Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini542
Kemarin1498
Minggu Ini2040
Bulan Ini4590
Total Pengunjung1568163

IP Kamu 18.204.55.168 Tuesday, 04 August 2020

Guests : 16 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

HIDUP YANG TIDAK DI MUSNAHKAN

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

                 

Yesaya 65:8 Beginilah firman TUHAN: "Seperti kata orang jika pada tandan buah anggur masih terdapat airnya: Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat! demikianlah Aku akan bertindak oleh karena hamba-hamba-Ku, yakni Aku tidak akan memusnahkan sekaliannya.

Hidup diumpamakan sebagai tandan yang masih ada anggurnya tidak dimusnahkan. Mengapa sebab tumbuhan anggur memiliki seribu satu vitamin yang berguna bagi manusia. Yesus mengindentikkan diri dengan pokok anggur bukan pokok duren, sebab manfaat anggur lebih dasyat dari duren.  Ayat ini menggambarkan sebuah kehidupan yang memiliki nilai dihadapan Tuhan adalah menjadi berkat bagi orang lain. Dengan kata lain orang yang tidak menjadi berkat buat orang lain akan ditebang dan dimusnahkan.

            Hidup yang hanya ada seperti pohon anggur ada adalah hidup yang sia-sia saja. Dalam bahasa Yunani kata hidup ada tiga kata, 

1.    Bios, dalam Lukas 8:14: "... kegelisahan dan kekayaan dan kesenangan hidup ini." Kata Yunani ini merujuk pada kehidupan tubuh fisik dan dari sinilah kita mendapatkan kata biologi.

2.    Psuche, dalam Mat. 16:25: "Karena siapa pun yang ingin menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya." Kata Yunani di sini merujuk pada kehidupan psikologis jiwa manusia, yaitu, pikiran, emosi, dan kehendak. Di sinilah kita mendapatkan kata psikologi.

3.    Zoe, dalam Yohanes 1: 4: "Di dalam Dia ada hidup, dan hidup adalah terang manusia." Di sini kata Yunani mengacu pada kehidupan Allah yang kekal dan tidak tercipta, kehidupan ilahi yang dimiliki secara unik oleh Allah[1].

 

            Tiga jenis kehidupan yang digambarkan dari kata Yunani tersebut menggambarkan kehidupan manusia yang memiliki nafas kehidupan yang diungkapkan dalam bahasa Ibrani ada tiga kata, Ruach, Nefes dan Neshama. Tuhan tidak tertarik kepada orang yang dilahirkan hanya sekedar bios dan Psuce saja dalam arti orang yang memiliki ruach dan nefes saja karena semua itu dimiliki oleh tumbuhan dan binatang juga Namun kehidupan yang berasal dari Allah sejak semula yakni kehidupan yang kekal berdurasi tidak terbatas yang berkenan di hadapan Tuhan adalah  hidup seperti zaman Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa yakni hidup yang memiliki zoe dan bernafaskan Neshama yakni nafasnya Tuhan sendiri.

 Kehidupan yang bernilai zoe hanya di dapat dari penebusan darah Yesus, Berbahagialah orang yang mencuci jubah mereka sehingga mereka mungkin memiliki hak untuk pohon kehidupan." (wahyu 22:14). Yesus kembali memberikan kehidupan sebelum manusia jatuh dalam dosa yakni masih berada di sekitar pohon kehidupan. Kata kehidupan disini diambil dari bahasa ibrani chai  yang memiliki arti nafas, kehidupan, berasal dari akar kata chayah yang memiliki ari memberi hidup, membangkitkan kembali dan menyembuhkan. Kata chayah ini juga memiliki arti kehidupan yang dipulihan, hidup dengan sejahtera, bangkit dari kematian, keputusasaan, dari penyakit, memujlihkan kehidupan[2].  Satu-satunya manusia yang hadir di bumi ini yang membawa kehidupan zoe[3] adalah Yesus Kristus. Ketika Yesus berkata Aku datang supaya mereka memiliki hidup, kata ini menggunakan kata zoe, bukan bios atau Psyche

            Tandan anggur yang tidak dimusnakah adalah tandan anggur yang masih aktif berbuah dan buahnya manis. Kehidupan yang berasal dari Tuhan sendiri akan memiliki kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan karena sudah memiliki kehidupan yang berstandar sorga dengan nafas neshama (nafas yang dari Allah, bukan nafas karena lahir) dan jenis kehidupan yang zoe yakni kehidupan yang dibasuh oleh darah.  Orang yang hanya memiliki kehidupan dan nafas dari lahir lebih banyak tidak pernah dikatakan hidup mereka hanya dalam kategori ada yang tidak beda dengan binatang yang pernah hidup dan memiliki kemauan. 

            Yesus mengatakan model kehidupan ini bertumbuh lebat namun hanya daunnya saja dan tidak berbuah. Hidup seperti ini hanya berada dalam kutukan, Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya Beberapa saat kemudian Petrus dapat bersaksi terhadap pohon ini : "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kau kutuk itu sudah kering." (Luk 11:12-14, Matt. 21:18–22; Mark 11:12–14, 20–25). 

            Hal pertama hidup yang di kutuk atau dimusnahkan Tuhan adalah hidup yang tidak suka berurusan dengan ketidaksesuaian. Tuhan menghendaki setiap orang harus berkonsentrasi akan panggilannya. Jika dipanggil sebagai anak maka ia harus berhubungan dengan Bapanya. Jika dipanggil sebagai kawan sekerja Allah maka ia harus sesuai dengan panggilannya seorang kawan sekerja Allah. Jika dipanggil menjadi suami harus berlaku sebagai suami demikian juga istri, jangan tidak sesuai dengan panggilanya.  Seperti pohon yang seharusnya berbuah tapi tidak berbuah itu tidak sesuai dengan SOP (standar operasional Prosedur)-Nya Tuhan. Orang dikutuk dan dimusnahkan Tuhan bukan karena dia main dukun kembang tujuh rupa melainkan tidak berlaku sesuai dengan panggilannya. Tuhan mau setiap orang harus berkonsentrasi dengan panggilannya maka ia dapat dikatakan berbuah. Jika orang diberkati harus memberkati sebagai buahnya. Kalau sudah diberkati terus kemudian menjadi pelit, Arab dan Yahudi maka ia tidak sesuai dengan keinginan Tuhan. Orang yang diberi kepandaian supaya ia mengajar orang lain. Jangan tidak mau mengajar kalau tidak ada upah. Orang mengajar itu mengembangkan talenta menjadi berkat buat orang lain. Jika orang tidak diajar mereka bodoh dan binasa (Hosea 4:6). Hidup ini bukan pajangan seperti pohon yang hanya bisa dilihat dan tidak dapat dinikmati. 

            Hal ke dua adalah orang yang mandul. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti rantingdan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar (Yoh 15:6). Kemandulan adalah kekeringan rohani yang sangat membahayakan karena akan berakhir di pembakaran. 

Sepanjang Perjanjian Lama, Israel digambarkan sebagai kebun anggur, pohon, atau penanaman Allah (Hakim-hakim 9: 8–15; Yes. 3:14; 5: 1–7; Yer. 12:10; Yeh. 17: 2–10; 19: 10–14). Seperti yang diketahui oleh orang Israel agraris mana pun, buah sulung dari tuaian adalah milik Allah (Kel. 23:19; Neh. 10: 35-37), yang membantu mengonseptualisasikan hubungan mereka dengan Allah: sebagai penanaman khusus sendiri, mereka harus menghasilkan buah rohani sebagai umat perjanjiannya (Mzm. 1: 3; Yer. 17: 8-10). Kesuburan Israel (secara literal atau lainnya) bukanlah dasar hubungan mereka dengan Allah, karena Allahlah yang memberikan kesuburan (Ul. 7:13; 28: 4). Kurangnya kesuburan adalah tanda kutukan Tuhan atas pemberontakan mereka (Ul. 11:17) [4].

            Metafora dasar untuk kesehatan spiritual Israel ini mekar dengan jelas di era kenabian. Waktunya telah tiba bagi umat Allah untuk menghasilkan buah yang akan memberkati dunia (Yes. 27: 6). Beberapa kali para nabi menggambarkan Allah sebagai menginspeksi Israel untuk "buah ara awal," sebagai tanda kesuburan rohani (Mik. 7: 1; Yer. 8:13; Hos. 9: 10-17) —tapi ia menemukan "tidak ada yang lebih dulu- masaklah ara yang diinginkan jiwaku. ” Jadi dalam dua pengasingan (Asyur dan Babel), Tuhan mencurahkan kutukan kemandulan (Hos. 9:16), dan Israel menjadi ara busuk (Yer. 29:17)[5].

            Orang yang kedua sebagai orang mandul adalah gambaran Israel yang sering diberi pupuk tapi tidak subur menghasilkan anggur yang asam. Tidak ada bedanya dengan orang Kristen sekarang yang sering kali mendengar Firman Tuhan tetapi tidak pernah berubah hidupnya. Malah bertambah jahat, bertambah tegar tengkuk dan bebal akan ketaatannya kepada Tuhan. Orang yang mandul orang yang menolak akan kesuburan yang bisa diidentikkan dengan kebenaran. Sebanyak apapun yang diterimanya tidak pernah mengubah karakternya. Sebelum kenal Tuhan pemarah ketika lama mengikuti ibadah tidak bisa mengubah menjadi peramah malah justru menjadi murka. Rohani yang mandul adalah rohani yang kering kerontang yang tidak pernah akan tersentuh air kehidupan. 

            Hal ke tiga yang perlu menjadi renungan adalah ketika Yesus mengidentikkan dengan pokok anggur, Ia memberi peringatan yang serius, jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yoh 15:6).  Kehidupan orang yang menjadi berkat buat orang lain adalah orang yang memiliki totalitas akan Tuhan. Tidak ada keinginan lain selain untuk kemuliaan Tuhan. Kata-kata ini memang seolah-olah idealis sekali tapi realitisnya. Berbanding terbalik orang yang tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain sudah pasti ditandai dengan rasa egoismenya yang tinggi.              

            Praktek kehi dupannya adalah orang yang hanya berfocus kepada diri sendiri baik untuk penampilannya, keinginannya dan segala sesuatu yang menyangkut dirinya sendiri. Orang yang hanya memuaskan kedagingannya. Yesus berkata : " Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu  seperti suatu jerat (Luk 21:34). Hasrat ini sama seperti keinginan hawa untuk memuaskan dirinya yang selevel dengan Allah kalau makan pohon pengetahuan baik dan jahat. Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Dengan jelas Yohanes mengatakan model seperti ini adalah memuaskan keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup ( 1 Yoh 2:16). Orang yang melakukan segala sesuatu bukan yang merupakan perwujudan karena kasih Tuhan maka identik orang yang tidak berbuah namun berdaun saja. 

            Orang yang ketiga ini adalah orang yang merasa dirinya bisa hidup tanpa Tuhan. Bukan saja tidak berbuah seperti pada awalnya, ia memamerkan dirinya dengan segala assesoris hidupnya. Semua diperoleh karena hasil keringat sendiri. Ia lupa kalau Tuhan tidak memberi keringat maka ia tidak bisa keringatan. Jika ia lulus dari perguruan tinggi ternama ia merasa memiliki nilai dan merendahkan perguruan tinggi yang dianggapnya tidak sejajar dengannya. Buah seperti ini adalah buah yang masam yang tidak dapat dinikmati oleh Allah. Memang seolah-olah berbuah tetapi buahnya tidak dapat dinikmati oleh Tuhan sendiri. Yesaya 5:2 mengatakan : "Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.

            Peraturan paling penting untuk para guru Yahudi yang mendidik anak-anak, seperti PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Indonesia, memiliki syarat yang ketat untuk karakter bukan sekedar otak yang cerdas. Mereka yang menganggap diri memiliki nilai lebih tinggi dari orang lain dan sombong tidak akan bisa menjadi pengajar apalagi di ranah rabbi-rabbi Yahudi. Buah Roh Kudus jelas, Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

            Bagaimana seseorang merasa diri sangat bernilai dan disaat yang sama memiliki kasih, kemurahan dan kebaikan? tidak mungkin terjadi. Bagaimana orang yang sombong memiliki roh kesetiaan, kelembutan dan kesetiaan? tidak akan bisa dimilikinya. Kalau ada orang model seperti ini dibawah otoritas sudah pasti bisa memberontak, tidak peduli sang pemimpin mengasihi, memberi jabatan, dan kesempatan. Orang yang suka memberontak kepada pimpinan yang kelihatan sudah dapat dipastikan itulah wujud karakter yang memberontak kepada Tuhan. Buah yang pahit akan menghasilkan akar pahit bagi sesama. 

            Orang yang sombong dan merasa memiliki nilai menunjukkan jati dirinya dengan kemampuan pola pikir, mengandalkan segala yang sudah diraihnya, ia merasa hidup tanpa Tuhan. Harus dipahami orang yang hidup tanpa Tuhan bukan mereka para atheis dan orang-orang duniawi melainkan yang duduk di gereja dengan segala assesoris rohani tetapi hidup tanpa melibatkan Tuhan. Mereka berpikir tanpa hubungan yang baik dengan Tuhan dapat melayani, berkotbah dan melakukan segala kegiatan rohani. Pola hidup tanpa Tuhan tercermin dari arogansi diri dengan segala gelar, jabatan dan segala kemewahan duniawi. Jika demikian maka tunggu waktu Tuhan maka akan segera dimusnahkan bersama-sama orang fasik dan para pembuat kejahatan. 



[1] https://blog.biblesforamerica.org/greek-words-for-life/

[2] https://alkitab.sabda.org/strong.php?id=02421

[3] https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Yoh&chapter=10&verse=10

[4] https://www.thegospelcoalition.org/article/jesus-curse-fig-tree/

[5] Ibid

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.