Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini68
Kemarin756
Minggu Ini2931
Bulan Ini18287
Total Pengunjung1005226

IP Kamu 3.90.56.90 Friday, 26 April 2019

Guests : 31 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Mimpi dan Penglihatan

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Allah menggunakan banyak cara untuk berbicara kepada umatnya salah satunya melalui mimpi atau penglihatan. Kehendak dan rencanaNya diwakilkan oleh para nabi dan orang-orang yang dipilih untuk menyampaikan pesanNya.  Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakandiri-Ku kepadanya dalam penglihatan,Aku berbicara dengan dia dalam mimpi (bilangan 12:6).  Program bible Hub memberikan ulasan beberapa  komentator[1] Ellicott's Commentary for English Readersmengomentari ayat ini sebagai berikut : Cara Tuhan bisa dikenal melalui nabiNya dan berbicara kepadanya secara langsung. Tuhan menyatakan kehendaknya melalui orang lain.

Read more: Mimpi dan Penglihatan

MENGUBAH WAJAH TUHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Allah Sang Pencipta langit dan bumi memiliki wajah yang penuh kemuliaan dan kemurkaan. Wajah Tuhan itu merupakan cerminan karakterNya yang bertumpang tindih alias menjadi satu. Berbeda dengan manusia yang karakternya terpisah-pisah satu marah satu lembut tergantung suasana hati dan bisa saling bertentangan namun tidak untuk Allah.  Allah memiliki karakter yang menyatu yang tidak mungkin terpisah-pisah seperti manusia.  manusia harus menempatkan dirinya sebagai orang yang dapat memilih dan memilah karakternya Tuhan sehingga mendapati Dia tersenyum atau menjadikan Dia sebagai priadi yang menyala-nyala dalam kemurkaanNya. Semua tergantung dari pribadi seseorang dalam memperlakukanNya. Tentu harus disadari penulis menggunakan istilah Antropomorfisme[1] mencoba memahami keberadaan wajah Allah yang dikarenakan karakternya yang menjadi sumber kemurahan atau kemurkaanNya.  

Read more: MENGUBAH WAJAH TUHAN

INJIL YANG TERKUTUK

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Munculnya ajaran baru dengan klaim kebenaran yang up to date dan dan mampu meng upgrade kebenaran yang sudah ada justru membawa malapetaka yang besar bagi suatu umat. Bila kebenaran ini diverifikasi dan disertifikasi maka akan didapati cacat hukum dan tidak layak dikonsumsi oleh umat Allah karena mengandung sianida. Mereka yang menyantapnya akan mengalami degradasi kesehatan rohani secara perlahan-lahan, membusukkan organ-organ di dalamnya, dan cepat atau lambat akan membawa kematian dan kebinasaan kekal. Kebenaran ini diformat hampir mirip dengan Injil, jika diukur validitas[1] dan reliabilitasnya[2] tidak perlu diragukan lagi, akurat dan sangat tepat secara kasat mata manusia namun tidak dalam kaca mata Allah.

Kebenaran yang menyesatkan yang dibungkus dalam hidangan racun yang bersalutkan madu dengan segala kenikmatannya akan membawa penyakit dan wabah virus yang tidak ditemukan obatnya. Setiap orang yang menikmati Injil palsu ini, bagaikan menjilat madu di ujung silet!  Injil Palsu ini muncul di awal-awal pemberitaan Rasul Kristus khususnya jemaat galatia dan tidak berhenti bisa terus berlangsung sampai akhir zaman. Mereka datang bukan saja meragukan kerasulan Paulus dan ajarannya tetapi menyeret orang untuk mempercayai dan melakukan ajaran palsu yang dimodifikasi seolah-olah menjadi kabar kesukaan tetapi sesungguhnya kabar kedukaan. Dimana umat di ajak kembali menjadi terikat dan menjauhi kasih karunia Allah. Kebenaran palsu itu mengerikan dan menjijikkan karena identik dengan kutukan!

Read more: INJIL YANG TERKUTUK

KEKRISTENAN TANPA KRISTUS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

Sudah sejak lama agama menciptakan orang-orang fanatik, arogan dan ambisi mencaplok agama lain demi memperluas kepercayaan yang dianutnya. Agama seharusnya penuh dengan ajaran moral justru sebaliknya memformat para pengikutnya menjadi bar-bar yang menciptakan ladang pembantaian sesama ciptaan. Salib yang melambangkan Kasih Kristus telah berubah banjir darah oleh pedang perang salib, yang menewaskan sepuluh juta nyawa melayang yang hampir separo penduduk Eropa tengah. Salib yang melambangkan kasih Allah telah dinodai orang-orang biadab yang membantai sesamanya diberbagai penjuru dunia sehingga menjadi agama horor yang sangat menakutkan.

Read more: KEKRISTENAN TANPA KRISTUS

MENYINGKAP MATA KE TIGA

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

Selain panca indera (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pengecap) yang kasad mata manusia memiliki indera lain yang tersembunyi di dalam,  orang menyebutnya sebagai indra rohani yakni indra esoteric[1] indra ini sebagi lawan dari eksotorik.[2] Indra esoteric tidak biasa diajarkan banyak orang hanya orang-orang tertentu saja sementara eksorik hal-hal yang tidak menjadi rahasia umum. Kemampuan seseorang melakukan segala sesuatu melalui indra yang tidak terjangkau oleh panca indera orang menyebutnya indra ke enam yang disebut disebut sebagai ESP (Extra Sensory Perception) atau orang menyebutnya sebagai indra intuisi atau sixth sense. Jika memverifikasi panca indra seseorang akan sangat mudah namun untuk indra ke enam ini akan sangatlah sulit karena tidak dimiliki semua orang. Sebagian orang masih alergi terhadap indra ini, namun sebenarnya hal ini bukan mitos melainkan sebuah realitas yang ada diantara kita. Untuk beberapa orang didapati memperoleh karunia khusus sehingga dapat melakukan segala sesuatu di luar jangkauan panca indra. Sebagian lagi dapat melakukannya karena mempelajarinya sehingga mendapat porsi yang sama seperti orang yang memiliki karunia tersebut.

Read more: Menyingkap mata ketiga

MENGUBAH DNA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Keturunan manusia ditentukan dari DNA-nya. DNA itu sendiri berasal dari   singkatan  Deoxyribonucleic Acid yakni unit dasar hereditas yang terutama ditemukan pada kromosom dalam inti sel atau dalam organel lainnya. Secara sederhana pada umumnya di Indonesia DNA ini dikenal sebagai gen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang melekat/berada di suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Dengan gen atau cetak biru ini setiap orang bisa bereksistensi diri dalam kehidupannya. Apapun yang dilakukan dan diucapkan tergantung dari gen-nya masing-masing. Gen ini yang menentukan nasib dan cara hidup pandang seseorang dalam bertingkah laku. Orang yang menyebutnya DNA sebagai takdir dari Tuhan. Jika boleh berandai-andai Tuhan, agama dihapus dari muka bumi maka manusia dikendalikan oleh DNA-nya yang merupakan takdir atau kendali Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat!

Read more: MENGUBAH DNA

MENGGUGAT KEBENARAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Kebenaran sejati adalah ungkapan isi hati Allah yang dimodifikasi dalam Sebuah kitab suci. Tulisan-tulisan yang ada di dalamnya mengandung makna spiritual sebagai barometer kehidupan yang sempurna bagi seluruh makluk ciptaan (2 Sam 22:31). Bila seseorang merenungkan firmanNya, ia akan  menemukan eksistensi Tuhan dalam kuasa, kasih, keadilan dan kebijaksaan Allah sejati. Pengalaman demi pengalaman indah akan didapatkan seseorang ketika bersedia melakukan FirmanNya. Kebenaran itu bukan sebuah perantara atau mediator untuk berjumpa dengan Tuhan karena setiap kata dan kalimat yang ada di dalamnya  adalah pribadiNya sendiri yakni Firman Yang Hidup (Yoh 1:1). Rangkaian perkataan Allah yang dihimpun di dalamnya memiliki kuasa yang melebihi apapun karena identik dengan  kekuatan supranatural (Rom 1:16). Faktanya bahwa isi Alkitab memiliki kepribadian yang hidup bisa bertindak dan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia melainkan membawa keberhasilan (Yes 55:11). Kebenaran itu bukan hanya sekedar kalimat dan hukum yang mematikan melainkan menghidupkan (2 Kor 3:6). Standar Operasional Prosedurnya Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa kebenaran miliknya harus menjadikan manusia hidup dari Taman Eden menuju ke Eden Sorgawi  atau dari planet bumi yang fana ini menuju langit dan bumi baru (Wah 21:1). Bila ada kebenaran bertentangan dengan maksud Allah tersebut maka dapat dipastikan itu bukan berasal dari Allah sejati.

Read more: MENGGUGAT KEBENARAN

IMAN KRISTEN DALAM SILA PERTAMA PANCASILA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Sila Pertama dari Pancasila bukanlah milik satu agama melainkan seluruh agama! Jangan pernah mencoba memonopoli dan menjadi bar-bar bagi kepercayaan lain. Negeri multidimensi agama di nusantara ini memiliki Tuhannya masing-masing entah sama atau tidak itu urusan theologi dan doktrin si empunya agama. Jika kita tidak smart  dokma kepercayaan lain lebih baik bungkam dari pada bersuara tapi tong kosong nyaring bunyinya. Jangan pernah menciptakan tranding topik murahan dengan menyebut agamanya sendiri yang sinron dengan Sila Pertama. Pernyataan itu bukan saja arogan melainkan menjadikan agama lain bodong alias tidak terhisab dalam melaksanakan Sila pertama.

Dalam ranah pengetahuan kebenaran KeTuhanan yang Maha Esa sudah sangat valid dan indikatornya sudah tepat untuk keharmonisan berbangsa dan bernegara! Jika ada yang menganggap agama Kristen tidak BerkeTuhanan Yang Maha Esa”. Anggapan itu bukan saja keliru tapi fatalistik, bila kita turut  mengatakannya maka kita dapat digolongkan type manusia yang tidak memiliki kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual. Ucapan itu hanya merusak sendi-sendi Kebhinekaan dan toleransi di negeri yang penuh multidimensi agama, budaya, ras dan suku! Tuduhan tidak berkeTuhanan yang Maha Esa itu menunjukkan sikap intoleran dan cikal bakal perpecahan di negeri yang tertatih-tatih dalam eksistensi diri jika tidak melibatkan Yang Maha Esa.

Read more: IMAN KRISTEN DALAM SILA PERTAMA PANCASILA

ESSENSI KORBAN SEMBELIHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

……. SEBAB ANAK DOMBA PASKAH KITA JUGA TELAH DISEMBELIH, YAITU KRISTUS (1 KORINTUS 5:7)

 

Harus diakui bahwa penyembelihan binatang sebagai korban sudah ada sejak awal manusia diciptakan. Dimulai bagaimana Adam gagal menutupi dosanya dengan Daun Ara (kej 3:7), maka Allah menggantinya dengan kulit binatang yang berarti ada korban binatang yang disembelih (Kej 3:7). Kebenaran ini terus bergulir sampai menjadi pola hidup bagi bangsa Israel. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah harus ada korban darah dari binatang. Hadirnya Taurat memberikan aturan yang jelas, Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani  9:22).  Sejak Awal Israel berdiri maka ketetapan korban penyembelihan domba dan lembu sapi  itu berlaku sepanjang jaman (Kel 12:12-13), yang harus dirayakan turun temurun (Im 23:5-8), hingga menjadi upacara keagamaan dimana Imam masuk ke Bait Allah dengan korban bakaran sebagai penghapus dosa setahun sekali. Keluaran 30:10 mengatakan : “Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."

Read more: ESSENSI KORBAN SEMBELIHAN

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.