu menunjukkan jati dirinya. Yohanes mengklaim siapapun yang tidak dapat menghargai dan mempercayai Kristus sendiri sebagai Tuhan maka disebut Antikristus. Yohanes mencatat kebenaran : “ Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.[22]

Iblis mengemas kebenaran dan membutakan mata manusia sejak semula. Kebenaran yang adalah racun dikemas dalam bungkusan bertuliskan madu yang menyehatkan sehingga tidak heran manusia tertipu. Pengajaran kebenaran tersebut seolah-olah sangat lurus tapi ujungnya menuju maut.[23] Kebenaran ini berkedok agama yang membutakan mata manusia oleh ilah zaman ini[24] ajaran yang sekedar dihafalkan yang berasal dari manusia dan bukan berasal dari Allah.[25] Inti perkataan ayat-ayat setan ini berbicara tentang perkataan iblis yang menyamar sebagai malaikat terang[26] dengan mewahyukan kebenaran yang bertolak belakang dengan apa yang Allah ajarkan. Ajaran tersebut seolah-olah benar tetapi membawa malapetaka yang besar buat manusia. Perkataan iblis tentang "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"[27] merupakan fakta yang bertentangan dengan apa yang Allah ucapkan! Namun demikian masih berada dalam koridor Taman dan buah serta perintahnya.

sepanjang sejarah peradaban manusia  iblis akan selalu berbicara dalam kerangka kebenaran yang menghasilkan malapetaka. Injil yang berasal daria kata eunggelion memiliki arti kabar gembira. Mengapa gembira? Karena di dalamnya manusia mendapat pengampunan, pemulihan dan kemuliaan sorga. Iblis sangat iri bila manusia menjadi VVIP-nya sorga yang dulu menjadi miliknya. Sampai kapanpun iblis akan menghalangi manusia untuk menerima Injil Kristus karena hasilnya akan menyeret manusia ke neraka kekal bersama dirinya. Iblis sangat tahu kelemahan manusia, disaat kelaparan melanda maka kebutuhan makanan adalah hal yang terutama. Demikian juga pada waktu Yesus berpuasa maka iblis datang dan menawarkan roti, dengan kalimat .. jadikan batu ini menjadi roti.[28] Dalam menggoda dan mendatangkan pencobaan Iblis sangat aktual dan kontekstual dalam strateginya jitu, dan hampri tidak pernah meleset kecuali berhadapan dengan Yesus kristus.  

Siapakah orang yang tidak butuh roti pada waktu kelaparan? Tidak seorangpun namun Yesus Kristus tahu trick-trick jahat iblis. Yesus bukan tidak mampu menjadikan batu itu menjadi roti, gunung dimana Yesus berpuasa bisa saja disulap menjadi roti terlezat di dunia. Namun dalam keadaan seperti itu Yesus bisa memberikan pengajaran yang berlaku sepanjang abad, Yesus berkata : “"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." [29] Tawaran yang menggiurkan sering dilakukan oleh iblis untuk para korbannya tapi tidak pernah satu kalipun dapat menjerat Tuhan Yesus sendiri.

Iblis secara tidak langsung mengacaukan rencana Allah, yang seharusnya sesuai dengan jadwal yang ada namun iblis memiliki cara untuk membelokkan rencana Allah bahkan mengacaukannya dan membisikkan di telinga orang-orang yang tidak dewasa. Abraham yang hidup dengan penuh ketaatan dan iman kepada Allah juga luluh lantak imannya ketika menantikan akan keturunan. Siapa rumah tangga yang benar tidak merindukan keturunan? Tidak ada! Abraham yang sudah dijanjikan menjadi bangsa yang besar sekalipun, bingung ketika tidak memiliki keturunan. Saat Hagar berusaha membantu Allah dengan penggenapan janjinya akan keturunan dengan menawarkan Hagar maka serta merta tidak tanya dua kali maka Abraham menghampiri Hagar gundiknya dari Mesir[30] itu untuk menyambung keturunannya. Namun rencana Allah pertama tidaklah demikian, Sarah tetap akan melahirkan keturunan baik Abraham memiliki selir Hagar maupun tidak. Janjinya tidak akan pernah gagal, Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."[31]

 

Kesamaan seperti Allah

 

