Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini979
Kemarin1110
Minggu Ini2089
Bulan Ini22429
Total Pengunjung1134317

IP Kamu 34.239.158.107 Tuesday, 20 August 2019

Guests : 40 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Praktek Supranatural Dalam Gereja Tuhan

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Pada umumnya istilah kekristenan agama supranatural masih asing di telinga Jemaat Gereja Tuhan. Bahkan konsep supranatural akan dianggap sebagai bidat atau sesat bila tidak dipahami dengan benar. Informasi minor tentang dunia supranatural yang mistik, dengan segala sesuatu yang berbau klenik divonis sebagai pelanggaran hukum ke dua. Bahkan agama lain menganggapnya sebagai syirik yakni menduakan Tuhan sebagai Sang Pencipta dan bersekutu dengan penyembahan berhala.Harus dipahami bahwa  kaum awam[1] sebagai Jemaat Gereja Tuhan yang identik  manusia yang sama dengan yang lain, Mereka adalah orang-orang yang memiliki hakekat keabadian sehingga selalu mencari perkara-perkara supranatural yang di luar  dirinya. Dalam tulisannya Mariasusai Dhavamony menjelaskan, kepercayaan pada “Yang Adi Kodrati”, dengan siapa manusia berhubungan dalam pengalaman religiusnya, merupakan gambaran khas semua agama dan dianggap sebagai yang umum dan merata (ada dalam setiap agama). Kendati demikian, kepercayaan kepada Tuhan ada dalam banyak manifestasi yang berbeda dalam hampir semua agama. Di mana satu Tuhan dipercayai dan disembah sebagai Yang Mahatinggi, secara implisit atau eksplisit hal itu mengesampingkan Yang Maha Tinggi lainnya, kita menyebutnya monoteisme. Kepercayaan pada pluralitas dewa disebut politeisme. Henoteisme adalah kepercayaan pada dewa-dewa individual yang dipuja secara bergantian sebagai Dewa Mahatinggi, Dewa yang pada satu saat disembah diperlukan sebagai Tuhan Yang Tertinggi[2]. Senada pernyataan di atas Agustinus katakan : “Engkau dan tidak ada yang lain, yang Maha segalanya, Melampui hidup, Engkau yang bertahta di tempat tinggi dan tidak pernah berubah dan baik hari ini atau dalam lintasan waktu karena Engkau yang menggerakannya[3]. Lebih khusus Agustinus mengingatkan bahwa mesin navigasi yang Allah taruh di dalam diri manusia “gambar dan rupa Allah” akan selalu berusaha menemukan Sang Khalik. Hal ini terformat oleh agama yang mencari sesuatu di luar dirinya. Allah Tritunggal adalah pribadi yang adikodrati dimana umat Kristen hadir beribadah untuk mengadakan penyembahan bagiNya melalui liturgi, pujian dan seluruh kegiatan gerejawi.  Perlu pemahaman yang serius bahwa Kekristenan mempercayai Allah yang transcenden[4] namun juga yang imanen[5]

 

ini bukan berarti semua benda ada berisi Allah di dalamnya seperti konsep Animis dan dinamis. Allah yang tidak kelihatan itu sudah hadir dalam pribadi Kristus Yesus. Kekristenan agama supranatural mengajak kembali untuk jemaat menemukan essensi kerohaniannya yakni “keintiman” dengan Sang Khalik yang termanisfestasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain bahwa orang-orang Kristen merupakan representasi kehadiran Allah sendiri.

Pengenalan akan Tuhan Sang Pencipta yang hadir dalam Kristus Yesus bukanlah “pencarian buta” di jagad supranatural melainkan pencarian yang jelas dengan identitas yang pasti. Ia telah memberikan “kompas” atau GPS[6] yang memiliki ketepatan yang akurat karena Roh Kudus yakni Allah sendiri “berdiam” di dalam diri orang percaya untuk menemukan jati diri Sang Illahi. Pengenalan akan Tuhan bukanlah aktifitas otak semata melainkan pergaulan, keintiman dan kemelekatan dengan Tuhan. Kata mengenal dalam bahasa Ibrani berasal dari kata Yada  memiliki akar kata yang sama,  memiliki kesamaan ide atau pola pikir. Yada mengenal secara intim  atau untuk menjadi terhubung[7]. Kejadian 4:1 bahwa Kemudian manusia itu bersetubuh (Yada) dengan Hawa,  isterinya ,  dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain;  maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.

Kekristenan adalah “yada” yakni sebuah keintiman dengan Tuhan jika tidak demikian maka semua kegiatan dan liturgi apapun yang gereja lakukan adalah kesia-siaan. Gereja tidak boleh hanya sebagai tempat solusi kehidupan baik berkat, kesembuhan dan kemakmuran sebagai pokok pengajaran. Jika gereja hanya berfokus kepada berkat-berkat jasmani tidak ada ubahnya dengan penglaris gunung kawi. Jika hanya menekankan kesembuhan maka tidak ubahnya dengan pengobatan alternatif. JIka gereja hanya menekankan soal-soal etika maka tidak ubahnya dengan sekolah etika jika demikian orang farisi dan ahli Taurat jauh lebih hebat namun demikian mereka ditolak oleh Yesus Kristus. Gereja harus mengajak jemaat untuk jatuh cinta lebih mendalam akan kehadiran Tuhan seperti gambaran dalam kitab kidung agung. Kidung agung bukanlah eulogi –pujian mengenai cinta kedagingan. Dengan mengacu ke symposium karangan Plato, ia mengkisahkan kepada  kita bahwa bahkan diantara orang-orang Yunani yang bijak dan terpelajar ada beberapa yang tidak memahami arti cinta yang sebenarnya, dan kemudian ia lantas terjerumus ke dosa syahwat. “Oleh karena itu kitapun … dengan sungguh-sungguh meminta kepada mereka yang mendengar hal-hal ini agar mereka mematiragakan indra syahwat mereka. Mereka tidak boleh mengartikan segala sesuatu yang dikatakan dengan mengacaukan ke fungsi-fungsi ragawi. Sebaliknya mereka hendaknya memanfaatkannya untuk memahami indra-indra ilahi pada manusia batin ini[8].

Perkawinan itu durasinya sampai dalam kekekalan bersama Pesta mempelai Pria dalam KerajaanNya. Itulah puncak kenikmataan kekristenan bersanding dengan mempelai Pria dalam kerajaanNya bukan di bumi. Orang yang menolak ada perkawinan di sorga perlu mengkaji ulang theologianya. Yesus menolang perkawinan di Sorga karena konsep Yahudi dalam pola pikir sorga yang mesum (Matius 22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di Sorga). Jawaban Yesus sangat telak untuk orang Yahudi dengan sorga yang mengumbar syahwat. Perkataan untuk orang Yahudi tidak bisa dipakai secara general untuk seluruh bangsa. Namun intinya sama bahwa sorga bukan tempat pemuas kedagingan.  Allah berkenan memperlihatkan kepasa Yohanes pesta perkawinan Anak Domba Allah bersama mempelai wanita yakni jemaatNya. Konsep perkawinan jangan dipolakan selalu dalam ranah hubungan ranjang saja melainkan bisa bersanding, kebersamaan dan kesatuan kemelekatan sehingga seperti malaikat di sorga selalu bisa bersama Allah dalam kerajaanNya. Paulus mengingatkan : "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia. Perkawinan manusia dengan manusia menjadi satu daging sementara perkawinan orang pilihan bersama Tuhan menjadi satu roh dan ini berlangsung sampai dalam kekekalan. 

