Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1110
Kemarin1221
Minggu Ini2331
Bulan Ini16406
Total Pengunjung805417

IP Kamu 54.198.142.121 Tuesday, 18 September 2018

Guests : 26 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

TONGKAT ESTAFET DARI YESUS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Kisah rasul 1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka

Kita tidak tahu berapa lama para murid menatap ke langit pada waktu kenaikan Yesus tetapi Tuhan harus memerintahkan dua malaikatNya untuk menyadarkan mereka dari konsentrasi mereka menatap ke langit. Kata menatap yang diterjemahkan ini diambil dari bahasa Yunani Atenizo yang memiliki arti meregang, menatap dengan penuh perhatian, melihat dengan baik, SET EYE : mengatur mata. Pandangan para murid ini sangat berbeda dengan pandangan kepada pribadi Yesus setiap harinya. Selama ini para murid memandang Yesus dengan terkagum-kagum sesaat dan kemudian sadar kembali, terkagum kembali dan sadar kembali. Namun pandangan kali ini sudah mengarah ke tatapan yang lama tidak sadar harus ada dua malaikat yang mengingatkannya.

Read more: Tongkat Estafet Dari Yesus Kristus

KENAIKANNYA SENJATA PAMUNGKAS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Usai sudah karya Yesus Kristus dalam menyelesaikan keselamatanNya di atas bukit golgota, tuntas dalam kematian dan kebangkitan dan sempurna dalam kenaikanNya ke Sorga. Semua karyaNya dari awal sampai akhir bukan merupakan mitos yang diragukan akan keautentikannya melainkan fakta sejarah yang dapat ditelusuri kembali secara arkheologis, geografis dan theologis. KaryaNya berdampak bukan saja dikalangan orang-orang hidup melainkan menembus alam kekekalan yakni keselamatan manusia berdosa yang mau percaya kepadaNya. Ia bukan sekedar manusia biasa layaknya nabi dan rasul pada umumnya, berbeda dan sangat berbeda dari cara berpikir, berkata-kata dan keteladan yang diberikan selama Ia berkarya di bumi. Sekalipun demikian masih ada orang ragu akan keIllahianNya, untuk itu mari kita lihat perbedaan-perbedaan tersebut.

Read more: KENAIKANNYA SENJATA PAMUNGKAS

HOAX VERSUS KEBENARAN SEJATI

ANTARA PENYALIBAN SAMPAI  KEBANGKITAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

1.       Pendahuluan

 

 Penyaliban Yesus Kristus di bukit Golgota merupakan fakta sejarah yang sudah final. Para ahli sejarah telah membuktikan kisahnya bukanlah sebuah legenda fiktif atau hikayat antahberantah. Semua peristiwa penyaliban Yesus Kristus dapat dibuktikan secara arkheologis, geografis secara akurat. Tuduhan- tuduhan palsu yang bernuansa fitnah dari berbagai aliran kepercayaan bukanlah membuat kebenaran tentang Penyaliban Kristus menjadi pudar dan hilang ditelan masa. Namun sebaliknya Firman Tuhan itu bagaikan emas tua [1] yang teruji dalam peleburan api dengan suhu yang tinggi maka kebenaran Alkitab tentang penyaliban akan tetap bertahan di sepanjang zaman. Berbagai macam hoak yang identik berita bohong sengaja diciptakan oleh iblis dan terus dikumandangkan orang-orang yang memiliki fanatisme berlebihan

Serangan-serangan terhadap penyaliban bukan saja berasal dari mereka yang memiliki pengertian sempit melainkan justru sebaliknya yakni berasal dari orang-orang yang menganggap kelompok agamanya menjunjung tinggi pribadi Yesus Kristus sebagai utusan Allah yang tidak perlu mengalami hal-hal yang mengenaskan dengan penyalibanNya. Ia adalah utusan Allah yang tidak terkalahkan, Ia terlalu agung  untuk disentuh oleh orang-orang kafir dan Allah menyelamatkan dari mereka. Sebagai akibatnya kebenaran yang disampaikan sangat bertolak belakang dengan kebenaran Injil sejati yang muncul sudah ribuan tahun sebelumnya. Kebenaran yang sudah memiliki standar Illahi dianggapnya sudah dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Read more: HOAX VERSUS KEBENARAN SEJATI

 

FAKTA PENYALIBAN YESUS KRISTUS DALAM ALKITAB

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

Penyaliban Yesus Kristus bukanlah dongeng ataupun hasil daya khayal seseorang,  melainkan merupakan fakta sejarah yang tidak dapat disangkal oleh ajaran apapun dan siapapun juga. Seluruh kisah hidup dan karyaNya ditulis dalam keempat Injil secara kronologis, akurat dan dapat diandalkan kebenarannya. “Sebab Pewahyuan dalam Alkitab memakai kata “diilhamkan” berasal dari bahasa Yunani ‘theopneustos’ yang berarti dihembuskan oleh Allah (2 Tim 3:16).”1

Hembusan’ atau Roh Allah dalam PL (Ibrani ‘ruakh, nesama) menekankan peri aktifnya keluar daya Ilahi, apakah itu dalam penciptaan (Mzm 33:6; Ayb 33:4 bnd kej 1:2; 2:7), pemeliharaan  (Ayb. 34:14), wahyu kepada dan melalui para nabi (Yes. 48:16; 61:1; Mi 3:8; Yl 2:28) pembaruan (Yeh 36:27), atau penghakiman (Yes 30:28,33). Perjanjian Baru menyatakan ‘hembusan’ (Yunani pneuma) Illahi, ini sebagai Oknum dari ke-Allah-an (Roh Kudus)2

Read more: PENYALIBAN VERSI ALKITAB

 

PENYALIBAN ISA ALMASIH DALAM PANDANGAN ISLAM

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

1. Konsep Isa Almasih dalam Al Qur’an

Islam mengenal Yesus Kristus dengan nama Isa bin Maryam. Ia dikenal sebagai seorang pribadi yang memiliki keistimewaan melebihi nabi siapapun yang pernah diberitakan dalam Al Qur’an. Untuk itulah Ia disebut lebih banyak dari pada Muhammad   “25 kali dibanding 5 kali.”1 Di seluruh Al qur’an  Isa disebutkan “99 kali dalam 93 Ayat.”2 Islam mengklaim dirinya sebagai umat yang paling menghormati Isa Almasih dibandingkan agama manapun, sebab tidak ada kaum muslim “yang menyebutnya tanpa mengikuti namanya dengan sebutan ‘alaihisalam, bahkan setiap orang Islam yang berani menyebutnya tanpa mengikuti sebutan ‘alaihisalam, dianggap tidak beradab.”3

Identitas dan citra Isa Almasih yang melekat dikalangan kaum muslim pada dasarnya berakar atau berasal dari pandangan yang terkandung dalam Al Qur’an sendiri. Kandungan isi Al Qur’an yang menyiratkan pengakuan respek akan pribadi Isa Almasih, sebagai salah seorang nabi yang memiliki keistimewaan disamping nabi-nabi ataupun rasul yang diakui oleh Al Qur’an seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dll.

Read more: PENYALIBAN VERSI ISLAM

HIDUP DALAM EKOSISTEM ALAM ROH

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

 

Realitas kekristenan yang sebenarnya adalah hidup dalam sebuah ekosistem alam  Roh Kudus. Jika demikian maka orang yang menamakan Kristen harus duduk, berdiri dan berjalan serta melakukan aktifitas apapun di dunia ini tidak boleh keluar dari area ekosistem yang sudah ditentukan oleh Allah sendiri.  Tidak semua orang Kristus bisa tinggal di area ini sebab mereka yang tinggal sudah harus menerima kuasa dari Roh Kudus sebagai KTP untuk tinggal di ekosistem yang baru. Kekristenan yang asal-asalan, masa bodoh dan bertindak ceroboh, najis dan penipu  dalam berkata dan bertindak tanpa rambu-rambu kebenaran maka akan terpental di akhir kehidupan jauh dari area ekosistem alam kemuliaan Sorga.

Sebenarnya hidup dalam persepsi dari alam materi sama jelas seperti persepsi dari alam rohani. Sejuta kata makanan tidak pernah mengenyangkan jika itu terjadi di alam materi maka di alam rohani demikian juga sejuta teori dokma Roh Kudus bila menjadi sekedar wacana saja maka itu tidak akan pernah menjadi realita dan  akhirnya kebenaran itu  hanya menjadi konsumsi debat yang  mendarat di otak saja sehingga terciptalah banyak ahli Taurat dan orang-orang farisi yang menempati bangku-bangku gereja.  Yesus dengan jelas mengatakan : Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat 4:4). Kata Firman tersebut dalam bahasa aslinya adalah rhema bukan logos yang berarti bukan saja yang tersurat tetapi benar-benar tersirat.  Orang percaya harus tahu saatnya berkata  dengan logos dan  bertindak dengan Rhema. Mengapa para murid Kristus melakukan aktifitas hidupnya selalu berada dalam mujizat dan kuasa Roh Allah? Sebab mereka sudah merendamkan diri dalam logos hingga merasuk dalam tulang sumsum dan jiwa mereka. Paulus mengatakan “kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami” ( 1 Kor 4:10). Mereka sudah lama hidup dalam inkubasi kebenaran sehingga tidak heran bahwa Firman yang ada dalam pikiran mereka sudah menjadi rhema dalam mulut mereka sehingga ketika berkata : Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah (Kis Ras 3:6). Seketika itu juga ekosistem alam roh itu menyentuh yang tidak beres di alam materi sehingga terjadi perubahan dalam  wujud kesembuhan dan mujizat.

Read more: HIDUPA DALAM EKOSISTEM ALAM ROH

SALIB MEROBEK TIRAI BAIT ALLAH NAMUN

PENDETA MENJAHITNYA KEMBALI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah ……(Mat 27:51)

 

Fakta sejarah mencatat bahwa kematian Kristuslah yang menyebabkan Tirai bait Allah terbelah menjadi dua. Tirai keramat yang membatasi ruang suci dan Maha Suci yang tertutup rapat selama setahun penuh yang tidak pernah tersentuh orang awam sangat digdaya robek dari atas sampai ke bawah. Perlu dipahami bahwa tirai atau tabir ini hanya bisa disentuh para imam bila tidak memiliki jabatan imam maka orang akan mati seketika. Hanya Imam besar yang bisa memasukinya itupun setahun sekali. Tirai sakral inilah yang membuat Imam besar menghadap Allah mewakili seluruh umat Tuhan. Mata seluruh jemaat hanya tertuju kepada Imam besar dalam menyelesaikan persoalannya dengan Tuhan. Bila Imam besar berkata dosamu sudah diampuni maka seluruh jemaat penuh kelegaan meninggalkan tempat pertemuan demikian sebaliknya. Imam besar yang one man show berotoritas tunggal wakil Allah di bumi sehingga dialah satu-satunya idola seluruh umat Allah yang ada. 

Read more: Salib merobek Tirai Bait Allah Namun Pendeta menjahitnya kembali

NURANI JUMAT AGUNG

 

Galatians 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Tidak pernah ada hari yang menjadi agung, kecuali hari Jumat dimana Yesus wafat. Bahkan tidak ada dan tidak akan pernah ada  satupun tokoh manapun sepanjang bumi ini berputar pada porosnya kematian seseorang menjadikan hari dimana kematiannya dianggap Agung selain Yesus Kristus dari Nazaret dan orang menamai Isa Almasih atau Yosua Hamasiah.  Mungkin hari itu sangat tidak berarti bagi mereka yang hidup di luar penebusan namun bagaikan permata yang indah yang tak pernah dilepaskan bagi setiap umat pilihanNya

Read more: Nurani Jumat Agung

 
Kenaikan Yesus Kristus ke sorga
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono
 
 
Kisah Rasul 1:6-11
 

Kenaikan Yesus Kristus ke sorga merupakan paket keselamatan yang telah lengkap dikerjakan oleh Sang Mesias. Dari kelahiran sampai kematian, kebangkitan serta kenaikanNya merupakan kisah sejarah hidup Kristus yang happy ending dalam karyaNya, tuntas dan sempurna dan tidak akan terulang kedua kali. Orang boleh menafsirkan apa saja namun realitasnya semua sudah diselesaikan secara runtun, babak demi babak, akurat tajam dan terpercaya dan tidak boleh diganggu gugat. 
 
Memang harus diakui kita dapat menemukan kisah Kenaikan Yesus Kristus tidak terjadi sesudah kebangkitanNya melainkan saat Yesus bersama para muridNya ada di Taman Getsemane. Alasan utama  Yesus terangkat ke sorga pada waktu di Taman Getsemane karena Allah sangat mengasihi PutraNya sehingga tidak membiarkan disentuh ataupun ditangkap oleh orang-orang yang jahat “ demikian kata injil yang lain. Kita tidak perlu mendengar membaca Injil yang lain sebab dapat dipastikan itu sangat menyesatkan dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang terkutuk (Galatia 1:9). Informasi itu sangat menyesatkan dan orang percaya harus mendengar berita dari Injil yang sejati yakni Alkitab itu 

Read more: Kenaikan Kristus ke Sorga

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.