Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini389
Kemarin576
Minggu Ini1528
Bulan Ini7964
Total Pengunjung619183

IP Kamu 54.234.0.2 Wednesday, 17 January 2018

Guests : 10 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 10.00 WIB
(MULAI JANUARI 2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

HARI TERAKHIR DI PENGHUJUNG TAHUN 2017

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

HABAKUK 3:2

TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti!Hidupkanlah Itu dalam lintasan tahun , nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!

 

Lintasan hari bulan dan tahun terus melesat bagai anak panah keluar dari busurnya yang tidak sedetikpun berhenti. Ketika kita sadar hidup dipenghujung tahun baru terhenyak dari mimpi betapa cepatnya waktu berlalu. Seiring sejaln musim pancaroba kehidupan terus mewarnai pahit dan getirnya perjalanan anak manusia. Orang semakin hari tergila-gila informasi yang menghantam bagai tsunami melalui media cetak, elektronik dan digital. Namun seluruh informasi yang ada bukan menjadikan hidup ini semakin tenang dan nyaman melainkan memicu ketakutan, kecewa dan dendam akan keadaan. Realitas di jaman now ini membuktikan pengadilan yang digelar berbulan-bulan berakhir dengan skenario ketidak adilan. Korupsi yang semakin menggila terus merebak seolah-olah tidak puas memakan korban-korban yang bergelimpangan. Belum lagi ulah orang-orang bar-bar dan biadab yang menggoreng issu agama demi meraih pangkat dan jabatan sementara dan kisahnya memang happy ending namun dampaknya berhasil meluluhlantakkan keharmonisan di negeri tercinta ini.  Jika dulu orang berkata berbahagialan orang yang tidak pernah membaca koran namun sekarang orang bisa berkata berbahagialan orang yang tidak pegang smarphone. Mengapa demikian sebab dengan smarphone orang gampang mengakses apapun informasi dari belahan dunia manapun dari berita yang paling najis sampai berita yang memacu andrenalin melonjak tajam!

Di penghujung tahun ini mari kita hening sejenak belajar ucapan dari seorang nabi Habakuk. Nabi yang menyaksikan ketidak adilan dan kekeringan serta kejahatan yang meraja lela dijamannya hanya ingin mendengar berita tentang Tuhan. Kata mendengar diterjemahkan dalam bahasa Ibrani “shama’ yang memiliki tendensi memperhatikan dengan seksama untuk ditaati. Kebahagiaan manusia sesungguhnya terletak dalam mendengar kebenaran yang berasal dari Allah sejati. Pemazmur yang bergelimpangan dengan harta pangkat dan jabatan mengatakan bahwa berbahagialah orang yang merenungkan Taurat Tuhan.  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz 1:1-3)

Pemazmur mengajarkan bagaimana proses untuk mendengarkan akan Tuhan, pertama orang harus menyukai, chephets dari dasar hati yang paling dalam memiliki kerelaan menyukai dan hal kedua merenungkan yang menggunakan kata Ibrani hagah yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris murmur yang memiliki arti berbisik dan juga mutteryang berarti komat kamit. Yosua dalam awal kepemimpinannya menggantikan Musa mengingatkan bahwa  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8).

Mendengar tentang kebenaran Firman Tuhan merupakan kebutuhan vital jika tidak akan menjadi fatal sebab dari kebenaran ini manusia dapat dikatakan hidup. Yesus sendiri mengatakan bahwa : “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”.(Mat 4:4). Dengan mendengar akan Tuhan maka seseorang memberikan kontribusi untuk kehidupan rohaninya. Sepert seseorang menikmati makanan untuk kehidupan fisikallynya maka ketika seseorang mendengar akan Tuhan maka ia sedang mengkonsumsi sekaligus memberi nutrisi imannya. Tubuh yang diberi asupan makanan akan bertahan tujuh puluh sampai seratus tahun rentang waktu kesempatan manusia dapat hidup namun makanan rohani akan membawa seseorang dalam kekekalan

Kita yang hidup sekarang belum pernah mengalami kehidupan tahun 2018 yang terbentang dihadapan kita. Tidak seorangpun berani menjamin nyawanya masih bisa tetap eksis dalam menjalani hari-hari panjang di tahun 2018 namun Tuhan sendiri akan membawa kita dalam kehidupan perkenananNya bila kita mau mendengar akan Tuhan. Dampak Habakuk mendengar akan Tuhan maka ia mengalami deposit yang semakin melimpah sebab dunia dimana nabi dari Yehuda ini hidup adalah jaman peperangan yang membuat suhu politik, ekonomi dan kehidupan masyarakat yang stabil. Namun demikian keadaan ini malah justru membuat Habakuk memiliki kehidupan yang semakin intent.

Panca roba kehiduapan yang tidak kondusif mengajarkan Habakuk menyadari bahwa hidup orang benar akan bersandar dari imannya, Habakuk sendiri mengatakan : “Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya (Habakuk 2:4 bdk Rom 1:17, Ibr 10:38). Bukti dari iman habakuk nyata dalam keadaan yang terjepit sekalipun ia tetap dapat percaya kepada Allah dan terus bersukacita. Habakuk 3:17-19 mengatakan : “ Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

Proses ini dimulai dari mendengar akan Firman Tuhan sebab iman timbul karena pendengaran akan Firman Tuhan (Rom 10:17)  kata mendengar dalam bahasa Yunaninya AKOE yang memiliki arti suatu suatu tindakan yang ingin merasakan apa yang ia dengar baik itu  mendengar gossip, kotbah. Iman adalah tindakan seseorang untuk hidup dalam kebenaran firman Allah. Jika Tahun mendatang kita hidup dengan iman itu berarti segala tindakan, harapan, cita-cita akan kita tancapkan dalam kebenaran Firman. Kebenaran Firman Tuhan adalah kehidupan, yang akan melimpahi kehidupan kita dengan perkenanan Tuhan, kekudusan dan mujizat yang datang dari Tuhan.

Melalui apa yang kita dengar dari Tuhan dapat dipastikan tidak membuat hati kita menjadi tawar melainkan  hati yang kuat untuk menghadap hadirat Allah untuk memperoleh kasih karunia dan pertolongan pada waktunya (Ibr 4:16). Jaminan yang Tuhan berikan kepada orang yang mendengar akan kebenaran adalah menjauhkan dari berbagai penyakit membahayakan.  Keluaran 15:26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau."

Ketika seseorang sungguh-sungguh mempraktekkan kebenaran maka ia tidak mati sia-sia, Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu? (Pengk 7:17). Banyak orang mati bukan karena kehendak Tuhan harus mati namun mati karena sekedar diijinkan Tuhan karena memang hukun alam berbicara ketika seseorang menjadi fasik dan jahat maka kefasikannya itu membunuhnya sendiri sementara kehendak Tuhan orang memiliki kehidupan yang indah dan masa depan yang penuh selera Tuhan bukan selera setan yang penuh malapetaka  (Yermia 29:11).

Untuk itulah mari kita berusaha sekuat tenaga menginvestasikan waktu, tenaga dana dan kekuatan untuk mencari informasi seakurat mungkin akan Tuhan dan kemudian kita mengkonfirmasikan kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Antara informasi dan konfirmasi adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan iman. Firman Tuhan yang kita dengar, baca dan renungkan adalah informasi yang tidak beda dengan berita apapun yang kita dengar namun yang membedakan bila kita mengkonfirmasikannya kepada pemilik kebenaran itu maka Firman itu akan menjadi rhema sebab memiliki kekuatan yang valid. Ibarat Firman yang kita dengar adalah sebuah cek yang sudah ditulis sejumlah nominal tertentu namun cek itu tidak memiliki arti apapun tanpa tanda tangan pemiliknya. Ketika kita mendapat persetujuan dari pemiliknya untuk mencairkan maka ia akan membubuhi tanda tangannya barulah cek itu berlaku. Demikian juga kita perlu sebuah keintiman, kelekatan diri secara personal akan Firman yang hidup yakni Yesus Kristus sendiri. Ketika perjumpaan itu terjadi maka apa yang Yesus ucapkan akan terjadi, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh 15:7)

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.