Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini990
Kemarin1110
Minggu Ini2100
Bulan Ini22440
Total Pengunjung1134328

IP Kamu 34.239.158.107 Tuesday, 20 August 2019

Guests : 20 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

 

 

ALAM TANPA BATAS DI LUAR TEMBOK SORGA

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

           

Ketika Sang khalik menciptakan alam semesta, Ia menciptakan dua dunia  dengan dimensi berbeda[1]. Dunia yang tidak tampak sifatnya kekal sementara yang kelihatan mata dimana manusia berpijak memiliki kadaluarsa[2]nya.  Alam tanpa batas di luar tembok sorga adalah wilayah yang penuh ratap dan kertak gigi, tangisan, jeritan yang menyayat hati. Tempat inilah yang orang sebut sebagai neraka[3] yang merupakan hukuman kekal bagi iblis dan para pengikutnya termasuk mereka yang terhisap di dalamnya.

Kekristenan yang benar adalah mereka yang terbebas dari neraka jahanam[4]. Dengan kata lain Yesus yang mengerjakan segala sesuatu demi manusia terhindar dari tempat terkutuk tersebut. Orang perlu paham semua generasi Adam pertama membawa tabiat dosa. Seperti iblis sejak dari sananya sudah memiliki tabiat dosa demikian juga sejak manusia dilahirkan. Seperti singa yang dilahirkan dimanapun di dunia ini memiliki karakter buas maka tidak perlu diajar untuk menjadi buas demikian sejak lahir manusia memiliki benih dosa di dalam dirinya sehingga akan berakhir dengan hukuman di alam tanpa batas di luar tembok Sorga.

Kekristenan menjadikan orang tinggal di dalam tembok sorga, karena pribadi Yesus adalah pribadi yang berasal dari Sorga. Ia lahir dari benih Sorga (Roh Kudus) dan kemudian mati sebagai manusia dan kembali naik ke Sorga. Hanya orang-orang yang mempercayaiNya sebagai Tuhan dan Juru selamat akan mengikutiNya dalam  kehidupan di tembok Sorga. Kepastian sebagai warga sorga tidak cukup ke gereja setiap minggu atau setiap hari melainkan hidup dalam kebenaran setiap waktu untuk menyamakan persepsi dari setiap perkataan, pikiran dan perbuatan standarnya seperti Yesus Kristus.

Kekristenan menjauhkan diri tempat terkutuk[5]  bukan nanti usai ajal menjemput melainkan selagi hidup di bumi. Alam tanpa batas di luar tembok sorga adalah kehidupan di luar kasih karunia dimana kejahatan dominan, keangkuhan merajalela dan segala yang buruk dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di dalamnya sehingga selama hidup tidak dapat menikmati damai sejahtera yang berasal dari Tuhan sendiri.  Area alam tanpa batas di luar tembok sorga di bumi sangat luas dan memiliki jalan yang lebar dan orang menyangkanya jalan lurus namun ujungnya menuju maut. Celakanya banyak orang maniak mengkonsumsinya seperti Hawa ketika melihat pohon pengetahuan baik dan jahat yang sedap kelihatannya, lagi pula menarik hati karena memberi pengertian. Orang tidak sadar vonis Ilahi menyatakan siapapun yang bersahabat dengan dunia merupakan musuh Allah. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging  dan keinginan mata  serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Paulus dengan tegas menyatakan : mereka yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada Allah[6].

            Area alam tanpa batas di luar tembok sorga sangat mengerikan karena berujung pada kebinasaan. Informasi ini diceritakan oleh Yesus dalam perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus bahwa penghuni disana adalah orang-orang yang memiliki karakter seperti orang kaya yang ditawarkan oleh bapak Abraham tentang kesaksian Musa dan Para nabi, namun orang kaya itu mentah-mentah menolaknya dengan dua kalimat “tidak bapak Abraham”[7] malah sebaliknya justru orang kaya yang sedang di neraka mempertontonkan tabiatnya selama di bumi yang suka memerintah, ia menyuruh Lazarus mencelupkan ujung jarinya untuk memberinya minum, “suruhlah lazarus”. Bahkan Lebih tidak tahu diri lagi mengajari Abraham bahwa kalau ada orang yang mati dan hidup lagi bisa mempertobatkan keluarganya.

