Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini596
Kemarin1498
Minggu Ini2094
Bulan Ini4644
Total Pengunjung1568217

IP Kamu 18.204.55.168 Tuesday, 04 August 2020

Guests : 14 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

BAJU TUHAN BERSIMBAH DARAH

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

            

Merupakan realitas ketika Yesus teraniaya oleh para tentara Roma, darah memenuhi seluruh jubahnya bahkan lebih dari itu seluruh badannya bersimbah darah. Menurut buku kain kafan luka Yesus terdapat kelompok-kolompok luka memar itu meliputi seluruh punggung manusia Kain kafan dan bahkan terdapat juga pada paha, kaki, lengan dan dada. tidak kurang dari 121 kelompok luka yang terdapat pada sekujur tubuhnya; itu berarti tidak kurang dari 121 kali deraan yang telah menghantami tubuhnya. Bila lukanya dihitung satu-satu, tidak kurangdari 726 luka berdarah yang dulu meliputi tubuhNya...[1]. Yesaya menggunakan bahasa kiasan baju Tuhan penuh percikan darah.... semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar (Yes 63:3).

            Tidak heran bahwa dalam pemandang kitab wahyu warna jubah Yesus merah padam sebagai tanda amarah dan siap pembalasan kepada para musuhnya. Wahyu 19:13-16 , Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih  bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.  

            Jika saja semua anak Tuah membaca, merenungkan dan melakukan kebenaran Firman Allah berarti memuliakan namaNya. Kita sedang memercikkan kemuliaan pada jubah keagunganNya. Berbanding terbalik jika kita melakukan pemberontakan dan hal-hal yang tidak berkenan maka dapat dipastikan kita memercikan noda darah yang kotor ke baju Tuhan. Sekali lagi ini bahasa kiasan untuk mengingatkan setiap orang percaya untuk terus memuliakan Dia dengan melakukan kebenaran kasih dan keagungan bagi Dia. 

            Jubah yang penuh percikan darah pertanda sebuah kemarahan dan keinginan meluapkan amarahNya kepada mereka yang bukan saja melawan dan memberontak kepadaNya melainkan juga mereka yang menyia-nyiakan kasih karuniaNya. Kitab Ibrani mencatat bahwa mereka yang meninggalkan kasih karunia berarti menyalibkanNya yang ke dua kali. Ibrani 6:6 Namun yang murtad lagi , tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. Bagaimana kita menghargai kasih karunia dengan tidak membasahi jubahnya dengan darah kefasikan melainkan membasahi jubahNya dengan kemuliaan. Mari kita sadari bahwa yang pertama bahwa alam dimana kita tinggal diselubungi dengan Alam yang tidak kelihatan yakni Kerajaan Sorga

            Banyak orang tidak memahami bahwa semua tindakan dan perbuatannya terkoneksi langsung dengan Tuhan. Bahkan lebih dari itu setiap tindakan menggerakkan perasaan Tuhan yang penuh kemurahan dan kemurkaan Tuhan muncul dalam waktu bersamaan. Jarak antara alam natural tempat makluk hidup ciptaan alam di bumi ini sangat berdekatan dengan alam supranatural yakni sorga. Yesus sendiri menyebutnya sebagai juga orang tidak dapat mengatakan.... Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu (Luk 17:21). Yesus sedang ingin mengingatkan bahwa dunia lain yang tidak kasad mata yakni Kerajaan Allah sedang ada disekitar mereka. Mengapa demikian karena Sang Raja dari kerajaan itu sedang berbicara dengan para muridNya. Di masa dunia purba skandal pembunuhan pertama kain terhadap habil mengkisahkan di alam lain masih ada tuntutan ketidakadilan. Kejadian 4:10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini?  Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku  dari tanah. Ini berarti ada dunia lain sebut saja dunia supranatural dunia yang tidak kasad mata dimana orang-orang yang diperlakukan tidak adil dapat menuntut pembalasan.

            Penyatuan Sorga dan bumi di zaman Adam sebenarnya masih sama tidak berubah posisi namun yang membedakan adalah ketidaksambungan atau tidak terkoneksinya antara Allah dan manusia karena dosa dan pemberontakan. Sehingga dengan demikian Allah mengerti pasti segala tingkah langkah manusia. Ayub mencatat perhatian Tuhan sampai sedetil-detilnya sampai tidak sempat menelan ludah. Ayub 7:19 Mengatakan : "Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan  aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Yesus sendiri mengingatkan bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit (lukas 12:7)

            Hal ke dua sebuah kesadaran bahwa bukan saja dua alam yang menyatu melainkan Sang Pencipta sumber kehidupan menyatu dalam kehidupan orang-orang pilihan. Bersatunya alam natural dan supranatural menjadikan Sang Penguasa menyatu dalam kehidupan orang-orang yang dikasihiNya seperti Israel, para nabi, rasul, hamba Tuah dan semua orang tebusan dan gerejaNya.Jika mereka terusik maka Ia akan turun tangan sendiri tanpa melalui perantara siapapun untuk menghukum. Tentu hal ini harus memenuhi syarat tertentu yang membuat Dia harus turun tangan sendiri.  Ketika Saulus menganiaya orang Kristen, dimana Stefanus mati karena di lempari batu, dan penyiksaan-penyiksaan lain maka Tuhan turun dengan informasi bahwa Dirinyalah yang teraniaya. Padahal Saul tidak pernah berurusan dengan Tuhan Yesus berjumpa saja mungkin tidak pernah. Namun ketika Saulus menganiaya pengikut Kristus maka Yesus tampil dengan perkataan : ": "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" (Kis 9:4). 

            Tuhan sangat terusik jika ada orang berbuat sesuatu kepada orang yang Dia berkenan. semua hamba Tuhan adalah biji mata Tuhan,  1 Tawarikh 16:22 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku! di zaman Perjanjian baru semua orang tebusan adalah biji mata Tuhan, jika orang luar memperlakukan tidak adil atau meendahkan saja Tuhan murka apalagi sesama anak Tuhan saling merendahkan? Sekarang begitu mudahnya mengatakan sesama hamba Tuhan sesat, bidat, penipu dan masih terlalu banyak kata-kata yang menyakitkan. Tidakkah mereka membaca kebenaran. Roma 2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

            Pelajaran  ketiga jangan menempatkan diri sebagai musuh Allah. Hal serupa Allah Sang Pencipta mengidentikkan dirinya sendiri sebagai pembela bangsa Israel. Dengan menggunakan bahasa kiasan Yesaya mengatakan bahwa baju Tuhan menjadi merah darah oleh kejahatan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh manusia. Terlebih lagi tindakan itu bersangkutpauh dengan umat Allah. Itulah yang menjadikan Dia turun dari Sorga dan mengadakan pembalasan. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah ? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. (Yakob 4:4). Dapat dipastikan orang yang menempatkan diri sebagai musuh ALlah adalah orang-orang yang tidak berkenan yaitu mereka yang hidup dalam daging. rom 8:8 mengatakan : " Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah (rom 8:8). Orang yang hidup dalam daging dikalangan anak Tuhan bukan lagi level perzinahan dan pencurian tetapi hidup merasa diri lebih bernilai daripada orang lain. Merendahkan sesamanya seolah-olah dia yang paling bernilai dihadapan Allah. Jangan pernah punya kebutuhan merasa diri dibutuhkan. Jangan memiliki nilai tinggi sesudah gelar satu meter di depan dan satu meter di belakang dan merendahkan gelar dibawahnya. Jangan merasa diri lulusan dari sekolah bergensi sekolah lain abal2. Tuhan tidak pernah menilai orang dari pendidikannya melainkan dari kerendahana hatinya.  

            Jika kita memiliki musuh maka secara otomatis akan saling menghindar dan tidak ada keiningan mendekat. Secara tidak langsung banyak anak Tuhan menjadi musuh Allah dengan menghindarkan diri untuk mendekat kepada Tuhan. Model begini tidak lagi tertarik semua yang bernuansa Tuhan, pelayanan, kekudusan dan ketaatan. Harus dipahami selama kita tidak memiliki keinginan akan Tuhan dan segala kemuliaanNya maka secara tidak langsung kita memusuhi Tuhan. Untuk itu mari kita mendekati diriNya dan mempersebahkan persembahan pujian dan pengagungan sehingga kita memercikkan kemuliaan bagiNya sehingga jubaNya penuh kemuliaan dan keagungan. 



[1] A. Widyamartaya, Manusia Kain Kafan, cet 13, Kanisius, 1995Yogyakarta, 28,29 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.