Print 

The Power of Christmas

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

Natal adalah fakta sejarah yang dapat dibuktikan baik secara historis, arkheologis , geografis, empiris dan theologis. Peristiwa natal merupakan alur cerita masa lalu yang berdampak sampai dalam kekekalan. Pribadi yang dihadirkan mampu menghinoptis alam semesta untuk menyambutnya bahkan seluruh penduduk alam roh seperti malaikat-malaikat ikut terlibat di dalamnya. Sementara iblis juga membabi buta untuk membinasakan bayi yang disinyalir adalah calon raja menyaingi raja Herodes di zamannya. 

Untuk mempersiapkan Natal Allah tidak semudah membalikkan telapak tangan atau berucap seperti menciptakan alam semesta sekali berfirman jadilah petang dan jadilah pagi atau sederetan laut darat dan tumbuhan terjadilah. Natal tidak juga hanya melibatkan pribdi Allah yang memiliki kemampuan menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada “cretio ex nihilo”  Namun Allah menciptakan peristiwa natal dengan mengorbankan dirinya untuk turun “inkarnasi” [1]mengubah dirinya yang adalah Roh menjadi makluk hidup secara ragawi. 

Natal terjadi bukan melibatkan diri Allah sendiri melainkan melibatkan manusia yang dipakai oleh Allah yakni Maria sebagai pribadi yang akan melahirkan Yesus Kristus. Memang di zaman dewa menjadi manusia dikalangan Yunani ada banyak dewa (God) yang menjelma menjadi manusia.  Namun demikian pribadi sang dewa yang berinkarnasi tersebut tetap menggunakan jubah dewa dengan segala  kekuatan serta kekebalannya sebagai makluk roh[2]. Kisah dewa-dewa ini tidak dapat dibuktikan historisnya sebaliknya hanya menjadi mitos atau legenda sejarah. Dampaknya hanya bersifat lokal  yang menjadi kearifan setempat saja dan hanya berlaku di waktu tertentu bukan sepanjang sejarah. 

Namun berbeda dengan kisah Natal yang merupakan sebuah inkarnasi dari Allah Sang Pencipta yang penuh kekekalan dalam kemulianNya menjadi manusia yang tidak berdaya. Manusia illahi ini merasakan lapar, haus, rasa sakit dan stress layaknya manusia biasa. Bahkan disinyalir semula tidak ada tanda-tanda keilahiannya, ia manusia biasa seperti kita. Kitab ibrani menyebutnya dengan jelas. sebab Imam Besar  yang kita punya,bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita,  Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa[3].

Hal pertama yang harus dipahami oleh semua orang bahwa kelahiranNya sudah direncanakan secara akurat melalui nubuatan para nabi. Banyak nabi-nabi yang menubuatkan kehadiran Yesus namun beberapa nabi dan raja  yang paling menonjol tercatat sebagai Raja Daud[4] mengatakan Keberadaan Yesus pada waktu akhir hidupnya bagaimana Ia ditinggalkan Allah (Maz 22:2) dan realitasnya di atas salib Ia berseru Eloi-Eloi Lama Sabattani (Mark 15:34). 

Bagaimana para Prajurit membagikan jubaNya dengan undi (Maz 22:19), ketika Yesus di atas salib para prajurit membagi undi untuk memperebutkan pakaian Yesus (Yoh 19:34), anggur asam (Maz 22:2) saat di atas salib seorang Prajurit memberikan anggur asam (Luk 23:6). Yesus ditinggalkan teman-temannya (maz 88:18), para muridnya tercerai berai bahkan Petrus mengkhianati tiga kali (Mat 26:3, Mark 14:72). Raja Daud adalah raja kajayaan bangsa Israel sampai sekarang bangsa Israel masih menantikan dan mengharapkan masa-masa kejayaan Daud sehingga bendera bangsa Israel dengan tanda bintang Daud[5]

