Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1064
Kemarin1217
Minggu Ini1064
Bulan Ini17807
Total Pengunjung1060188

IP Kamu 54.226.102.115 Monday, 17 June 2019

Guests : 20 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

HAMBATAN SUPRANATURAL DALAM GEREJA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Kekristenan telah kehilangan Spiritualitas yang supranatural.  Seharusnya pengalaman supranatural atau disebut juga mistik (mystical experience) menjadi patron dalam pengalaman spiritual atau keagamaan  (religious experience)[1]. Perjumpaan antara yang natural dan supranatural itulah disebut sebagai pengalaman mistik ini bukan nuansa dukun yang semerbak menyan dan kembang tujuh rupa yang mempersentasikan kuasa gelap melainkan suatu pengalaman bersifat esoteris, karena terjadi pada “inner space” ruang yang sebelah dalam.

Namun bila dianalisa dengan cermat gereja di era modern sekarang memiliki fokus yang sudah menyimpang dari patron kebenaran. Realitas gereja sekarang lebih mementingkan kwantitas jemaat dibanding dengan kualitasnya. Theologia yang benar tidak diperhatikan bahkan  sering kali disingkirkan. Pengalaman adikodrati spektakuler sang pemimpin menjadi komoditas pengajaran yang sanggup menarik ribuan jemaat.  Hal seperti inilah yang menjadi “trend” gereja di akhir zaman. Beberapa gereja dengan kapasitas jemaat yang besar memiliki pengajaran khusus yang berbeda dengan gereja lain dan itu menjadi daya  tarik jemaat Tuhan.    Eka Darma putra menuliskan :  “ bila gereja    sukses dalam memikat banyak anggota, tetapi hidup tanpa theology tidakkan namanya itu organisasi massa, atau klub rohani tapi pasti bukan gereja bukan?[2]

Pengalaman esoterik dianggapnya wahyu dari Tuhan sebagai modal pengajaran yang setingkat “pengakuan iman rasuli” yang harus ditaati dan dijalankan secara mutlak. Perspektif theologis yang dimilikinya didasarkan atas interprestasi metodologi tafsir “hermeneutika” yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Kaidahnya  tidak jelas karena didasarkan hanya terdiri dari satu atau dua ayat saja. 

Ellis H. Shotlfield dalam bukunya “Iblis dalam gereja” mengatakan : Karena dengan hanya mentaati satu ayat saja dari perintah yang terdapat dalam Perjanjian baru, maka akan menimbulkan keributan dan sibuk akan peperangan rohani yang (hingga saat ini) saudara sangka hanyalah sesuatu yang bersifat teoritis[3].

Read more: HAMBATAN SUPRANATURAL DALAM GEREJA

BIJI MATA TUHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Merupakan realitas sejarah bahwa Tuhan sendiri mendeklarasikan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan yang diidentikkan dengan biji mataNya[1]. Durasi pemilihan ini berlaku sepanjang zaman dan lintas generasi. Israel sekarang dengan Perdana Menteri Netanyahu tidak berbeda dengan Israel di zaman Musa pada waktu keluar dari Mesir, hanya beda generasi saja. Ini ketetapan Allah yang kekal dan tidak pernah tergantikan dengan bangsa yang lain. Dengan kata lain di mata  Allah bangsa-bangsa lain selain Israel adalah bangsa yang goyim alias kafir[2]. Mau dikata apa hak prerogative Tuhan jatuh kepada bangsa Israel. Sementara bangsa-bangsa lain yang mau menjadi warga negara Israel maupun beragama Yahudi  disebut kaum proselit[3]

Eksistensi Allah Pencipta langit dan bumi dapat dilihat cara kerja, tutur bahasa, kasih dan murkaNya melalui bangsa Israel. Pemilihan yang mengacu kepada sejarah masa lalu, membuktikan bahwa Allah ingin membuktikan pemeliharaan dan penjagaanNya terhadap kaum Israel di masa lalu akan tetap berdampak di masa yang akan datang. Manifestasi kasih Allah sepenuhnya dinyatakan di dalam bangsa Israel sejak pemilihan perdana sampai dalam kekekalan. Bahkan Tuhan mengancam dengan serius bangsa manapun yang menyentuh Israel atau mengadakan permusuhan dengan negara ini maka identik dengan mengusik biji mataNya[4]. Menyentuh biji mata Tuhan atau membuat mata Tuhan “kelilipan”[5] beresiko mendatangkan murka Allah turun atas setiap bangsa manapun juga. 

Read more: Biji Mata Tuhan

BERKACA PADA TSUNAMI MENGHADANG BADAI 

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 
 
 

Runtunan gempa dan tsunami yang terjadi di beberapa pulau dan belahan dunia ini  tidak menyurutkan petaka yang akan terus menghampiri penduduk bumi ini. Mata kita tidak boleh terpecam dan dipaksa meneropong detil-detil peristiwanya, baik korban dan kerugian harta bendanya. Semua ini pertanda bahwa kiamat sudah dekat dan unsur-unsur bumi akan segera dijungkirbalikkan oleh Sang Empunya langit bumi. Boleh percaya atau tidak bahkan mau cuex bebek,  terserah namun bencana yang lebih besar akan menghampiri bumi ini. Ini bukan ancaman atau prediksi ngawur di tahun baru melainkan antisipasi dalam perspective theologis bahwa kehancuran bumi ini sudah dinubuatkan oleh Alkitab. 

Read more: Berkaca pada tsunami menghadang badai

SEMBILU DI DADA PENDETA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Naluri Pendeta seharusnya tetap tegar dikala badai gelombang menerjang masa-masa pelayanan.  Namun sekuat apapun seorang hamba Tuhan berdiri dengan dua kakinya, maka harus diakui dia bisa tepar[1] juga. Hal ini bukan menunjukkan bahwa dia tidak berdaya, namun Allah membiarkan terjadi supaya kuasa Tuhan semakin sempurna atasnya.[2] Namun demikian ada jaminan dari Tuhan bahwa sekalipun ia jatuh maka tidak akan tergeletak sebab tangan Tuhan sendiri akan menopangnya.[3] Orang harus sadar bahwa hamba Tuhan juga manusia yang memiliki daya kekuatan yang terbatas. Setiap  orang memiliki kekuatan yang berbeda-beda tergantung dari pengalaman dan jam terbang masing-masing. Namun demikian kekuatan hamba Tuhan tidak tergantung dari seberapa kekayaannya, atau kepandaian berteologia dan fasih lidahnya melainkan dari kedekatannya kepada Tuhan. Jangan pernah memfitnah dan berurusan buruk dengan orang yang diurapi oleh Tuhan[4]

Read more: Sembilu di dada Pendeta

MEMBUSUK DALAM DEPRESI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Setiap manusia yang ada di planet bumi ini ditakdirkan untuk  bergumul menghadapi berbagai penatnya beban persoalan dan panca roba kehidupan yang silih berganti. Siapapun yang pernah dilahirkan  dari kandungan seorang ibu akan menyuarakan tangisan ketika pertama-tama mengunjungi bumi ini, hal itu menandai berbagai penderitaan yang menghadang di depan mata. Sebelum keluar dari rahim ibunya seorang bayi terbungkus dalam keheningan yang sempurna. Yang ia rasakan hanya kenikmatan hidup dalam dekapan kasih dari Sang Ibu yang terus menerus mensuplay oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya tanpa meminta dan berusaha sedikitpun, itulah keindahan ciptaan tenunan Allah.[1] Usai keluar dari keheningan dan kenikmatan hidup dalam tenunan Allah maka bertubi-tubi manusia mengalami berbagai multi dimensi beban kehidupan.

Read more: Membusuk dalam depresi

AROMA KEINTIMAN TUHAN MENGHASILKAN URAPAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Pdk

 

Kejadian 18:1-33

 

Kekristenan bukanlah agama yang murahan, asal percaya Yesus sebagai Tuhan terus masuk sorga. Bukan bermaksud mempersulit orang masuk KerajaanNya. Sorga yang diraih dengan murahan adalah Kerajaan abal-abal dan dapat dipastikan bukanlah tempat Tahta Allah yang Maha Kudus. Memang harus diakui paket keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus sudah sempurna  dimana dosa diampuni, lemah dikuatkan, sakit disembuhkan, miskin diperkaya dan mati masuk sorga. Inilah jaminan yang tidak pernah bisa diberikan oleh manusia manapun selain Yesus Kristus yang lahir di kandang domba.

Semua itu anugerah gratis dari Tuhan namun untuk dapat menikmatinya dibutuhkan sebuah perjuangan yang keras, konsisten, masif dan harus  selalu meng”upgrade” hal-hal yang up to date dalam perkara-perkara sorgawi. Orang Kristen harus serakah untuk sorga dan konsumtif bila menyangkut kerajaanNya. Tanpa semua itu maka kekristenan akan terdegradasi dan dilindas dengan keduniawian.

Mereka yang merasa sudah mengaku percaya Yesus sebagai Tuhan namun masih hidup  arogan, nafsu liar, jahat, sadis dan najis  dapat dipastikan nafasnya bau busuk, perkataanya persis comberan, yang selalu menyeret orang kedalam dosa dan pencobaan. Yang model begini tidak akan pernah masuk area kemuliaan Allah dan sudah pasti tertolak dari zona sorga.

Kekristenan adalah kemelekatan diri dengan Kristus hari demi hari tanpa ada jeda waktu. Setiap detik rasanya berharga dan penting untuk duduk diam menikmati kemurahan Tuhan. Memiliki integritas yang tinggi dan loyalitas yang tidak pupus ditelan jaman. Indikatornya sangat jelas bahwa setiap tarikan nafas mengalirkan kerinduan akan Tuhan dan hati yang membara bagi kekasih jiwa.

Banyak Jemaat gereja Tuhan yang merasa cukup puas bila sudah bisa mengikuti seluruh prosesi ibadah dari liturgi  doa, pujian, kotbah dan memberi kolekte. Namun sebenarnya semuanya itu masih sangat dibawah standar.Model Kristen ini mereka menganggap gereja adalah kapal pesiar dengan berbagai fasilitas mewah dengan hiburan-hiburan yang memuaskan selera jiwa bukan sedang berada di kapal perang. Namun sesungguhnya anak Tuhan tidak  seharusnya berada di kapal pesiar hanya sebagai penikmat dari seluruh acara yang ada. Kekristenan seperti ini ujung-ujungnya banyak menuntut dan sebagai penonton dari seluruh kegiatan ibadah dan pelayanan. Jika ada kekurangan langsung mengkritik, caci maki dan segera meninggalkan gereja.

Namun sesugguhnya Kekristenan sedang masuk di kapal perang, dimana orang-orang di dalamnya dilatih menggunakan senjata, menembak sasaran yang jelas, berlari-lari dengan tujuan yang jelas. Hasil dari didikan gereja yang bak kapal perang ini menghasilkan kekristenan yang militan, radikal dan ekselen spirit. Siap meluluhlantakkan tentara iblis dan kembali membuat track record  kejayaan dari Kerajaan yang Maha tinggi dengan memenangkan jiwa-jiwa.

Jemaat model kapal pesiar akan menjadi jago kandang. Kalau hanya suruh tepuk tangan, berkarunia roh dan dan liturgi tidak perlu diragukan. Belum lagi demontrasi karunia roh dari bahasa Roh, nubuat, penglihatan yang dipertontonkan di etalase bergereja. Namun ketika menghadapi radikalisme, intoleran serta ancaman yang menyangkut nyawa, tiba-tiba nyalinya ciut, imannya luluh lantak seperti ager-ager yang siap disantap. Semua itu terjadi karena hilangnya urapan yang merupakan hal vital jika tidak ada maka akan sangat fatal.

Read more: AROMA KEINTIMAN MENGHASILKAN URAPAN

ADOPSI ILLAHI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (YOHANES 1:12)

 

Perjumpaan dengan pribadi Yesus Kristus  berdampak perubahan identitas yang luar biasa.  Diawali dengan akte lahir sebagai manusia fana yang berselimutkan dosa, kenajisan dan pemberontakan tiba-tiba mendapat sertifikat kodrat Illahi, menjadi suci dan layak untuk sorga tanpa melakukan ritual hukum agama, pantang haram atau berdarah-darah dalam amal dan perbuatan.  Semua kepentingan yang menyangkut perubahan identitas tersebut sudah dilakukan oleh Yesus Kristus secara sempurna di Golgota. Dengan kehadiran Kristus Yesus Kristus manusia dimanja dalam kerajaan Sorga sebab semua fasilitas sorga diberikan gratis tanpa bayar hanya dengan respon iman yang benar kepadaNya dan mendapat akte sebagai anak-anak Allah (Gal 3:26). Iman yang benar inilah yang membentuk manusia menjadi santun tidak liar, mengasihi sesama dan berkenan kepada Allah.

Ketika pertama orang berjumpa dengan Kristus dan menerimanya maka mereka tidak sedang diperhadapkan dengan aneka hukum dan rentetan halal dan haram melainkan diberi anugerah status menjadi anak Allah. Status ini tidak ada sangkut pautnya dengan berbagai macam hukum agama melainkan  murni pemberian dari Allah (efe 2:8). Sebagai gambaran sederhana, ketika seseorang tahu akan punya anak maka yang ia persiapkan bukan hukum-hukum anaknya nanti tidak boleh ini dan itu melainkan orang mempersiapkan kebutuhan sang anak dan orang tua yang baik mempersiapkan curahan kasih sayang untuk dapat dinikmati sang anak.

Read more: Adopsi manusia Illahi

ADOPSI ILLAHI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (YOHANES 1:12)

 

Perjumpaan dengan pribadi Yesus Kristus  berdampak perubahan identitas yang luar biasa.  Diawali dengan akte lahir sebagai manusia fana yang berselimutkan dosa, kenajisan dan pemberontakan tiba-tiba mendapat sertifikat kodrat Illahi, menjadi suci dan layak untuk sorga tanpa melakukan ritual hukum agama, pantang haram atau berdarah-darah dalam amal dan perbuatan.  Semua kepentingan yang menyangkut perubahan identitas tersebut sudah dilakukan oleh Yesus Kristus secara sempurna di Golgota. Dengan kehadiran Kristus Yesus Kristus manusia dimanja dalam kerajaan Sorga sebab semua fasilitas sorga diberikan gratis tanpa bayar hanya dengan respon iman yang benar kepadaNya dan mendapat akte sebagai anak-anak Allah (Gal 3:26). Iman yang benar inilah yang membentuk manusia menjadi santun tidak liar, mengasihi sesama dan berkenan kepada Allah.

Ketika pertama orang berjumpa dengan Kristus dan menerimanya maka mereka tidak sedang diperhadapkan dengan aneka hukum dan rentetan halal dan haram melainkan diberi anugerah status menjadi anak Allah. Status ini tidak ada sangkut pautnya dengan berbagai macam hukum agama melainkan  murni pemberian dari Allah (efe 2:8). Sebagai gambaran sederhana, ketika seseorang tahu akan punya anak maka yang ia persiapkan bukan hukum-hukum anaknya nanti tidak boleh ini dan itu melainkan orang mempersiapkan kebutuhan sang anak dan orang tua yang baik mempersiapkan curahan kasih sayang untuk dapat dinikmati sang anak.

Kesadaran perubahan status ini menjadi luar biasa sebab tidak bisa dilakukan oleh agama atau nabi manapun juga melainkan hanya pribadi Kristus Yesus. Usaha manusia manapun dengan cara apapun tidak akan bisa mengubah manusia fana yang akan berakhir  di neraka kekal. Jangankan menjadi anak Allah yang berkodrat Illahi menjadi anak monyet saja tidak bisa mengapa demikian? Karena habitatnya berbeda, manusia sebagai makluk insani sementara monyet binatang. Ini bisa terjadi bila manusia yang merendah menjadi binatang atau sedang menerima kutukan Tuhan,  manusia diubah menjadi binatang seperti Nebukadnesar (Daniel 4:31-32), Sementara Tuhan bisa mengubah binatang layaknya manusia bisa bicara seperti kisah Bileam dengan keledai yang bisa bicara (Bil 22:28). Namun demikian perubahan ini hanya bersifat temporary saja bukan permanen. Namun yang dilakukan Kristus Yesus bagi  manusia dengan perubahan tersebut bersifat permanen bahkan mencapai durasi kekekalan.

Perubahan berbeda habitat memiliki kemungkinan sangat kecil, kalaupun bisa itu merupakan karya Allah atau iblis dengan manusia jelmaan seperti ular putih, babi ngepet dll. Skandal Taman Eden dimulai dari jelmaan lusifer yang hadir melalui ular, iblislah yang mengubah ular menjadi mananusia dalam komunikasi sehingga makluk roh seperti iblis memanfaatkan binatang untuk menyampaikan godaannya terhadap manusia. Jadi bila setan bisa mengubah manusia menjadi babi jadi-jadian berbeda dengan anak Allah yang merupakan karya Allah yang fenomenal hanya bagi mereka yang diberi kesempatan untuk percaya dan menerima Dia.

 Perubahan satu habitatpun sebagai  sesama manusia tidak bisa dilakukan. Jika seseorang tiba-tiba ingin menjadi anak Presiden, maka akan ditolak karena perbedaan gen, latar belakang dan tingkat sosial yang berbeda. Kecuali Sang Presiden sendiri datang dan mengadopsi orang tersebut menjadi anak dan keluarganya. Demikian Yesus Kristus mengangkat orang yang menerimanya menjadi keluarga Allah (Efesus 2:19). Jadi dengan jelas orang yang Kristen berhasil masuk sorga kelak bukan karena usahanya melakukan kebenaran demi kebenaran, tetapi anugerah. Sejak pengakuan pertama kali untuk menjadi percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi maka Vonis Pengadilan Kerajaan Allah telah menjatuhkan ketetapan inkrah yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun baik makluk insani, illahi, setan atau malaikat manapun bahwa mereka termasuk orang-orang yang diselamatkan (Rom 10:9) langsung diterapkan untuk selanjutnya seluruh fasilitas yang berhak dimiliki sebagai warga kerajaan Allah telah disiapkan.  Untuk hal tersebut maka sebaiknya lakukan beberapa hal yang sangat penting untuk durasi kekekalan nanti

1.       Malapetaka kendali hidup diluar Yesus

Kendali hidup yang masih berada dalam pola pikir dan perasaaan duniawi merupakan pelecehan akan kerajaan Allah. Ini sama saja menentang Allah secara langsung baik sengaja maupun tidak sengaja (Yak 4:4) sekalipun ia menjadi jendral-jendral kerajaan Allah sudah dapat dipastikan ia akan menjadi orang-orang yang tidak diperkenan oleh Allah (Rom 8:8) sekalipun hidup dalam mujizat segudang dan berkat kelimpahan segunung maka cepat atau lambat Tuhan sendiri akan menelanjangi dan mempermalukannya (Wah 3:17) serta berakhir penyesalan seumur hidup dalam kekekalan yang menjijikkan yang disertai ratap dan kertak gigi (Mat 7:23). Untuk itu iman yang benar adalah mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi serta mempraktekkan kebenaran. Hidup dalam kekudusan dan kemuliaan seperti Yesus maka jaminan keselamatan bukanlah fata morgana atau angin sorga melainkan realitas. Seperti seorang ayah yang tinggal di Kelapa Gading maka sang Anak di kelapa gading.

 Ketika anugerah disodorkan tidak ada salahnya untuk mempercayai Dia sebagai Tuhan dan Juru selamat, sebab ajaran yang mengatakan Dia bukan Tuhan adalah ajaran daripada Lucifer. I Yohanes  4:3  mengatakan : “dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia”. Selanjutnya Yohanes juga menuliskan bahwa I Yohanes  2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Siapapun yang mengikuti ajaran ini berarti menolak secara terus terang akan Keillahian Yesus Kristus dengan akibat sama dengan sang Pengajar tersebut yakni Antikris. Wahyu 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. Jangan mengikuti irama nabi palsu yang menyesatkan sebab dia dan pengikutnya akan berada di neraka kekal. Tidak peduli stempel agama dan kepercayaan sesantun apapun namun penolakan Kristus Yesus seperti yang dikatakan oleh Taurat dan para nabi akan berakhir seperti orang kaya dan lazarus yakni dalam neraka kekal (Lukas 16:29-31). Untuk menghindari kebengisan dan penderiaan berkepanjangan di neraka taruhlah hatimu kepada Kristus dan biarkan Dia berdaulat maka kekekalan akan kemuliaan kita dapat raih saat ini.

Kepastian sorga dan neraka tidak terletak pada agama atau banyaknya amal perbuatan serta melakukan ritual agamawi  melainkan satu pribadi Yesus Kristus! Bila kita menerima Dia sebagai Juru selamat maka keselamatan tersedia  demikian pula ketika terjadi penolakan maka hukuman sudah tersedia (Mrk 16:16). Mengapa tolok ukurnya Kristus? Karena Ia adalah pribadi satu-satunya yang merupakan Jelmaan Allah yang menjadi manusia! Mau tidak percaya? KelahiranNya dari benih Roh Kudus bukan karena hasil hubungan suami istri (Matius 1:18,23) Kitab suci manapun mengakuinya bahwa Yesus Kristus lahir dari seorang dara bukan janda! Jika janda dapat diragukan tetapi dara alias perawan maka tidak dapat diragukan lagi. Penolakan akan keillahian Kristus merupakan penolakan terhadap kebenaran sejati! Untuk itulah setiap orang harus berjumpa dan menyembahnya. Cepat atau lambat setiap lutut akan bertelut dan lidah mengaku Yesus adalah Tuhan (fil 2:10-11) dari pada terlambat maka tetapkan hati menjadi anak yang diadopsi Kerajaan Allah!

 

 

 

 

 

MEMILIH DAN MEMILAH PEMIMPIN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

.. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hatiNya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya.. (1 Samuel 13:14)

Antisipasi naluri liar seorang calon pemimpin harus dibendung dengan penolakan yang signifikan dari mayoritas kalau tidak maka sang Pemimpin akan memiliki hasrat yang semakin menggila. Kesalahan fatal bangsa yang terbelakang yang dihuni oleh masyarakat yang bodoh sering kali dengan sengaja menutup mata terhadap kebobrokan moral dan nafsu keji dimasa silam. Jangan sampai jeritan nabi Habakuk itu terjadi : Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia? (Hab 1:13)

Read more: MEMILIH DAN MEMILAH PEMIMPIN

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.