            Dari kisah ini Yesus ingin mengajarkan kepada banyak orang bahwa wilayah Bapa hanya bisa tersentuh dan di huni oleh orang-orang yang mau mendengarkan kitab Taurat dan para nabi. Seluruh kitab tersebut sebenarnya hanya mengkisahkan tentang kasih Allah yang hadir dalam Kristus Yesus menolaknya berarti berakibat fatal sebagai penghuni lembah-lembah kekelaman. Yesus identik sebagai kasih karena Allah adalah kasih, siapapun dan agama apapun jika tidak hidup dalam kasih mereka terhisap dalam maut[8]. Kepercayaan yang nafsunya membunuh sesamanya dipastikan merupakan manifestasinya iblis sebab orang pilihan Allah harus mempersepsikan dirinya sebagai figure kasih seperti Kristus. Alam batas di dalam tembok Sorga hanya di huni oleh orang-orang yang penuh kasih. Tidak mungkin orang yang memiliki kasih berstandar Kristus tinggal di Neraka. Gravitasi alam tanpa batas di luar tembok sorga hanya menyeret orang-orang yang hidup tanpa kasih di dalamnya.

            Orang harus sadar bahwa seluruh ajaran Kristus Yesus bertumpu dalam satu kata adalah kasih, segala kebenaran di luar kasih bukan berasal dari Allah[9]. Jika demikian kepercayaan dan seluruh ritual agamawi selevel Nikodemus guru agama orang Yahudi dianggap gagal total untuk memasuki wilayah sorga, harus dilahirkan atau diperanakkan dari atas dengan kelahiran dari air dan roh[10] yakni hidup seperti aliran air dengan merendahkan diri  hidup seperti Kristus bukan congkak dengan assesoris agamawi yang mencolok mata.

            Yesus sendiri memberikan gambaran jelas bahwa diriNya adalah pokok anggur setiap ranting harus menempel jika tidak maka akan menjadi kering dan di buang serta di bakar dalam perapian[11]. Kehidupan iman orang percaya Kristus  di umpakan seperti biji sesawi[12]. Mengapa harus biji sesawi? Karena pada waktunya akan dapat bernaung makluk hidup[13]

Yesaya 5: 4  Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya?  Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?

            Yesus memberikan pola kehidupan yang berarti Ia berkata: Akulah pokok anggur yang benar, mengapa Yesus tidak mengatakan akulah pokok duren atau pokok mangga?  Buah yang memiliki banyak manfaaat kekristenan yang tidak bermanfaat akan ditebang dalam dan di buang ke dalam api,  Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Mat 3:10).

            Kehidupan yang ego untuk diri sendiri dan pelit akan terbuang di luar tembok sorga, dan hal itu tidak terbatas, … dan  Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku,  hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api  yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya .  Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;  ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.  Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?  Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.  Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal[14].

            Banyak orang-orang yang duduk di gereja akan terhempas dari tembok sorga karena kehilangan Yesus Kristus di gereja. Inilah model anak-anak Tuhan yang masuk gereja namun tidak pernah berjumpa dengan Yesus secara pribadi. Baginya gereja adalah kewajiban yang mesti di hadiri sebagai kaum beragama. Banyak orang Kristen tersesat dan kehilangan Tuhan di gereja. Celakanya mereka menganggap diri rohani dengan keaktifan, persembahan dan pelayanan yang dilakukannya sebagai rutinitas saja. Standar cintanya akan Tuhan minim sekali dan kekudusannya tidak dapat diandalkan. Banyak orang percaya tidak sadar sedang hidup di alam tanpa batas di luar tembok sorga. Jenis kehidupan yang jauh dari kasih karunia dan pengampunan. Jenis kehidupan ini adalah mereka yang masih  diselimuti dengan kemelekatan keduniawian dengan sifat profan[15]nya. Penghuninya bukan mereka orang kafir melainkan orang-orang Kristen yang mondar-mandir dibawah salib bersama tentara-tentara yang sedang rebutan jubah Yesus yang identik rebutan jabatan dan pamer kekayaan serta ribut soal doktrin dan pengajaran.

Pengetahuan alkitab sang pendeta seolah-olah ter”up to date” dalam kerajaan Allah. Sehingga menstempel dirinya sebagai orang yang memiliki nilai “plus” melebihi pendeta-pendeta lainnya. Dirinya adalah kaum eksekutif dalam kerajaan Allah sementara pendeta dengan pengajaran mujizat dan karunia Roh Kudus dianggapnya masyarakat kelas bawah. Para hamba Tuhan beradu pendapat soal doktrin dan pengajaran yang viral di media sosial. Jika orang sudah tenggelam dalam hadirat Tuhan tidak akan menyibukkan diri dengan ajaran-ajaran lainnya. Vonis sesat, sumpah serapah dan masih segudang umpatan ditujukan kepada mereka yang tidak sepaham dengan doktrin gerejanya. Mereka tidak tinggal di dalam Kristus tetapi sedang tinggal dalam percideraan dan perselisihan. Iblis mengambil keuntungan sehingga masing-masing merasa benar dan jauh dari kehidupan akan kasih terhadap sesama. Mereka lupa bahwa Yesus sendiri berkata : Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar[16]

Kekristenan adalah ranah kehidupan yang dihuni oleh makluk-makluk adikodrati yang serupa dengan Kristus. Mereka adalah orang-orang biasa yang telah berjumpa secara pribadi dengan Tuhan melalui iman yang mendalam. Bukan mereka yang hanya mondar-mandir di pelataran bait Allah alias Kristen KTP (Kristen tanpa pertobatan) atau mereka yang masih kelompok tomat (minggu tobat senin kumat). Pola kehidupannya sangat radikal dalam kekudusan darah Kristus dan membara akan cinta kepada sesama dan Tuhannya.

Baginya cinta akan Tuhan adalah harga mati, struktur, sistimatis dan massif. Dalam arti kasih itu harus disusun rapi dalam setiap tindakan dan tidak ceroboh tetapi diatur secara massif alias besar-besaran. Tidak mudah tinggal dalam tembok sorga, sekalipun diberi gratis oleh Kristus namun harganya terlalu mahal tanpa kekuatan Roh Kudus tidak seoranpun bisa bertahan di dalam. Mereka yang merasa diri mampu dan kuat akan terpental keluar ke alam tanpa batas di luar tembok sorga.  Penduduk sorga adalah mereka yang tidak memiliki kemelakatan akan keduniawian hidupnya yang memiliki protipe profan Pola hidup yang jauh dari arogansi diri[17] melainkan mereka yang hidup dari lahir baru[18] yakni pola kehidupan yang lahir seperti air yakni hidup dalam system air yakni kerendahan hati. Kekristenan adalah hanya untuk  mereka yang memandang sebelah mata akan dunia ini.  Anggotanya bukan orang yang memiliki kemelekatannya keduniawian yang kehidupannya identik dengan kehidupan yang profane jauh dari habitatnya. Nuraninya bersih dan sungguh-sungguh memiliki kerendahan hati bukan kehidupan yang dibalut dengan arogansi diri .

Calon penghuni alam tanpa batas di luar tembok sorga bukan hanya mereka yang menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat melainkan mereka yang aktif melayani bahkan mendemontrasikan kuasa Allah. Akan ada banyak pejabat-pejabat gereja dan ahli-ahli sorga alias mereka yang professional melayani berkotbah, melakukan mujizat dan menyembuhkan orang masuk dalam daftar tinggal di luar tembok sorga. Yesus sendiri berkata dengan jelas bahwa : “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!  akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,   melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat  demi nama-Mu juga?  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan![19]

Mengapa deretan hamba-hamba Tuhan besar berstandar mujizat, nubuat dan mengusir setan terpental dari tembok Sorga? Karena mereka melayani untuk dirinya sendiri, upah, kehormatan telah diperolehnya di bumi. Merasa dipakai oleh Tuhan maka menstempel dirinya sebagai seorang yang paling suci, paling benar paling dan paling dipakai Tuhan. mereka sedang melakukan kejahatan seperti Lusifer dan dosa Hawa menyamakan diri dengan Tuhan bagi jemaatNya. Mereka adalah para hamba Tuhan yang mencetak kekaguman dirinya akan jemaat sehingga kehadiran jemaat hanya mencari pendetanya saja. Jemaat sudah bertuhankan pendetanya sehingga Yesus terhempas keluar. Orang harus sadar bahwa Antikris membawa banyak mujizat. Yesus berkata : “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat,  sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.[20] Seperti antikrist melakukan mujizat untuk dirinya sendiri demikian juga para hamba Tuhan melakukan mujizat untuk dirinya sendiri dengan bentuk pundi-pundi kekayaan untuk hidup hedonism serta ketenaran dan sangat dikultuskan oleh jemaatnya. Jangan biarkan hidup kita tinggal di alam tanpa batas di luar tembok sorga melainkan hidup dalam Kristus dan mengikuti irama dalam pimpian Roh Kudus tetap rendah hati dan mengasihi Tuhan lebih dari apapun juga.

 

 

 

 

 

 

 



[1] Kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu  , yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidakkelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa;  segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia

[2] 2 Petrus 3:10 tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.  Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh  yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api,  dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 

[3] Istilah "Neraka" berasal dari bahasa Sanskerta dan bahasa Hindi (India), yaitu Naraka (नरक) yang dalam mitologi Hindu dilukiskan sebagai seorang raksasa kejam. Ia merupakan putri dari bumi, yang dilukiskan sebagai wanita cantik bernama Pertiwi. Naraka akhirnya tewas di tangan ayahnya sendiri, yaitu Wisnu yang dipuja umat Hindu sebagai dewa pemelihara dunia.

 

[4] Roma 8:1 sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang tinggal di dalam Kristus.

[5] Kata “neraka” juga terdapat dalam banyak terjemahan Alkitab. Ayat-ayat yang sama dalam terjemahan-terjemahan lain menyebutkan “kubur”, “dunia orang mati”, dan sebagainya. Alkitab-Alkitab lain hanya mentransliterasikan kata-kata bahasa asli yang kadang-kadang diterjemahkan “neraka”; Dalam bahasa Ibrani, neraka diistilahkan sebagai "She’ohl" (syeol) dan dalam bahasa Yunani “Hai’des” (hades) sebagai kuburan umum dari umat manusia yang mati; Dalam bahasa Yunani "He’en-na" (gehenna) dan digunakan sebagai lambang dari kebinasaan kekal. Dalam agama Kristen, Neraka terbagi dalam 3 tingkat, yaitu:  1. Syeol/Hades Adalah tempat atau bagian dari neraka yang paling atas atau sama dengan tempat penantian. namun di dalam tempat penantian itupun banyak jiwa yang tidak luput dari pandangan para utusan neraka. 2. Gehenna/Neraka Adalah tempat atau bagian tengah dari neraka. Siksaan di bagian ini lebih kejam daripada di hades. 3. Jurang yang tak berdasar. Adalah bagian neraka yang paling dalam. Di tempat ini terdapat lautan api dan belerang di mana para jiwa yang berdosa direndam dalam lautan itu. Di tempat itu pula Allah memenjarakan Sang Naga atau Iblis yang akan dilepaskan pada masa tujuh tahun penderitaan.

[6]  Mat 7:13; Kej 3:6; Yak 4:4; 1 Yoh 2:16; Rom 8:8

[7] Lukas 16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham,  tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

 

[8] 1 Yoh 3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, w  yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

[9] 2 Yoh 1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus 1 , r  tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak

[10] Yoh 3:3,5,7 janganlah heran kamu harus dilahirkan kembali

[11] Yohanes 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar

[12] Mat 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman  sebesar biji sesawi   saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah,  dan takkan ada yang mustahil  bagimu.

[13] Mat 13:31-32 Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.

 

[14] Matius 25:41-46

[15] profan/pro·fan/ a 1 tidak bersangkutan dengan agama atau tujuan ke agamaan; lawan sakral; 2 tidak kudus (suci) karena tercemar, kotor, dan sebagainya; tidak suci; 3 tidak termasuk yang kudus (suci); duniawi

[16] Yohanes 15:6

[17] arogansi/aro·gan·si/ n kesombongan; keangkuhan: kalau tidak mau meminta maaf, berarti dia mau menunjukkan -- kekuasaannya

[18] Yohanes 3:3,5-7 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali,  ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air 2  dan Roh, j  k  ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 

[19] Magitus 7:21-23

[20] Matius 24:24

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.