Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini609
Kemarin1518
Minggu Ini3417
Bulan Ini16655
Total Pengunjung1538279

IP Kamu 34.204.187.106 Wednesday, 15 July 2020

Guests : 17 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

SAAT KUANTITAS MENJADI KUALITAS

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

            

Peristiwa besar yang terjadi pada gereja mula-mula tidak saja didominasi oleh pencurahan Roh Kudus dengan bahasa roh yang menjadi cikal bakal gereja Pentakosta yang disebut aliran-aliran kharismatik. Namun periswa yang tidak kurang menjadi perhatian banyak orang adalah berbagai macam mujizat yang terjadi serta banyaknya jumlah jiwa-jiwa bertobat serta cara hidup jemaat mula-mula yang menjadi DNA bagi gereja-gereja sepanjang abad.  

            Mungkin baru pertama kali Petrus dan Yohanes menggunakan nama Yesus di depan umum untuk menyembuhkan orang lumpuh yang diberitakan oleh Alkitab. Namun hasilnya tidak main-main, berhasil seribu persen. Ucapan nama itu memang baru pertama kali tapi pergaulan dengan pribadi itu sudah makan beribu-ribu jam . Tidak kurang tiga setengah tahun bagaimana Petrus dan Yohanes mendampingi Yesus dalam segala pelayanannya. Hubungan yang berulang-ulang kali adalah sebuah kwantitas yang menghasilkan kualitas nama Yesus mampu menyembuhan orang lumpuh. 

                Perkataan Petrus menyebut nama Yesus bukan perkataan asal-asalan yang tidak diperhitungkan secara nalar tetapi perkataan hasil dari jalinan kehidupan yang sangat lama. Hal ini hingga secara mistis menyembuhkan orang tanpa peralatan medis.  Jika penyakit dan segala kelemahannya diidentikkan dengan kuasa kegelapan terbukti nama Yesus yang diucapkan oleh orang-orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan mampu membuat iblis dan segala pekerjaannya kocar-kacir dan lari tunggang langgang.  Ini yang membedakan dengan kisah 7 anak Skewa yang menggunakan nama Yesus sembarangan, hasilnya nol besar. pelayanan Rasul Paulus di kota Efesus seperti dicatat dalam Kisah Para Rasul 19 : 13 – 20. Pada waktu itu di Efesus ada 7 anak Skewa yang berprofesi sebagai “tukang jampi” atau istilah bekennya adalah dukun yang biasa dimintai tolong apabila ada orang yang sakit atau kerasukan roh jahat. Dalam ayat-14 dijelaskan bahwa 7 tukang jampu alias dukun ini adalah anak-anak dari imam kepala Yahudi di Efesus.

Read more: SAAT KUANTITAS MENJADI KUALITAS

HIDUP YANG TIDAK DI MUSNAHKAN

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

                 

Yesaya 65:8 Beginilah firman TUHAN: "Seperti kata orang jika pada tandan buah anggur masih terdapat airnya: Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat! demikianlah Aku akan bertindak oleh karena hamba-hamba-Ku, yakni Aku tidak akan memusnahkan sekaliannya.

Hidup diumpamakan sebagai tandan yang masih ada anggurnya tidak dimusnahkan. Mengapa sebab tumbuhan anggur memiliki seribu satu vitamin yang berguna bagi manusia. Yesus mengindentikkan diri dengan pokok anggur bukan pokok duren, sebab manfaat anggur lebih dasyat dari duren.  Ayat ini menggambarkan sebuah kehidupan yang memiliki nilai dihadapan Tuhan adalah menjadi berkat bagi orang lain. Dengan kata lain orang yang tidak menjadi berkat buat orang lain akan ditebang dan dimusnahkan.

            Hidup yang hanya ada seperti pohon anggur ada adalah hidup yang sia-sia saja. Dalam bahasa Yunani kata hidup ada tiga kata, 

1.    Bios, dalam Lukas 8:14: "... kegelisahan dan kekayaan dan kesenangan hidup ini." Kata Yunani ini merujuk pada kehidupan tubuh fisik dan dari sinilah kita mendapatkan kata biologi.

2.    Psuche, dalam Mat. 16:25: "Karena siapa pun yang ingin menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya." Kata Yunani di sini merujuk pada kehidupan psikologis jiwa manusia, yaitu, pikiran, emosi, dan kehendak. Di sinilah kita mendapatkan kata psikologi.

3.    Zoe, dalam Yohanes 1: 4: "Di dalam Dia ada hidup, dan hidup adalah terang manusia." Di sini kata Yunani mengacu pada kehidupan Allah yang kekal dan tidak tercipta, kehidupan ilahi yang dimiliki secara unik oleh Allah[1].

