Print 

HARUMNYA ASMARA JIWA

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

Pesta cinta hanya bisa diselenggarakan oleh orang-orang yang sedang dimabuk asmara. Kedua pasangan yang sudah lama menjalin kasih dari sahabat, pacar, tunangan sampai perkawinan adalah jalan panjang untuk mencapi puncak yang didambakan. Kedua pasangan tidak hanya sekedar berada dalam tataran saling mengetahui dan mengerti melainkan saling kenal, intim dan rasanya tidak ingin terpisahkan. Demikianlah sesungguhnya essensi dari kekristenan yang diidentikkan  seperti malam-malam pengantin baru[1].

Puncak asmara menyelimuti perjalanan bulan madu yang penuh erotis[2]menyelimuti kehidupan berdua. Eksplorasi diri dalam peraduan mencerminkan puncak kasih sayang yang tidak ada duanya. Pengalaman indah dan mengesankan akan kebersamaan menciptakan kenikmatan setiap detiknya. Kekaguman mempelai wanita akan sosok pria disampingnya menjadikan dirinya nyaman. Merasa diri menjadi wanita sempurna yang dicinta oleh sang kekasih. Sementara  mempelai pria berdetak kagum akan kenikmatan kasih karunia  atas wanita disampingnya. Kisah pengantin baru yang sedang dilanda asmara ini diperagakan alkitab melalui narasi puisi dalam kitab kidung agung.

Kidung Agung gambaran “kasmaran”[3]antara sejoli yang sedang dimabuk cinta membara penuh dengan nuansa erotisme. Hal ini menggambarkan Israel dengan Yehova sesembahannya atau gereja dengan Yesus Kristus mempelai prianya. Sulamit[4]menceritakan tentang kebahagiaan bersama kekasih  yang mencintainya  dengan gairah yang luar biasa :” Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi. Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.  Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel. Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur![5]

Jika dibaca selintas dalam benak orang yang tidak kudus maka kidung agung nuansanya erotis dan pornografi. Namun ungkapan kebenaran yang di atas adalah pernyataan sulamit sebagai mempelai wanita yang sedang dikagumi oleh sang kekasih. Sulamit mempelai wanita dikagumi bahkan setiap lekuk-lekuk tubuhnya digambarkan sembagai suatu keindahan dari mempelai pria. 

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengeksegesis[6]ayat-ayat tersebut secara alegoris[7]. Penulis ingin menunjukkan bahwa gairah Tuhan kepada miliknya merupakan hal terpenting dalam kehidupan orang percaya. Kekristenan sejati bukan orang-orang yang hanya memiliki stempel Kristen dan ibadah setiap minggu melakukan liturgy gerejawi. Kekristenan bukan juga sebagai seorang yang menyandang gelar seorang fanatik agama hingga mempertahankan nyawanya. Bukan juga orang-orang yang tergolong suci yang berjalan-jalan di jalan dengan jubah-jubah agamawi sehingga masyarakat luas dapat melihat bahwa mereka adalah para tokoh spiritual yang melakukan kebenaran sepanjang hari melalui assesoris agamanya. Kekristenan adalah sebuah keintiman secara pribadi dengan Sang Khalik yang hadir di dalam diri Yesus Kristus. Gairah membara seluruh eksistensi hidup dengan subtansiNya dalam arti seluruh hakekat hidup kita yang sinkron dengan Karakter asli yang dimilikiNya. 

Kehidupan kekristenan adalah kehidupan yang progresif. Bermula dari orang yang diselamatkan dan diangkat sahabat sampai menjadi mempelai. Yesus berkata :  bahwa Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu  segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku[8]. Seorang sahabat yang bisa dipercaya maka akan menjadi orang yang diajak kerjasama menjadi rekan kerja[9]. Tahapan selanjutnya adalah tunangan, Paulus mengatakan bahwa Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu   sebagai perawan suci kepada Kristus[10].

Yesus datang ke dunia untuk mempersiapkan mempelainya untuk disandingkan kelak dalam pesta Anak domba, Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya  telah siap sedia[11] . Dalam pelayananNya Yesus Kristus beberapa kali menyinggung keberadaan mempelai ini. Ketika Yesus dituduh sebagai orang yang tidak melakukan Hukum Taurat tentang puasa maka Yesus berkata : “Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa[12].

Siapakah yang disebut sahabat mempelai? Yesus tidak menjelaskan secara jelas Ia hanya memberikan jawaban tetap beada dalam perumpamaan situasi perkawinan yang penuh kegembiraan sementara berpuasa di kalangan orang Yahudi merupakan sebuah ekspresi kesedihan. Situasi yang bertolak belakang  antara suasana Pesta dan dukacita tidak akan pernah bisa bersatu. Barnes dalam tafsirannya menyebutkan bahwa yang berada di kamar penganten adalah teman istimewa dalam bahasa gaul TTM (teman tapi mesra)  para pengantin wanita, atau "orang-orang yang memiliki perawatan khusus dari kamar pengantin wanita, dan yang karena itu adalah teman-teman istimewanya" - tidak berpikir untuk berpuasa saat dia bersama mereka. Bersama mereka itu adalah saat perayaan dan sukacita, dan berkabung tidak akan sesuai. Ketika dia dipindahkan atau dibawa pergi, maka pesta mereka akan berakhir, dan "kemudian" akan menjadi waktu yang tepat untuk kesedihan[13].

Bengel's Gnomon memberikan tafsirannya mempelai pria tersebut adalah orang-orang di sekeliling Yesus Kristus dimana  Yesus sebagai mempelai Prianya yang sudah berpuasa selama 40 hari, yang bersama mempelai wanita adalah gerejaNya[14]. Yesus juga memberikan perumpamaan tentang 10 wanita yang mempersiapkan diri menjemput mempelai pria. Lima wanita digambarkan sebagai wanita yang bodoh yang tidak mempersiapkan minyak sementara lima wanita disebut sebagai bijaksana yang mempersiapkan minyak[15]. Yesus ingin mengingatkan orang percaya harus berada dalam situasi yang siap menyambut mempelai Pria yakni Dirinya sendiri. 

Melalui kebenaran yang Yesus ungkapkan tahapan akhir dari perjalanan Kekristenan akan berakhir di Pesta Anak Domba sebagai mempelai wanita Kristus. Namun hal tersebut sudah harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Gairah cinta yang membara akan Tuhan menghasilkan respond dari Tuhan sendiri. Ia mampu mengukur cinta dan kerinduan kita sehingga sanggup membuat Tuhan turun memberi tanggapan. 

Kekristenan agama supranatural mendasarkan teologia mistis yang menekankan tentang hubungan pribadi orang percaya itu sendiri dengan Sang Khalik yakni Yesus Kristus sebagai mempelai. Pada prinsipnya Yesus sendiri mengajarkan bahwa di hari kebangkitan tidak kawin dan mengawinkan. Menjawab pertanyaan orang Yahudi tentang wanita yang memiliki tujuh suami yang telah meninggal. Pertanyaan yang diajukan oleh para Saduki kepada Yesus adalah pada saat kebangkitan siapa yang akan menjadi suaminya? Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan[16]

Orang harus memahami latar belakang pertanyaan orang-orang Saduki yang memiliki sekedar keingintahuan mereka tentang masa depan pada saat kebangkitan. Konsepsi orang saduki bahwa mereka mempercayai keyakinan bahwa pada saat kebangkitan nanti seluruh keinginan selama di bumi akan dikabulkan. Yesus sendiri menolak keingintahuan yang berdasarkan egoisme mereka karena bagi mereka perkawinan adalah berhala mereka[17]

Yesus ingin menjelaskan perkawinan yang menghasilkan keturunan hanya sampai pada kematian sementara kehidupan baru setelah kebangkitan perkawinan tidak dibutuhkan lagi. Cara kehidupan dalam langit dan bumi baru adalah kehidupan yang penuh kemuliaan[18]Yesus menerangkan bahwa cara hidup mereka seperti malaikat bukan menjadi malaikat. Artinya tidak lagi menjadi orang-orang yang fana yang bisa mati dan disebut sebagai anak-anak Allah (Ayub 2:1)[19]

Melihat perkawinan dalam Perjanjian lama, Alkitab memberikan gambaran Israel yang hidup dalam dosa dan ditebus oleh Allah sendiri yang dipresentasikan dalam kehidupan Hosea. Allah menebus bangsa Israel dari perzinahan rohaninya dengan memberikan contoh kehidupan Hosea. Alktiab jelas berkata : “Aku akan menjadikan  engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN[20].

Hosea, Kendatipun seorang nabi Perjanjian Lama, berseru dengan cara penginjilan Perjanjian Baru “kembalilah walau jika engkau adalah seorang pezinah atau seorang pelacur, Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam kemurahan dan anugerah[21]. Secara kuat menegaskan tentang anugerah Allah dan keselamatan. Allah mengampuni, maka kembalilah. Hosea menekankan akan kehidupan yang mengenal “yada” yakni keintiman yang hanya berada dalam area perkawinan. Kekristenan supranatural harus menekankan hubungan orang percaya dalam kedudukannya sebagai mempelai Kristus di bumi.

Syarat utama untuk menjadi murid Kristus yang identik dengan sahabat mempelai adalah melepaskan dari kemelekatan terhadap apapun juga. Yesus berkata : “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku[22]Menjadi murid harus siap dengan segala konsekwensinya, radikal dan bersedia melepaskan dirinya dari segala keterikatan yang penting di dunia, seperti harta benda, pekerjaan, ikatan-ikatan keluarga. Hanya orang yang mewujudkan revolusi itu dalam hatinya dan hidupnya, akan memenuhi syarat untuk menjadi warga kerajaan Allah[23]

Friedrich Nietzche dalam bukunya hikmat zarathustra menuliskan untuk menghilangkan kemelekatan terhadap segala sesuatu dan menemukan jalan Sang Pencipta, ia berkata : “engkau harus membakar diri dalam nyala apimu. Bagaimana engkau bisa jadi baru kalau tidak menjadi abu dulu? Selanjutnya ia berkata, astaga begitu banyak nafsu yang menginginkan kemasyuran! Begitu banyak gejolak ambisi! Perlihatkan engkau tidak termasuk penuh nafsu dan ambisi itu![24]

Paulus mengingatkan bahwa Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [25]. Kalau didahulu “jangan’ artinya hentikanlah. Menggunakan bahasa Yunani bentuk medial/pasip bentuk ini mengandung arti membiarkan diri. Dapat diterjemahkan jangan lagi membiarkan dirimu menjadi serupa dengan pola dunia ini[26].

Yohanes mengatakan bahwa keinginan dunia ini bukan berasal dari bapa, Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging  dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia[27]bahkan Yakobus menunjukkan bahwa persahabatan dengan dunia merupakan musuh dari Allah. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah[28]

Hal yang utama sebagai kawan dari sang mempelai harus benar-benar mempersiapkan diri kehilangan jati diri dengan tidak memiliki ambisi, nafsu dan keduniawian sehingga bisa mempersiapkan gereja Tuhan sebagai tunangan sebagai tahap awal. 

Mempelai wanita diidentikkan sebagai perawan suci untuk Kristus. Hal ini berbicara soal kekudusan dengan hidup tidak bercela. Paulus menuliskan kepada Jemaat di efesus : “supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Gambaran ini dituliskan oleh kitab kidung agung, Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu[29].

Perkawinan itu tidak akan terjadi sebelum Yesus Kristus datang untuk menjemput mempelaiNya (Wahyu 19:1-9). Sementara ini, orang Kristen secara perseorangan harus menjaga kesucian hidupnya untuk mempersiapkan diri bertemu dengan mempelai laki-laki yaitu Kristus. Keintiman inilah sebuah kehidupan yang supranatural sehingga kehidupan Taman eden dapat tercipta dalam perkawinan Anak domba Allah. Coincidentia oppositorummenunjukkan perbedaan antara pria dan wanita yang memasuki mahligai perkawinan. Perbedaan antara pria dan wanita dalam perkawinan mereka melebur bukan lagi dua melainkan satu (Mat 19:6).

Misteri perkawinan yang penuh nuansa cinta diungkapkan oleh kitab kidung agung. Tidak dapat disangkal bahwa kitab ini kadang-kadang menggambarkan hubungan antara Kristus dan orang percaya[30]. Perlu dipahami bahwa Kristus Yesus … "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan[31]. Dalam sejarah Alkitab tidak ada raja yang lebih besar dari Salomo, sehingga Salomo melambangkan Tuhan sendiri dan shulamit (bentuk feminim dari Salomo yang menggambarkan akan Jemaat Tuhan.

 Dr. Constable mengatakan bahwa kidung agung adalah wahyu yang lebih dalam ini untuk menjadi kasih Allah bagi Israel, sarjana Kristen sering melihatnya sebagai kasih Kristus gereja atau hubungan Kristus dengan orang-orang percaya — terkadang di Israel dan terkadang di gereja[32]. Jika melihat dalam kitab Kidung agung nama Tuhan tidak ada dalam narasi nyanyian cinta ini. Sekalipun demikian tidak dapat disangkal kehadiranNya sangat terasa. Hal ini tampak dalam kemurnian dan gairah dengan sentuhan kreatif yang menyentuh aroma, rasa dan suara orang yang dicinta. Kitab ini hanya berbicara soal cinta manusia kepada Tuhan. Intinya pujian bagi Tuhan ciptaan yang memungkinkan cinta yang luar biasa dan kepada Tuhan penebusan yang menunjukkan kasih kepenuhan di atas kayu salib.[33]"

Kidung agung adalah keindahan insting cinta yang mulia kepada Tuhan saja sehingga kemelekatan dengan apapun di dunia ini menjadi pudar dan tidak ada artinya sebagaimana pandangan sulamit kepada suaminya. Gambaran cinta Tuhan yang tidak terbatas diperuntukkan untuk umat kesayanganNya.  

Mempelai wanita mengagumi akan cinta sang kekasih yang tidak batasnya dengan ungkapan : “Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya     tertuju[34]. Ayat ini meng gambarkan kesatuan yang pamungkas. Dimana sulamit dengan sukacita yang besar meninggalkan kebersamaan dengan suaminya dengan kepuasan yang penuh[35]. Hal ini didukung ayat –ayat yang senada akan sukacita yang melimpah akan cinta sang kekasih, Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan diayang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung[36], Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaankukekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung[37]. Cinta yang ada di antara mereka juga menggambarkan cinta pada level yang lebih tinggi dan lebih sempurna, itu  antara Tuhan dan objek-objek rahmat-Nya. ""Penggunaan metafora pernikahan untuk menggambarkan hubungan  Allah kepada umat-Nya hampir universal dalam Alkitab. ... "Karena itu cinta manusia adalah alat pedagogis yang baik untuk menerangi  cinta ilahi.

Setiap orang percaya harus memiliki kesadaran yang penuh akan identitas yang diberikan oleh Allah sendiri yakni sebagai umat pilihan, anak-anak Allah, umat pemenang dan masih banyak lagi gelar yang disandang oleh orang percaya. Ketidaksadaran ini membuat kekristenan menjadi kelompok agama yang menjadikan agama hanya formalitas tanpa tindakan nyata. 

Kekristenan agama supranatural membawa kesadaran diri menjadi kekasih Tuhan bahkan lebih dari sekedar kekasih melainkan mempelai Kristus. Dalam menanti kedatanganNya maka orang Kristen yang hidup dalam dunia supranatural bersama Tuhan akan radikal dalam cinta yang membara akan Tuhan yang dimanifestasikan dengan kasih terhadap sesama. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusiaseperti dirimu sendiri.Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."[38]

Kekristenan harus berada dalam tahapan bukan saja percaya kepada Tuhan melainkan bisa dipercaya akan Tuhan. Jika hanya percaya kepada Tuhan setanpun juga percaya kepada Allah dan gemetar[39]. Percaya kepada Kristus bukan berarti dipercaya oleh Kristus sendiri. Jika seseorang berkata aku percaya maka itu ungkapan iman kepadaNya. Namun bagaimana respond Tuhan?  Respond Yesus terhadap orang-orang yang ada disekelilingNya pada waktu itu : “Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua[40].Percaya dalam tataran ini adalah percaya yang mengharapkan sesuatu dari Tuhan. Namun orang yang dipercaya Tuhan adalah orang-orang yang datang kepada Tuhan bukan karena imbalan melainkan karena cinta yang mendalam. 

Kekaguman akan Tuhan dimiliki semua orang percaya karena Allah sumber mujizat. Tidak ada yang mustahil bagiNya, orang buta melihat, orang timpang berjalan dan orang mati dibangkitkan. Tindakan dan pengorbananNya tidak perlu diragukan   untuk setiap orang percaya. Tataran kekaguman itu hanya menjadi milik orang percaya, namun perlu tahapan selanjutnya apakah Tuhan juga mengagumi tindakan kita[41]? Perwira Kapernaum seorang pejabat tinggi namun Ia mau merendah datang kepada Yesus hanya untuk urusan seorang hamba[42]yang sakit?  Bagaimana reaksi Yesus? Matius mencatat : setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini  tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel[43].

Seorang perempuan Kanani ketika meminta pertolongan kepada Yesus, mendapat tanggapan keras oleh perkataan Yesus sendiri, Ia mengatakan : "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing" Namun tidak disangka perempuan kanani ini tidak merasa tersinggung atau marah melainkan memberikan respond balik, Namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya. Yesus mengagumi iman dari wanita ini, maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu  , maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh[44]. Respond Tuhan terhadap iman dan pengiringan orang percaya menunjukkan kualitas kehidupan orang tersebut. Perkataan sulamit di ata adalah respond dari Raja sangat tersentuh ketika dia memperhatikan sosok cantik di depannya, dan senang berpikir bahwa makhluk yang begitu cantik adalah miliknya. Wanita disampingnya adalah wanita yang sangat dicintai. Tubuhnya bagaikan pohon kurma yang selalu menghijau, yang menjadi pemandangan indah di Padang gurun. Tumbuhan yang kuat tanpa tekanan dikagumi seperti pohon korma, pohon anggur dan pohon apel. Semua diungkap oleh sang raja sebagai gambaran orang yang dikasihinya. Pohon korma adalah lambang cinta yang kokoh sementara buah anggur dan apel merupakan buah-buahan seribu satu vitamin yang menyembuhkan tubuh. Pemamur menggambarkan Israel seperti tumbuhan anggur yang dibawa dari Mesir[45]dan merupakan pohon yang sangat dikasihi[46]. Yohanes mencatat bahwa Yesus adalah pokok anggur yang baik dan Bapa adalah PengusahaNya[47]. Bapa di Sorga ingin menikmati keindahan orang-orang tebusan yang mempermuliakan Bapa dengan tubuh yang telah ditebus[48]. Kehidupan anak Allah harus berbau harum[49]disamping mempelai pria. 

Sulamit seringkali mengagumi mempelai pria dengan perkataan : harum bau minyakmu , bagaikan minyak yang tercurah namamu,  oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu[50]. Namun lebih dari itu mempelai pria memiliki kegaguman yang luar biasa terhadap mempelai wanita, Betapa nikmat kasihmu,  dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur,   dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah[51]. Tidak ada satu manusiapun dimuka bumi ini akan bisa menghasilkan bau harum dihadapan Allah jika tidak menerima korban Kristus. Paulus mengatakan : “dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah[52]

Bertapa pentingnya kesadaran orang percaya untuk mempersembahkan perbuatan-perbuatan yang berbau harum dihadapan Allah melalui buah roh sehingga Bapa dipermuliakan. Allah ingin menikmati hidangan atau santapan berbau harum, "Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku,  berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku[53]. Maria mempraktekkan kebenaran ini dengan meminyaki kaki Yesus sebagai persembahan yang berbau harum yang menyenangkan Tuhan, Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu[54].

Pemazmur menunjukkan korban persembahan yang harum adalah Korban sembelihan  kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah[55]. Latar belakang ayat ini adalah penyesalan yang mendalam dari Daud yang telah berdosa dan tidak ingin mengulainya lagi. Pertobatan yang sungguh diterima oleh Tuhan sebagai jiwa yang hancur. Ketika Yesus berkata berbahagialah orang yang berduka cita karena ia akan dihiburkan. Dukacita disini berbicara soal dosa. Setiap orang percaya harus menyesali dosa dengan perasaan hati yang patah dan hancur seperti Daud. 

Kerinduan untuk menjauhkan dosa sama dengan ketidak melekatan akan  dunia ini dengan tidak hidup dalam kedagingan, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Sebalinya orang percaya harus menyenangkan Bapa dengan kehidupan yang menghasilkan buah sehingga dapat dinikmati. Jika Allah gagal menikmati pokok anggur Israel, Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?[56]Namun Tuhan ingin menikmati kehidupan yang bernuansa manis dan harum sehingga Ia dapat berkata : Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah [57].

Jika sudah demikian maka narasi dalam kidung agung 7 kekaguman Sang mempelai Pria dapat berlanjut :  Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman.  Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.  Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.  Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon,  dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.  Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya[58]. Setiap langkah kehidupan orang percaya dilihat dan diamati oleh Tuhan bahkan setiap inci dan helai dari rambut kita terhitung semua. Untuk itulah mari kembali membakar jiwa untuk mengasihi Tuhan dalam segala perkara. 

 


[1]Kidung agung 3:1 Di atas ranjangku pada malam hari kucari   jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 

[2]erotis/ero·tis/ /érotis/ a 1 berkenaan dengan sensasi seks yang menimbulkan rangsangan; bersifat merangsang nafsu berahi; 2 berkenaan dengan nafsu berahi https://kbbi.web.id/erotis

[3]Kasmaran : mabuk berahi; jatuh cinta (https://jagokata.com/arti-kata/kasmaran.html)

[4]"Gadis Sulam/ Sulamit" (Ibrani: שׁוּלַמִּית - SYULAMIT/ SHULAMIT) adalah mempelai perempuan, tokoh utama dalam Kitab Kidung Agung ini. Beberapa penafsir beranggapan bahwa "SYULAMIT" adalah variasi dari kata שׁוּנַמִּית - SYUNAMIT yang artinya "gadis Sunem"http://www.sarapanpagi.org/sulam-gadis-sulam-sulamit-vt6700.htmlhttp://www.sarapanpagi.org/sulam-gadis-sulam-sulamit-vt6700.html

[5]Kidung Agung 7:6-9

[6]Eksegese bahasa Yunaniἐξήγησις adalah sebuah istilah yang dapat kita artikan sebagai suatu usaha untuk menafsirkan sesuatu. Istilah eksegese sendiri berasal dari bahasa Yunani "ἐξηγεῖσθαι" (eksigisthe) yang dalam bentuk dasarnya berarti "membawa ke luar atau mengeluarkan".Kata bendanya sendiri berarti "tafsiran" atau "penjelasan".Inti dari eksegese adalah dapat menangkap inti pesan yang disampaikan oleh teks-teks yang kita baca. (https://id.wikipedia.org/wiki/Eksegesis)

[7]Penafsiran Alegoris adalah sebuah model tafsir yang populer pada Abad pertama hingga Abad Pertengahan.[1]Pendekatan ini merupakan sebuah upaya menyingkap pesan teks Alkitab secara alegoris, yaitu dengan mencari makna di balik kata-kata yang tertulis di dalam teks.[2].Di kalangan Rabi-rabi Yahudi, model ini merupakan salah satu alternatif model tafsir, selain penafsiran litererMidrash, dan Pesher. (https://id.wikipedia.org/wiki/Penafsiran_Alegoris

[8]Yohanes 15:15

[9]1 Korintus 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang   Allah, bangunan Allah.

[10]2 Korintus 11:2

[11]Wahyu 19:7 

[12]Matius 9:15 

[13]https://biblehub.com/commentaries/barnes/matthew/9.htm

[14]https://biblehub.com/commentaries/bengel/matthew/9.htm

[15]Matius 25:1-13

[16]Luk 20:34-35.

[17], 429

[18]1 Korituns 15:23-28.

[19]Op. cit, Ds. B.J Boland, 430

[20]Hosea 2:18-19

[21]dr. Ki Dong Kim, faktor-faktor yang membayangi roh jiwa, (Tangerang, Yayasan Berea Indonesia, 2006),  

[22]Luk 14:33.

[23]Op.cit Ds. B.J. Boland, 322

[24]Friedrich Nietzche, hikmat Zarathustra,(Indonesia, enigma Publising, 2003), 66-67

[25]Roma 12:1-2

[26]Van den end, Tafsiran kitab Roma, (Jakarta, BPK Gunung Mulia, cet 1, 1995), 567

[27]1 Yoh 2:16

[28]Yakob 4:4.

[29]Kid. Ag 4:7 

[30]___ Tafsiran masa kini 2 ayub Maleakhi, (Jakarta, Yayasan  Bina Kasih, cet 3, 1989)350

[31]Wah 19:16.

[32]http://planobiblechapel.org/tcon/notes/pdf/song.pdf

[33]loc.cit

[34]Kidung  Agung 7:10

[35]http://planobiblechapel.org/tcon/notes/pdf/song.pdf

[36]Kid 2:16

[37]Kid Ag 6:3

[38]Mark 12:30-31

[39]Yakub 2:16 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

[40]Yohanes 2:24 

[41]http://www.holyspiritministry.info/index.php/renungan-hari-ini/331-kekaguman-tuhan-akan-kita

[42]Dalam bahasa Yunaninya pais yang dapat diterjemahkan dengan paodiv [maskulin] dan [feminin] anak; hamba, pegawai

[43]Matius 8:10

[44]Kisahnya terdapat dalam Markus 7:24-29 atau yang dicatat di Matius 15:21-28

[45]Mazmur 80:8-11 Telah Kauambil pohon angguri  dari Mesir, telah Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam  pohon itu.  Engkau telah menyediakan tempat bagi dia, maka berakarlah ia dalam-dalam dan memenuhi negeri;  gunung-gunung terlindung oleh bayang-bayangnya, dan pohon-pohon aras Allah oleh cabang-cabangnya; dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat. 

[46]Yesaya 5:1-2 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun r anggurnya 1 : Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. 

[47]Yohanes 15:1

[48]1 Korintus 6:20 sebab kamu telah dibeli dan harganya j  telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! k 

[49]2 Korintus 2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum t  dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. u 

[50]Kidung agung 1:3 

[51]Kidung agung 4:10 

[52]Efesus 5:2 

[53]Bilangan 28:2 

[54]Yohanes 12:3 

[55]Mazmur 51:17 

[56]Yesaya 5:4

[57]Kidung agung 5:2 

[58]Kidung agung 7:1-5 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn