Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini248
Kemarin636
Minggu Ini6171
Bulan Ini25190
Total Pengunjung1312126

IP Kamu 35.168.111.191 Sunday, 26 January 2020

Guests : 46 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

SELAMAT TAHUN BARU 2020

JANUARI, ROSH HASANAH, IMLEK

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

 

         

 Tahun baru yang selalu dimulai bulan januari adalah tahun baru mengikuti Kalender solar, kalender syamsiah, kalender surya atau kalender matahari adalah sistem penanggalan yang didasarkan atas revolusi bumi mengelilingi matahari. Secara fisika satu tahun surya adalah unit relatif waktu sebuah planet mengitari matahari. Satu tahun biasa dibagi menjadi bulan dan hari. Planet bumi mengitari Matahari dalam waktu satu tahun[1]Awalnya, kalender Romawi hanya memiliki 10 bulan dan 304 hari. Setiap tahun baru dimulai pada vernal equinox. Tradisi ini diciptakan oleh Romulus, pendiri Roma pada abad ke-8 sebelum masehi.  Namun seorang raja sesudahnya, Numa Pompilius menambahkan bulan Januarius dan Februarius ke dalam penanggalan tersebut. Hanya saja, selama berabad-abad, perhitungan kalender ini ternyata tak selaras dengan matahari. Hal inilah yang membuat Kaisar Julius Caesar akhirnya memutuskan untuk mengubahnya. Dia mencoba untuk berkonsultasi dan para astronom dan matematikawan terkemuka di masa itu. Setelah diperbaiki, Julies Caesar pun memperkenalkan kalender Julian -kalender yang selaras dengan matahari. Kalender ini mirip dengan kalender Gregorian yang lebih modern dan sudah dipakai di sebagian besar negara di dunia sekarang ini[2]

              Penetapan 1 Januari sebagai hari pertama tahun baru ini dilakukan sebagai bagian dari reformasinya Caesar. Di tanggal ini juga ditandai sebagai hari di mana pejabat politik tertinggi terpilih di Roma mulai menjabat dan bekerja selama setahun.  Caesar membuat tanggal 1 Januari sebagai hari pertama awal tahun sebagai upaya untuk menghormati nama dewa yang sama dengan bulan tersebut, Janus. Janus sendiri adalah dewa yang memiliki dua muka sekaligus dewa permulaan di Romawi.  Kedua wajahnya ini melambangkan kemampuannya untuk melihat ke masa lalu dan dam masa depan. Di masa itu, orang-orang Romawi merayakan tahun baru dan hari raya dewa Janus dengan bertukar hadiah satu sama lain. Tak cuma itu, mereka juga menghias rumah mereka dengan cabang pohon laurel dan menghadiri pesta[3]

              Mayoritas dunia ini memperingati penanggalan solar ini dengan merayakan tutup tahun. Namun demikian sekalipun beberapa negara mengakui tahun baru pada tanggal 1 Januari mereka juga merayakan tahun baru menurut penanggalan Lunar yakni penanggalan bulan. Seperti tahun baru bangsa Yahudi yang peringatan tahun barunya disebut sebagai Rosh Hashanah (bahasa Ibraniראשהשנה) secara etimologis berarti "permulaan tahun".Hari raya ini adalah satu dari 4 perayaan tahun baru yang dilakukan oleh orang Yahudi.Hari raya ini juga seringkali disebut sebagai Yom Teruah (bahasa Ibrani: יוםתרועה Hari Meniup Serunai Shofar), Yom Hazikarom (Hari Mengingat), Yom Hadim (Hari Penghakiman) atau Ianim Nora'im (Hari Pertobatan Sepuluh Hari)[3].

Dirayakan setiap tanggal 1 dan 2 bulan Tishrei, bulan ke-7 dalam Kalender Yahudi (Bulan ke-1 adalah Nisan), mendahului hari raya Yom Kippur yang diperingati tanggal 10 Tishrei. Biasanya dalam kalender Masehi, jatuh sekitar bulan September-Oktober[4] Kata "rosh" dalam bahasa Ibrani berarti "kepala". Kata sandang "ha" mendahului kata benda sebagai penentu. Kata "shanah" berarti "tahun". Jadi, "Rosh HaShanah" berarti 'kepala suatu tahun', merujuk kepada hari pertama suatu tahun dalam kalender Ibrani atau Yahudi. Istilah Ibrani "Rosh HaShanah" secara etimologi berkaitan dengan istilah bahasa Arab"Ras as-Sanah", yaitu nama yang dipilih oleh para ahli hukum Muslim sebagai Tahun Baru Islam[5].

              Tahun Baru Cina merupakan hari libur nasional yang memberikan masyarakat Cina untuk bertemu kembali dengan keluarga mereka sambil merayakan kedatangan Tahun Baru. Tahun baru Cina selalu dirayakan pada hari pertama Kalendar Bulan Cina. Menurut perhitungan Kalender Gregorian, peringatan hari libur ini jatuh pada bulan Januari atau Februari. Tahun ini Imlek jatuh pada tanggal 25 Januari 2020. Berdasarkan kalender China, 2020 merupakan tahun Tikus Logam Jantan. Dalam hitungan hari tahun 2019 segera berakhir tergantikan tahun baru 2020. Momen pergantian tahun lazim digunakan sebagai ajang memperbaiki diri dengan berbagai resolusi yang harus dicapai di tahun baru 2020. Setiap orang tentu ingin selalu menjadi lebih baik dalam segala hal, baik asmara, keuangan, karier, keluarga dan sebagainya. Shio merupakan tanda zodiak yang didasarkan pada tahun China, shio tahun baru 2020 adalah Tikus Logam Jantan. Tahun Baru China jatuh pada tanggal 25 Januari 2020 yang merupakan tahun ke-4717 China[6].

              Setiap tahun internasional yang menggunakan penanggalan solar memiliki makna yang dimulai pada awal bulan yang diberi nama januari yang berasal dari dewa Janus. Janus adalah dewa jalan, gerbang, dan pintu Romawi. Janus juga adalah dewa pertanian, khususnya saat masa tanam. Janus adalah salah satu dewa terawal yang disembah sejak masa Romulus.

Janus digambarkan sebagai dewa dengan dua wajah, menghadap dua arah berbeda. Disebutkan bahwa satu wwajah memandang masa lalu, sedangkan wajah lainnya memandang masa depan, jadi Janus juga adalah dewa waktu, atau mungkin dewa ramalan.

Janus digambatkan membawa sebuah kunci di tangan kanannya dan tongkat di tangan kirinya[7].

Meskipun tak ada padanan Yunani untuk Janus, dia barnagkali dikaitkan dengan Ani, dewa langit Etruria, yang juga memiliki dua wajah.Dalam Aeneid, ada gerbang khusus di dalam kuil Janus, di kota Laurentium. Jika gerbang itu dibuka, maka akan dilakukan perang. Latinus raja Latin, menolak membuka gerbang itu dan terseret ke dalam perang sia-sia melawan Aineas dan orang Troya. Juno yang akhirnya membuka gerbang itu. Di Roma, gerbang perang suci disebut Ianus geminus, berdiri di Forum. Gerbang ini dibuka pada masa perang. Gerbang ini hanya tertutup dalam waktu lama pada masa pemerintahan raja Numa Pompilius dan kaisar Augustus. Dalam mitos selanjutnya, Janus dikatakan sebagai putra Apollo dan Kreus, yang lahir di Thessalia. Janus lalu pindah ke Italia, di sana ia mendirikan kota Janiculum di tepi sungai Tiber. Janus menjad raja kuno Italia dan menikahi seorang wanita bernama Jana. Janus juga memiliki beberapa anak dari beberapa istri lainnya, antara lain Tiberinus (dari Camasena), Fontus (dari Juturna), dan Canens (dari Venilia)[8].

              Alkitab jelas memerintahkan kita untuk tidak boleh menatap kebelakang melainkan ke depan menyongsong masa depan. Ada beberapa hal yang fatal dalam kisah Alkitab. Istri Lot menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam. Hal ini mengajarkan bahwa perintah Tuhan tidak boleh dianggap sepele dengan memikirkan harta dunia yang akan dibinasakan oleh Allah sendiri[9]. Hidup ini tidak diladaskan masa lalu yang sering kali membawa dukacita.  Yesaya dengan tegas mengatakan : “firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala (Yesaya 43:18)[10]. Yesus sendiri mengajarkan bahwa akan sangat tidak diperkenan Allah bila melihat masa lalu. Ia berkata  dengan Jelas : “ Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."(Luk 9:62)

              Barnes dalam tafsirannya mengatakan : Tidak seorang pun, setelah meletakkan tangannya ... - Menempatkan tangan seseorang pada bajak adalah ungkapan pepatah yang menandakan melakukan bisnis apa pun. Agar seorang pembajak dapat menyelesaikan pekerjaannya, perlu untuk melihat ke depan - untuk niat pada pekerjaannya - untuk tidak melihat ke belakang dengan penyesalan bahwa dia melakukan itu. Begitu juga dalam agama. Dia yang masuk ke dalamnya harus melakukannya dengan sepenuh hati, Dia yang datang masih mencintai dunia - masih mencari dengan penyesalan pada kesenangannya, kekayaannya, dan kehormatannya - yang belum "sepenuhnya" meninggalkan mereka sebagai bagiannya, tidak dapat seorang Kristen, dan tidak cocok untuk kerajaan Allah[11].

              Jika diterjemahkan secara bebas Barnes ingin mengatakan mereka yang mau sungguh-sungguh mengikut Kristus mau tidak mau harus meninggalkan keduniawian untuk mengikut Allah. Akan ada sesuatu yang bahaya bila seseorang masih ikut kesenangan dunia maka akan merusak hubungannya dengan Allah atau sorga. Orang harus berani menyerahkan tubuh jiwa dan rohnya kepada Tuhan. Ikut Tuhan adalah mau mengorbankan sama sekali atau tidak sama sekali. Paulus mengatakan dengan jelas : “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan  : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (filipi 3:13-14).

              Harus dipahami bahwa kebenaran ini tidak berangkat dari dewa Janus melainkan berangkat dari kebenaran Alkitab. Orang percaya harus menatap ke depan sesuai dengan rencana Allah. Ia sudah memiliki rencana yang indah karena Yermia mengatakan : Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan (Yermia 29:11). Rancangan yang penuh harapan ini tidak selalu mendarat atau berlabuh dengan kesukaan dunia ini melainkan kehidupan kekekalan yang jauh dari penderitaan dari kebinasaan kekal.

              Jika dilihat dari latar belakang ayat dimana Yermia tersebut ayat itu memberikan pengharapan kepada bangsa Israel dalam pembuangan dan penindasan.masa-masa kejayaan yang hilang namun Yermia mengatakan akan ada restorasi dan pemulihan daripada Tuhan sendiri. Untuk itu betapa pentingnya mengharapkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Tidak ada harapan dan andalan dari siapapun juga selain dari pada Allah yang menciptakan langit dan bumi.

              Penanggalan Yahudi selalu dimulai dengan tanda-tanda dan harapan untuk masa depan. Tahun baru Yahudi sudah dimulai September atau oktober. Perayaan ini adalah perayaan tahun baru yang dirayakan dengan meriah dan penuh khidmat. Selain memperingati mengenai hari penciptaan alam raya, pada hari ini juga diperingati hari kiamat. Rosh Hashanah dipercayai sebagai hari Sabat pertama pada saat penciptaan dunia iini dilakukan. Hari raya ini dilangsungkan selama dua hari.  Pada perayaan ini, ada kebiasaan untuk memakan roti yang dicelupkan pada madu (biasanya dicelupkan pada garam). Hal ini melambangkan harapan untuk tahun baru yang baik dan "manis".Ciri khas lainnya dari perayaan ini adalah ditiupnya serunai yang disebut shofar sepanjang hari di sinagoge sebagai tanda perayaan. Selain itu, ada makna-makna lain dari ditiupnya shofar pada hari itu[12].

              Pandangan orang Yahudi tentang Perayaan tahun baru berfocus kepada Allah baik dari awal Sabbat dimana Allah memberkati sampai kepada peringatan akan kiamat yang akan datang. Pola Pikir Yahudi selalu berpusatkan kepada Allah yang menciptakan dan mengasihinya dengan membebaskan mereka dari berbagai tindasan yang telah berlangsung di masa lalu. Perayaan tahun baru dimulai dengan hal-hal yang bernuansa spiritual dengan lambang makan roti yang dicelupkan pada madu juga garam supaya memiliki masa depan yang manis. Kita perlu ingat sebelum bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir bagaimana bangsa Israel juga melakukan ritual yang sama yakni makan roti.

              Perlu menjadi renungan mendalam bagi setiap orang orang Kristen tidak bias sepenuhnya dilepaskan dari adat-adat orang Yahudi. Gereja-gereja tertentu selalu memperingati awal bulan dengan Perjamuan Kudus dengan makan dan roti yang melambangkan tubuh dan darah Yesus. Dengan harapan setiap hari dalam bulan itu orang percaya selalu mengingat karya Tuhan di Kayu salib agar hidup dalam kebenaran setiap saat. Yang lebih menarik bahwa bangsa Israel mempercayai setiap tahun baru adalah permulaan hari sabbat. Jadi dengan kata lain sepanjang tahun diingatkan kembali bahwa bangsa Israel hidup dalam sabbatNya Tuhan dimana Tuhan berhenti berkarya dan memberkati.

              Memang harus diakui setiap hari-hari penciptaan Allah selalau berkata jadilah pagi dan jadilah petang itulah hari kerja Allah dalam menciptakan namun Ia istirahat yakni hari sabbat maka alkitab tidak berkata jadilah pagi dan petang. Hal ini menandai sabbatnya Tuhan adalah Panjang sampai dalam kekekalan. Itu berarti setiap orang percaya harus menikmati sabatnya Tuhan. Dengan kata lain sabbat bukan hanya sekedar nama hari sabtu melainkan hari-hari dimana Allah memberkati umatNya. Yesus mengatakan bahwa jadi Anak Manusia r  adalah juga Tuhan atas hari Sabat." (Mark 2:28). Jika Tuhan hari sabbat sudah datang mengapa kita harus kembali ke aturan Taurat tentang sabbat yang jatuh pada hari sabtu. Yesus yang menjadi pusat iman kebangkitanNya sebagai manifestasi kemenanganNya yang jatuh pada hari minggu maka orang percaya harus hidup di dalam Kristus yang merupakan berkat sabat buat setiap orang percaya.Hal ini penting sebab jika kita masih hidup dalam Taurat maka harus dipahami kita hidup dalam kutuk Taurat tetapi dalam Kristus setiap orang percaya hidup dalam kasih Karunia. Di dalam Kristus Yesus kita tidak lagi dituntut untuk melakukan hokum-hukum yang memberatkan. Karena semua hokum Taurat yang tidak bisa dilakukan oleh manusia sudah diwakilkan oleh Yesus dilakukan secara sempurna dan semua keberhasilan yang Yesus lakukan diberikan kepada semua orang percaya.

Tahun baru china disebut sebagai Imlek yang jatuh dalam bulan 25 Januari baik lebaran dan natal semua tanggal 25 mungkin secara kebetulan. Harus dipahami Perayaan Tahun baru China dengan ditandai nama-nama binatang dan karakternya menghasilkan ramal meramal soal hoky atau rejeki dalam kehidupan. Namun sebenarnya perayaan Tahun baru china juga mengandung ritual-ritual keagamaan kuno dengan rasa syukur akan panen yang bisa dinikmati sehingga ada berbagai urutan perayaan yang meski dilakukan.

Warga Tionghoa memiliki kebiasaan untuk membersihkan rumah beberapa hari sebelum perayaan Tahun Baru Imlek. Tanggal 24 bulan 12 pada penanggalan Imlek diyakini menjadi hari yang paling baik untuk melakukan aktivitas ini. Kenapa kegiatan yang satu ini jadi tradisi yang masih dilakukan? Diyakini bahwa membersihkan rumah itu maknanya adalah untuk membuang ketidakberuntungan dan nasib buruk yang ada di rumah tersebut. Jika Squliners sering melihat warga Tionghoa membersihkan rumah mereka dari debu, mengganti perabot rumah tangga yang sudah usang, mengecat ulang tembok rumah, dan lain sebagainya untuk memberikan tampilan baru dan bersih pada rumahnya, itu tandanya mereka sedang melakukan tradisi ini menyambut perayaan Tahun Baru Imlek[13].

Upacara it uterus berlangsung dengan berbagai aturan sebagai orang yang terus berharap kepada Sang Pencipta supaya rejeki melimpah dengan adanya dewa dapur. Dalam kebudayaan tradisional Tionghoa, bagi sebagian kalangan masyarakat keturunan yang masih percaya mengganggap bahwa setiap pada tanggal 23 bulan 12 tahun penanggalan Imlek adalah “Hari Dewa Dapur” atau lebih dikenal dengan sebutan Cao Kung Kong/Zhao Shen. Siapa sebenarnya Dewa Dapur (灶君宫; Zào jūn Gōng) atau dalam dialek Hokkian disebut Cao Kung Kong itu? Dikisahkan dalam legenda, Dewa Dapur dikirim dari Surga ke Bumi oleh Kaisar Langit. Dewa Dapur bertugas untuk memantau perilaku dan mencatat perbuatan manusia sehari-hari, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk. Setiap tahun, sang Dewa Dapur akan naik ke kahyangan dan melapor kepada Kaisar Langit tentang semua kebaikan dan keburukan yang diperbuat oleh manusia, terlebih untuk keluarga yang diawasinya sepanjang tahun tersebut[14].

Ritual-ritual yang nuansanya ibadah dengan harapan untuk dapat mendatangkan kehidupan lebih baik lagi serta bertambah-tambah rejeki dan keshatan dan keluarga yang bahagia. Tidak heran jika Imlek orang-orang Tionghoa kumpul keluarga dan bagi-bagi uang yang disebut angpao dengan harapan bahwa kebahagiaan dapat dinikmati Bersama. Tahun baru senantiasa mendatangkan sukacita besar. Kelahiran Yesus yang ditetapkan menjadi Tahun masehi maka seluruh dunia ini memperingati akan kehadiran Sang Mesias sebagai pertanda kehidupan baru. Sebenarnya sebelum Yesus lahir (kira-kira 4-5sm).Padahal, jauh sebelum disebut Tahun Baru Masehi, 1 Januari sudah dirayakan sebagai hari perubahan dan era baru. Pada era baru setelah 31 Desember, manusai dan alam semesta "masuk ke dalam" nuansa perubahan kosmos, serta membawa peruabahan pada semua hal yang pada alam semesta. Suatu kebiasaan lama di Romawi dan kemudian berkembang ke seluruh wilayah Pax Romana (kekuasaan Roma), oikos (dunia yang ada kehidupan dan budaya)dan polis (negara-negara kota) yang dalam kekuasaan serta taklukan Roma[15].

Namun harus diyakini Tahun baru yang dimulai dengan Happy New Year harus didahului dengan Merry Christmat yakni selamat natal Christmas yang berarti Christ adalah Kristus sementara Mas berasal dari kata misa. Jadi orang yang beribadah kepada Kristus sudah pasti menikmati happy new Year, tahun-tahun yang membahagiakan. Hanya Kristus yang mampu membawa era baru dan sukacita sepanjang kehidupan karena untuk itulah Yesus datang. Yesus sendiri berkata :Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh  (Yoh 15:11)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_surya

[2]https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181231142803-282-357545/asal-usul-1-januari-jadi-tanggal-tahun-baru

[3]ibid

[4]https://id.wikipedia.org/wiki/Rosh_Hashanah

[5]ibid

[6]Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul 12 Ramalan Shio 2020 Lengkap Jelang Tahun Baru Imlek 25 Januari 2020, https://batam.tribunnews.com/2019/12/29/12-ramalan-shio-2020-lengkap-jelang-tahun-baru-imlek-25-januari-2020. Editor: Agus Tri Harsanto

[7]  https://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Romawi/Janus

[8]Ibid

[9]Kisah istri Lot tercantum dalam Kejadian 19 ketika dua orang malaikat Allah tiba di kota Sodom pada waktu senja dan diundang untuk bermalam di rumah Lot. Ketika fajar menyingsing, kedua malaikat itu menyuruh Lot dan keluarganya untuk keluar dari kota Sodom agar tidak binasa dalam kehancuran murka Allah. Lot berlambat-lambat, sehingga para malaikat itu menarik tangannya, tangan kedua putri dan istrinya serta membawa keluar dari kota Sodom, sambil memberi perintah: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." Lot berkeberatan untuk lari ke pgunungan dan meminta agar diizinkan untuk berlari sampai kota terdekat yang kecil. Permintaan itu dituruti, kota itu kemudian dikenal sebagai Zoar. Istri Lot yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. https://id.wikipedia.org/wiki/Istri_Lot

[10] Nas : Yes 40:1-66:24 Pasal-pasal ini ditulis selama tahun-tahun akhir hidup Yesaya. Allah menyatakan nubuat-nubuat ini supaya memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat-Nya selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya (lih. Yes 39:5-8); pasal-pasal ini penuh dengan penyataan nubuat mengenai Mesias yang akan datang dan kerajaan-Nya di bumi kelak. Beberapa peristiwa yang dinubuatkan digenapi berhubungan dengan tertawannya Yehuda oleh Babel dan pemulihannya. Banyak nubuat lain lebih khusus berhubungan dengan datangnya Yesus Kristus ke bumi, dan yang lain lagi masih menunggu penggenapan. Secara umum, pasal Yes 40:1-48:22 menekankan pelepasan, pasal Yes 49:1-57:21 penebusan, dan Yes 58:1-66:24 kemuliaan. https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Yes&chapter=43&verse=18

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.