Seorang nabi yang menubuatkan secara tepat adalah  nabi Yesaya anak Amos (Yes 1:1). Kitab Yesus sendiri dalam bahasa Ibraninya (biblia hebraica) kitab ini diberi nama Yeshayahu, yang berarti keselamatan (kelepasan dari Tuhan..dalam terjemahan Yunani septuagianta (LXX) diapakai nama Esias dandalam terjemahan Latin (Vulgata) disebut Isaias, melalui pengaruh terjemahan vulgate ini maka dipakai nama Yesaya[6]

Yesaya menubuatkan Yesus akan lahir dari perawan dan dinamakan Imanuel (Yes 7:14) Matius mengkisahkan kelahiran dari seorang perawan (Matius 1:18-25), Yesus sebagai Terang Dunia (Yes. 9:1) Yesus berkata : “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah  terang dunia  ;  barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup Yoh 8:12). Yesus memiliki otoritas Allah (Yes. 9:5-6), Raja Damai (Yes. 11), menderita (Yes. 52:13-15, 53:1-12) semua nubuatan Yesaya digenapi dalam Pribadi Yesus Kristus baik kelahiranNya sampai kematianNya di atas kayu salib. Masih banyak yang diungkapkan oleh Yesaya tentang pribadi Mesias yang akan datang namun tidak perlu dibahas secara detil dalam tulisan ini. 

Beberapa nabi yang menubuatkan Kristus Yesus dan segala sesuatu yang terjadi adalah Yermia[7] menubuatkan peristiwa pembantaian bayi , beginilah firman TUHAN: Dengar Di Rama  terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur  karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi (Yer 31:15).

Herodes marah ketika merasa ditipu oleh orang-orang majus sehingga menyuruh para prajuritnya untuk membantai bayi dibawah usia 2 tahun (Matiu 2:16-18), Yermia juga mengatakan bahwa Mesias adalah tuna Daud sebagai gembala yang baik (Yermi 23:1-8) Yesus berkata : “Akulah  gembala  yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yoh 10:11).

Daniel[8] mendapat penglihatan tentang Yesus sebagai Anak Manusia yang menjadi Raja kekal, Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang  dengan awan-awan dari langit  seorang seperti anak manusia ; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.  Lalu diberikan kepadanya kekuasaan  dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah (Daniel 7:13-14). Linne Newel menjelaskan menafsirkan ayat tersebut sebagai berikut, sejak Allah menyelamatkan bangsa Israel awan merupakan tanda kehadiran Allah yang Mahakuasa dan Maha Suci dan yang bertindak untuk menyelamatkna dan memelihara umatNya (Kel13:21;14:19-20;16:10; 19:9)[9].  

KelahiranNya yang dari seorang perawan menunjukkan bahwa Allah melakukan sesuatu yang supranatural. Dr. Manford George Gutzke mengatakan : “ Kelahiran melalui perawan sama sekali bukan masalah bagi Tuhan. Kalau memang ada Allah yang menciptakan alam semesta, kalau Ia melemparkan galaksi-galaksi dengan ujung-ujung jariNya, kalau Ia menghiasi langit malam dengan kilauan Bima Sakti, maka bagi Dia adalah hal yang amat kecil untuk menciptakan sebuah benih mungil dan menanamkannya dalam rahim seorang perawan Yahudi muda[10].

Selanjutnya dijelaskan tentang seperti Anak seorang Anak Manusia yang cukup menjadi perdebatan namun beberapa alternatif yang yang paling tepat adalah 

1.     Yesus Kristus datang dalam rupa seorang manusia. Ia betul manusia tetapi manusia sempurna, yang tidak dinodai dengan sifat berdosa keturunan yang dimiliki manusia pada umumnya. Rom 8:3; Fil 2:7,8; Ibr 4:15, Ia lebih dari manusia

2.     Ia datang dengan awan-awan adalah Allah yang menjelma menjadi manusia yaitu Yesus Kristus

3.     Adam Kedua ( 1 Kor 15:45-48)

4.     Diberi kuasa segala bangsa, Yesus Kristus ditinggikan setiap lutut akan bertelut dan lidah mengaku bahwa Yesuslah Tuhan (fil 2:9-11)

5.     Yesus mengenakan sebutan “anak manusia” mengenai diriNya sendiri (Yoh 8:28;Mrk 10:45; 14:21; Luk 9:44; Mat 9:6; 10:23 dll).