Allah sendiri tidak memberi informasi lebih panjang tentang arti kematian yang dimaksudkan. Namun sebenarnya kematian jauh lebih membahayakan dibanding keinginan Hawa untuk menjadi sama dengan Allah[32] seperti bisikan dari si ular tua. Iblis meniadakan perintah Allah dan menganggap Allah sebagai pembohong karena mengatakan sekali-kali kamu tidak akan mati. Ucapan ini ditulis supaya orang tahu bahwa iblis selalu membelokkan dan meniadakan perkataan Allah dari yang “kamu pasti mati” menjadi “sekali-kali kamu tidak akan mati”.  Mengapa iblis berani sekali berkata bahwa kamu tidak akan mati? Karena iblis sudah mengalami sendiri saat ia memberontak Allah di Sorga. Keinginan Lusifer yang ingin menyamai Allah tidak berujung kematian melainkan tetap hidup, walaupun berakibat terbuang dari atmosfer sorga. Inilah selintas persamaan skandal Taman Eden dan Kejatuhan Lusifer ,

 

"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.[33]

 

           

            Karakter pertama yang muncul diluar dari kepribadian Allah adalah “ingin sama seperti Allah” yakni kecongkakan atau kesombongan. Inilah karakter yang hampir merusak suasana hadirat Allah. Sorga goncang karena karakter yang muncul dari Malaikat kepercayaan Allah ini! Karekter inilah yang gampang membuat murka Allah tersulut.  Lusifer tahu apa yang dibenci oleh Allah yakni kesombongan. Iblis ingi selalu membuat Allah murka dengan kecongkaan. Yesaya berkata : Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan.[34] Setiap generasi tidak akan pernah luput dari godaan iblis yang satu ini. Kecongkaan yang membuat hati Allah bukan sekedar jengkel atau marah melainan mendatangkan murka Allah. Dalam hal kemarahan inilah Allah mengajak orang percaya untuk sama-sama merendahkannya, Ayub berkata : Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia, dan hancurkanlah  orang-orang fasik di tempatnya![35]

Pola menanamkan “kesamaan dengan allah” yakni kesombongan, merupakan metode  yang iblis gunakan sepanjang  zaman. Ketika menara babel dibuat maka semboyan mereka bahwa mereka ingin mencapai langit. Mereka berkata :  "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.[36] Kesombongan membuat murka Tuhan turun untuk mengobrak-abrik seluruh hasil karya manusia. Orang yang hatinya berkenan kepada Allahpun tidak pernah luput dari godaan iblis ini.

Musa yang hatinya paling lembut di muka bumi[37] goyang juga menghadapi ke degilan hati bangsa Israel. Ketika berada di Meriba Musa tidak berhati-hati dalam mendengar suara Allah tetapi mendengar suara bisikan iblis. Setiap perkataan Allah yang disampaikan kepada Musa biasanya diulang oleh Musa dan disampaikan kepada jemaat Tuhan. Musa benar-benar mengandalkan Tuhan namun kali ini Ia mengandalkan dirinya sendiri. Melakukan perintah Tuhan dengan kejengkelan yang merupakan manifestasi kesombongan bahwa dirinya orang yang dipakai oleh Allah

 

 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.[38]

 

Perintahnya begitu jelas bahwa : Katakanlah kepada bukit batu supaya mengeluarkan air.[39] Namun Musa yang sudah terbiasa dengan mujizat menjadi sombong bahwa dirinya mampu melakukannya. Tindakan ini seolah-olah sederhana, padahal dua-duanya hampir punya kemiripan, dimana Musa memukul batu itu sementara Allah hanya berkata katakanlah kepada batu. Namun Musa sudah meniadakan perkataan Allah dengan harus mengucapkan “katakanlah kepada bukit batu” itu. Karena dosa yang seolah-olah sederhana ini Musa dianggap tidak menghargai kekudusan Tuhan dan sebagai akibatnya ia tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian.

Allah tidak ingin siapapun juga yang menjadi orang pilihan memiliki benih “ingin menyamai Allah” yakni kesombongan. Sekelas Daud orang disebut sebagai seorang yang berkenan kepada Allah[40] tidak luput dari godaan iblis tentang kesombongan ini.

Memang apa yang iblis katakan seolah-olah sangat tepat bahwa Adam tidak mati ia masih hidup 930 tahun.[41] Realitas yang ada bahwa Adam dan Hawa sesudah makan pohon pengetahuan baik dan jahat masih hidup sembilan abad lebih. Namun Iblis memberikan informasi yang fatal! Kenikmatan sesaat yang iblis tawarkan berakibat penderitaan ratusan tahun kemudian. Satu detik gigitan pohon pengetahuan baik dan jahat menghasilkan penderitaan ratusan tahun, sungguh menyengsarakan umat manusia.  Iblis selalu menawarkan yang tampak indah di depan tetapi menyengsarakan. Ia membungkus racun mematikan dalam kemasan madu yang menarik minat umat manusia pada umumnya.

            Kematian Adam pertama sama dengan kematian Lucifer yakni terbuang dari hadapan Allah di Sorga sementara Adam dan Hawa terbuang dari keindahan Taman Eden. Kematian Adam lebih tepatnya kematian rohani, neshama yang Allah berikan tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga manusia kehilangan hubungan yang benar dengan Allah Sang Pencipta (bersambung)



[1]  payah/pa·yah/ a 1 lelah; penat: kalau sudah -- , boleh beristirahat sebentar; 2 sukar; susah: masalah ini -- juga dipecahkan; 3 dalam kesulitan (kesukaran, bahaya, dan sebagainya): kemajuan perkumpulan itu sekarang agak --; 4 sangat atau berat (tentang sakit): anaknya sakit --; 5 usah: keputusan itu diterima baik dengan tidak -- diperiksa lagi;

[2]  terdegradasi/deg·ra·da·si/ /dégradasi/ n kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan sebagainya (tentang mutu, moral, pangkat, dan sebagainya)

[3]  Lucifer adalah nama yang seringkali diberikan kepada Iblis dalam keyakinan Kristen karena penafsiran tertentu atas sebuah ayat dalam Kitab Yesaya. Secara lebih khusus, diyakini bahwa inilah nama Iblis sebelum ia diusir dari surga. Dalam bahasa Latin, kata "Lucifer" yang berarti "Pembawa Cahaya" (dari lux, lucis, "cahaya", dan "ferre", "membawa"), adalah sebuah nama untuk "Bintang Fajar" (planet Venus ketika muncul pada dini hari). Versi Vulgata Alkitab dalam bahasa Lain menggunakan kata ini dua kali untuk merujuk kepada Bintang Fajar: sekali dalam 2 Petrus 1:19 untuk menerjemahkan kata bahasa Yunani "Φωσφόρος" (Fosforos), yang mempunyai arti harafiah yang persis sama dengan "Pembawa Cahaya" yang dimiliki "Lucifer" dalam bahasa Latin; dan sekali dalam Yesaya 14:12 untuk menerjemahkan "הילל" (Hêlēl), yang juga berarti "Bintang Fajar". (https://id.wikipedia.org/wiki/Lucifer)

[4]  Yohanes 7:18-20

[5]  Yohanes 6:17

[6]  Galatia 2:16

[7]  2 Korintus 3;6

[8] Kejadian 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

[9]  Kejadian 2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

[10]  Kejadian 3:21

[11]  Yohanes 1:29 ada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

[12]  Mazmur 32:1-2

[13]   Mazmur 51:

[14]  Kolose 2;14

[15]   Roma 3:23, Roma 6:23

[16]  1 Yohanes 1:9

[17]  Matius 9:6

[18] Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

[19] Matius 4:3

[20] Matius 8:28-30

[21] Matius 4:10

[22] 1 Yohanes 2;22; 4:3, dan 2 Yoh 1:7

[23]  Amsal 14:25

[24]  2 korintus 4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah  zaman ini , sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus,   yang adalah gambaran Allah.

[25]  Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku , dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

[26]  2 Korintus 11;14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

[27]  Kejadian 3:1

[28]  Lukas 4:3

[29]  Matius 4:4

[30]  Kejadian 16: 1 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar  namanya.

[31] Kejadian 17:6

[32]  Kejadian 3:4-5 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

[33]  Yesaya 14:12-15

[34] Yesaya 2:12

[35] Ayub 40:12

[36]  Kejadian 11: 4

[37]  Bilangan 12:3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

[38]  Bilangan 20:9-11

[39]  Bilangan 20:7-8 TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu  supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."

[40] Kisah Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan,  Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku  dan yang melakukan segala kehendak-Ku

[41]  Kejadian 5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.