Kekristenan adalah lambang perkawainan harus melalui beberapa tahapan, bermula dari kawan sekerja (1 Kor 3:9)  dari tunangan sampai perkawinan. Paulus mengingatkan jemaatnya di Korintus : “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus (2 Kor 11:2). Kata mempertunangkan diambil dari bahasa Yunani Harmozo yang memiliki arti untuk bergabung, untuk cocok bersama, dipakai juga untuk pengikat balok dan papan untuk dibuat papan atau rumah atau kapal, 2. Untuk menjodohkan anak perempuandari siapapun 3. Untuk bertunangan untuk hidup dalam pernikahan dengan siapapun[9].  Inti dari kekristenan sebenarnya sebuah gairah kepada Sang khalik yang berangkat dari dasar hati yang paling murni.

Hasil dari hubungan inilah yang menghasilkan status mempelai Tuhan. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba  telah tiba, dan pengantin-Nya  telah siap sedia (Wahyu 19:7). Simon J. Kistemaker menafsirkan ayat ini sebagai berikut : Dua frasa ini sesungguhnya merujuk kepada kuasa Kemaharajaan, dan kemuliaan Allah.  Suara keras dari himpunan yang tak terhitung itu menyatakan sukacita dan syukur karena mereka boleh menjadi mempelai Kristus[10].  Setiap orang percaya hatinya harus tetap membara seperti seperti  Sulamit[11] sebagai kekasih Salomo[12] yang menggambarkan cinta Tuhan yang digambarkan oleh Salomo lambang Yesus Kristus sebagai King of Kings dan Sulamit lambang jemaatNya. Perpaduan cinta yang tidak ada taranya tersebut diungkapkan dalam kitab kidung agung yang dianggap kitab paling suci diantara buku-buku dalam Alkitab[13] yang menggambarkan cinta yang menggairahkan.

 Ia mengungkapkan rasa mendalam cinta yang dimiliki suaminya, “Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju, “Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku    gairahnya  tertuju. (Kid 7:10). Geoffrey R. Kirkland dalam Komentarnya dalam ayat tersebut adalah dalam ayat ini mereka saling menyatakan kepemilikanny seperti dalam Kidung 2:16 dan 6:3 merupakan kepemilikian bersama mereka menyatakan bahwa sangat mengasihi yang berkonotasi :

1. Commitmen (komitmen)

2. Exclusivity (Eksklusivitas)

3. Seflessness (Tidak mementingkan diri sendiri)

4. Permanence (Keabadian)

5. Unity/togetherness (kesatuan / kebersamaan)

6.  Delight (Kesenangan)

7. Passion (mengacu pada kesenangan / gairah / kesenangan seksual)[14]

"Dia memberikan dirinya kepadanya dengan eagerly, (penuh semangat) willingly (sukarela) and with gladness" (sukacita ). Kepunyaan kekasihku memiliki arti bahwa keinginanNya untuk saya. Sulamit merasa berada dalam zona nyaman dalam cinta yang tidak terbatas dari suaminya sehingga tidak lagi sekedar merasa memiliki melainkan sudah menyatu dengan sang kekasih. Selanjutnya dikatakan dalam komentarnya bahwa ada gema kembali ke EDEN dalam semua ini --- kemurnian, eksklusivitas, pernikahan, kesenangan, kebersamaan, persatuan. ALLAH memerintahkan suami-istri untuk memberikan diri kepada yang lain dan menjadi satu daging. Hasrat sang suami adalah milikku  sementara kejadian 3:16 mengatakan : “ ….. namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.  Namun dalam kidung agung sang suami tidak akan mengendalikan  melainkan dengan doronga yang kuat  mencari kebersamaan, menikmati hubungan dengan suami, kepemilikan tubuh. Sebuah hubungan yang tidak terdistorsi dengan dosa[15]. Berbeda dengan dosa yang ingin menguasai dan mengendalikan seperti Kain yang dikuasi oleh dosa (Kejadian 4:7). Setiap orang percaya yang hidup dalam supranaturalnya Tuhan akan berusaha memiliki gairah cinta yang membara untuk Tuhannya. Hal ini dapat dimanifestasikan dengan menghadirkan Tuhan dalam aksi yang komunikatif yang kreatif terhadap sesama makluk hidup.

Paulus mengingatkan akan status seorang istri  : “ Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu (Rom 7:2). Van Den end menjelaskan istri Yunani he hupandros gune  perempuan ,(wanita) yang bersuami, hurufiah yang dibawah kuasa laki-laki (pria).. hanya selagi hidup, bila suami mati maka hukum  dari suami kata kerjanya katargein,  yang berarti menghapus dan membuat tidak berlaku. Namun disini dipakai arti kata lain yang kurang biasa membebaskan dari. Sebaliknya dalam ayat 3 dipakai kata lain eleuthera  “bebas dari[16].  Dengan kata lain bahwa umat pilihan sebagai mempelai Kristus tidak akan menjadi janda (terbebas dari hukum suami) sebab Yesus Kristus sebagai mempelai tidak akan pernah mati Ia hidup kekal selamanya (Wahyu 1:17-18)[17]

Jemaat Tuhan yang memiliki identitas sebagai Israel rohani perlu menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan adalah suami yang terus menerus mengasihinya. Yesaya mengatakan : “ Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu  ialah Yang Mahakudus,  Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi (Yesaya 54:5).

Kehidupan yang bernuansa hubungan dengan pribadi yang supranatural dalam setiap langkah kehidupan merupakan inti dari dari kehidupan yang sebenarnya. Keterikan hidup yang sementara ini berada dalam koridor kekekalan dari Sang Khalik sebagai suami, sehingga setiap tindakan harus mencerminkan status dari perkawinan tersebut. Di atas segala tindakan hal yang paling utama adalah kekudusan. Dalam sastra Yahudi kata kados ini muncul sembilan belas kali dalam Parashat BeHukotai, bacaan terakhir dari kitab Imamat, di mana ada total 152 kemunculan dari akar ini. Taurat tidak mendefinisikan konsep kedushah, apa yang kita sebut dalam bahasa Inggris "kekudusan" atau "kesucian." Namun demikian, penggunaan akar ini telah berkembang luas, sehingga hari ini kita berbicara tentang membuat kiddush di atas anggur, atau membaca kaddish dan kedushah di layanan sinagoge, atau menikahi seorang wanita melalui kiddushin (upacara cincin), dan kita berperilaku seolah-olah kita memahami konsep menjadi kadosh (suci) yang hadir dalam setiap tindakan ini. Kita cenderung lupa bahwa suci adalah konsep ilahi (transendental), dan oleh karena itu, seperti konsep Allah berada di atas pemahaman manusia. Hal yang sama dapat dikatakan tentang antonim dan sinonim dari konsep ini; kita tidak mengerti persis apa arti hullin ("hal-hal sekuler atau duniawi") atau siapa pun yang merupakan orang "sekuler" (hiloni bahasa Ibrani modern). Demikian juga tidak jelas adalah konsep-konsep tahor (ritual murni, "bersih") dan jinak (tidak murni, tidak bersih), kebalikannya[18].  

Dalam Portal Israel tentang kekudusan diterangkan bahwa kudus yang dalam bahasa Ibraninya Kados memiliki arti “dipisahkan atau dipisahkan dari” mengandung hal positif dan negatif, orang bisa kados untuk Tuhan dan kados untuk setan[19]. Dalam arti bahwa seseorang yang kados untuk Tuhan berarti dia telah dikhususkan untuk Tuhan demikian juga sebaliknya untuk setan. Dalam dunia pedukunan dan kuasa kegelapan prinsip kados ini dipakai bahwa orang yang mau memperoleh intervensi dari kuasa kegelapan maka mereka harus melakukan hal-hal yang najis. Ritual-ritual yang menyenangkan setan orang harus melakukan hal-hal yang menajiskan dirinya[20]. Setiap intervensi dari kuasa kegelapan harus ada orang yang dikadoskan untuk setan sehingga tumbal gunung kawi harus membayar nyawa seseorang[21].

Kekristenan memiliki kekudusan yang sesuai dengan karakter Kristus yakni menyatakan karakter Kristus bukan saja suci dalam hawa nafsu tetapi juga menjauhi segala kejahatan. Sinonim kekudusan adalah agung, misterius, mengagumkan, kuat, benar dan dipilih oleh Allah.  Oleh karena itu, satu atau sesuatu yang suci memiliki unsur terpisah, terpisah dari semua hal-hal duniawi lainnya yang jatuh ke dunia hullin, duniawi atau keduniawian. Hampir kesimpulan yang sama yang merujuk pada apa yang dianggap memiliki kedushah: Tuhan, orang nazir, nabi, hari sabat, hari-hari raya, tahun Yobel, dan juga surga, Yerusalem, Kuil, dan tentu saja Taurat semuanya ditinggikan serta dipisahkan dari keberadaan duniawi. Dari antara daftar ini Allah, nabi dan kata-katanya, dan surga adalah konsep yang di luar pemahaman manusia[22].

Namun sekarang banyak gereja kehilangan  naluri spiritualnya dan mulai bergeser hal-hal yang natural saja. Akibat dari kebenaran yang sudah terdistorsi inilah jemaat mengejar hal-hal lahiriah saja. Pergeseran itulah yang mengakibatkan adanya “Pelacuran Dalam Gereja” yang tidak ada ubahnya dengan ritual gunung kemukus yang indikasinya dapat dilihat dari profesi wanita asusila. Hanya seorang pelacur yang “menyerahkan dirinya” kepada orang lain tanpa rasa cinta! Keintiman yang terjadi karena upah uang dan kenikmatan dunia baik berkat, jabatan, kepopuleran di matanya! Demikian juga bila anak-anak Tuhan bersekutu dengan Tuhan tidak berangkat dari rasa cinta yang mendalam dari hati nurani yang murni maka tidak ubahnya melacurkan diri.

Pribadi supranatural yang bukan penguasa alam ini melainkan penguasa di bumi dan di sorga Yesus Kristus berkata : “  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Tafsiran Alkitab masa kini mencatat bahwa, Perbedaan antara Yesus dan dengan gembala-gembala palsu nyata secara mencolok disini. Ia membawa hidup, mereka membawa maut, kelimpahan hidup adalah cirikhas dari gambaran Yohanes mengenai Kristus[23]. Inilah perbedaan mendasar antara kuasa pedukunan dan kuasa Allah. Keduanya bersumber dari dunia supranatural. Namun sumber yang pertama adalah pencuri yang merupakan lambang iblis sebagai penguasa kegelapan yang hanya mengakibatkan kebinasaan pada akhirnya sementara Kristus membawa kelimpahan yang diambil dari bahasa Yunani perissos dalam arti melampaui); superabundan (dalam jumlah) atau superior (dalam kualitas); dengan implikasi, berlebihan; adverbially (dengan 1537) dengan kekerasan; keunggulan netral (sebagai kata benda)[24]. Kehidupan yang berasal dari Yesus Kristus adalah kehidupan yang berkualitas sampai dalam keabadian. Berbeda dengan mereka yang terlibat dengan dunia supranatural yang salah akan berakhir dalam perseteruan dengan Allah sampai kebinasaan.

Lihat keturunan Kain adalah orang-orang yang kejam. Dalam kejadian 4:18 dikatakan bahwa bagi henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan lamekh. Nama-nama dalam bahasa Ibrani memiliki arti, Mehuyael memusnahkan Allah dan metusael berarti semua bertanya tentang Allah akan mati[25]. Sebagai perbandingan dalam kejadian 5:1-13 orang-orang ini hidup. Dikatakan enos hidup, Kenan hidup, Mahaleel hidup. Yared hidup, henok hidup. Mereka bukankah masih hidup? Mengapa selalu dikatakan hidup? Hidup  yang dimaksudkan adalah terhubung dengan Dia[26].

Gereja yang melupakan essensi spiritual kekristenan akan lebih condong kepada pengajaran-pengajaran pedukunan secara tidak langsung. Beberapa istilah yang mistik yang masuk dalam ranah gereja adalah kepenuhan roh, penglihatan, nubuatan, membedakan roh, mengusir setan, kerasukan dan masih banyak lagi. Karena terlalu sering istilah-istilah itu digunakan dalam kotbah-kotbah dan kehidupan sehari-hari maka secara tidak sadar orang percaya sudah terlibat dalam kegiatan di alam roh. Padahal hal ini adalah merupakan standar kehidupan yang benar seperti apa yang Paulus katakan “sampai kita semua telah mencapai kesatuan  iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah,  kedewasaan penuh,  dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (efesus 4:13).

Klausa “tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kritus diterjemahkan dari klausa Yunani, metron tou pleromatos tou kristou dalam versi ASX diterjemahkan “measure of the stature of the fullness of Christ” istilah pleroma dalam bahasa Ingris brarti “fullness, completeness, full measure”[27]. Proses pertumbuhan dituntut juga bukan hanya mencapai ukuran kesempurnaan rohani manusia melainkan juga tingkat kesempurnaan seperti Kristus.

Yohanes mengatakan : “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia (Yohanes 1:16). Paulus kembali mengingatkan jemaat di Efesus. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu; dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.(Efesus 1:23;3:19).

Kepenuhan inilah yang mampun mengubah seseorang menjadi lebih baik, Maka Roh  TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah  menjadi manusia lain(1 sam 10:6). Kata kepenuhan diambil dari dalam bahasa Ibrani “naba”  yang memiliki arti bernubuat atau dibawah pengaruh roh Ilahi[28].  Gereja tidak boleh memandang rendah perkara-perakara yang supranatural karena untuk itulah gereja diadakan untuk menjalin pribadi yang supranatural dan sekaligus mengalahkan iblis, setan, jin sebagai penghuni supranatural.

Yesus dalam pelayananNya seringkali mengusir roh-roh jahat. Pekerjaan iblis yang sering kali merasuk di dalam diri seseorang bukan saja kerasukan secara fisik dan melakukan tingkah laku yang aneh (Matius 9:32-33; 12:22; 17:18; Markus 5:1-20; 7:26-30; Lukas 4:33-36; Lukas 22:3; Kisah 16:16-18) melainkan termanifestasi dengan berbagai macam cara yang menganggu manusia secara fisik dan secara emosi yakni jiwa yang tidak stabil dan juga secara rohani.

a.     Secara Jasmani Iblis mengganggu dengan berbagai macam penyakit

1.     Menderita sakit, perempuan yang memiliki penyakit bongkok karena dirasuk roh jahat selama delapan belas tahun. (Lukas 13:11  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak).

2.     Lumpuh karena dosa yang butuh pengampunan (Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusiaberkuasa mengampunidosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah,katanya: "Yang beginibelum pernah kita lihat." (Markus 2:9-12). Dosa tidak mengampuni adalah jenis ikatan yang mendatangkan keuntungan dari iblis (2 Korintus 2:10-11 mengatakan : Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, mengampuni supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya

3.     Kekuatan extra yang melebihi kemampuan manusia biasa seperti pria kerasukan di Gadara (Mat 8:28-34)

b.     Secara emosi yang menyangkut jiwa dan karakter seseorang

1.     Karakter serakah. Yudas yang telah menjual Yesus (Yohanes 13:27 dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.")

2.     Karakter kebencian dan keinginan membunuh Raja Saulus diganggu roh jahat (1 Samuel 16:14-15; 18:10-11; 19:9-10) dan menjadi sangat tertekan dan mahu membunuh Daud.

3.     Roh Tenung,  Kisah 16:16-18, Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu,  kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung  dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.  Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi.  Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan." Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.

c.     Secara rohani menyangkut ajaran-ajaran palsu

1.     Pikiran yang menerima ajaran di luar Yesus  (2 Korintus 11:3-4, 13-14  Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar  saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil  yang laindari pada yang telah kamu terima.  Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu,  pekerja-pekerja curang,  yang menyamar sebagai rasul-rasul  Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun  menyamar sebagai malaikat Terang. Pekerjaan roh inilah yang menghalangi orang percaya Yesus sebagai Mesias bahkan lebih dari hal tersebut roh inilah yang akan menganiaya orang-orang percaya. Yohanes menuliskannya, an setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus  dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia (1 Yoh 4: 3)

2.     Murtad dan Penyesat.  Tetapi Roh  dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian,  ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat  dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap  mereka.  Mereka itu melarang orang kawin,  melarang orang makan makanan yang diciptakan  Allah supaya dengan pengucapan syukur  dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.  Karena semua yang diciptakan Allah itu baik  dan suatupun tidak ada yang haram,  jika diterima dengan ucapan syukur,  sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah  dan oleh doa. Yohanes menuliskan Saudara-saudaraku  yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia (1 Yoh 4:1)

3. (bersambung)

 



[1]Sowfare logos, Snyder, H.A. The Problem of Wine Skins: Church Structure in A Technological Age (Downers Grove: Inter Vasity, 1975) 102.  Untuk menghindari timbulnya dikotomi dan mengembangkan suatu teologia kaum awam yang benar, istilah "awam" harus dijabarkan dengan landasan penggunaan istilah yang sesuai dengan maksud Alkitab, istilah "awam" diambil dari kata sifat dalam bahasa Latin laicus yang sama artinya dengan kata sifat dalam bahasa Yunani laikos yang berarti "milik atau kepunyaan bangsa itu." Bentuk kata bendanya adalah Laos, yang menyatakan suatu konsep yang signifikan dalam Alkitab. Dalam Septuaginta, kata laos muncul 2000 kali dan dalam Perjanjian Baru 140 kali. Dalam beberapa perikop utama Perjanjian Lama (Kel 19:4-7Ul 4; 7:6-12), kata laos umumnya mengacu pada bangsa Israel. Hal ini "memberi kesan khusus pada suatu bangsa karena asal usulnya dan ketetapan Allah dalam anugerah pemilihanNya. Bangsa Israel memahaminya sebagai 'laos theou' atau umat Allah.

[2]Mariasusai Dhavamony, Fenomenologi Agama, terj. Kelompok Studi Agama “Driyarkara” (Yogyakarta: Penerbit Kanisus, 1995), 121.

[3]Evelyn underhill., The Mistik Way the psychological studi in Christian origin (New York, J.M. Dent & Sons, LTD, 1913), 5

[4]  Trancend + ent, aau meminjam dari tranccendens latin.transenden (komparatif leibh transenden, superlative yang paling transenden)  1. Melampui batas 2. Keunggulan tinggi 3. Bebas dari batasan dunia material https://en.wiktionary.org/wiki/transcendent)

[5]Istilah imanensi berasal dari Bahasa Latin immanere yang berarti "tinggal di dalam". Imanen adalah lawan kata dari transenden. ... Dalam istilah Filsafat Ketuhanan, Tuhan yang imanen berarti Tuhan berada di dalam struktur alam semesta serta turut serta mengambil bagian dalam proses-proses kehidupan manusia.     ( https://id.wikipedia.org/wiki/Imanen)

[6]GPS merupakan singkatan dari Global Positioning System, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Sistem Pemosisi Global. Sistem ini untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. (http://suryamalang.tribunnews.com/2017/04/24/10-singkatan-ini-sering-diucapkan-tapi-tak-banyak-orang-yang-tahu-kepanjangannya?page=all)

 

[7]Loris De Marco., Sweeter Than honey, (Jakarta, Imanuel Publising House, cet 1, 200), 5. Diterangkan kejadian 3:5 tetapi Allah mengetahui (yada) bahwa waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah tahu (yada) tentang yang baik dan yang jahat. Mata jasmani tidak berhubungan dengan hal ini. Mata berhubungan dengan pemahaman

[8] William Johnston, theologia mistik ilmu cinta, hal 18

[9]software sabda http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=718

[10]Simon J. Kistemakter, Tafsiran kitab wahyu, hal  558

[11] "Gadis Sulam/ Sulamit" (Ibrani: שׁוּלַמִּית - SYULAMIT/ SHULAMIT) adalah mempelai perempuan, tokoh utama dalam Kitab Kidung Agung ini. Beberapa penafsir beranggapan bahwa "SYULAMIT" adalah variasi dari kata שׁוּנַמִּית - SYUNAMIT yang artinya "gadis Sunem". (http://www.sarapanpagi.org/sulam-gadis-sulam-sulamit-vt6700.html)

[12] Salomo (Ibrani, שְׁלֹמֹה - SHELOMOH, artinya, damai-Nya atau kesempurnaan-Nya) adalah Raja ke-3 Israel (± 971-931 sM). Ia adalah raja Israel pertama berdasarkan garis keturunan. Ia adalah putera raja Daud dari Batsyeba : (http://www.sarapanpagi.org/salomo-vt738.html)

[13] William Jonhson, Theologi mistik, hal 17, Sewaktu menjawab seorang pemimpin Yahudi yang menyangkal kitab kidung bahwa kidung agung adalah bagian dari kitab suci, ia menjawan : ‘sepanjang zaman tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan hari ketika kidung agung dianugerahkan kepada Israel. Mengapa? Karena yang ditulis semuanya memang suci, tetapi yang paling suci dari antara yang suci adalah kidung agung

[14]Geoffrey R. Kirkland., Song of Salomon, love married and gospel, (Israel, Christ Fellowship Bible Church, 2016), 220

[15]Ibidhal 221

[16]Van Den End, Dr. Th., Tafsiran Alkitab Kitab Roma (Jakarta, PT. BPK Gunung Mulia, cet 1, 1995), 298

[17] Wahyu 1:17-18 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya  sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku,  lalu berkata: "Jangan takut!  Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati,  namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. 

 

 

[18]https://www.biu.ac.il/JH/Parasha/eng/bechuko/lan.html

[19] http://messianic-revolution.com/n19-5-surprise-kadosh-not-really-mean-holy/

[20] Gunung Kemukus sudah lama kondang dengan kemistisan yang melingkupinya. Banyak orang datang untuk berziarah dan menjalankan ritual demi mencari kekayaan. Yang tak lazim, para pelaku ritual itu menjalankan hubungan suami istri meski bukan dengan pasangan sahnya. Dikutip dari (https://www.suaramerdeka.com/kultur/baca/93050/ritual-gunung-kemukus-bercinta-demi-hidup-kaya0

[21] Tumbal harus diberikan melalui ritual tertentu. Seorang yang ditunjuk menjadi tumbal biasanya akan mati secara mendadak tanpa diduga-duga. Selain itu, setiap kali memberi tumbal, kekayaan pemilik pesugihan diyakini biasanya akan melonjak secara drastis. Namun tetap saja, kekayaan yang didapat karena bersekutu dengan makhluk gaib ini tidak akan pernah langgeng. Sumber :

(https://www.suaramerdeka.com/kultur/baca/88292/ternyata-begini-cara-kerja-pesugihan-gunung-kawi)

[22] https://www.biu.ac.il/JH/Parasha/eng/bechuko/lan.html

[23]Tafsiran masa kini3 Matius wahyu, hal 302

[24] software sabda http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=4053

[25] Loris De Marco., Sweeter Than honey,  hal 6

[26] ibid hal 7

[27]Jimmy Oentoro, live full lives, hal 247

[28]software sabda  http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=05012

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.