Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini598
Kemarin792
Minggu Ini5881
Bulan Ini19042
Total Pengunjung837436

IP Kamu 54.225.26.44 Sunday, 21 October 2018

Guests : 11 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MENGUBAH DNA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Keturunan manusia ditentukan dari DNA-nya. DNA itu sendiri berasal dari   singkatan  Deoxyribonucleic Acid yakni unit dasar hereditas yang terutama ditemukan pada kromosom dalam inti sel atau dalam organel lainnya. Secara sederhana pada umumnya di Indonesia DNA ini dikenal sebagai gen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang melekat/berada di suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Dengan gen atau cetak biru ini setiap orang bisa bereksistensi diri dalam kehidupannya. Apapun yang dilakukan dan diucapkan tergantung dari gen-nya masing-masing. Gen ini yang menentukan nasib dan cara hidup pandang seseorang dalam bertingkah laku. Orang yang menyebutnya DNA sebagai takdir dari Tuhan. Jika boleh berandai-andai Tuhan, agama dihapus dari muka bumi maka manusia dikendalikan oleh DNA-nya yang merupakan takdir atau kendali Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat!

Disain Allah untuk DNA manusia terdiri dari sel-sel yang jumlahnya sangat banyak bagaikan alam semesta berisi milyaran bintang-bintang yang terus ada, baik baru maupun yang punah. Demikian sel-sel manusia setiap hari tercipta baru, baik yang mati maupun regenaris baru. Dalam setiap satu kilogram berat badan manusia, terdapat sekitar satu trilliun sel, seorang bayi yang baru lahir memiliki sekitar tiga trilliun sel[1] sehingga seorang yang memiliki berat badan enam puluh kilo akan memiliki enam puluh trilliun sel. Sementara setiap sel tersebut memiliki tiga milyard informasi genetik.[2] Ini berarti seorang yang memiliki berat badan 60 kg maka ia memiliki  sekitar 60 triliun, dan tiap-tiap inti sel itu tersimpan sekita 3 miliar informasi genom.

Genom (Ing. genome), dalam genetika dan biologi molekular modern, adalah keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme, atau khususnya keseluruhan asam nukleat yang memuat informasi tersebut. Secara fisik, genom dapat terbagi menjadi molekul-molekul asam nukleat yang berbeda (sebagai kromosom atau plasmid), sementara secara fungsi, genom dapat terbagi menjadi gen-gen. Istilah genom diperkenalkan oleh Hans Winkler dari Universitas Hamburg, Jerman, pada tahun 1920, mungkin sebagai gabungan dari kata gen dan kromosom atau dimaksudkan untuk menyatakan kumpulan gen.

Setiap organisme memiliki genom yang mengandung informasi biologis yang diperlukan untuk membangun tubuhnya dan mempertahankan hidupnya serta diwariskan ke generasi berikutnya. Dengan sejumlah interaksi kompleks, urutan nukleotida komponen penyusun asam nukleat digunakan untuk membuat semua protein pada suatu organisme pada waktu dan tempat yang sesuai. Protein ini menjadi komponen pembentuk tubuh organisme atau memiliki kemampuan membuat komponen pembentuk tubuh tersebut atau mendorong reaksi metabolisme yang diperlukan untuk hidup. Kebanyakan genom, termasuk milik manusia dan makhluk hidup bersel lainnya, terbuat dari DNA (asam deoksiribonukleat), namun sejumlah virus memiliki genom RNA (asam ribonukleat).[3]

DNA seseorang dan lainnya tidak ada yang sama karena sudah didisain oleh Allah dengan sangat akurat. Genom yang berada di dalam diri manusia akan seragam dan tidak bisa acak-acakan, genom yang ada di kuku akan menginformasikan pertumbuhan kuku pada waktu yang tepat di tempat yang tepat. Tidak mungkin genom kuku akan menghasilkan mata  yang bertumbuh di tangan, karena genom mata akan membentuk mata sesuai dengan settingan dari DNA yang ada. Genom mata akan menjaga mata sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya dan bertumbuh besar dan kecilnya sesuai ukuran yang sudah disetting oleh genom itu sendiri. Tidak mungkin mata akan berbentuk seperti hidung atau telinga dan muncul di pundak. Allah hebat telah menyeting DNA seseorang dengan sangat akurat, Pemazmur mengatakan : Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.[4]

Sekalipun DNA yang terdapat di dalam diri seseorang seragam, namun berbeda kelahiran manusia berbeda pula gen-nya. DNA merupakan cirikhas makluk hidup dalam bereksistensi diri, sebagai manusia akan bertindak sebagai manusia tergantung dari mana ia dilahirkan. Gennya orang jawa sangat berbeda dengan gen suku batak, Papua, Kalimantan dll. Bahkan seseorang diperintahkan bertindak berbuat dan berpikir seperti DNA dimana dia dilahirkan. Bila seseorang menjadi keturunan solo asli maka bicaranya lemah lembut, tidak berteriak, jika mungkin belum makan sehari dan ditanya orang sudah makan belum maka dia akan berkata sudah? Kalaupun ia marah maka ia akan diam, bila orang bertanya kamu marah? Oh tidak? Walaupun dihati jengkel setengah mati. Penuh sandiwara yang menjurus kepalsuan. Untuk itu topi orang jawa namanya blangkonnya bulatannya dibelakang bukan di depan!

Berbeda dengan orang batak asli, jika berbicara keras, blak-blakan tanpa ditutupi-tutupi. Jika ngga suka bilang ngga suka, jika marah bilang marah. Langsung tanpa basa-basi tidak peduli perasaan orang mau sakit, yang penting sudah diungkapkan. Jika belum makan sehari, maka tidak perlu ditanya sudah makan belum? Maka ia akan jujur aku lapar, adakah makanan untukku pula ? tidak pernah ada kepalsuan “ceplas-ceplos” tidak pernah pusing dengan apa yang namanya kepalsuan. Berbeda dengan suku Ambon, hanya suku inilah yang mengubah tanda tanya menjadi tanda seru? Jika orang bertanya sudah makan? Orang Ambon akan berkata sudah makan! Dengan nada tinggi.

Berbeda suku menado yang gemar dengan pesta dan makanan enak. Dimana ada orang menado maka tidak jauh dari rica-rica. Semua bisa dibuat makanan sampai kelelawarpun bisa menjadi makanan bahkan sahabat saya bercerita di menado disambut bergelantungan tikus yang bisa dijadikan makanan. Kalau ada gajah di menado sudah pasti bisa pindah di mangkok atau piring. Namun pesta menado memang paling seru yang tidak ada di suku lain, pesta belum selesai mereka sudah siap membukusnya, ngana bungkus jo! Pantas saja Yesus tidak penah membuat mujizat 5 ketul roti dan 2 ekor di menado karena pasti ceritanya berbeda. Jika Yesus bertanya dimanakah sisanya? Maka murid-murid berkata habis Tuhan? Tadi tersisa 12 tapi sudah dibungkus!

Lain lagi dengan suku China, Yahudi dan India, semua dilahirkan dari DNA dagang. Jika India banyak dagang kain maka China banyak dagang Kuliner khususnya mie ayam. Dimana ada orang Tionghoa disitu ada orang jual mie ayam, mengapa karena DNA-nya adalah dagang mie ayam atau masakan. Karakter secara keseluruhan dikendalikan DNA-nya masing-masing. Orang jawa bisa berlaku seperti orang batak atau sebaliknya antar suku tapi itu tidak bisa berlangsung 100 persen, bila bisa terjadi maka seorang batak yang memang dilahirkan di jawa dan seumur hidup berada dalam habitat jawa sehingga perubahan DNA Bataknya berubah menjadi jawa dalam eksistensi hidupnya. Namun rata-rata orang bisa mencapai 80  persen itu bisa terjadi karena perubahan iklim sosial, pergaulan dan dimana ia dibesarkan. Namun demikian essensi aslinya “gen” nya akan tetap kelihatan tidak bisa berbohong.

DNA manusia akan tetap menjadi manusia atau DNA binatang akan tetap menjadi binatang. Manusia tidak bisa mengubah DNA binatang menjadi DNA manusia atau sebaliknya demikian. Manusia tidak bisa mengubah DNA-nya menjadi malaikat atau Tuhan. Sementara Tuhanlah yang mampu mengubahkan DNA seseorang menjadi apa saja dalam waktu yang dikendakiNya. Dalam kisah Nebukadnezar Allah mengubah DNA manusia menjadi DNA binatang dengan cara-Nya sendiri karena kesombongan Nebukadnezar sehingga Raja Nebukadnezar bertindak, berpikir dan cara makan seperti binatang. Daniel menafsirkan mimpi Raja yang akhirnya menjadi kenyataan,

        sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?" Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!" Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah  oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.[5]

Sebaliknya Allah mengubah DNA binatang menjadi DNA manusia sehingga binatang bisa melakukan perkataan dan perasaan dan bisa bertindak seperti layaknya manusia, kisah tersebut terjadi pada waktu Bileam memukul keledai-nya maka secara cepat keledai itu bisa berbicara layaknya manusia,

Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?" Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang." Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya: "Tidak.[6]

Sejak semula Allah membiarkan DNA-Illahinya dihembuskan di dalam diri manusia, alkitab berkata : “maka, TUHAN Allah membentuk manusia dari debu di tanah dan mengembuskan napas kehidupan kepada hidungnya sehingga manusia itu menjadi hidup.[7] Ada dua kata penting dalam hadirnya manusia yakni kata membentuk, dan nafas. Kata membentuk sendiri berasal dari bahasa ibrani “yâtsar”  kata ini lebih identik dengan menekan, mencetak (lebih spesifik seperti seorang penjunan), secara kiasan mempunyai pengertian untuk memutuskan (membentuk sebuah jalan keluar), terbuat dari tanah, kerangka yang terbuat dari tanah. Allah sebagai Pribadi yang mencetak, membentuk sebuah jalan keluar, menekan debu tanah agar tercipta sebuah makhluk hidup. Allah sebagai pelaku utama dalam berkarya membentuk manusia yang berasal dari tanah liat menjadi daging yang sedemikian ganteng atau cantik.

Orang harus sadar dalam pembentukan tanah liat tersebut manusia yang terdiri berbagai trilliuan sel dalam diri manusia termasuk otak, jantung, paru-paru, ginjal, usus dan lima panca indera terbuat dari tanah liat yang begitu kokoh.  Jantung yang terdapat di dalam diri manusia yang dipagari dengan tulang tidak menjadi lepas ketika seseorang meloncat-loncat. Demikian juga susunan usus yang melingkar-lingkar tidak menjadi lurus seketika ketika manusia berdiri atau tidur. Semua berada kuat dalam posisinya karena sel-sel tersebut menjaganya dengan kesempurnaan yang berasal daripada Tuhan. Karya Allah tidak bisa dicampur aduk oleh benda-benda asing yang tidak sinkron dengan jenis sel-sel yang sudah ditentukan. Bila di dalam usus manusia ketinggal tissu atau gunting paska operasi maka akan mempengaruhi eksistensi kehidupannya. Sudah dapap dipastikan bahwa orang tersebut akan mengalami kelainan pencernakan dan dampak yang lainnya jika mungkin gunting itu berpindah di organ yang lain maka akan terjadi yang lebih fatal lagi.

Orang harus sadar manusia terbuat dari unsur alam yakni tanah liat. Dari tanah liat inilah manusia akan kembali menjadi debu dan tanah liat. Ini bukan saja menunjukkan bahwa manusia akan berakhir diliang kubur yang berarti bersentuhan dengan tanah dan habis disana. Kebenaran ini mengingatkan bahwa manusia akan menjadi nyaman bila bersentuhan dengan alam. Tidak heran manusia yang tinggal di alam terbuka tumbuh-tumbuhan rindang, gunung dan sungai akan merasa lebih nyaman bahkan mereka memiliki umur lebih panjang dibanding dengan orang perkotaan yang tidak pernah bersentuhan dengan habitat alam itu sendiri. Mengapa demikian? Karena DNA manusia berkaitan erat dengan habitat alam.

Manusia terkadang memiliki kedekatan dengan binatang kesayangannya. Tidak sedikit orang membelanjakan uangnya untuk merawat dan membeli makanan untuk binatang kesayangannya. Manusia diciptakan oleh Allah memiliki daging yang sama dengan binatang, memiliki nafsu dan perasaan. Yang membedakan manusia bisa mengontrolnya dengan baik binatang tidak. Ketika daging sedang mengalamii kebutuhan biologis maka seekor kuncing akan mencari kucing lain jenis manapun juga. Tidak perlu ijin atau bertanya sana – sini melainkan memuaskan hasrat kebutuhan biologisnya kawin dengan binatang manapun. Manusia tidak demikian halnya, perkawinan berada dalam kerangka pernikahan melibatkan emosi,perasaan, perkenalan dan keluarga besar. Tidak sembarang seperti binatang, sehingga jika seseorang memiliki kehidupan sex yang liar maka tidak ada ubahnya dengan binatang. Kedekatan manusia dengan binatang karena memiliki DNA yang sama. Namun demikian manusia sebagai makhluk yang lebih tinggi derajatnya dari makhluk-makhluk hidup yang lain.

Karena dari semua makhluk hidup yang lain (binatang air, liar, melata, burung, dan ternak) semua diciptakan, dibentuk, tetapi hanya manusia saja yang ayat ini tekankan, bahwa Allah MENGHEMBUSI NAPAS HIDUP. Kata menghembusi ini dalam bahasa ibrani  menggunakan kata “nâphach”  = Tiupan, dalam bermacam-macam aplikasi (memompa, tiupan keras, menyebarkan, menghidupkan (sebuah bayangan). Apa yang dihembuskan? Yakni nafas yang dalam bahasa Ibraninya “neshama” yang memiliki arti kata Yunani ‘pneuma’. Kata-kata tersebut berarti "angin yang kuat, ledakan atau hembusan nafas." Neshamah merupakan sumber kehidupan yang penting bagi manusia. [8]Meski tidak berwujud, roh manusia yang tak terlihat mengatur kondisi mental dan emosional manusia. Jika dianalogikan neshama ini bola lampu tanpa aliran listrik, komputer tanpa perangkat lunak (motherboard, processor, memori, hardis dll), atau baju astronot tanpa orangnya.

Dengan adanya neshama tersebut manusia menjadi makluk hidup yang dalam bahasa ibraninya memiliki “NEFESH” adalah "kekuatan hidup" yang menjiwai tubuh. Binatang juga memiliki Nefesh atau "kekuatan hidup". Nefesh bisa juga disebut jiwa hewani yang berhubungan dengan Yetzer Hara - yang merupakan bagian dari kita yang berusaha mempertahankan diri dengan cara apapun .... Karena Nefesh menjiwai atau memberi "hidup" bagi tubuh. Jadi dengan kata lain nefes hanya berlaku kehidupan selama ada di bumi ini, ketika manusia mati maka nafas sudah hilang tidak memiliki daya lagi. Berbeda dengan neshama yakni nafas yang berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Dengan kata lain DNA Tuhan yang dihembuskan kepada manusia adalah neshamah yang berisi seluruh kekuatan, talenta karakter dan kuasa yang Allah miliki.

Natur illahi yang terdapat dalam diri manusia adalah neshama yang berisi DNA-Nya Allah yang mempengaruhi seluruh eksistensi diri manusia bisa menjadi seperti Allah. Informasi dari berbagai sumber sebelum manusia jatuh dalam dosa manusia memiliki 260 indera dan 360 cakra. Kemampuan ini terdapat dalam diri ciptaan yang paling mulia yakni manusia yang bersumber dari Allah langsung bukan akibat dari pemberian itu yakni nefes (energy hidup selama di bumi). Namun kemampuan ini hilang ketika manusia jatuh dalam dosa[9] Allah hanya menyisakan dengan 5 panca indera dan yang menempel di badan dan 7 cakra yang berada dalam diri manusia itu sendiri. 5 Panca indera berguna untuk komunikasi dengan alam sekitar sementara cakra untuk berkomunikasi dengan hal-hal supranatural atau accoltisme yakni yang berhubungan dengan alam gaib termasuk setan, malaikat dan Allah yang berada tersembunyi (occult) dari pandangan manusia.

Manusia sejak semula hanya memiliki pergaulan dengan Allah maka DNA manusia pertama sangat sempurna karena perjumpaan dengan Tuhan setiap hari menghasilkan perkara-perkara besar. Manusia bisa memiliki kemampuan menjaga Taman Eden[10] memberi nama seluruh binatang.[11] Kita harus tahu betapa besarnya Taman Eden tidak sama dengan Taman Monas atau taman-taman di dunia ini. Taman yang dimaksud oleh Allah berarti dunia pada waktu itu. Adam menjadi Presiden sekaligus tukang kebun untuk merawat seluruh tumbuh-tumbuhan yang beraneka jenis di seluruh dunia yang  jumlahnya tidak terhitung. Binatang yang diberi nama oleh Adam meliputi binatang laut, darat dan udara yang mencakup seluruh dunia. Betapa hebatnya kemampuan Adam ketika setiap hari bergaul dengan Allah sehingga DNA-Nya Allah sempurna dalam diri manusia. Tidak mungkin Adam hanya memiliki lima indera seperti sekarang.

Dalam skandal di Taman Eden kejatuhan manusia dalam dosa, ketika Allah memvonis mati dalam larangan makan pohon baik dan jahat[12] maka yang mati bukanlah nefes yang berarti energi hidup manusia di bumi ini melainkan yang mati adalah “neshama” yakni nafas manusia untuk hidup dalam lingkungan hadirat Allah. Natur manusia yang semula memiliki DNA Tuhan sudah berubah menjadi DNA “lucifer” alias dosa. Kita tidak tahu berapa lama si ular tua itu menggoda manusia pertama namun yang pasti pergaulan antara manusia dan iblis mengubah DNA manusia yang hebat menjadi sangat mengerikan dengan berbagai karakter pembunuhan dan hal-hal yang menjijikkan. Untuk itulah Allah tidak bisa kembali kepada manusia dalam bentuk eksistensi dirinya seperti semula. DNA-nya manusia neshamanya yakni kehidupan yang berasal dari Allah sudah hilang.

Hampir seribu tahun lebih Allah ingin bernostalgia datang ke bumi. Karena natur manusia sudah berdosa maka Allah ber“inkoqnito’ menjelma menjadi manusia, DNA Allah yang Roh itu berubah wujud menjadi manusia.   Bercakap-cakap seperti manusia Saat Abraham mengangkat wajahnya, ia melihat ada tiga orang yang berdiri di seberangnya. Ketika melihat mereka, Abraham berlari dari pintu kemahnya untuk menyambut mereka, dan bersujud di tanah. Saat Abraham mengangkat wajahnya, ia melihat ada tiga orang yang berdiri di seberangnya. Ketika melihat mereka, Abraham berlari dari pintu kemahnya untuk menyambut mereka, dan bersujud di tanah.[13]

                Inilah pertemuan pertama kali sejak manusia jatuh dalam dosa dimana Allah tidak pernah lagi tampil beranjasana ke bumi ciptaanNya. Perbedaan yang mendasar antar manusia yang berdosa dan Allah yang suci disebut dalam bahasa latinnya “coincidentia oppositorum” yang memiliki arti lebih dalam yakni penyatuan antara yang Illahi dan insani memberi jalan keluar hal-hal yang tidak beres di dunia ini. Terbukti dengan percakapan antara Allah dan Abraham ini membuahkan Sara yang sudah menopouse yang tidak mungkin bisa hamil bisa memiliki anak dengan kehamilan yang mustahil bagi manusia.

Bagaimana hal yang mustahil terjadi yakni Sarah sudah mati pucuk bisa hamil? Apakah melalui operasi dengan rahim yang baru? Tidak sama sekali! Terjadi karena perjumpaan dan percakapan dengan yang Illahi. Sel-sel kandungan yang sudah mati dan tidak mungkin hidup lagi bertemu dengan pemberi DNA yang sesungguhnya. Percakapan dengan si Empunya DNA itu menghasilkan sebuah kehidupan. Allah tidak berbicara kepada Abraham supaya abraham menghampiri istrinya baru tahun depan akan punya anak? Keberanan tersebut jelas mengatakan :  

Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah. Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki. " Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.  Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya  dan Sara telah mati haid.  Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku a  sudah tua?" Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki. Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"[14]

 

Pentingnya seseoran berjumpa dengan pemberi DNA yakni Allah sendiri akan mengubahkan kehidupan dari yang mustahil menjadi yang tidak mustahil. Respon dan pergaulan hidup yang benar akan menentukan perubahan DNA kita (bersambung)

 



[1] Kazuo Murakami, Tuhan dalam gen kita, cet 1, Mizan, 2007, hal 31

[2] Kazuo Murakami, rahasia dna kode bentuk kehidupan manusia, cet 1, Gramedia, 2015 hal xxv

[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Genom

[4]  Mazmur 119:13

[5] Daniel 4:30-33

[6] Bilangan 22:28-30

[7]  Kejadian 2:7

[8] Ayub 33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.

[9]   Kejadian 3

[10] Kejadian 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden 1  m  untuk  mengusahakan dan memelihara taman itu.

[11] kejadian 2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong   yang sepadan dengan dia.

[12] Kejadian 2:17  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat o  itu, janganlah kaumakan  buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

[13] Kejadian 18:1-2

[14] Kejadian 19:9-15

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.