Print 

NERACA PINDAH AGAMA 

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

Jagad “dunia maya” sedang dihebohkan oleh mualaf[1]-nya  Deodatus Andreas Deddy  Alias Deddy Corbuzer. Reaksi para Nitizen beragam, sebagian mereka hanya mencibirnya  namun demikian tidak sedikit yang menyambut dengan bunyi takbir pertanda Andreas telah mendapat hidayah[2]menjadi muslim. Dengan jelas Liputan6.com, Jakarta melaporkan Deddy Corbuzier, saat ini tengah menjadi sorotan karena dirinya menjadi mualaf. Deddy Corbuzier telah sah memeluk agama Islam setelah mengikrarkan dua kalimat syahadat pada Jumat (21/6/2019) selepas salat Jumat di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta.  Momen mengharukan itu disaksikan oleh puluhan jamaah serta awak media yang hadir. Selepas Deddymengikrarkan dua kalimat syahadat, para jamaah mengucapkan takbir sebagai tanda syukur karena Deddy telah resmi masuk islam[3].

Neraca sendiri memiliki arti laporan keuangan[4]  dalam hal ini akan menjadi laporan perpindahan agama. Artikel ini dirancang bukan untuk menghakimi atau memvonis orang sesat, murtad atau mengkriminilisasi agama.  Neraca pindah agama ditulis agar setiap orang percaya mengingat perkataan Yudas yang bukan Iskariot : “saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu  yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus[5]. Betapa pentingnya setiap orang percaya membangun imannya, agar tidak mudah goyah dan jatuh. Paulus mengingatkan bahwa : “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri,  hati-hatilah supaya ia jangan jatuh, …. kita bukan lagi anak-anak  , yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,  tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala[6] .

Realitas seorang pindah agama sering terjadi di belahan dunia manapun.  Jangankan jemaat awam[7]yang berpindah agama, sejarah membuktikan pendeta[8], dosen dan tokoh teologia yang sudah malang melintang dalam pelayanan yang bergelar doctor teologia masih bisa meninggalkan imannya. Di zaman Yesus sendiri berkarya di bumi ini , salah satu muridNya yakni Yudas Iskariot dapat dikategorikan bukan sekedar meninggalkan imannya melainkan mengkhianati bahkan menjual gurunya[9]. Demas meninggalkan Paulus dari pelayanannya, Charles Templetown, rekan pelayanan dari Billy Graham, yang begitu hebat pelayanannya, mulai mengundurkan diri dan mempertanyakan imannya. Dan bahkan 9 tahun kemudian dia mengaku di hadapan publik bahwa dia telah meninggalkan Yesus. Dia menulis buku “Farewell to God”yang menjelaskan mengapa dia meninggalkan Yesus[10].

Jika jemaat Kristen berpindah agama maka perlu diperhatikan bahwa yang bersangkutan bukan pengikut Kristus melainkan masih berada dalam tataran pengikut agama Kristen atau denominasi gereja. Hampir dapat dipastikan yang bersangkutan tidak pernah berjumpa Kristus secara pribadi “face to face” sehingga tidak bisa dikategorikan meninggalkan Kristus karena belum pernah terjadi perjumpaan secara pribadi.  Banyak jemaat yang kehilangan Tuhannya di gereja karena hanya beridentitas Kristen tanpa Kristus. Mencari kepuasan diri, dengan melogikakan Allah yang trancenden[11], dan mencari kepuasan dalam kebenaran yang bisa memuaskan pola pikirnya. Orang yang mencoba mengerti sepenuhnya akan Tuhan bagaikan seorang anak kecil yang menggali sumur di pinggir pantai dengan harapan bisa memasukkan seluruh air laut ke dalam sumur yang digalinya atau seekor kecoak ingin belajar berselancar di dunia maya dengan internet. 

Orang yang benar-benar berjumpa dengan Kristus sendiri sangat mustahil dan  tidak mungkin meninggalkanNya. Dalam Kristus Yesus seluruh fasilitas kehidupan di bumi dan di sorga telah disediakan secara sempurna. Masalah dosa diampuni, jika lemah dikuatkan, bila mengalami sakit disembuhkan, kalau miskin diperkaya dan saat mati masuk sorga. Tidak ada yang kurang fasilitas di dalam Kristus bahkan ada banyak varian berkat yang dapat dinikmati. Pemeliharaan yang sempurna seperti yang Yesus katakan : Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci[12].

Secara logika dan hampir pasti bahwa jika seorang berpindah agama maka ia akan diperhadapkan berbagai jenis  hukum halal dan haram dan sederetan larangan-larangan. Orang tersebut identik dalam keterikatan hukum yang harus dijalaninya seperti seorang budak harus melakukan perintah dari majikannya yakni hukum itu sendiri. Untuk mencapai sorga dan perkenanan Allah maka penganut agama harus berusaha keras melakukan seluruh hukum, tatanan ibadah, menghindari yang halal dan haram itupun masih mudah-mudahan diterima oleh Allah.

Berbeda terbalik dengan orang percaya Kristus maka tidak diperhadapkan dengan sederetan hukum halal dan haram melainkan anugerah. Setiap orang yang berjumpa secara pribadi dengan Kristus maka ia berdiri dan menerima pengampunan dosa, dosanya dihapuskan, dibuang sejauh timur dari barat. Dikuduskan menjadi imamat yang kudus, diberi gelar umat yang lebih dari pemenang dan masih banyak identitas yang lainya[13]. Orang percaya Kristus diberi DNA atau gen yang baru sebagai ciptaan yang benar-benar baru. Jika setiap percaya terus menikmati anugerah yang tanpa batas maka jangankan keluar, berpikirpun tidak akan pernah terlintas. 

Setiap orang hidup dalam Kristus akan mendapatkan kebenaran yang membebaskan[14]karena Yesus sendiri berkata Akulah kebenaran[15]. Agama masih memberi informasi tentang kebenaran tetapi Yesus memberi konfirmasi bahwa Akulah kebenaran. Jika ada nabi berkata Akulah kebenaran maka akan ditimbang dan diuji sejauh mana kualitas hidupnya. Apakah ada dosa, perzinahan dan kejahatan? Jika ada maka yang bersangkutan gagal mengatakan bahwa akulah kebenaran,  untuk itu tidak ada satupun nabi yang pernah ada dan yang akan ada berani berkata demikian. Hanya satu-satunya Yesus Kristusyang bernai mendeklarasikan dirinya adalah kebenaran. Jika Yesus satu kali berzinah maka Ia layak disebut sebagai Kristus. Orang yang berada dalam pengurapan tidak mungkin jatuh dalam dosa sementara tokoh agama memiliki kehidupan yang ternoda oleh dosa dan segala kelemahan. 

Seorang awam yang meninggalkan Kristus itu bila digambarkan seperti seekor ikan yang ingin lompat dari air dan hidup di daratan. Orang yang pernah berjumpa dengan Kristus tidak boleh berada di luar anugerah mereka  harus berada lebih dalam. Petrus mengatakan : “jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.  Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah[16]. setiap Jemaat setidaknya harus memiliki “penasehat spiritual” dalam bahasa gereja adalah penasehat rohani. Tidak perlu menjadi heboh seorang yang meninggalkan agama Kristen karena belum tentu ia meninggalkan Kristus karena ia sendiri belum pernah berjumpa secara pribadi. Dalam tahapan pertama perjumpaan  saja belum pernah terjadi maka tidak akan mungkin terjadi perpisahan. 

Ranah orang tersebut hanya berada dalam pengetahuan bukan pengenalan. Dampak dari pengetahuan tidak ada artinya. Bila digambarkan seorang yang hanya tahu Donal Trump dari belahan dunia yang lain maka tidak ada hubungannya. Namun keluarga sang Presiden tidak hanya tahu Donald Trump sebagai Presiden tetapi mengenal dan berada dalam ikatan keluarga. Mengenal dalam bahasa Ibrani memiliki arti Yada yang artinya hubungan intim. Orang yang mengenal Allah memiliki Perjanjian seperti suami istri yang berhak berhubungan intim yang memiliki sebuah ikatan perkawinan. Demikian juga orang percaya yang mengenal dengan sungguh akan Tuhan terikat perjanjian akan darah Kristus. Dengan demikian tidak gampang untuk memisahkan diri. Perkawinan dalam dunia ini sering terjadi perceraian tetapi perkawinan dengan Anak domba Allah tidak mungkin i terjadi. Paulus mengingatkan bahwa : Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia[17].

Kekristenan sejati bukan sebuah agama yang diformat oleh manusia melainkan jalan hidup yang berkarakter Kristus. Hal ini bukan karena hasil usaha sendiri melainkan kekuatan Roh Kudus yang ada di dalam diri orang percaya. Untuk itu setiap orang percaya bukan saja diberi hak sebagai anak Allah sebagai anak Allah secara adopsi[18]melainkan dilahirkan dari Allah[19]. Banyak anggot gereja hanya sebagai anak adopsi sehingga terlalu percaya diri masuk Sorga namun karena ia anak adopsi karakternya tidak bisa seperti Bapa Di sorga sehingga ia mudah terhilang. Ia hanya menjadi anak kesayangan yang hanya bisa menuntut jika tidak marah dan keluar dari rumah BapaNya.  Namun berbeda dengan anak yang yang dilahirkan dari Allah maka Ia akan memiliki karakter Allah karena DNA Allah dimiliki setiap keturunan dari Bapanya. Jenis orang ini menjadi anak kesukaan bukan sekedar kesayangan[20].

Biasanya orang yang meninggalkan imannya di dalam Kristus dapat dikategorikan sebagai orang yang tidak tahan dalam kumpulan orang benar[21]bahkan keras kepala tidak mau mendengar tegoran sehingga disebut sebagai anak-anak gampang[22]. Model anak Allah ini disebut sebagai anak-anak yang tidak sah dan diidentikkan sebagai pengkhianat, Hosea jelas mengatakan : “Mereka telah berkhianat  terhadap TUHAN, sebab mereka telah memperanakkan anak-anak yang tidak sah; sekarang pembinasa akan memakan   habis mereka dan ladang mereka[23].

Mengingat betapa luar biasa pengorbanan Kristus demi keselamatan dan kehidupan yang indah yang telah diberikan maka setiap orang persaya. Dalam hal ini yang bersangkutan pernah berjumpa dengan Kristus bukan sekedar pengikut agama Kristen, namun  jika menyangkal lagi maka tidak ada pengampunan. Penulis Ibrani mengatakan dengan jelas : Sebab mereka yang pernah diterangihatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman  yang baik   dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,  namun yang murtad lagi , tidak mungkin dibaharui sekali lagisedemikian, hingga mereka bertobat,  sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah   bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum[24]

Meninggalkan Kristus Yesus bukan saja dilakukan dengan cara pindah agama melainkan juga bisa dilakukan dengan cara mencuri kemuliaan Tuhan. Hal inilah yang membuat Tuhan murka sehingga  banyak hamba Tuhan yang berdiri di mimbar gereja, pengkotbah dengan segudang karunia mujizat, kesembuhan, nubuat (kotbah) dan mengusir setan saja tidak dikategorikan pengikut Kristus bahkan divonis murtad serta sebagai pelaku kejahatan oleh Yesus sendiri[25]. Mereka hanya sebagai pekerja gereja dan pemeluk agama bukan orang yang terhisab dalam kerajaan Allah. Doa yang berulang kali menyebut nama Tuhan bukanlah jaminan masuk  sorga melainkan dikategorikan sebagai pelaku kejahatan. Orang harus bisa membedakan menjadi pengikut agama dan hidup dalam kebenaran merupakan dua hal yang memiliki kutub yang berbeda. 

Jika dapat disebut agama adalah organisasi sementara  kekristenan adalah organisme yang hidup. Arti dari organisme itu sendiri adalah berbagai macam makluk hidup baik yang ada dalam air, baik yang ada di darat; bagian dari jasad hidup yang mempunyai susunan tertentu dan tujuan tertentu pula. Kekristenan dalam hal ini disebut sebagai kumpulan manusia-manusia yang terdiri dari berbagai latar belakang  “jemaat yang am” yang bersatu dalam wadah iman di dalam Yesus Kristus untuk melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Alkitab. 

Menyangkut agama maka ada banyak pilihan karena agama dianggap semua sama. Namun tidak untuk pribadi Yesus Kristus, bahwa  Dia tidak ada bandingnya dengan siapapun dan kapanpun, baik nabi, rasul dan siapapun juga yang pernah ada dan yang akan datang. Jadi dapat disimpulkan bahwa Yesus Kristus adalah pilihan tunggal dan tidak ada alternatif yang lain.  

Fakta di lapangan sekarang agama bukanlah suatu yang disematkan pada kondisi manusia, melainkan sebuah pilihan tambahan yang dipaksakan kepada orang-orang oleh imam yang bejat[26]. Prof. Paul Tillich seorang ahli agama Protestan mengatakan bahwa : “seseorang yang bersikap netral dalam menyelidiki agama, sudah berarti ia menolak bahwa agama itu suatu hal yang ultimate, soal hidup atau mati[27].Dari tulisan Paul Tillich ini agama berdampak taruhan nyawa, atau tidak sama sekali. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa  setiap orang yang beragama harus dengan segenap hati dan pengorbanan jiwa dan raga mempertahankan imannya.

 Realitasnya banyak orang rela mati melalui bom bunuh diri yang dianggap membela agamanya walau secara tidak sadar tindakannya memisahkan diri dari Sang Pencipta kehidupan. Iman yang membabi buta akan menghasilkan tindakan-tindakan yang tidak terpuji dalam ranah  kehidupan. Indikasi Iman yang seperti ini sudah pasti bukan berasal dari kebenaran sejati.  Sebenarnya tidak ada yang salah tentang agama namun orang-orang yang tidak bertanggung jawab telah menyelewengkan esensinya. Dampaknya penganut agama melekat pada seluruh assesoris agamanya namun terpisah dari Tuhannya.  Agama yang terdestorsi[28]oleh sekularisme akan membentuk kaum yang fanatisme[29]dan radikalisme[30]. Tranformasi spiritual yang sangat deras mampu menghapus akal sehat para penganutnya yang berpaham normalisasi intoleransi. Hal ini tidak menghasilkan iman yang benar melainkan tindakan-tindakan destruktif[31]yang dipenuhi anasir-anasir kejahatan. Manifestasi dari iman yang terdegradasi ini menciptakan ladang penumpahan darah, genocide[32]dan penghancuran peradaban dan kebudayaan yang telah tertata bertahun-tahun. 

Spiritualitas yang murni seharusnya berada dalam ranah hati yang tulus dengan ekspektasikarakter yang baik bukan sebaliknya menjadi provokator kejahatan dan terroris.  Tidak berhenti sampai disitu gerakannya lebih massif  dan bermultifikasi memasuki kehidupan berbangsa dan bernegara. Ritual spiritualitas modern  telah terindikasi oleh penafsiran yang fatal demi kepentingan politik dan kekuasaan. Yongki Karman mengatakan : “Devaluasi agama di tanah air bukan oleh sekularisasi tetapi oleh politisasi agama, yang dalam bentuk radikalnya berbentuk main hakim sendiri dan merusak tatanan hidup bermasyarakat. Efek devaluasi agama ini jauh lebih mengerikan ketimbang devaluasi yang sama di negara sekuler[33]

Sekalipun agama tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas kekacauan multidimensi namun sebagian besar kerusakan bertitik tolak dari kaum agamawi  yang paranoid terhadap ayat-ayat sucinya. Kebenaran yang seharusnya parallel dengan terang telah berubah menjadi kegelapan yang melahirkan roh kebencian.  Jika sudah demikian maka agama kehilangan jati dirinya sehingga menjadi bahan ejekan kaum atheis dan agnostik[34].

Orang harus tahu bahwa istilah" agama "pada awalnya diperkenalkan oleh politisi, filsuf, dan orator Yunani Kuno Marcus Tullius Ci-cero (tahun 106-43 SM)." Istilah ini seharusnya berasal dari bahasa Latin "religio" - penyesalan , kesalehan, teopati, objek kultus; “Relig-are” - untuk mengikat, melampirkan; "Religere" - untuk kembali, merenung, takut[35]. Senada dengan pernyataan di atas Gregory dari Nyssa, di dunia yang diliputi kematian, di mana segala sesuatu terus-menerus bergerak menuju ketiadaan. Dan ini adalah akar dari semua penyakit kita. Karena tidak seperti binatang, kita tahu kita akan mati. Tetapi kesedihan kita adalah sumber rahmat, karena itu menunjukkan kerinduan akan keberadaan dan persatuan, kerinduan makluk yang insani untuk menyatu dengan yang Illahi[36].

Gregory ingin mengingatkan bahwa agama sebagai persiapan seseorang untuk hidup nyaman usai kematian menjemput. Agama harus memastikan para penganutnya sebagai penghuni sorga, namun sayangnya tidak ada agama apapun yang pernah ada dan yang akan ada yang bisa memastikan kepemilikan akan sorga.  Paradigma kehidupan beragama yang benar seharus terkoneksti secara langsung dengan dunia yang adikodrati yakni Allah sendiri dan berakhir di  pelabuhan alam astral yakni di Taman Firdaus. 

Realitas yang ada dalam dunia ini para penganut agama memiliki banyak guru-guru spiritual yang sangat natural dengan kemelekatan akan  dunia ini sehingga umatnya sudah lama salah asuh maka tidak heran para pengikutnya terdistorsi oleh dokma dan terdegradrasi[37]oleh sekularisme. Agama bisa menciptakan iman tapi tidak merupakan jaminan masuk sorga bila objek yang diimani tidak tepat. Malah sebaliknya iman kepada agama lebih banyak memproduksi fanatisme yang berlebihan. 

Perlu dipahami setiap manusia memiliki  free will[38]  bagaikan “chips processor” yang sudah dibenamkan Tuhan dalam diri makluk ciptaan termulia. Manusia bisa mengakses sorga dan neraka selama di bumi dan tinggal selamanya sesuai yang dipilihnya usai ajal menjemput. Pilihan tetap pilihan yang merupakan essensi yang sangat pribadi dalam diri seseorang. Namun orang tidak boleh berkata bahwa seseorang yang meninggalkan imannya akan Kristus Tuhan telah di “predistinasi[39]kan masuk neraka. Bagi Martin Luther penolakan akan pengampunan dosa berujung dalam kebinasaan[40]. Beberapa teolog mengatakan bahwa meninggalkan iman pada Kristus berarti menyangkal Roh Kudus[41].

Harus dipahami memang alam tanpa batas di luar tembok sorga alias neraka memang dipersiapkan untuk penolakan tersebut[42]. Namun orang yang meninggalkan Yesus Kristus dalam hidupnya apakah sudah mendapat vonis murtad? Itu perlu kajian yang matang dan konprehensip[43]. Betapa pentingnya orang sungguh-sungguh memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan sehingga tidak hanya menjadi penganut agama. Orang yang sudah berjumpa dengan Tuhan secara pribadi melalui pengalaman spiritualnya maka Ia bagaikan ikan yang memiliki kebebasan selama di dalam air dan tidak ingin keluar dari air yang mengelilinginya. Jika ia keluar dari air yang mengelilinga maka ia akan mati secara rohani dan berakibat dalam kebinasaan kekal. 

 

 

 

 



[1]Mualafadalah sebutan bagi orang non-muslim yang mempunyai harapan masuk agama Islam atau orang yang baru masuk Islam. Pada Surah At-Taubah Ayat 60 disebutkan bahwa para mualaftermasuk orang-orang yang berhak menerima zakat. https://id.wikipedia.org/wiki/Mualaf

[2]arti hidayah : petunjuk atau bimbingan dari Tuhan sumber : https://jagokata.com/arti-kata/hidayah.html

[3]https://hot.liputan6.com/read/3995141/jadi-mualaf-ini-5-fakta-deddy-corbuzier-peluk-agama-islam

[4]Neraca adalah bagian dari laporan keuangan yang mencatat informasi tentang aset, kewajiban pembayaran pada pihak-pihak yang terkait dalam operasional perusahaan, dan modal pada saat tertentu. http://keuanganlsm.com/apa-itu-neraca/

[5]Yudas 1:20

[6]1 Korintus 10:12 dan Efesus 4:14-15

[7]Orang awamadalah orang yang tak terkualifikasi dalam profesi yang diberikan dan/atau tak memiliki pengetahuan spesifik dari subyek tertentu. Dalam organisasi agama, kaum awamterdiri dari seluruh anggota yang tak menjadi anggota rohaniwan, biasanya meliputi anggota non-tahbisan dari lembaga agama, seperti biarawatiatau bruder awam(https://id.wikipedia.org/wiki/Kaum_awam)

[8]Para pendeta vatikan yang berjumlah 30 orang tersebut masuk islam, begitu pula dengan 3000 lebih umat kristiani kenya melaporkan masuk islam (sumber :ucnews.id)

[9]Lukas 6:16

[10]http://www.ebcmelbourne.org/sermons/yohanes-666/

[11]Transenden (Inggris: transcendent; Latin: transcendere) merupakan cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta. Contohnya, pemikiran yang mempelajari sifat Tuhan yang dianggap begitu jauh, berjarak dan mustahil dipahami manusia. https://id.wikipedia.org/wiki/Transenden

 

[12]Yohanes 17:12 

[13]1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus , umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya  yang ajaib:

 

[14]Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu 

[15]Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah   jalan dan kebenaran  dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

[16]1 Petrus 2:3-4

[17]1 Korintus 6:17

[18]Yohanes 1:12 Orang yang menerima Dia diberi hak (eksosia) menjadi anak Allah-ini merupakan anak adopsi berbeda dengan anak yang dilahirkan. Karakternya akan seperti bapaNya

[19]1 Yohanes 5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah;  dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi  juga Dia yang lahir dari pada-Nya. (bandingkan 1 Yoh 3:9, 1 Yoh 4:7, 1 Yoh 5:18, 1 Petr 1:23, Yoh 3:3,5,7)

[20]Yermia 31:20 Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak  kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman TUHAN.

[21]Mazmur 1:5-6 sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan  orang benar;  sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

[22]Ibrani 12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita  setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

[23]Hosea 5:7

[24]Ibrania 6:4-6

[25]Matius 7:19-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!  akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! "

[26]  Karen Amstrong, Masa depan Tuhan, ( Bandung, PT. MIZAN PUSTAKA, Cet 1, 2011), 57

[27]  H.M Rasyidi, filsafat agama, (Jakarta, NV. Bulan bintang, cet 5, 1983), 19

[28]Terdistorsi artinya pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dan sebagainya; penyimpangan:

 (https://kbbi.web.id/distorsi)

[29]fanatisme/fa·na·tis·me/ n keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya) (https://kbbi.web.id/distorsi)

[30]radikalisme/ra·di·kal·is·me/ n 1 paham atau aliran yang radikal dalam politik; 2 paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; 3 sikap ekstrem dalam aliran politik   (https://kbbi.web.id/distorsi)

[31]destruktif/des·truk·tif/ /déstruktif/ a bersifat destruksi (merusak, memusnahkan, atau menghancurkan)  (https://kbbi.web.id/distorsi)

[32]Genosida atau genosid (Bahasa Inggris: genocide) adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau sekelompok suku bangsa dengan maksud memusnahkan atau (membuat punah) bangsa tersebut. Kata ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli hukum Polandia, Raphael Lemkin, pada tahun 1944 dalam bukunya Axis Rule in Occupied Europe yang diterbitkan di Amerika Serikat. Kata ini diambil dari bahasa Yunani γένος genos ('ras', 'bangsa' atau 'rakyat') dan bahasa Latin caedere ('pembunuhan'). https://id.wikipedia.org/wiki/Genosida

[33]  Yongki Karman, runtuhnya kepedulian kita, (PT kompas Media Nusantara, cet 1, tahun  2010, Jakarta), l 22

[34]agnostik/ag·nos·tik/ norang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misalnya Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui (https://kbbi.web.id/agnostik

[35] Safronov AG., Psy-practice in Mistical traditions From the Antiquity to the present, (Kharkhov, PPB Kovalenko A.V 2011)12

[36] Oliver Clement.,  The roots of Christian Mysticism,  (New York, New City Press), 15

[37] degradasi/deg·ra·da·si/ /dégradasi/  kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan sebagainya (tentang mutu, moral, pangkat, dan sebagainya) (https://kbbi.web.id/distorsi)

[38]Kehendak bebas(bahasa Inggrisfree will), atau kemauan bebas, adalah kemampuan untuk memilihdi antara berbagai rencana tindakanberbeda yang memungkinkan. Hal ini terkait erat dengan konsep tanggung jawabpujiankesalahandosa, dan penilaian-penilaian lain yang hanya berlaku pada tindakan-tindakan yang dipilih secara bebas. Selain itu juga berhubungan dengan konsep nasihatpersuasipertimbangan, dan larangan. Biasanya hanya tindakan-tindakan yang dikehendaki secara bebas yang dipandang layak untuk dibenarkan atau dipersalahkan. Terdapat banyak kekhawatiran berbeda terkait ancaman-ancaman terhadap kemungkinan adanya kehendak bebas, bervariasi berdasarkan bagaimana sebenarnya pemahaman akan hal ini, yang terkadang menjadi bahan perdebatan.  (https://id.wikipedia.org/wiki/Kehendak_bebas)

[39]Predestinasi, dalam teologi, adalah doktrinyang menyatakan bahwa semua peristiwa di alam semestaini telah ditentukan oleh Allah, biasanya dikaitkan dengan nasibakhir (takdir) dari jiwaseseorang. Predestinasi merupakan sebuah konsep religius, yang melibatkan hubungan antara Tuhan dan ciptaan-Nya. Karakter religius predestinasi membedakannya dari gagasan lain seperti determinismedan kehendak bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Predestinasi

[40]Lutheran mengajarkan hukuman kekal adalah hasil dari dosa-dosa orang fasik, penolakan terhadap pengampunan dosa, dan ketidakpercayaan. Sikap Martin Lutherterhadap predestinasi diatur dalam On the Bondage of the Will, yang diterbitkan pada tahun 1525. Buku ini dipublikasikan oleh Luther dalam menanggapi risalah yang diterbitkan oleh Desiderius Erasmustahun 1524dikenal sebagai On Free Will. Luther mendasarkan pandangannya pada Efesus 2:8-10, yang mengatakan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." https://id.wikipedia.org/wiki/Predestinasi

[41]Matius 12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudustidak akan diampuni.

[42]http://holyspiritministry.info/index.php/naluri-kebenaran/428-alam-batas-di-luar-tembok-sorga

[43]Secara umum banyak orang mengartikan istilah komprehensifdengan menyeluruh. Pengertian komprehensifadalah segala sesuatu yang bersifat luas dan lengkap, meliputi seluruh aspek, atau meliputi ruang lingkup yang luas.

https://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-komprehensif-dan-contohnya/

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn