Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini414
Kemarin898
Minggu Ini6785
Bulan Ini16163
Total Pengunjung1272463

IP Kamu 18.210.23.15 Sunday, 15 December 2019

Guests : 23 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Layakkah Menjadi sahabat Tuhan?

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,M.Pd.K

 

 

 

Yohanes 15:14-15  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan  kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Banyak orang membutuhkan  sahabat bukan sekedar mencari  teman. Aristoles mengatakan bahwa “Berharap menjadi teman itu cepat, tetapi persahabatan adalah buah yang matangnya lama. Ini menandai bahwa orang bisa dalam hitungan jam mencari seorang teman tetapi butuh proses yang panjang untuk menjadi sahabat. Lagu sindentosca yang viral pada waktu itu mengatakan : “persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kupu-kupu, persahabatan bagai kepompong hal yang tak mudah berubah jadi indah persahabatan bagai kepompong maklumi teman hadapi perbedaan[1] . Persahabatan adalah proses yang indah. 

Read more: Layakkah Menjadi sahabat Tuhan?

 

 

 

ALAM TANPA BATAS DI LUAR TEMBOK SORGA

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

           

Ketika Sang khalik menciptakan alam semesta, Ia menciptakan dua dunia  dengan dimensi berbeda[1]. Dunia yang tidak tampak sifatnya kekal sementara yang kelihatan mata dimana manusia berpijak memiliki kadaluarsa[2]nya.  Alam tanpa batas di luar tembok sorga adalah wilayah yang penuh ratap dan kertak gigi, tangisan, jeritan yang menyayat hati. Tempat inilah yang orang sebut sebagai neraka[3] yang merupakan hukuman kekal bagi iblis dan para pengikutnya termasuk mereka yang terhisap di dalamnya.

Read more: Alam tanpa batas di luar tembok Sorga

Mimpi dan Penglihatan

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Allah menggunakan banyak cara untuk berbicara kepada umatnya salah satunya melalui mimpi atau penglihatan. Kehendak dan rencanaNya diwakilkan oleh para nabi dan orang-orang yang dipilih untuk menyampaikan pesanNya.  Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakandiri-Ku kepadanya dalam penglihatan,Aku berbicara dengan dia dalam mimpi (bilangan 12:6).  Program bible Hub memberikan ulasan beberapa  komentator[1] Ellicott's Commentary for English Readersmengomentari ayat ini sebagai berikut : Cara Tuhan bisa dikenal melalui nabiNya dan berbicara kepadanya secara langsung. Tuhan menyatakan kehendaknya melalui orang lain.Benson mengomentari ayat tersebut sebagai berikut : ….Dalam suatu penglihatan - Bagi sebagian orang, kehendak ilahi dikomunikasikan oleh kesan kuat pada imajinasi mereka ketika mereka bangun, tetapi dalam suatu ekstasi, seperti dalam kasus Abraham, Kejadian 15: 1; Yakub, Kejadian 46: 2; dan Daniel 8: 1-15. Sekarang kita tidak pernah membaca bahwa Musa begitu terpesona pada visi kenabian. Dia selalu terjaga dan cukup menguasai dirinya ketika berbicara dengan Tuhan, atau menerima komunikasi darinya. Dalam mimpi - Untuk yang lain Tuhan mengungkapkan pikirannya dengan representasi figuratif, penuh teka-teki, ditunjukkan kepada mereka dalam tidur mereka; sebagai tangga yang diwakili Yakub dalam mimpi (Kejadian 28:12).

Gill's Exposition of the Entire Biblemenjelaskan ayat tersebut sebagai berikut : “ Dan dia berkata, dengarkan sekarang kata-kataku, .... Targum[2] Yonatan berbunyi, "Aku memohon kepadamu"; dan Jarchi berkata, partikel ini selalu menandakan; tapi itu tidak begitu menyenangkan dengan bahasa Makhluk Ilahi: jika ada seorang nabi di antara kamu; bukan sebagai membuat keraguan akan hal itu, melainkan membiarkan hal itu ada, dan bahwa ada yang lain selain Musa, seperti juga mereka sendiri, Harun dan Miriam, dan tujuh puluh penatua, dan mungkin yang lain; atau setidaknya sudah ada, dan akan ada lagi, seperti yang terjadi di kemudian hari:

Read more: Mimpi dan Penglihatan

MENGUBAH WAJAH TUHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Allah Sang Pencipta langit dan bumi memiliki wajah yang penuh kemuliaan dan kemurkaan. Wajah Tuhan itu merupakan cerminan karakterNya yang bertumpang tindih alias menjadi satu. Berbeda dengan manusia yang karakternya terpisah-pisah satu marah satu lembut tergantung suasana hati dan bisa saling bertentangan namun tidak untuk Allah.  Allah memiliki karakter yang menyatu yang tidak mungkin terpisah-pisah seperti manusia.  manusia harus menempatkan dirinya sebagai orang yang dapat memilih dan memilah karakternya Tuhan sehingga mendapati Dia tersenyum atau menjadikan Dia sebagai priadi yang menyala-nyala dalam kemurkaanNya. Semua tergantung dari pribadi seseorang dalam memperlakukanNya. Tentu harus disadari penulis menggunakan istilah Antropomorfisme[1] mencoba memahami keberadaan wajah Allah yang dikarenakan karakternya yang menjadi sumber kemurahan atau kemurkaanNya.  

Read more: MENGUBAH WAJAH TUHAN

INJIL YANG TERKUTUK

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Munculnya ajaran baru dengan klaim kebenaran yang up to date dan dan mampu meng upgrade kebenaran yang sudah ada justru membawa malapetaka yang besar bagi suatu umat. Bila kebenaran ini diverifikasi dan disertifikasi maka akan didapati cacat hukum dan tidak layak dikonsumsi oleh umat Allah karena mengandung sianida. Mereka yang menyantapnya akan mengalami degradasi kesehatan rohani secara perlahan-lahan, membusukkan organ-organ di dalamnya, dan cepat atau lambat akan membawa kematian dan kebinasaan kekal. Kebenaran ini diformat hampir mirip dengan Injil, jika diukur validitas[1] dan reliabilitasnya[2] tidak perlu diragukan lagi, akurat dan sangat tepat secara kasat mata manusia namun tidak dalam kaca mata Allah.

Kebenaran yang menyesatkan yang dibungkus dalam hidangan racun yang bersalutkan madu dengan segala kenikmatannya akan membawa penyakit dan wabah virus yang tidak ditemukan obatnya. Setiap orang yang menikmati Injil palsu ini, bagaikan menjilat madu di ujung silet!  Injil Palsu ini muncul di awal-awal pemberitaan Rasul Kristus khususnya jemaat galatia dan tidak berhenti bisa terus berlangsung sampai akhir zaman. Mereka datang bukan saja meragukan kerasulan Paulus dan ajarannya tetapi menyeret orang untuk mempercayai dan melakukan ajaran palsu yang dimodifikasi seolah-olah menjadi kabar kesukaan tetapi sesungguhnya kabar kedukaan. Dimana umat di ajak kembali menjadi terikat dan menjauhi kasih karunia Allah. Kebenaran palsu itu mengerikan dan menjijikkan karena identik dengan kutukan!

Read more: INJIL YANG TERKUTUK

KEKRISTENAN TANPA KRISTUS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

Sudah sejak lama agama menciptakan orang-orang fanatik, arogan dan ambisi mencaplok agama lain demi memperluas kepercayaan yang dianutnya. Agama seharusnya penuh dengan ajaran moral justru sebaliknya memformat para pengikutnya menjadi bar-bar yang menciptakan ladang pembantaian sesama ciptaan. Salib yang melambangkan Kasih Kristus telah berubah banjir darah oleh pedang perang salib, yang menewaskan sepuluh juta nyawa melayang yang hampir separo penduduk Eropa tengah. Salib yang melambangkan kasih Allah telah dinodai orang-orang biadab yang membantai sesamanya diberbagai penjuru dunia sehingga menjadi agama horor yang sangat menakutkan.

Read more: KEKRISTENAN TANPA KRISTUS

MENYINGKAP MATA KE TIGA

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

Selain panca indera (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pengecap) yang kasad mata manusia memiliki indera lain yang tersembunyi di dalam,  orang menyebutnya sebagai indra rohani yakni indra esoteric[1] indra ini sebagi lawan dari eksotorik.[2] Indra esoteric tidak biasa diajarkan banyak orang hanya orang-orang tertentu saja sementara eksorik hal-hal yang tidak menjadi rahasia umum. Kemampuan seseorang melakukan segala sesuatu melalui indra yang tidak terjangkau oleh panca indera orang menyebutnya indra ke enam yang disebut disebut sebagai ESP (Extra Sensory Perception) atau orang menyebutnya sebagai indra intuisi atau sixth sense. Jika memverifikasi panca indra seseorang akan sangat mudah namun untuk indra ke enam ini akan sangatlah sulit karena tidak dimiliki semua orang. Sebagian orang masih alergi terhadap indra ini, namun sebenarnya hal ini bukan mitos melainkan sebuah realitas yang ada diantara kita. Untuk beberapa orang didapati memperoleh karunia khusus sehingga dapat melakukan segala sesuatu di luar jangkauan panca indra. Sebagian lagi dapat melakukannya karena mempelajarinya sehingga mendapat porsi yang sama seperti orang yang memiliki karunia tersebut.

Ada yang menyebutkan indra yang tidak kelihatan ini sebagai mata ke tiga. Dalam uraiannya bramanto menerangkan mata ketiga adalah merupakan mata spiritual yang terletak diantara 2 alis, bentuknya seperti mata fisik yang terbalik, memanjang dari atas ke bawah. Mata ketiga memiliki inti yang letaknya di kelenjar pineal. Sebutan istilah “kelenjar pineal” menciptakan aura yang gaib. Ahli filsafat, fisiologi, fisika, ilmu pengetahuan alam dan matematika Perancis yang terkenal, Rene Descartes (1596 – 1650) menyebutnya “pusat dari jiwa.” Yang lain mempercayai inilah Pusat yang membawa “kode kehidupan” dan menyampaikan berbagai pesan ke tubuh. Penelitian akademik baru-baru ini telah menemukan bahwa kelenjar pineal berisi sel-sel peka cahaya yang berfungsi seperti sel-sel retina mata, yang membuktikan kebenaran bahwa kelenjar pineal dapat “melihat.” Kemudian, dikenal juga sebagai “mata ketiga.” Penelitian modern pada produksi melatonin oleh kelenjar pineal telah membongkar sedikit misteri kelenjar pineal.[3]

Read more: Menyingkap mata ketiga

MENGUBAH DNA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Keturunan manusia ditentukan dari DNA-nya. DNA itu sendiri berasal dari   singkatan  Deoxyribonucleic Acid yakni unit dasar hereditas yang terutama ditemukan pada kromosom dalam inti sel atau dalam organel lainnya. Secara sederhana pada umumnya di Indonesia DNA ini dikenal sebagai gen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang melekat/berada di suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Dengan gen atau cetak biru ini setiap orang bisa bereksistensi diri dalam kehidupannya. Apapun yang dilakukan dan diucapkan tergantung dari gen-nya masing-masing. Gen ini yang menentukan nasib dan cara hidup pandang seseorang dalam bertingkah laku. Orang yang menyebutnya DNA sebagai takdir dari Tuhan. Jika boleh berandai-andai Tuhan, agama dihapus dari muka bumi maka manusia dikendalikan oleh DNA-nya yang merupakan takdir atau kendali Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat!

Read more: MENGUBAH DNA

MENGGUGAT KEBENARAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Kebenaran sejati adalah ungkapan isi hati Allah yang dimodifikasi dalam Sebuah kitab suci. Tulisan-tulisan yang ada di dalamnya mengandung makna spiritual sebagai barometer kehidupan yang sempurna bagi seluruh makluk ciptaan (2 Sam 22:31). Bila seseorang merenungkan firmanNya, ia akan  menemukan eksistensi Tuhan dalam kuasa, kasih, keadilan dan kebijaksaan Allah sejati. Pengalaman demi pengalaman indah akan didapatkan seseorang ketika bersedia melakukan FirmanNya. Kebenaran itu bukan sebuah perantara atau mediator untuk berjumpa dengan Tuhan karena setiap kata dan kalimat yang ada di dalamnya  adalah pribadiNya sendiri yakni Firman Yang Hidup (Yoh 1:1). Rangkaian perkataan Allah yang dihimpun di dalamnya memiliki kuasa yang melebihi apapun karena identik dengan  kekuatan supranatural (Rom 1:16). Faktanya bahwa isi Alkitab memiliki kepribadian yang hidup bisa bertindak dan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia melainkan membawa keberhasilan (Yes 55:11). Kebenaran itu bukan hanya sekedar kalimat dan hukum yang mematikan melainkan menghidupkan (2 Kor 3:6). Standar Operasional Prosedurnya Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa kebenaran miliknya harus menjadikan manusia hidup dari Taman Eden menuju ke Eden Sorgawi  atau dari planet bumi yang fana ini menuju langit dan bumi baru (Wah 21:1). Bila ada kebenaran bertentangan dengan maksud Allah tersebut maka dapat dipastikan itu bukan berasal dari Allah sejati.

Read more: MENGGUGAT KEBENARAN

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.