 

Tempat dimana Yesus dilahirkan sudah dinubuatkan oleh nabi Mikha[11] katanya : “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata,  hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah  Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala,  sejak dahulu kala (Mikha 5:1). Nubuatan ini digenapi dalam kelahiran Yesus di kota Betlehem Mat. 2:5-6 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem   di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:  Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel. 

            Disamping nubuatan dalam Alkitab ada beberapa ramalan kehadiran Yesus Kristus di luar Alkitab seperti Tulisan Thallos yang ditulis kira-kira + 55 sM tentang adanya kegelapan dalam penyaliban tersebut[12]. Dan masih ada beberapa ramala dari Cornelius Tacitus ( lahir 52-54 sM) dan yang lainnya yang tidak dibahas dalam penulisan ini. Namun demikian Kristus Yesus bukanlah sebuah tokoh fiktif sebuah mitos melainkan sebuah fakta sejarah. Beberapa mitos kelahiran dari seorang perawan terdapat dalam kisah-kisah seperti :

  1. Menurut mitologi Yunani dewa Zeus mendekati Alcemene tanpa hubuangan seksual yang kemudain melahirkan Hercules
  2. Menurut legenda Buddhis, Buddha dilahirkan dari perawan maya
  3. Wisnu dalam inkarnasinya yang ke delapan atau disebut juga sebagai avatar, muncul sebagai dewa Krisna yang lahir melalui perawan Devaki.
  4. Agustus Caesar (Kaisar Agustus) dan Alexander Agung dipercaya dilahirkan melalui perawan-perawan [13]

 

Kisah mereka merupakan legenda dan mitos-mitos supranatural namun kehadiran Kristus Yesus telah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya. Bukan saja pribadi saat kelahiranNya melainkan menyangkut hidup, pelayanan dan karya keselamatan yang dikerjakan di atas kayu salib merupakan  hasil dari nubuatan. Tidak ada satupun nubuatan yang diberitakan oleh para nabi dalam perjanjian Baru mengalami kegagalan.

Hal kedua yang merukan kuasa dari natal mengungkapkan Yesus adalah pribadi yang memiliki jabatan Nabi Imam dan Raja. Yesus Kristus yang dilahirkan di Betlehem bukan manusia yang menjadi Allah atau Allah yang bertopeng menjadi manusia. Melainkan Ia manusia sepenuhnya karena dilahirkan oleh Maria. Namun sepenuhnya Ia juga Allah karena benihnya dari Allah sendiri. Orang menjadi seperti benih darimana Ia berasal. Jika benihnya manusia akan menjadi manusia, jika benih jagung maka akan menumbuhkan jagung demikian benih binatang akan melahirkan binatang bukan species yang lainnya. Ini adalah hukum realitas yang ada di bumi, demikian juga jika benihnya dari Roh Allah maka Ia adalah Allah sendiri. 

Hal tersebut juga diungkapkan dalam ayat-ayat dalam kitab suci yang lainnya. Ia manusia sepenuh benar seratus persen. Dalam kemanusiannya maka bayi natal memiliki predikat yang banyak baik sebagai nabi, raja dan imam. Tidak pernah ada manusia yang pernah lahir di muka bumi ini menyandang gelar ketiganya. Gelar tersebut biasanya dimiliki hanya satu orang saja dan memiliki waktu tertentu berbeda dengan Yesus Kristus yang dilahirkan di Betlehem. 

Ia disebut sebagi nabi, kenabian ini diperoleh Yesus bukan seperti nabi-nabi besar dalam perjanjian lama. Nabi dalam perjanjian lama memiliki kehidupan yang selalu mendapatkan wahyu dari Allah. Kemudian menjadi penyambung lidah Allah kepada bangsa yang ditentukannya seperti bangsa Israel. Semakin banyak peristiwa pengalaman dengan Tuhan yang dinarasikan atau dibukukan maka nabi itu menjadi nabi besar. Julukan nabi besar bukan sebutan umat melainkan hasil karyanya yang banyak.  

Yesus Kristus disebut nabi bukan karena menerima wahyu dari Allah untuk menyampaikan Firman Tuhan. Ia adalah Firman itu sendiri yang menjelma menjadi manusia[14].

Perjanjian Lama memakai tiga kata untuk menunjuk nabi, yaitu nabhi, ro’eh, dan chozeh. Arti menyeluruh dari kata nabhi tidak diketahui dengan pasti, tetapi terbukti dari ayat-ayat dari Kel. 7:1 dan Ul. 18:18 bahwa kata itu menunjukkan arti seseorang yang datang dengan sebuah berita dari Allah kepada umatNya. Kata ro’eh dan chozeh menekankan kenyataan bahwa nabi adalah seseorang yang menerima wahyu dari Allah, terutama dalam bentuk visi. Istilah lain yang dipakai ialah “manusia dari Allah”, “utusan Allah” dan “pengawal”. Ini menunjukkan bahwa nabi adalah yang melayani Tuhan secara khusus. Dalam Perjanjian Baru dipakai kata prophetes dan kata ini terdiri dari kata pro dan phemi, yang berarti “mengatakannya langsung”[15]

Dengan demikian nabi adalah orang yang dipanggil untuk menjadi ‘mulut’ Allah, artinya: orang yang dipanggil menjadi nabi itu dijadikan alat Allah untuk berfirman kepada umatNya (Kel. 4:16; bnd. Yer. 20:7-9)[16]. Alkitab menyaksikan melalui lebih dari satu cara jabatan kenabian Kristus. Ia telah disebutkan lebih dahulu sebagai nabi dalam Ul. 18:15, sebuah ayat yang dipakai untuk menunjuk Kristus dalam Kis. 3:22, 23. Ia sendiri menyebut diri-Nya nabi dalam Luk.13:13. Lebih jauh lagi Ia mengklaim bahwa diriNya membawa pesan dari Bapa-Nya, Yoh. 8:26-28; 12:49-50; 14:10,24; 15:15; 17:8,20; Ia menyatakan hal-hal yang akan terjadi kemudian, Mat. 7:29. Karya-Nya yang agung menjadikan pesan yang Ia sampaikan otentik. Berkenaan dengan semua ini tidaklah mengherankan jika orang-orang mengenali Dia sebagai nabi, (Mat 21:11,46; Luk. 7:16; 24:19; Yoh. 3:2; 4:19; 6:14; 7:40; 9:17)[17]

Perkataan Taurat dalam yang menyebut nabi yang memperoleh RohNya Tuhan[18] adalah mengacu kepada pribadi Yesus Kristus. Dari jabatan Nabi inilah Yesus diutus sebagai utusan dari Allah untuk menyampaikan DIRINYA SENDIRI kepada manusia. Namun berbeda dengan para nabi yang mengaku dirinya diutus oleh Allah namun gagal antara kata dan perbuatan sehingga mereka semua mati sebagai manusia karena memiliki roh yang terbatas. 

Namun berbeda dengan nabi sejati sebagai utusan yang memiliki roh yang tidak terbatas. Jadi merupakan SOP (standar operasi prosedur) yang benar jika nabi yang sesungguhnya adalah mereka yang memiliki roh yang tidak terbatas. Yohanes mengatakan : “Sebab siapa yang diutus  Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya  dengan tidak terbatas[19]  . Jika manusi bergelar nabi dan hanya berakhir di kuburan maka ia cukup dikagumi bukan untuk disanjung apalagi diikuti. Yesus  bergelar nabi sebagai manusia harus mati namun kematian tidak cukup menahan dirinya sehingga pada hari yang ketiga Ia bangkit dari antara orang mati. Jadi harus menjadi pengetahuan yang benar bahwa pribadi Yesus Kristus yang dilahirkan di kandang domba ini bukan sembarang nabi sekelas nabi-nabi pada umumnya melainkan nabi yang jika disertivikasi maka kenabiannya selevel Allah sendiri. Sementara nabi-nabi yang lain selevel manusia biasa yang seringkali antara ucapan dan tindakannya sejauh timur dari barat. Banyak nabi yang tidak bisa menahan hawa nafsunya bahkan kemarahannya sehingga membantai banyak orang. Nabi seperti ini tidak layak diikuti karena tidak sesuai dengan patronnya Tuhan. 