Read more: Hidup Yang Tidak di musnahkan

LEMBAH BAYANG MAUT CORONA

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

 

Maz 23:4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,  sebab Engkau besertaku gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

 

Allah sedang mempertontonkan kepada dunia bahwa bayang-bayang maut sedang ada di depan mata.  Jika di Indonesia tidak begitu terasa bagi yang tidak terpapar namun di Itali dan amerika dan beberapa negara Eropa, jumlahnya sangat signifikan,  yang mati dalam waktu satu hari bisa hitungan ratusan bahkan ribuan. Allah tidak sedang mempertontonkan kemuliaanNya kepada dunia tetapi kemurkaanNya. Bayang-bayang maut menghantui semua orang yang sudah terpapar corona apalagi mereka yang sudah usia lanjut. Bagi yang sudah mengidap penyakit bawaan seperti jantung, darah tinggi, diabet yang akut, virus corona merupakan kendaran paling cepat menuju lembah-lembah kekelaman. Corona membawa jalan pintas ke dunia supranatural baik lembah kekelaman maupun kemuliaan yang kekal. 

Read more: Lembah bayang maut corona

ROUTE UNLIMETTED BLESSING

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono, M.Pdk

 

Ulangan  33:23 Tentang Naftali ia berkata: "Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN;

milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan." 

 

                

Route berkat tanpa batas ini tidak berbicara alur menuju melimpahnya harta dan deposito milyaran rupiah melainkan kenyangnya perkenanan Allah dalam ranah kehidupan. Harus diakui orang yang kenyang perkenanan maka secara otomatis akan kepenuhan berkat  Allah Narasi berkat Musa kepada Naftali ini dimulai perkenanan baru melimpahnya berkat bukan sebaliknya seperti yang diajarkan gereja-gereja pada umumnya. Kita juga tidak boleh alergi soal berkat atau mengkriminilisasinya seo-olah berbicara berkat itu selalu  duniawi atau sekularisme. Pandangan miring dan merendahkan orang yang berbicara soal berkat bukanlah sebuah kebijakan melainkan arogansi diri tanpa kesadaran dirinya kepenuhan berkat. Namun celakalah para pendeta yang menekankan berkat sehingga dirinya mabok hedonisme[1] Kalau orang boleh sadar jika dirinya masih  bisa bernafas itupun berkat yang besar. Bayangkan kalau nafas harus dibayar seperti mereka yang ada di ICCU rumah sakit? Mahal bukan, harta segunungpun akan habis. Bahkan lebih lagi orang kalau masih bisa matipun itu berkat yang jauh lebih besar. Ada banyak orang tidak bisa mati, menderita terkapar di rumah sakit atau di ranjang puluhan tahun “kembang amben” demikian pepatah jawa yang memiliki orang hanya terkapar di atas ranjang yang tidak bisa mati-mati akibat santet[2].

Read more: ROUTE UNLIMETTED BLESSING

 
 
SELAMAT DATANG TAHUN 2019 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th 
 
 

Bergulirnya waktu di muka bumi ini adalah takdir yang meski harus dijalani setiap orang. Mau tidak mau orang harus masuk dalam lingkaran waktu setiap tahunnya. Tidak peduli dalam keadaan  apapun baik susah, senang sakit dan sehat orang harus menapakinya. Masalahnya tidak terletak pada  waktu yang berjalan melainkan sikap hidup yang bermutu atau tidak. Banyak orang memiliki umur panjang namun hidupnya tidak pernah menjadi dewasa melainkan kanak-kanak bahkan cenderung menjadi bayi. Lihatlah kehidupan Yesus Kristus hanya tiga puluh tiga tahun selama di bumi ini namun karyanya mempengaruhi peradaban dunia ini. Sekalipun Ia berkarya hanya tiga setengah tahun namun dampaknya luar biasa, hampir tiga perempat dunia ini di abad pertama menaruh iman kepadaNya.
Tidak pernah ada negara yang mayoritas mempercayaiNya menjadi negara terbelakang dan berkembang, rata-rata menjadi negara maju baik secara kualitas maupun kwantitas. Ia merubah peradaban dunia ini, ketika Eropa menjadi bangsa bar-bar yakni saling membunuh dan membantai sesama maka Paulus menyeberang ke Eropa memberitakan Injil hasilnya Eropa  menjadi negara maju demikian Amerika dan banyak bangsa-bangsa lain. Disinyalir di zaman para rasul Etiopia menjadi negara kaya dengan pejabat Srikandake yang di baptis oleh Filipus namun negara ini tidak memiliki track record dalam mengembangkan imannya sehingga menjadi negara yang miskin dan terbelakang.  

Read more: Selamat Datang Tahun 2019

Renungan (Seri 1)

CERMIN DI HARI AKHIR

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

2 KORINTUS 3:18

 

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan TUHAN dengan muka yang tidak berselubung.  dan karena kemuliaan itu datangnya dari TUHAN yang adalah ROH, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.…

Seharusnya Kekristenan sejati merupakan pantulan dari Allah Sang Pencipta langit dan bumi. Karena pribadi Allah telah dinyatakan sangat jelas dan gamblang dengan penampilan Yesus Kristus di bumi ini (Kol 1:15). Tanpa kehadiran Mesias di bumi ini, keberadaan Yang Empunya Hidup hanyalah fata morgana yang tidak jelas! Jika ada orang dengan gelar nabi, rasul santo dan santa dimanapun yang pernah mengaku mengerti DIRINYA maka berita itu hanya hoak yang sok kepo. Bagaimana ia bisa tahu tentang Allah yang adalah Roh di Tahta KemuliaanNya, sementara dirinya tinggal dalam bulatan bumi yang hanya satu titik debu besarnya dibanding dengan gugusan planet-planet di alam semesta ini.

Sudah pasti tidak akan pernah salah bahwa Sang Pencipta telah menunjukkan wujud aslinya di dalam diri Yesus Kristus atau Isa Almasih yang juga disebut Yosua Hamasia. Karakter, emosi dan pola pikir yang Mesias miliki tidak pernah seincipun didapati salah sekalipun Ia sedang berada dalam Inkarnasi manusia biasa yang penuh kelemahan. Seharusnya manusia yang terdiri dari daging, bisa saja berbuat najis, tukang kawin, penipu, membunuh dan serentetan dosa yang bisa dilakukannya. Namun realitas yang ada tidak secuilpun Yesus Kristus lakukan. Ia murni dan tidak bercela di hadapan Allah Bapa maupun manusia disegala abad selama bumi berputar. Nuraninya bersih bagaikan kristal yang dipenuhi dengan belas kasihan menolong manusia dan mengambil alih semua ketidakberdayaan yang ada seperti kelemahan, dosa, penyakit, kekurangan dan neraka serta kebinasaan yang manusia genggam, diubahnya dengan kekuatan, semangat dan kekekalan sorga. Rugi kalau ngga percaya!

Protipe Yesus Kristus yang merupakan model kehadiran Allah di bumi ini seharusnya nampak jelas karakternya di dalam diri orang-orang tebusan. Namun demikian realitas saat ini banyak orang Kristen yang masa bodoh terhadap tindakan dan tutur katanya bahkan terkadang kelakuannya minus tidak sinkron terhadap kebenaran dan jangan heran banyak yang menjadi batu sandungan terhadap orang yang tidak percaya! Seharusnya kekristenan disetting dari awalnya merupakan mesin foto copy karakternya Tuhan namun banyak mesin copy yang sudah rusak parah tidak bisa berfungsi apa-apa hanya merupakan barang rongsokan saja. Ibarat bahasa Alkitab seperti garam yang sudah tawar. Yesus sendiri mengatakan :  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang (Mat 5:1:3)

Read more: CERMIN DI HARI AKHIR

CERMINAN TANPA TUHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Eksistensi masyarakat yang brutal biasanya tercermin dalam ekosistem tanpa agama. Namun di era digital ini banyak negara hancur karena penganut radikal agama dimana orang-orang menjadi saling bunuh, dan menari-nari di atas mayat orang lain. Rasanya bangga bisa membantai ciptaan Allah yang lain yang bukan seagama, mereka pikir pundi-pundi mahkota di sorganya bertambah – tambah. Itu omong kosong dan kebodohan yang paling super dibawah standar! Walaupun kita tidak sedang berada dalam suasana perang salib ataupun perang badar namun orang sudah terlanjur terkondisi menjadi bar-bar terhadap sesamanya. Informasi mencatat dalam sebuah penyerangan di IRAK di dapati 15 ribu orang terkubur dalam 72 kuburan massal sementar 250 perempuan digorok jika tidak mau menjadi budak sex oleh mereka yang menamakan orang-orang beragama dan itu masih terus berlanjut sejak tahun 2014, sungguh mengerikan dimana tatanan sendau gurau keluarga, anak-anak manis yang berlarian lucu dan menggemaskan berubah menjadi kengerian yang luar biasa on air tanpa sensor.

Seorang sahabat di Mesir mengkisahkan hal tragis dengan ceritanya,  ketika mereka yang menamakan kelompok radikal membantai orang-orang yang sedang beribadah di gereja, menembaki dengan wajah tanpa dosa, sementara yang masih hidup dikuliti pelan-pelan di depan istri anak-anak dan jemaat yang masih hidup jika tidak mau menyangkal imannya. Semua itu merupakan tontonan yang membuat gegap gempita dan tepuk tangan serta sorak kemenangan bagi penghuni neraka sementara di area sorga senyap, Allah Sang Pencipta sedang berduka seolah-olah telah menciptakan produk yang gagal (Kej 6:5-6), makluk ciptaan yang paling mulia menjadi manusia yang jauh lebih rendah dari binatang purba sekalipun (Yes 1:3) Nurani telah tumpul hilang lenyap, pelitanya Tuhan telah padam dan Dia seolah-olah buta tidak lagi bisa menerawang kegelapan yang sedemikian pekat karena ulah si ular tua itu (Yes 14:15).

Read more: CERMINAN TANPA TUHAN

PEKERJAAN ALLAH

DI LINTASAN TAHUN 2018

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

HABAKUK 3:2

TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti!Hidupkanlah Itu dalam lintasan tahun , nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!

 

Habakuk bukan saja mendengar akan keberadaan Tuhan melainkan mengamati pekerjaanNya!  Pekerjaan Allah membuat Habakuk gentar dan sangat hormat dan merindukan untuk dihidupkan dalam lintahan hari, bulan dan Tahun yang dijalaninya. Mengapa habakuk mengagumi karya Allah yang dasyat? Sepintas saja kalau kita mau mengamati ciptaan Allah yang dasyat alam semesta satu kalimat jadilah cakrawala (kejadian 1:6) Luas cakrawala tidak kurang 30 milyar tahun cahaya, 1 detik = 300.000 km,  diameter bumi = 12.742 km, matahari = 1.391.980 km, dibutuhkan 1.3 juta bumi untuk memenuhi matahari, panas matahari 15-20 juta celcius. Bayangkan jika Tuhan tidak melindungi kita dari panas matahari? Manusia bukan saja menjadi rempeyek melainkan menjadi bubur sumsum yang tidak lagi ada bentuknya.  

Belum lagi melihat karya Allah dalam diri manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.  manusia adalah makhluk spiritual yang hidup di alam keduniawian. Sebelum jatuh dalam dosa manusia memiliki tidak kurang  260 indera dan tidak kurang dari  365 cakra kemampuan ini dipakai untuk memberi nama seluruh binatang di bumi. Tidak mungkin manusia Cuma memiliki 5 indera, jika cuma lima indera saja maka semua binatang di laut satu persatu menghadap ke Adam untuk diberi nama sementara binatang di laut dan di air tidak mungkin bisa bernafas. Sementara cakra terletak di bioplasmik untuk mengakses energy yang hidup baik dari alam & tuhan. disebut aura alkitab mengatakan tubuh kemuliaan ( 2 kor 5:1;  1 kor 15:40) (smber national grafik ) Sementara manusia sendiri   setiap satu kg berat manusia memiliki  1 trilyun sel, dan  setiap 1 inti sel terdiri dari 3 milyard informasi –(sumber kasuo murakami – tuhan dalam DNA kita)

Read more: PEKERJAAN ALLAH DI LINTASAN TAHUN 2018

HARI TERAKHIR DI PENGHUJUNG TAHUN 2017

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

HABAKUK 3:2

TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti!Hidupkanlah Itu dalam lintasan tahun , nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!

 

Lintasan hari bulan dan tahun terus melesat bagai anak panah keluar dari busurnya yang tidak sedetikpun berhenti. Ketika kita sadar hidup dipenghujung tahun baru terhenyak dari mimpi betapa cepatnya waktu berlalu. Seiring sejaln musim pancaroba kehidupan terus mewarnai pahit dan getirnya perjalanan anak manusia. Orang semakin hari tergila-gila informasi yang menghantam bagai tsunami melalui media cetak, elektronik dan digital. Namun seluruh informasi yang ada bukan menjadikan hidup ini semakin tenang dan nyaman melainkan memicu ketakutan, kecewa dan dendam akan keadaan. Realitas di jaman now ini membuktikan pengadilan yang digelar berbulan-bulan berakhir dengan skenario ketidak adilan. Korupsi yang semakin menggila terus merebak seolah-olah tidak puas memakan korban-korban yang bergelimpangan. Belum lagi ulah orang-orang bar-bar dan biadab yang menggoreng issu agama demi meraih pangkat dan jabatan sementara dan kisahnya memang happy ending namun dampaknya berhasil meluluhlantakkan keharmonisan di negeri tercinta ini.  Jika dulu orang berkata berbahagialan orang yang tidak pernah membaca koran namun sekarang orang bisa berkata berbahagialan orang yang tidak pegang smarphone. Mengapa demikian sebab dengan smarphone orang gampang mengakses apapun informasi dari belahan dunia manapun dari berita yang paling najis sampai berita yang memacu andrenalin melonjak tajam!

Read more: HARI TERAKHIR DI PENGHUJUNG TAHUN

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.