Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini539
Kemarin1218
Minggu Ini539
Bulan Ini25349
Total Pengunjung1098903

IP Kamu 54.198.246.164 Monday, 22 July 2019

Guests : 15 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

ESENSI DARI KESELARASAN

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

Kisah Rasul 1:6-8

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan  kerajaan bagi IsraelJawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-NyaTetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku  di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria  dan sampai ke ujung bumi

Inti dari kehadiran Yesus Kristus supaya setiap orang memahami akan kasih Allah yang membawa seluruh umat manusia masuk dalam sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Allah.. Tanpa pemahaman yang benar maka hidup kerohanian kita tidak akan selaras, frustasi dan menyalahkan Tuhan. Hal yang prinsip tentang kerajaan Allah sering kali salah dimengerti jangankan kita yang hidup ribuan tahun setelah Yesus berbicara kita, murid-murid yang hidup di zaman Yesus saja masih salah mengartikan segala sesuatu yang diucapkan oleh Yesus sendiri,

Apakah kerajaan Allah yang diajarkan oleh Yesus Kristus? Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah[1]. Ini berarti seluruh hidup manusia diatur oleh undang-undang kerajaan Allah. Namun orang yang tinggal dalam kerajaan Allah harus memiliki tanda warga kerajaan. Setiap perkataan dan kehidupan harus di atur dan disesuaian atau diselaraskan dengan kebenaran yang kerajaan Allah miliki jika tidak maka dianggapnya sebagai pelanggaran hukum. Esensi dari keselarasan berbicara bagaimana menyesuaikan hidup dengan peraturan kerajaan Allah. Namun kerajaan Allah sendiri harus dipahami dengan benar dan tidak boleh disalahartikan. Para murid Yesus tidak memahami akan bentuk kerajaan tersebut, mereka memiliki konsep kerajaan Israel di bumi, padahal bukankah Yesus pada waktu akan disalib berbicara Kerajaan ini bukan berasal dari dunia ini melainkan kerajaan ini berasal dari atas?[2]

Keajaan di bumi berbicara soal kekuasaan sementara kerajaan Allah berbicara soal menjadi pelayan dan hamba, Kerajaan di bumi berbicara soal kebanggaan sementara kerajaan Allah berbicara soal kerendahan hati, kerajaan di bumi berbicara soal makan dan minum serta pemenuhan hidup secara jasmani tetapi kerajaan Allah berbicara soal pemenuhan secara rohani[3] Paulus mengatakan dengan jelas bahwa Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,  tetapi soal kebenaran, damai sejahtera  dan sukacita oleh Roh Kudus[4].

Mindset Orang yang mengidentikkan kerajaan Allah hanya soal berkat saja maka akan masuk dalam aliran theologia kemakmuran, walaupun Yesus datang untuk membawa kelimpahan[5]. Ini tidak ada ubahnya dengan gunung kawi, gunung kemukus atau tempat-tempat dimana seseorang mencari pesugihan. Memang harus diakui bahwa orang yang percaya Kristus akan hidup dalam berkat dan tidak kekurangan apapun juga[6]. Daud berkata tidak pernah melihat orang percaya sebagai pengemis[7].

Kristus mati di salib menjadikan kita sembuh secara total kerohanian kita, semua penyakit yang membuat kita mati rohani karena dosa, kejahatan dihapus dengan darah Yesus, itu berdampak ke tubuh jasmani. Namun focus utama kesembuhan rohani bukan kesembuhan jasmani, memang ada janji kesembuhan[8] jasmani namun focusnya adalah kesembuhan rohani. Mindset jemaat yang datang ke gereja hanya ingin sembuh ia sedang mencari kesembuhan alternatif yang tidak ubahnya pergi ke paranormal. Jadi yang mereka cari bukan keselamatan jiwanya melainkan kesembuhan badannya. Apa artinya badan kita sembuh tetapi jiwa kita binasa? Kesembuhan badan pasti terjadi jika iman kita arahkan dengan benar kepada Yesus Kristus karena tidak ada yang mustahil. Yesus berulang kali menyembuhkan orang sakit bahkan membangkitan orang mati yang lebih spektakuler dari kesembuhan tetapi Ia melarang untuk orang  bersaksi[9]. Hal itu dilakukan oleh Yesus karena akan menghalangi pokok ajaran yang sesungguhnya yakni kerajaan Allah yang datang dari atas bukan kerajaan Allah yang ada di bumi.

Esensi dari keselerasan kehidupan rohani bergantung sepenuhnya bagaimana seseorang penuh dengan roh Kudus. Proses pertumbuhan spiritualitas yang menyangkut “roh yang baru” ini dimulai dari baptisan Roh Kudus. Lukas menuliskan : “Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” (Luk 3:16). Perihal Kristus membaptiskan para pengikut-Nya dengan (atau di dalam) Roh Kudus (Mat 3:11) merupakan tanda yang baru untuk mengenali umat Allah. Hal ini telah dijanjikan dalam Yoel 2:28dan diteguhkan kembali setelah kebangkitan Kristus (Luk 24:49; Kis 1:4-8). Nubuat ini pada awalnya digenapi pada hari Pentakosta dan para murid diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi" (Luk 24:49; bd. Kis 1:8), yang menyanggupkan mereka bersaksi untuk Kristus, menginsafkan orang akan dosa, kebenaran dan penghakiman Allah sehingga mereka berbalik dari dosa kepada keselamataan dalam Kristus(bd. Kis 4:13,33; 6:8  Rom 15:19)[10]

Baptisan roh Kudus menjadikan orang percaya menyala-nyala dalam kerinduan memberitakan keselamatan pada dunia (Kis 2:38-40; 4:12,33; Rom 9:1-3; 10:1)Baptisan Roh Kudus memberikan identitas para murid sebagai pekabar Injil  dan mendorong orang untuk menerima "karunia-karunia Roh Kudus" (Kis 2:38-390 dan  baptisan Roh Kudus (Kis 8:17; 9:17-18; 10:44-46; 19:6) dan melanjutkan karya Kristus dalam kuasa Roh Kudus mengajarkan apa yang Yesus ajarkan (Kis 1:1)[11]Harus dipahami bahwa baptisan Roh kudus yang terjadi pertama kali di Yerusalem (Kis 2) merupakan cara Tuhan untuk mencelikkan mata setiap bangsa untuk mendengar kebenaran firman Tuhan. Menurut jurnal Fedei baptisan Roh Kudus ada dua kategori :

1.     Baptisan Roh Kudus dengan pengertian seseorang dibaptis oleh Roh Kudus ke dalam tubuh Kristus (1 Kor 12:12-13). 


2.      Baptisan Roh Kudus dengan pengertian sesorang dibaptis oleh Tuhan Yesus ke dalam Roh Kudus (Mrk 1:8)[12]. 


Kata baptis sendiri berasal dari kata Yunani baptizo yang memiliki arti membenamkan dan mencelupkan[13]. Baptisan dalam Perjanjian lama merupakan sebuah symbol seseorang memasuki sebuah komunitas yang baru. Yohanes membaptis orang untuk mempersiapkan akan kedatangan Kristus. Namun baptisan juga sebagai lambang pertobatan dengan meninggalkan hidup yang lama dan memperoleh hidup yang baru.  

 Ketika pertama kali orang dibaptis oleh Roh Kudus maka orang percaya dibawa dibaptis oleh Roh Kudus untuk masuk ke dalam Kristus. Paulus mengatakan dengan jelas bahwa : “sebab dalam satu Roh  kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka,  telah dibaptis  menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum  dari satu Roh (1 Kor 12:13). Yang dibaptis Roh Kudus adalah semua bangsa yang diwakili Yahudi dan Yunani dibaptis di dalam satu tubuh Kristus. Kata baptis tersebut ebaptisthemen adalah kata kerja yang berbentuk “aorist” bentuk kata yang dipakai untuk mengungkapkan suatu tindakan khusus masa lampau yang sudah terjadi dan yang sudah selesai[14] Jadi dapat disimpulkan baptisan Roh Kudus hanya terjadi satu kali saja dan kemudian orang yang hidup dalam satu tubuh harus menunjukkan bukti baptisan tersebut dengan kepenuhan Roh Kudus.

Ketika seseorang masuk dalam wilayah Kristus oleh baptisan Roh Kudus maka Yesus akan membaptis dengan baptisan Roh Kudus dan api. Baptisan Roh Kudus adalah identik dengan baptisan api. Setiap orang yang dibaptis dengan Roh Kudus harus berani membayar harganya yakni pengorbanan dan kasih kepada Allah. Baptisan Roh Kudus pertama kali dalam bentuk lidah-lidah api dalam kisah Rasul 2 merupakan penginjilan pertama di dunia.

Allah membuktikan bahwa Ia mampu memberikan bahasa yang baru kepada para Rasul-rasul untuk berkotbah dalam bahasa yang dapat dimengeri oleh bangsa-bangsa lain. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh  dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung  karena mereka masing - masing  mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri (Kis 2:6-7).

Inilah kisah mistis yang tidak dimengerti dengan akal sehat dimana para murid berbicara (berkotbah) tentang kerajaan Allah,  dengan bahasa orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia,  Pontus  dan Asia,  Frigia  dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." (Kis 2:9-11).

Penulis tidak sedang berbicara secara khusus tentang glossolalia, namun pengalaman supranatural seperti para murid disertai dengan baptisan api yakni penderitaan. Penganiayaan yang hebat di abad-abad pertama para murid memberikan nyawa mereka, Yakobus dipenggal (Kis Ras 12:2) kemudian Petrus dimasukkan dalam penjara (Kis 12:4), pengorbanan ini membuahkan hasil pengalaman supranatural datangnya seorang malaikat membebaskannya (kis Ras 12:7-19). Kekristenan agama supranatural bukanlah tergila-gila akan dokma dan hafalan-hafalan ayat yang berulang-ulang seperti rapalan di dunia gelap melainkan praktek hidup taruhan nyawa untuk Kerajaan Allah.

Sebagai tanda orang yang sudah dibaptis oleh Roh Kudus tidak ditandai dengan hal-hal lahiriah melainkan batiniah yang tidak kelihatan namun memiliki dampak yang luar biasa. Yesus memberikan contoh pekerjaan Roh Kudus seperti yang dikatakan kepada Nekodemus, Angin bertiup kemana ia mau, dan engkau tidak tahu dari mana ia datang atau kemana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” (Yoh 3:8) Kehidupan supranatural bagi kekristenan tidak lagi hidup dalam kemelekatan dengan dunia ini. Cara pandang terhadap harta benda dan keindahan dunia ini sudah berbeda. Cara hidup Jemaat mula-mula, Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan  masing-masing.  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.  Mereka memecahkan roti  di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang.  Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah  mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis 2:45-47).

Kita tidak mungkin bisa menyamakan kehidupan spiritual yang supranatual gereja mula-mula di dunia modern. Namun essensi dari kebenaran itu sendiri harus diakui bahwa mereka tidak lagi memiliki keterikatan sepenuh akan harta benda. Para rasul yang menerima persembahan mereka “meletakkan dibawah kaki rasul-rasul” (Kis 4:37), seharusnya Para Rasul menjadi kaya, karena jemaat tidak lagi memberi persepuluhan melainkan seratus persen dari harta mereka. Namun demikian mereka tetap hidup sederhana dengan memakai semua harta untuk pekabaran Injil sehingga tetap memiliki kepekaan dengan menegor Ananias dan Safira karena ketidak jujurannya (Kis Ras 5).

Baptisan roh Kudus secara konsisten disertai dengan pengalaman berbicara dengan bahasa roh, seperti yang diucapkan Roh Kudus[15]. Namun realitas yang ada Perus, Andreas dan murid-murid yang lain tidak lagi berbicara bahasa Persia, arab dan libanon. Mereka hidup natural saja dengan kuasa supranatural yakni kepenuhan Roh Kudus sebagai bukti mereka sudah dibaptis oleh Roh Kudus. Paulus mengatakan : “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh (efe 5:18)

Jimmy Oentoro dalam bukunya tafsiran efesus mengatakan bahwa hendaklah kamu penuh  berasal dari kata Yunani plero yang diterjemahkan alam bentuk pasif imperative orang kedua jamak  yang berarti perintah untk terus menerus hidup yang penuh dengan Roh yang selama ini memang sudah terjadi dalam kehidupan mereka[16]. Paulus mungkin mengingat awal mula baptisan roh Kudus sebagai penginjilan dunia pertama melalui lidah api, semua orang menganggap para rasul sedang mabuk anggur (Kis 2:13), Orang yang sedang mabuk nuansanya memiliki keberanian atau nyali yang kuat, tidak lagi menurut pola pikir secara normal. Spiritual yang supranatural terjadi bila seseorang dibawah pengaruh dan kendali sepenuhnya oleh Roh Kudus akan memiliki nyali besar dalam memberitakan Injil dan tidak takut kepada siapapun.

Orang yang dipimpin oleh Roh Kudus seratus persen terdapat dalam  pribadi Yesus Kristus sendiri, Yesus dibawah oleh roh (Mat 4:1), Ia berkata dengan jelas bahwa Roh Tuhan ada pada-Ku,  oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampai- kan kabar baik  kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku (Luk 4:18) Orang yang hidup dalam kehidupan Kristen yang supranatural adalah mereka yang menyadari bahwa dirinya adalah bait Allah dimana Roh Kudus diam didalamnya sehingga dalam bertindak seluruh gerak tubuh berevolusi ke arah kesempurnaan yakni mencapai tingkatan hidup seperti Kristus hidup. Standar kehidupan orang percaya harus berada dalam pimpinan Roh Kudus (Rom 8:14). Kesupranaturalan kekristenan tidak terletak dari fasih lidah, ahli debat dan menekankan hal-hal yang lahiriah melainkan memanifestasikan pimpinan Roh Kudus. Pimpinan Roh Kudus bukan mengutamakan karunia-karunia istimewa yang sesaat melainkan bimbingan roh dalam kehidupan sehari-hari[17]

Jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan kehidupan baik perkataan, perbuatan dan pola pikir semua harus berpusatkan di dalam Roh Kudus.  Pimpinan Roh Kudus membuat kita menjadi anak Allah yang berarti menjadi serupa dengan ciri-ciri yang sama[18]. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.(1 Yoh 2:6). Pola kehidupan Kristus dipenuhi perkara-perkara yang supranatural seperti tidak mencari pengakuan dirinya sendiri dan tidak butuh pengakuan manusia.  Yesus berkata : “Aku tidak memerlukan hormat dari manusia (Yoh 5:41). Kekristenan dunia supranatural hanya mementingkan shekinah glory[19] dalam setiap esksistensi hidupnya.   Jadi esensi dari keselarasan kehidupan orang percaya menurut standarnya Allah adalah mereka yang hidup dan tinggal dalam Kerajaan Allah. Hidup mau dipimpin dan diatur oleh undang-undang kerajaan Allah yakni mengasihi Allah dan sesama. Kemampuan mengasihi ini akan timbul secara otomatis bila seseorang memberikan diri untuk dibaptis oleh Roh Kudus. Hal ini berarti orang yang dibaptis benar-benar tenggelam, berada di dalam tatanan Kristus. Hidup dalam kemabukan akan cinta Tuhan, seolah-olah di luar Tuhan dia tidak akan bisa hidup. Dapat digambarkan orang yang dibaptis roh Kudus adalah seperti ikan yang hanya hidup di dalam air dan tidak ada keinginan untuk melompak ke darat. Orang yang tinggal dalam baptisan Roh Kudus berarti memiliki kerinduan mendalam akan pribadi Kristus sendiri.

Dampak dari tinggal dalam kedalaman Kristus oleh roh Kudus inilah maka esensi dari keselarasan kehidupan akan menampilkan kepenuhan akan Kristus. Bila pertama Roh Kudus yang memungkinkan seseorang masuk dalam wilayahnya Kristus maka Yesus sendiri memenuhi orang percaya dengan kuasa Roh Kudus dengan baptisan Roh Kudus dana pi. Disilah terjadi demontrasi kuasa, urapan dan perkara-perkara yang supranatural dari Tuhan. Orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan hidup dalam pertumbuhan kuasa sehingga mampu melakukan apa yang Yesus lakukan.

 



[1]Kerajaan Allah merupakan konsep yang berakar di dalam Perjanjian Lama, yang kemudian ditekankan oleh Yohanes Pembaptis dan penggenapan melalui Yesus Kristus dalam zaman Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Lama, ada beberapa nas yang berbicara mengenai perkataan yang searti dengan Kerajaan atau pemerintahan Allah (dalam bahasa Yunani: Basileia) yaitu: Mazmur 22:29, 103:19, 145:13Daniel 4:3,25Obaja 211 Tawarikh 29:11. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Allah)

 

[2]Yoh 18:36 jawab Yesus: "Kerajaan-Ku  bukan dari dunia ini ; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi,  akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.  "

[3]1 Korintus 4:20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari  perkataan, tetapi dari kuasa

[4]  Roma 14:17

[5]Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,  dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Kata kelimpahan berasal dari kata Yunani perissos uperabundant (in quantity) or superior (in quality); by implication, excessive; adverbially (with 1537) violently; neuter (as noun) preeminence: KJV -- exceeding abundantly above, more abundantly, advantage, exceedingly, very highly, beyond measure, more, superfluous, vehement(-ly).

[6]Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu  menurut kekayaan  dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

[7]Maz 37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan,  atau anak cucunya meminta-minta  roti;

[8]1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita  di dalam tubuh-Nya di kayu salib,  supaya kita, yang telah mati terhadap dosa,  hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

[9] Lukas 8:51-56  Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.  Semua orang menangis dan meratapi  anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.  Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.  Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!" Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.  Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu

[10]http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Kis&chapter=2&verse=4

[11] loc.cit

[12] http://www.stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei

[13] http://www.sarapanpagi.org/belajar-bahasa-yunani-dari-kata-baptis-vt1586.html diterangkan lebih rinci, Kata kerja membaptis ("βαπτιζω – baptizô") maupun kata benda baptisan ("βαπτισμα – baptisma", "βαπτισμος – baptismos") dan pembaptis ("βαπτιστης – baptistês") semuanya berasal dari kata kerja "βαπτω – baptô". Secara konseptual bermakna : meletakkan sesuatu di bawah permukaan zat cair, mencelup (ke dalam), menenggelamkan, membenamkan, mewarnai sesuatu dengan mencelup.

 

[14]    Yunus Datu, kontroversi baptisan Roh Kudus, (Bandung, Lembaga Literatur Baptis, cet 1, 1999), 98

[15] French L. Arrington, doktrin Kristen Perspektif Pentakosta,( Yogyakarta, Andi Offset, cet 6, 2015)

[16] Op.cit, Jimmy Oentoro, 331

[17] Op. cit, DR. Th Van den end, 364

[18] loc.cit

[19] https://id.wikipedia.org/wiki/Shekhinah    :  Shekhina(h) (juga dieja Shekina(h), Schechina(h), atau Shechina(h)) (bahasa Ibrani: שכינה) adalah transliterasi dari kata Ibrani yang berarti "tempat tinggal" atau "menetap" dalam arti tempat tinggal atau tempat menetapnya hadirat Allah. Shekhinah adalah aspek feminin dari Keilahian, juga disebut sebagai Hadirat Ilahi.Istilah ini tidak tercatat dalam Alkitab, dan hanya dijumpai dalam Literatur Rabinik.

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.