Bayi yang dilahirkan di kota Betlehem memiliki jabatan imam. Kata Perjanjian Lama untuk imam tanpa terkecuali adalah kohen. Satu-satunya pengecualian dijumpai dalam ayat-ayat yang menyebutkan tentang imam-imam yang berzinah, 2 Raj. 23:5; Hos. 10:5; Zef. 1:4 di mana dipergunakan kata chemarim. Arti mula-mula dari kohen tidak diketahui dengan pasti. Bukan mustahil bahwa pada masa awalnya kata itu dapat menunjukkan fungsi sipil maupun fungsi dalam peribadahan, bnd 1 Raj. 4:5; 2 Sam. 8:18; 20:26. Jelas bahwa kata itu selalu menunjukkan arti tentang seseorang yang memegang jabatan yang mulia dan penuh tanggung jawab, dan mempunyai otoritas atas orang-orang lain; dan hampir tanpa pengecualian imam berarti petugas dalam peribadahan. Kata Perjanjian Baru untuk imam adalah hierus  yang asalnya tampaknya berarti “ia yang perkasa”, dan kemudian berarti “seseorang yang sakral”, “seorang yang mempersembahkan diri kepada Tuhan”[20]

Perjanjian Lama menyatakan dan menyebutkan lebih dahulu tentang keimaman dari sang Penebus yang akan datang. Ada acuan-acuan yang jelas tentang hal ini dalam Mzm. 110:4 dan Za.6:13. Lebih jauh lagi keimaman Perjanjian Lama dengan jelas menggambarkan keimaman sang Mesias. Dalam Perjanjian Baru hanya ada satu kitab saja di mana Ia disebut sebagai Imam, yaitu Surat Ibrani, akan tetapi dalam surat ini nama-Nya disebutkan berulang kali yaitu dalam 3:1; 4:14; 5:5; 6:20; 7:26; 8:1.[21] Tugas terpenting sebagai imam adalah menghantarkan penghapusan dosa dari Allah untuk manusia. Dalam perjanjian Lama digambarkan bahwa seorang imam yang mempersembahkan korban bakaran untuk penghapusan dosa merupakan tugas pokok. Yesus Krisus tidak lagi datang mempersembahkan korban penyembelihan domba melainkan Ia adalah domba itu sendiri yang mengorbankan dirinya untuk penghapusan dosa manusia. Yohanes mengatakan dengan jelas yang menunjuk kepada pribadi Yesus dengan ucapan : “Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anakdomba Allah[22].  Jabatan Imam ini tidak hanya berlaku untuk satu suku Israel saja melainkan seluruh bangsa di dunia. Tuduhan Yesus sebagai imam untuk bangsa Yahudi saja berdasarkan kebenaran dalam  Matius 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 

Harus dipahami Allah yang memiliki scenario alam semesta ini memiliki opsi yang begitu banyak pada saat Yesus hadir untuk menjadi imam bagi bangsa Israel yakni menghapus dosa dan menyelamatkannya namun di tolak maka keselamatan itu berlaku untuk seluruh bangsa di dunia ini. KeIlahian Yesus tidak terkungkung untuk satu bangsa saja melainkan untuk seluruh bangsa. Energy kematian dan kebangkitanNya terlalu kecil jika hanya menyelamatkan satu bangsa Israel saja. 

Paulus dengan indahnya menggambarkan bahwa penolakan bangsa Israel akan kehadiran Imam besarnya digambarkan sebagai tumbuhan yang dipatahkan dan orang percaya dicangkokkan: Roma 11:15-19 mengatakan : Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian  bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?  Jikalau roti sulung  adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.  Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan  dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya  dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,  janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

Harus diakui jabatan Kristus Yesus adalah Raja, Hal inilah yang menjadi kemarahan kekaisaran Roma karena akan menjadi ancaman kekaisaran. Pada waktu Yesus akan dilahirkan, malaikat Gabriel berkata kepada Maria, bahwa anak Maria akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan bahwa KerajaanNya tidak akan berkesudahan (Luk. 1:32-33). Yesus adalah Raja yang dijanjikan dan dinanti-nantikan bangsa Israel sebenarnya. Hal ini juga mengingatkan kembali akan apa yang telah dinubuatkan dalam Dan. 7:14 yang menyebutkan bahwa kekuasaan Mesias adalah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan bahwa kerajaanNya ialah kerajaan kekal, yang tidak akan lenyap, dan bahwa kerajaanNya ialah kerajaan yang tidak akan musnah[23]. Orang harus menyadari posisi dan tugas seorang raja adalah mengatur seluruh pemerintahan. Jabatan raja memiliki keunikan dalam menjalankan keadilan dan melakukan pengelolaan, baik itu mengelola pemerintahan, masyarakat, militer, maupun sumber daya alam.  Sejarah membuktikan pemerintahan yang baik dalam Perjanjian lama mendatangkan kemakmuran bagi masyarakatnya. Israel berada dalam masa-masa kejayaan di saat pemerintahan raja Daud. Untuk itulah bendera Israel sekarang menggunakan symbol bintang Daud. Israel menghendaki masyarakat yang sejahtera dan makmur. Sekalipun Israel merupakan bangsa pilihan yang memiliki raja segala raja yakni Yesus Kristus yang merupakan keturunan raja Daud dalam narasi perdana kitab Matius bangsa Israel menolaknya. 

Pilatus sendiri mengatakan kepada Yesus, Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?[24]  Pilatus seorang kafir yang tidak pernah memahami hal-hal rohani tidak mungkin bisa memahami Yesus. Jangankan orang Kafir, mereka yang merupakan ahli-ahli Taurat bahkan para murid yang bersama Yesus selama tiga setengah tahun masih belum bisa memahami Kristus sebagai Raja rohani bukan duniawi. Kisah rasul 1:6 -7 mengatakan : “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan  kerajaan bagi Israel?"  Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 

Padahal para murid sudah menyadari bahwa Yesus adalah pribadi supranatural yang datang dari Kerajaan Allah sehingga tidak selayaknya mereka mengharapkan kerajaan duniawi dalam hal ini Israel. Yesus sendiri sudah mengatakan : “ "Kerajaan-Ku  bukan dari dunia ini ; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini. "[25] Pada Akhir zaman akan nyata bagi semua orang bahwa pemerintahan seluruh alam semesta ini akan dipegang oleh Yesus Kristus. Wahyu 11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup  sangkakalanya,  dan terdengarlah suara-suara  nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Setiap orang percaya yang menjadikan Kristus adalah raja adalah orang percaya yang hidup dalam pimpinan dan undang-undang Kerajaan Allah. Namun Raja tidak akan menjadi raja jika tidak memiliki tahta untuk singgasananya. Orang percaya yang sudah menemukan kerajaan Allah memiliki kewajiban untuk membangun tahtaNya dalam perbuatan baik, hidup dalam kekudusan dan kebenaran serta hidup dalam penyembahan. The Power Of Christmas menunjukkan kepada dunia bahwa kehadiran Yesus Kristus memiliki jabatan terpenting yang dibutuhkan oleh manusia. Setiap orang di dunia ini perlu mendapat kebenaran sejati yang disampaikan dari para Nabi. Yesus bukan sekedar penyampai lidah Allah melainkan Ia kebenaran itu sendiri karena Ia mengatakan Akulah kebenaran. 

Orang yang haus akan kebenaran tidak cukup hanya menerima kebenaran hasil dari pewahyuan dari Allah, namun orang harus puas bahwa Allah sendiri sang pemilik kebenaran turun sendiri. Narasi penulis Ibrani menggarkan hal ini dengan mengatakan : Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara  berbicara  kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,  maka pada zaman akhir  ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya,  yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia  Allah telah menjadikan alam semesta.  Ia adalah cahaya kemuliaan  Allah dan gambar wujud  Allah dan menopang segala yang ada   dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa,  Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar , di tempat yang tinggi,  jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat , sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka[26]

Pemahaman pribadi yang benar akan Yesus Kristus akan membawa seseorang dalam kekekalan. Orang tidak cukup menganggap Yesus Kristus sebagai nabi. Memang harus diakui Ia adalah nabi namun itu hanya salah satu jabatan yang dimilikinya namun dilihat dari kompetensi yang Ia miliki maka nabi tidak cukup memuat seluruh keilahianNya yang adalah Tuhan sendiri. Merupakan sebuah kebodohan jika orang menutup keilahianNya dari kelahiran yang dikandung dari Roh Kudus sebagi benihnya. Mereka hanya memandang Yesus secara daging namun tidak melihat Ia yang memiliki roh yang tidak terbatas yakni menembus kematian dan kekekalan. Nabi besar mana, atau rasul siapa yang memiliki kemampuan seperti ini tidak pernah ada hanya Yesus Kristus saja. 

(bersambung warta mendatang) 



[1] Istilah "INKARNASI" atau "INCARNATION" juga merupakan serapan dari bahasa Latin, yaitu "IN CARNE"arti harfiahnya adalah : di dalam daging. Istilah "INKARNASI" ini mulanya adalah istilah Gerejawi dalam pembahasan Kristologi dalam ilmu Theologi Kristiani. Namun kemudian istilah "INKARNASI" berkembang, dan juga digunakan dalam agama/ kepercayaan-kepercayaan lain, misalnya Buddha mengenal adanya "RE-INKARNASI." Namun demikian di dalam kekristenan tidak mengenal "RE-INKARNASI." Kekristenan hanya mengenal "INKARNASI", dan "INKARNASI" ini hanya terjadi 1 kali saja dalam sejarah dunia dan hanya terjadi pada 1 oknum saja, yaitu Yesus Kristus. Peristiwa "INKARNASI" ini sekali terjadi pada kelahiran Yesus Kristus melalui rahim anak dara Maria. Tadi disinggung bahwa istilah "INKARNASI" berasal dari bahasa Latin "IN CARNE", dan "IN CARNE" sendiri berasal dari bahasa Yunani: εν σαρκι - EN SARKI. Dan "EN SARKI" ini terdapat pada beberapa pernyataan penting dalam Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani tentang pribadi dan karya Yesus Kristus. Sumber http://www.sarapanpagi.org/inkarnasi-study-kata-vt630.html#p1482

[2] kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya, yang mungkin lebih dari satu. Dewa-dewi ini kadang-kadang membantu manusia, dan bahkan menjalin hubungan cinta dengan manusia yang menghasilkan anak, yang merupakan setengah manusia setengah dewa. Anak-anak itulah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan. Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Mitologi_Yunani

 

[3] Ibrani 4:15 

[4] Daud, (Ibrani, דָּוִד -DAVID  yang dikasihi, beloved); Anak bungsu Isai, suku Yehuda, dan raja Israel kedua. Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.  Selanjutnya dituliskan Dalam Kitab Suci dialah satu-satunya yang memakai nama itu, yang melukiskan tempat khas yang didudukinya sebagai nenek moyang, perintis dan bayang-bayang dari Tuhan Yesus Kristus, yaitu 'Anak yang lebih agung dari Daud yang agung'. Dalam Perjanjian Baru (PB) nama Daud disebut 58 kali, termasuk gelar yang berulang-ulang diberikan kepada Yesus sebagai Anak Dau. Sumber : http://www.sarapanpagi.org/daud-vt3003.html

[5] Bendera Israel (bahasa Ibrani: דגל ישראל Degel Yisraelbahasa Arab: علم إسرائيل 'Alam Isra'īl) diadopsi tanggal 28 Oktober 1948, lima bulan setelah pendirian negara Israel Modern. Bendera ini berlatar belakang putih dengan dua garis horisontal bewarna biru (dalam bahasa Ibrani: tekelet) di tepi atas dan bawah. Di tengah-tengah bendera ini terdapat gambar "Bintang Daud" bewarna biru (tekelet). Pada tahun 2007, sebuah bendera Israel berukuran 660 x 100 meter dan beratnya 5,2 ton, dikibarkan dekat benteng kuno Yahudi di Masada, memecahkan rekor dunia sebagai bendera terbesar. Sumber : (https://id.wikipedia.org/wiki/Bendera_Israel)

[6] Widyapranawa., Tafsiran Alkitab Jesaja 1-12, (Jakarta, PT. BPK Gunung Mulia, 1973),12 selanjutnya dijelaskan identitas, Nama seorang terkadang dihubungkabn dengan akhiran Yahu, umpama Elyahu (elia), Benayahu (Benaja), shemayahu (semaya). Akhiran Yahu inil dipandang oleh para ahli sebagai bentujk yang asli dari nama Allah yang telah menyatakan diri kepada Musa dan yang kemudian dikenal dengan Yahweh (Yehova)

[7] Robert M. Peterson, Kitab Yermia, (Jakarta, BPK, Gunung Mulia, cet 2, 1998), 9 dijelaskan  Yermia dilahirkan di kampung Anatot yang letaknya kira-kira 5 km di sebelah uara Yerusalem. Nama ayahnya Hilkia dan dia berasal dari suatu keluarga imam. Meskipun tidak ada bukti yang secara langsung mendukungnya, tetapi sering disangka bahwa Yermia adalah keturuna abyatar Imam Raja Daud  yang dipecat Salomo dari jabatannya di Yerusalem dan pindah ke tanah miliknya di Anator ( 1Raja 2:26-27)             

[8] Daniel, (Ibrani , דִּנִיֵּאל - DANIYEL, dari kata דָּן - DANhakim, dan אֵל - 'EL, Maka דִּנִיֵּאל - DANIYEL artinya adalah:  Hakimku ialah Allah). Sumber (http://www.sarapanpagi.org/daniel-vt3485.html)

[9] Lynne Newell., seri Tafsiran Alkitab kitab Daniel, (Malang, Seminari Alkitab asia Tenggara, cet 1, 1990), 221

[10] D. James Kennedy., Mengungkap misteri-misteri dalam Alkitab, (Batam, Gospel Press, 2003), 77-78

[11] Mikha (bahasa Ibrani: מִיכָה, Standar Miḫa Tiberias Mîḵāh ; "Seperti Siapa?") yaitu nama dari beberapa tokoh dalam Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama), dan berarti seperti siapakah TUHAN? Awalan teofori dalam Yah dan dalam Yahweh membikin Mikayah atau Mikhayahu (bahasa Ibrani: מִיכַיְהוּ, Standar Miḫayhu Tiberias Mîḵayhû ; "siapakah yang sama dengan YHWH?") Nabi Mikha berasal dari Moresyet-Gat. Dia merupakan salah satu nabi yang berkarya pada abad 8 SM. Akan tetapi, dia kelihatannya bukan seorang nabi profesional Walaupun demikian, dia dicatat sebagai nabi pertama yang memberitakan bahwa Yerusalem dan Bait Allahakan dihancurkan (bnd. Mikha 3:12). (sumber Jurnal : http://m.fenomena-matahari.singorentcar.web.id/id3/2315-2196/Mikha_34323_m-fenomena-matahari-singorentcar.html)

[12] Robert E. Van Voor., Jesus outside new Testamen : an Introduce to the Ancient Evidence ( Grand Rapid, Michigan : eerdemans, 228),20

[13] D. James Kennedy., Mengungkap misteri-misteri dalam Alkitab,  80

[14] Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia ,  dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,  yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia  dan kebenaran

[15] Louis Berkhof, Teologi Sistematika 3, (Surabaya: Momentum, 2004),127

[16] Harun Hadiwijono, Iman Kristen, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015),324

[17] Louis Berkhof, 130.

[18] Bilangan 11:29 Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi ,  oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya  hinggap kepada mereka! Bandingkan Kisah rasul 2:16-22

[19] Yohanes 3:34

[20] Dr.G.C.Van Niftrik dan Dr.B.J.Boland, Dogmatika Masa Kini, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1981), 328.

[21] Louis Berkhof, 135.

 

[22] Yohanes 1:36

[23] Dr.G.C.Van Niftrik dan Dr.B.J.Boland, 332.

[24]  Yohanes 19:21

[25] Yohanes 18:36 

[26] Ibrani 1:1-4

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn