Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini976
Kemarin1110
Minggu Ini2086
Bulan Ini22426
Total Pengunjung1134314

IP Kamu 34.239.158.107 Tuesday, 20 August 2019

Guests : 11 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

THE LEGEND REBORN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

Pendahuluan

               

Sejarah kehidupan makluk hidup selalu bermula dari proses  kelahiran (born), pertumbuhan, kedewasaan dan berakhir pada kematian fisik. Namun demikian banyak orang mati  sebelum kematian  menjemputnya. Realitasnya banyak orang tidak dapat menikmati sang kehidupan karena terkapar di ranjang rumah sakit berbulan-bulan bahkan ada yang bertahun-tahun. Vonis dokter kepada sang pasien, mengidentifikasikan  mengidap cancer stadium akhir yang sel-sel cancer sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Sontak saja sang pasien merasakan dunia runtuh terasa mati sebelum waktunya. Baginya hidup ini sudah tidak berarti lagi dan bayangan ajal sudah menari-nari di kelopak matanya siap menjemput kapan saja. Padahal orang harus sadar selagi kita hidup kita belum mati, nanti jika kita mati itu baru namanya kematian. Orang dikatakan mati selagi hidup jika sudah kehilangan harapan, putus asa dan depresi tingkat dewa. Para Pesakitan yang di vonis  Hakim hukuman mati sesuai tuntutan jaksa, terasa mati dalam menjalani hari-hari dalam kehidupannya.

Belum lagi mereka yang mengalami frustasi yang tidak kunjung padam, bukan saja stres berjilid-jilid melainkan sudah tergolong “major depression” alias depresi berat. Jenis stressing tingkat tinggi ini sudah merasuk ke dalam  tulang sumsum dan peredaran darah sang korban. Semua dipicu oleh berbagai persoalan entah itu perceraian, kebangkrutan karena penipuan atau segudang persoalan yang datang tanpa permisi. Hidup seolah-olah dihempas oleh dasyatnya tsunami dan gempa berskala lebih dari 8.9 skala ricther yang meluluhlantakkan segala sesuatu yang tampak di mata, menyeret sisa-sisa kehidupan yang benar-benar tidak tersisa.  Segala harta benda, rumah mewah, mobil mentereng, seolah-olah sia-sia belaka 

hanyut oleh badai yang menerpa bahwa nyawa sendiri sangat murah harganya. Bagi mereka hidup ini sudah mati sebelum waktunya. Terlalu banyak pemicu yang dapat menimbulkan kematian selagi hidup. Namun masih ada satu saja mercu suar sebagai  kompas dimana perahu kehidupan dapat bersandar di pelabuhan yang permai melalui Kelahiran Baru (reborn)  atau kelahiran kembali[1] seperti apa yang Yesus Kristus ajarkan. 

Kelahiran baru biasanya dipakai dalam nuansa segar bugar penuh wangi bunga dan berjalan di atas permadani. Ketika seseorang menemukan tambatan hatinya akan berucap: kehadiranmu membuat aku terlahir kembali” “demikian ungkap girangnya.  Mereka para pendaki gunung yang berhasil sampai di Puncak  tertinggi yang menjadi impiannya bertahun-tahun, tercapai sudah.   Setibanya di Puncak impian, hatinya berdegup kencang, kebahagiaannya  telah melupakan semua sensasi pendakian yang melelahkan  sehingga mereka menganggap seolah-olah terlahir kembali. Istilah pembaruhan hidup ini sering kali nyata bagi mereka yang mendapatkan peristiwa-peristiwa spaktakuler seperti menjadi Juara  dunia dengan segudang hadiah. Fenomena ini juga termasuk mereka yang tiba-tiba menjadi terkenal karena sensasi yang dilakukannya yang membuat simpati  banyak orang, sehingga menjadi trending topik dikalangannitizen[2]. Sebagai dampak dari kekaguman banyak orang tersebut maka hadiah dan rupiah mengalir deras dengan tidak terbendung.  Hidupnya baru saja dilahirkan dengan pola kehidupan yang baru sama sekali oleh karena hadiah dan kekayaan melimpah yang datang secara tiba-tiba.  Namun kelahiran baru yang akan menjadi pembahasan disini bukan melimpahnya hal-hal duniawi hanya memiliki durasi pendek dan bisa hilang karena ngengat dan karat.

Konsep lahir kembali yang Yesus ajarkan memiliki durasi panjang sampai dalam kekekalan. Namun apa yang  Yesus ingin ajarkan adalah sebuah kebenaran yang original dari Sorga, yang belum tersentuh oleh para nabi dan Rasul di zamannya bahkan sebelumnyapun belum  terdengar. Konsep  lahir baru merupakan kebenaran hakiki yang akan menjadi dokma yang berguna untuk segala bangsa. Kelahiran baru merupakan visa satu-satunya dengan tujuan akhir Rumah Bapa di Sorga. Cara memperolehnya bukan usai kematian seperti reinkarnasi[3] melainkan selagi nafas masih dalam lobang hidung. Kelahiran baru adalah password menikmati kasih Allah selama ada di bumi ini.

                Manusia pada umumnya  selalu menantikan pemulihan dari berbagai persoalan hidup yang mendera. Mereka berusaha mengubah ratapan akibat keterpurukan hidup menjadi nyanyian sorak sorai tidaklah semudah membalikkan tangan. Harus ada proses yang sangat sensasional dalam berjuang sampai berdarah-darah dalam menggapai pemulihan. Dalam penantian yang panjang seseorang membutuhkan sesuatu yang mustahil namun oleh ketekunan dan harga yang dibayar maka semua berakhir dengan happy ending.  Seperti kisah seorang Pangeran yang dikutuk menjadi katak kotor dan jelek, oleh tukang sihir yang membenci Sang Raja. Sang Pangeran bisa kembali dalam bentuk yang semula bila ada gadis yang dengan tulus mencintainya dan mencium dengan bibirnya. Hampir mustahil itu terjadi karena gadis manakah yang sudi mencium seekor katak yang menjijikkan? Namun realitasnya bisa terjadi bukan? Walau ini hanya sebuah dongeng namun untuk sebuah perubahan harus ada “password”nya . Kisah Cinderella merupakan kisah gadis yang sering di bully[4] dan dipersekusi[5]setiap hari oleh ibu dan adik-adik tirinya. Ia  menantikan perubahan  dengan menantikan keajaiban hadirnya Sang Peri dengan labu ajaibnya. Cinderella harus bertemu ibu Peri untuk mendandaninya  dan mengubahnya dalam waktu singkat untuk berjumpa dengan pangeran idolanya. Walau alur ceritanya tidak masuk akal namun realitasnya setiap orang menantikan sebuah keajaiban dan selalu ada jalannya.

Analogi dongeng tersebut mengajarkan bahwa untuk memiliki kehidupan yang Happy Ending maka  harus ada “password” atau kunci yang membukanya. Lebih ironis lagi, mana ada Allah yang suci mau menghampiri manusia bejat,  kotor dan berlumuran dosa? Secara logika saja mustahil sorga dapat bersentuhan dengan hal-hal yang haram, apalagi Sang Empunya Kerajaan Allah yang penuh kemuliaan dan keagungan sudah pasti akan memalingkan wajahNya. MataNya terlalu suci dan tanganNya tidak akan tersentuh hal-hal yang najis. Namun realitasnya ada  Allah mau menjelma “inkarnasi[6]menjadi manusia bukan saja mencium bak sang putri kepada katak yang kotor melainkan memeluk erat-erat dan menebus dari segala kekotoran sekaligus menyucikan manusia dari dosa-dosanya. Bukan itu saja malah mendandaninya dengan kemuliaan Sorga dalam waktu singkat selama hari-hari di bumi ini untuk dipersiapkan dalam Pesta Anak Domba Allah[7]. Itulah awal seseorang mengalami sebuah kelahiran baru, tentu bagi mereka yang mau memberikan respond kepada panggilannya.

 

Arti dari Reborn

Definisi reborn sendiri berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti dilahirkan kembali.  Pembaruan hidup ini bukan saja berlaku untuk makluk hidup melainkan juga bersinggungan dengan perusahaan, gereja dan organisasi kemasyarakatan yang membutuhkan reborn, alias diperbaruhi secara total. Namun kekristenan berbicara pembaruan yang hakiki dan paling esensial dalam kehidupan manusia pada umumnya karena melaluinya maka seseorang akan memiliki DNA (deoxyribose-nucleic acid) yang baru.

Kelahiran baru adalah sebuah peristiwa yang mampu mengubahkan seseorang memasuki dunia berbeda, yakni alam yang tidak kasat mata yang penuh keindahan dan kemuliaan sorga. Dunia kekekalan Sorgawi menjadi sangat kekinian dan membumi melalui kelahiran baru. Kekayaan dan fasilitas Sorga bukan saja cerita dongeng atau legenda  para rohaniawan melainkan bisa menjadi hak milik seseorang selama di bumi jika orang tersebut mengalami kelahiran baru.  Mau dikata apa bahwa ajaran kelahiran baru ini bukan ajaran manusia atau pewahyuan seorang nabi dari Malaikat dari Sorga tingkat tujuh melainkan ajaran yang berasal dari yang Empunya Sorga. Melalui kebenaran yang hakiki ini Sorga tercurah dan Kuasa Tuhan melimpah bagi mereka yang memberikan respon atas pimpinan dari Roh Kudus.  

Ajaran kelahiran baru[8] merupakan ajaran pokok yang hukumnya wajib dan tidak boleh diabaikan. Fase ini fundamental dan essensinya sangat vital siapapun yang tidak melalui proses ini di bumi maka sudah pasti fatal dalam dalam kebinasaan. Melalui kelahiran kembali maka seseorang terkoneksi secara langsung dengan kerajaan Allah. Jika dapat dianalogikan pengajaran kelahiran baru ini bagaikan koneksi internet ke server ISP (Internet Service Provider). Tanpa koneksi ke ISP tersebut maka seluruh kegiatan data, video, audia, file-file dan foto-foto  kehidupan akan mati secara total karena tidak bisa melalui “bandwith[9] jalur internet yang terkoneksi ke ISP. Tanpa kelahiran baru maka agama dan ajaran apapun tidak mungkin bisa berselanjar dalam kekekalan sorgawi dimana Yesus Kristus sebagai Raja di atas tahtaNya. Nikodemus tidak pernah bermimpi mendapat ajaran baru yang selama ini tidak pernah didengarnya. Semua kebenaran, doktrin dan credo yang dimilikinya bungkam seribu bahasa tidak mampu menandingi ajaran spektakuler yang Yesus ajarkan.

Kelahiran baru bagaikan signal seseorang yang terkoneksi dengan internet yang pusat kendalinya ada dalam Sorga kekal. Bila seorang percaya sudah lahir baru maka mereka bisa mengupload[10] seluruh kebutuhannya dan bisa mendownload seluruh kekayaan sorga untuk dapat dinikmati di bumi ini. Ketika Yesus mengajarkan jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga, ajaran ini bukan untuk orang duniawi yang tidak tahu menahu soal kelahiran baru. Bumi menjadi sorga bila orang-orang sudah diciptakan menjadi baru dari DNA lama menjadi menjadi DNA baru. Paulus dengan jelas mengatakan : Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang[11]. Ketika seseorang melalui proses kelahiran baru maka ia menjadi orang dalam dan bukan orang luar. Bila sudah menjadi orang dalam maka ia berhak mengindentifikasikan dirinya sama keluarga kerajaan Allah.

 

 

Pertemuan Yesus Kristus dan Nikodemus

Pertemuan antara Yesus Kristus dengan Nikodemus adalah pertemuan dua guru besar yang perlu menjadi catatan sejarah sepanjang masa. Harus dipahami kisahnya tertulis oleh Yohanes seperti legenda yang diformat dalam narasi[12] yang rapi. Mitos kelahiran baru yang selama ini hanya menjadi tradisi lisan telah berubah menjadi logos dengan literasi[13] yang diurapi sehingga menjadi Rhema yang menghasilkan iman yang menyelamatkan. Legenda lahir baru harus menjadi realita kehidupan di dunia nyata untuk itu sebagaimana Nikodemus harus berjumpa dengan Yesus maka setiap orang harus berjumpa dengan satu pribadi yang di dalamnya orang memperoleh keselamatan yakni Yesus Kristus.

Walaupun pertemuan itu tidak terjadi secara formal dalam penyambutan yang resmi namun Yesus memberikan pengajaran yang sangat serius. Yesus sendiri seolah-olah tidak bersahabat dalam menyambut Nikodemus cenderung  sangat ketus dalam memberi jawab kepada guru besar Yahudi ini, Kata Yesus kepadanya : “"Engkau adalah pengajar  Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?[14]. Namun demikian Nikodemus sendiri datang dengan kerendahan hati mendengar dengan seksama apa yang Yesus ajarkan.  Hampir tidak bisa dibayangkan seorang Guru Israel yang terkenal cerdas, terhormat dan disanjung banyak orang, bisa meluangkan waktu mau menemui pribadi yang selama ini selalu mencela dan mengkritiknya. Yesus dalam kehidupannya menunjukkan garis keras sebagai orang yang selalu mencela tingkah laku ahli-ahli Taurat. Bahkan Yesus sendiri menjamin  banyaknya ayat dan kebenaran yang diajarkan Nikodemus dan kelompoknya tidak mampu menyelamatkan mereka dari api neraka. Kata Yesus : “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak!  Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?[15]

Peristiwanya memang terjadi pada malam hari, namun menghasilkan kebenaran yang terang benderang yang membawa seseorang dalam kemuliaan sorgawi. Kehadirannya pada malam hari bukan menunjukkan rasa pengecut dan pecundang, malu jika dilihat teman sejawat melainkan Nikodemus tahu menggunakan waktu usai siang hari dengan kesibukan yang luar biasa. Dua tokoh guru besar ini melambangkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Nikodemus merupakan guru besar Agama Yahudi dengan specialisasinya kitab Taurat Musa yang menganggungkan hari sabat  Sementara Yesus Kristus adalah Guru Agung sebagai sebagai Tuhannya hari sabat[16]

Kelahiran baru yang Yesus ajarkan tidak bisa diperoleh dari pengetahuan akan ajaran agama apapun dan nabi manapun. Nikodemus tidak kurang ayat, dalil dan  tafsir-tafsir ayat suci namun tetap gagal paham. Ia pribadi yang kuat dari tingkat kecerdasannya sebagai guru bangsa Israel, sebuah gelar yang  tidak bisa diperoleh  sembarang orang. Ia juga punya kedudukan yang tinggi di majelis keagamaan pada zamannya. Namun di mata Yesus Kristus Nikodemus bagaikan  seorang yang bodoh tidak tahu apa-apa. Dalam percakapan antara Yesus dan Nikodemus sangat tidak seimbang, Nalar Yahudi kelas seorang cendikiawan Yahudi tidak pernah sampai dalam memahami ajaran baru yang Yesus ajarkan. Bila dianalogikan di era sekarang, Yesus Kristus sedang mengajarkan segala sesuatu yang sudah digital namun Nekodemus masih berpikir secara manual saja.

Ketika Yesus berbicara lahir kembali, Ia sedang menggunakan dua  istilah bahasa Yunani “"gennaô" yang berarti memperanakkan atau melahirkan diikuti dengan kata "anôthen" yang berarti dilahirkan dari atas. Sementara Konsep sang cendikiawan spiritual Yahudi ini tahunya lahir dari seorang wanita[17]. Dari awal percakapan saja Nikodemus tidak dapat memahami ajaran Yesus walaupun ia menjanjung Yesus pada awal pertemuannya. Semua ilmu pengetahuan ayat dan kebenaran yang dimiliki seolah-olah di format dan kosong oleh kebenaran Illahi.  Yesus sedang berbicara sebuah intervensi Illahi dalam diri seseorang sementara Nikodemus masih berkutat kepada pengetahuannya yang dangkal tentang kelahiran manusia di bumi.  Jika dapat dianalogikan maka kelahiran baru itu seperti visa untuk mengunjungi sebuah negara. Melalui visa seseorang bisa memasuki negara yang dituju demikian juga melalui kelahiran baru seseorang bisa memasuki kerajaan Allah. Kelahiran baru adalah sebuah password untuk berselancar di alam rohani yang Bapa miliki yakni Sorga yang kekal.

Orang harus tahu bahwa ketentuan dan syarat meski berlaku dalam kelahiran baru. Agama dan aliran kepercayaan tidak bisa bersentuhan dengannya. Bahkan amal dan perbuatan baik serta segudang ritual-ritual kerohanian tidak mampu melahirkan menjadi baru melainkan hanya iman kepada Kristus Yesus melalui pertobatan yang sempurna oleh Pimpinan Roh Kudus. Kelahiran baru bukanlah sebuah momentum yang hanya terjadi satu kali saja melainkan sebuah proses menjadi serupa dengan Kristus sampai dalam kekekalan sorgawi. Proses awal dimulai dari sebuah kesadaran seseorang bahwa ia membutuhkan keselamatan dari Allah melalui respond pengakuan dosa. Kebutuhan akan Kristus merupakan hal yang paling utama dalam kehidupan. Orang yang menganggap Kristus Yesus lebih bernilai dari emas dan perak serta gemerlapnya dunia ini tidak sebanding dengan Dia makai seseorang baru dikategorikan lahir baru yang sesungguhnya.

 

Proses Kelahiran baru

                Mengapa Yesus mengajarkan ajaran baru di depan Nikodemus seorang yang sudah penuh kebenaran Taurat dan tokoh agama yang mumpuni di zamannya? Mengapa bukan di depan banyak orang yang sedang kelaparan menantikan roti dan ikan? Mengapa Yesus tidak mengajarkan hal yang paling vital ini kepada para murid-muridNya yang selama ini mengikutinya dengan setia selama dua puluh empat jam sehari selama tiga setengah tahun? Orang harus memahami bahwa Yesus ingin mengajarkan bahwa ajaran agama sebaik apapun juga tidak akan mampu membayar visa ke sorga. Soal ritual-ritual dan assesoris agama sering kali membuat  Tuhan muak melihatnya. Sementara amal dan perbuatan yang diagung-agungkan untuk menyogok Tuhan agar bisa memasukkannya ke sorga dianggapnya bagaikan kain kotor[18].  Sementara ayat-ayat suci yang selalu dilantunkan oleh orang-orang Farisi dianggapnya bukan dari Allah melainkan hanya ajaran manusia yang dihafalkan[19] yang tidak punya dampak untuk sorga. Semua hal yang telah disebutkan di atas sudah diwakilkan ada di dalam diri tokoh Yahudi yakni Nikodemus sehingga Yesus mengatakan kebenaran yang tepat untuk orang yang sangat tepat!

                Kelahiran baru diajarkan kepada Nikodemus bukan untuk kepentingan para rohaniawan yang kelas atas atau untuk mereka yang menganggap dirinya  specialis kitab suci  yang sekaligus merangkap ahli-ahli Sorga melainkan untuk semua generasi Adam dalam lintasan tahun sampai akhir zaman. Pengajaran ini  disampaikan kepada Nikodemus, Yesus ingin mengajarkan bahwa semua pengetahuan kitab suci dan segala ritual-ritual agamawi di zamannya dimata Allah tidak berarti apapun jika tidak mengalami kelahiran kembali. Orang harus tahu bahwa ayat-ayat suci yang dilantunkan merupakan kejijikan di mata Allah jika berada di luar koridor kebenaran sejati yakni tidak melalui proses kelahiran baru. Karena segala sesuatu tanpa proses kelahiran dimata Allah manusia bagaikan binatang yang sedang berulah mencari persamaan hak setara dengan Allah. Orang harus menjadi anak-anak Allah terlebih dahulu kemudian menjadi keluarga Kerajaan Allah. Itulah SOP (Standar Operasi Prosedur) yang Allah miliki untuk umat ciptaan Allah.

                Kesadaran akan perjumpaan dengan pribadi Yesus Kristus adalah hal yang paling vital. Jika tidak demikian hidup ini menjadi fatal karena Sang kehidupan layak memberi hidup yang sesungguhnya. Jika menganalisa sekaligus mengamati dengan seksama maka Orang Yahudi adalaha orang yang paling sempurna dalam menjalankan ibadahnya. Mereka puasa dengan ketat, melakukan Taurat sampai titik komanya sangat hafal. Merayakan bulan-bulan perayaan keagamaannya berskala Nasional dan sangat ketat. Semangat agamawinya bagaikan api selalu menyala-nyala tanpa padam sedikitpun. Mereka selalu mengingat kebenaran demi kebenaran di dahi, baju dan tempat-tempat suci mereka bertebaran dimanapun mereka tinggal. Soal makanan halal haram jangan dipertanyakan lagi, mereka memiliki orang yang khusus yang digaji besar hanya untuk mengamati makanan di hotel dan restoran harus tetap koses alias halal.  Diperempatan jalan mereka berdoa, dan mendemontrasikan assesoris keagamaanya di hadapan masyarakat pada umumnya. Namun Yesus mencela mereka luar biasa dan pada awal-awal pelayanannya Ia mengatakan :  Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar  dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.[20]

                Mengapa kita harus lebih benar dari praktek keagamaan orang Yahudi? Harus dipahami agama mereka tidak bersentuhan dengan Kristus Sang Khalik yang memiliki hidup. Apapun dikata orang agama Yahudi dengan Tauratnya tidak mampu membawa seseorang ke Sorga. Mereka dimata Allah masih berada dalam deretan orang-orang najis yang perlu dibasuk oleh darah Yesus Kristus supaya layak untuk kerajaan Allah. Mau tidak mau orang Yahudi harus berjumpa dengan Yesus roh bukan hanya secara fisik. Jika secara fisik bangsa di dunia manapun kalah karena Yesus adalah orang Yahudi dan tinggal diantara mereka. Namun demikian mereka menolak Yesus Kristus, mengkhianati dan kemudian menyalibkanNya. Inilah bukti cinta yang absolut terhadap agama menciptakan orang menjadi keji dan jahat, untuk itu orang harus diformat murni melalui kelahiran baru.

                Awal kesadaran akan kebutuhan akan Yesus adalah janin yang membentuk kelahiran baru. Proses selanjutnya adalah sebuah pengakuan dosa yang perlu pembasuhan dengan darah Kristus sampai dalam pertembuhan hari demi hari sesuai pimpinan dari Roh Kudus sehingga seseorang mencapai deposit spirit yang melimpah serupa dengan Kristus sendiri. Proses ini setahap demi setahap memiliki runtunan yang jelas. Diawali dari kematian rohani yang dilahirkan kembali menjadi hidup seperti bayi rohani yang terus menerus mengalami pertumbuhan. Petrus mengatakan : “ Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.  Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh   dan beroleh keselamatan…[21]

                Tidak ada kejahatan dalam Rahim kelahiran baru, sehingga setiap orang yang mau berjumpa dengan pribadi Kristus harus berusaha membuang segala sesuatu yang jahat. Paulus mengatakan : Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."[22] Harus harus sadar bahwa tidak ada kejahatan sedikitpun dalam pribadi Kristus. Demikian juga bagi mereka yang dilahirkan olehnya. Jika di dapati Yesus Kristus melakukan dosa satu kali saja, berzinah atau membunuh serta berdusta dengan cara apapun maka Ia tidak layak diikuti. Orang tidak perlu dilahirkan untuk mengikuti Dia sebab pada dasarnya seorang murid tidak lebih dari gurunya. Bila gurunya berdosa maka muridnya akan menjadi bejat.

Kelahiran baru bukan pekerjaan tambal sulam hanya membetulkan yang salah dan kemudian memperbaikinya. Tindakan Allah dalam reborn ini adalah memperbaiki secara sempurna dari perubahan benih yang sudah salah DNA adam pertama yang menghasilkan berbagi pemberontakan, pembunuhan dan karakter jahat menjadi DNA Kristus Yesus yang memiliki karakter yang selevel hati Bapa di sorga. Untuk itulah Kristus dibangkitkan agara dapat membentuk generasi baru. Yohanes mengatakan : “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.  Setiap orang yang lahir dari Allah,  tidak berbuat dosa lagi, sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah[23].

Petrus mengatakan dengan jelas : “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya  yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,  untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu,  yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan  Allah karena imanmu  sementara kamu menantikan keselamatan v  yang telah tersedia untuk dinyatakan  pada zaman akhir.[24] Proses selanjutnya seseorang harus sungguh-sungguh hidup dalam habitat sorgawi dengan cara kembali hidup sehari bersama Adam di Taman Eden.

Dari kematian sampai kelahiran

                Orang harus tahu di mata Allah Sang Pencipta keturunan Adam sudah mati selagi hidup. Sejak skandal Taman Eden manusia sudah di vonis mati[25] oleh Allah sendiri. Dengan kata lain generasi Adam dan Hawa hidupnya hanya sekedar ada di bumi karena mereka memiliki nafas yang dalam bahasa Ibrani nefes[26] yang juga disebut jiwa yang hidup.  Arti nefes ini sama yang dimiliki oleh makluk hidup yang lain sebab semua binatang juga memiliki jiwa dan karakter yang berbeda-beda yang sama dengan manusia juga memiliki karakter yang merupakan ciri identitas. Bahkan di era di gital ini manusia lebih sadis dari binatang karena tidak mungkin induk binatang membunuh anaknya sementara manusia melakukannya. Harus dipaharmi bahwa Nefes atau jiwa manusia tidak mungkin hidup jika tidak digerakkan oleh oleh ruakh[27] yang berarti nafas kekuatan untuk mengembangkan jiwa yang hidup selama di bumi ini. Nefes yakni jiwa manusia tidak ada artinya jika tidak  disertai dengan ruakh yakni roh yang menghidupinya.

                Fakta kebenaran mengatakan dengan jelas bahwa semua orang yang hanya hidup oleh jiwa dan nafas saja sangat tidak berarti bagi Allah. Mereka termasuk deretan makluk-makluk hidup yang diciptakan Tuhan baik binatang dan tumbuhan serta manusia pernah tercatat ada di bumi ini. Namun yang dianggap mati oleh Allah adalah Neshama[28] yakni nafas yang berasal dari Allah sendiri. Ketika manusia diciptakan pertama kali maka Allah menghembuskan Neshama alias nafas Allah ke dalam hidung makluk ciptaan Allah yang bernama manusia.  Hal ini tidak dilakukan Allah terhadap binatang. Ketika Allah menciptakan binatang maka hanya sepatah kata maka nefes dan ruah semua ada. Ketika manusia jatuh dalam dosa maka manusia kehilangan neshama alias percikah nafas Illahi sehingga manusia sama dengan binatang dalam banyak hal.

                Manusia dianggap menjadi personal di hadapan Tuhan jika dia memiliki Neshama, Jadi manusia pertama Adam berarti di hadapan Tuhan bukan karena nefes dan ruakh sebab semua binatang memilikinya melainkan memiliki Neshama. Nama dalam bahasa ibraninya Nama itu sangat penting, dalam bahasa Ibrani nama adalah "shem". Dan "shem" adalah asal kata "neshama", kata "shem" terletak di tengah kata "neshama", artinya : nama adalah pusat kepribadian seseorang ! Namunruakh manusia bersifat kekal. Neshama adalah nafas kehidupan Illahi dimana manusia bisa memiliki kemampuan untuk mengenal Allah dengan baik. Vonis kematian kepada manusia bukan untuk nafas-ruakh-nya karena manusia akan hidup selamanya dihadapan Tuhan karena adanya nafas (ruakh)  itu kekal. Kata mati pada waktu Allah mengucapkanNya kepada Adam adalah Neshama yakni nafas yang Allah taruh di dalam diri Adam sehingga makluk ciptaan tidak bisa lagi berhubungan dengan Allah secara benar. Neshama manusia secara otomatis mengikuti perintah Tuhan ketika terjadi pelanggaran maka neshama tersebut meninggalkan manusia dan itulah yang disebut kematian.

                Cara Allah memandang kematian pertama kali bukan mengarah kepada tubuh manusia sehingga ketika manusia jatuh dalam dosa, realitas yang terjadi manusia tidak mati dalam konsep manusia. Adam masih hidup kurang dari seribu tahun dengan melahirkan generasi-generasi yang baik maupun yang buruk. Manusia berusaha kembali mengingat masa-masa kehidupan yang benar-benar dikatakan hidup di Taman Eden. Kehidupan dimana manusia memiliki koneksi dengan Allah yang tidak terbatas sepanjang hari. Neshama inilah yang membuat manusia tidak menyadari bahwa dirinya memiliki tubuh dengan ketelanjangannya. Neshama yakni percikan Tuhan menyelubungi manusia sehingga manusia dan Allah satu habitat. Tidak ada rasa malu atau segan, kebahagiaan sepenuhnya di Taman Eden bukan tanaman buah yang beraneka ragam atau sungai Pison, Gihon, Tigris dan Efrat melainkan perjumpaan dengan Allah Sang Empunya langit bumi. Sehari tinggal bersama Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa itu berarti sorganya manusia karena sekeliling Adam terdapat percikan Illahi yang memampukan manusia memiliki partikel-partikel murni dari Allah. Manusia hidup tanpa busana dan penuh kemuliaan tidak merasa kedinginan di alam terbuka atau sakit “masuk angin” layaknya orang-orang yang sering kali letih lesu dan berbeban berat.

                Harus dipahami sepenuhnya di mata Allah sejak skandal Taman Eden manusia belum dilahirkan karena hanya ada dan hidup di bumi bukan di dalam Kerajaan Allah. Untuk itulah Adam ingin kembali hidup dalam kerajaanNya dengan berbagai macam cara untuk menemukan Tuhan dengan persembahan dan korban-korban. Ketika manusia melakukan ritual agama mereka menganggap telah menemukan Allah. Walau realitasnya Allah seolah-olah disenangkan dengan berbagai kegiatan agamawi yang mengagung-agungkan Namanya namun sejatinya tidak demikian. Semua kegiatan ritual agama hanya dibalut dengan bibir yang berdosa dan diselimuti hati yang memberontak yang dipersembahkan dalam pispot kenajisan. Semua ini ulah generasi Adam yang kehilangan Neshama yani percikan nafas Illahi Tuhan yang identi  hati nurani yang murni.  

                Neshama ada di dalam diri manusia yang paling dalam orang menyebutnya dengan pelita Tuhan. Pelanggaran hati nurani inilah yang mendukacitakan Tuhan, jika dapat dianalogikan neshama ini dalam kendaraan adalah speedo meter yang mencatat seluruh jarak perjalanan. Setiap roda berputar maka speedo meter akan bergerak dengan tugas mencatat jarak secara otomatis. Demikian juga neshama yang ada di dalam diri manusia akan terus mencatat dosa dan kesalahan yang manusia lakukan. Jika dapat di samakan dengan kisah cerita neshama itu seumpama Kisah klasik karya Carlo Collodi tahun 1826-1890  tentang “Pinocchio” menceritakan tentang sebuah boneka yang sangat ingin menjadi seorang anak laki-laki sejati. Selama ia adalah sebuah boneka, ia memiliki kriket[29] sebagai penganti hati nurani. Setiap kebohongan yang dilakukan maka hidungnya tambah panjang. Namun ketika ia menjadi anak laki-laki, ia menerima hati nurani yang sesungguhnya di dalam hatinya, yang menunjukkan kepadanya mana yang benar dan mana yang salah. Oleh bantuan peri maka Pinokia menjadi manusia. Namun hati mereka kemudan rusak, sehingga mereka tidak dapat dipercaya seperti kriket Pinocchio!

LAHIR DARI AIR DAN ROH

Kelahiran baru dimulai dari pengakuan seseorang untuk menerima Yesus Kristus secara pribadi dan memiliki kesadaran penuh sepanjang hayat bahwa dirinya adalah anak Allah[30]. Tidak berhenti sebagai anak maka seseoang harus membuktikan kelahirannya dengan bertumbuh di bawah kendali Roh Kudus secara sempurna. Dari pimpinan Roh ini seorang akan mengkondisikan dirinya bukan sekedar anak kesayangan melainkan anak kesukaan[31]. Banyak orang percaya hanya berhenti menjadi anak kesayangan bukan kesukaan sehingga gagal dalam perjalanan iman. Menjadi anak kesayangan adalah tindakan iman untuk hidup sesuai prinsip air dan roh. Yesus berkata : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,  ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah[32].

Prinsip air pertama-tama mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang paling rendah. Sepanjang hayat orang percaya yang lahir baru harus rendah hati. Jika di dapati seorang hamba Tuhan atau aktifis dan anak-anak Tuhan bertindak, berkata dan dan berpikir penuh kesombongan maka diragukan apakah ia sudah lahir baru. Allah tidak mungkin melahirkan orang-orang yang sombong karena Ia membenci kecongkaan. Yesaya mengatakan dengan jelas : Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari   untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri,   supaya direndahkan;[33]. Tuhan tidak peduli umat pilihanNya jika mereka congkak maka Tuhan akan menguhukumnya. Amos mengatakan : “Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diri-Nya, --demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam--:"Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub,  dan benci kepada purinya;  Aku akan menyerahkan kota serta isinya.[34]

Kerendahan hati seorang Nikodemus yang datang pada malam hari membuat Yesus Kristus mengeluarkan perbendaraan pengajaran yang luar biasa. Seharusnya ajaran reborn ini menjadi legenda dimasa silam namun karena pentingnya kebenaran ini maka Allah mengijinkan untuk menjadi sebuah realita dalam kehidupan orang percaya. Kerendahan hati adalah karakter Tuhan yang harus dimiliki semua orang percaya kepadaNya. Orang yang rendah hati akan memberi respond pertobatan dan memberikan diri untuk percaya penuh dengan meterai baptisan air. Yesus sendiri mengajarkan Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum[35].

Kerendahan hati Yesus Kristus memberikan contoh dalam menggenapi Firman Tuhan dengan dibaptis di sungai Yordan. Mengapa Yesus harus di baptis di Yordan? Disamping sungai Yordan adalah sungai yang paling rendah di dunia karena mengalirkan airnya ke laut mati yang memiliki tempat terendah di dunia terletak  425 meter di bawah permukaan laut. Namun disamping itu Sungai Yordan menunjukkan bahwa di masa silam sungai ini banyak semak belukar yang sombong yang harus dipangkas habis untuk itulah Yesus Kristus datang dan dibaptiskan disana. Yermia mengatakan :  Seseorang akan bangkit dan menyerang padang rumput Edom yang aman, seperti singayang keluar dari hutan belukar di sepanjang Sungai Yordan, dan mereka akan lari dari negeri itu. Lalu, Aku akan melantik orang yang terpilih itu untuk berkuasa atas negeri tersebut. Sebab siapa yang seperti Aku, dan siapa yang akan menantang Aku? Gembala mana yang bisa menghadapi-Ku?[36] Sementara Zakharia mengingatkan bahwa kesombongan Israel tetap akan dipatahkan dengan munculnya singa dari semak belukar di sungai Yordan, Dengar! Para gembala menangis keras-keras, Karena kejayaan mereka sudah berakhir. Dengar! Singa-singa muda mengaum, Karena semak yang lebat di sepanjang Sungai Yordan telah dihancurkan.[37]

Di sungai Yordan inilah kecongkaan Naaman dihancurkan. Ia seorang panglima yang merasa dirinya lebih hebat dan bernilai melebihi Nabi Elisa bahkan menganggap sungai di Damaskus lebih baik daripada sungai Yordan ! Elisa mengirim utusan untuk memberi tahu dia, ”Benamkan dirimu tujuh kali di Sungai Yordan.Tubuhmu akan pulih, dan kamu tidak najis lagi.” Mendengar itu, Naaman marah dan pergi. Dia berkata, ”Tadinya saya pikir dia akan keluar menemui saya dan berdiri di sini, lalu memanggil nama Yehuwa Allahnya sambil menggerak-gerakkan tangannya di atas kusta saya untuk menyembuhkan saya.’ Sungai Abana dan Farpar di Damaskus  lebih bagus daripada semua sungai di Israel. Kenapa saya tidak disuruh ke situ saja supaya sembuh?” Lalu dia berbalik dan pergi dengan kesal[38].

Namun hamba-hambanya mendekati dia dan berkata : “  Hamba-hambanya mendekati dia dan berkata, ”Tuan,  kalau nabi itu menyuruh Tuan melakukan sesuatu yang sulit, Tuan pasti mau, kan? Apalagi sekarang, Tuan cuma disuruh membenamkan diri dan jadi sembuh[39]. Mendengar nasehat hamba-hambanya ini, Naaman sang Jendral langsung “kicep”[40] atau Speechlees alias kehilangan kata-kata. Makai ia membenamkan diri di sungai Yordan dan mengalami kesembuhan secara sempurna. Orang yang lahir baru akan mengalami kesembuhan dari sakit rohani yang ditinggalkan Adam berpuluh-puluh tahun. Penyakit melebihi penyakit kusta yang menjijikkan hanya dapat sembuh di Sungai Yordan dengan baptisan air. Lahir di dalam air mengartikan pembasuhan diri atau disucikan oleh pengampunan Kristus Yesus. Orang yang tidak pernah mengalami baptisan air kecuali mereka yang tidak pernah memiliki kesempatan mustahil mengalami kesembuhan rohani. Dilahirkan dari air memiliki makna yang sangat banyak karena tidak kurang dari 9 sifat-sifat air yang berguna untuk kehidupan manusia.

Dilahirkan dari Roh memiliki arti setiap orang yang lahir baru memiliki Roh Allah yang berdiam di dalam dirinya. Kemah Allah di bumi tidak berada di gereja melainkan di dalam diri orang percaya[41]. Melalui kelahiran baru seseorang menerima DNA dari Roh Kudus. Seluruh karakter yang dimiliki seseorang yang lahir baru akan menghasilkan buah Roh Kudus[42]. Roh Kudus adalah pribadi Allah yang berperan aktif dalam penciptaan umat manusia sejak awal dan terus mendampingi umat ciptaan sampai dalam kekekalan.

Setelah manusia jatuh dalam dosa, maka lahirlah berbagai suku dan bangsa dalam setiap generasi. Masing-masing generasi mengikuti gennya sendiri. Gen orang Sumatra akan sangat berbeda dengan gen orang jawa demikian Irian dan ambon. Setiap suku menampilkan karakternya masing-masing. Demikian juga bangsa-bangsa memiliki karakter yang berbeda. Orang India, China dan Yahudi mayoritas memiliki DNA dagang dimana mereka tinggal di negara manapun maka perdagangan lebih dominan. Setiap orang ditentukan hidup dan dikontrol sesuai dengan DNA-nya. Namun sejak orang percaya dilahirkan kembalii semua karakter di duniai ini memiliki persamaan karena DNA dari Roh Kudus masuk di dalam diri orang percaya dan mengubah seluruh karakternya enjadi karakter serupa Kristus oleh pimpinan Roh kudus.

Disain Allah untuk DNA manusia terdiri dari sel-sel yang jumlahnya sangat banyak bagaikan alam semesta berisi milyaran bintang-bintang yang terus ada, baik baru maupun yang punah. Demikian sel-sel manusia setiap hari tercipta baru, baik yang mati maupun regenaris baru. Dalam setiap satu kilogram berat badan manusia, terdapat sekitar satu trilliun sel, seorang bayi yang baru lahir memiliki sekitar tiga trilliun sel[43] sehingga seorang yang memiliki berat badan enam puluh kilo akan memiliki enam puluh trilliun sel. Sementara setiap sel tersebut memiliki tiga milyard informasi genetik[44]. Ini berarti seorang yang memiliki berat badan 60 kg maka ia memiliki  sekitar 60 triliun, dan tiap-tiap inti sel itu tersimpan sekita 3 miliar informasi genom. (baca DNA Holy Spirit)[45]

Ketika manusia diciptakan di Taman Eden manusia memiliki partikel-partikel murni. Allah yang tidak kelihatan jika di umpamakan partikel-partikel murni maka seluruh kemampuan Adam sama dengan kemampuan Allah hampir mirip seratus persen. Hal tersebut disebabkan karena Roh Allah selalu melayang-layang mengitari Taman Eden dan DNA Adam sama persis dengan  DNA Allah. Orang harus inilah yang membuat Lucifer rela mengubah bentuknya menjadi ular untuk menghancurkan saingan ciptaan Allah yakni manusia. Dengan skandal di Taman Eden maka manusia gagal total memiliki persamaan seperti yang pernah Lusifer miliki sejak sebelum dunia diciptakan.

Neshama yakni nafas Illahi hilang sejak manusia jatuh dalam dosa. Ini berarti Roh Allah meninggalkan manusia. Seperti kata pepatah, merpati tidak akan pernah membuat sarangnya di tempat sampah maka demikian juga manusia tidak akan menjadi tempat Roh Allah bersemayam jika masih berada dalam generasi Adam pertama. Melalui kelahiran baru maka Roh Allah kembali berkuasa di dalam diri orang percaya. Sejauh mana respond yang diberikan kepada Roh Allah sejauh itu pula Roh Allah bekerja melakukan kekuatan kuasa Allah di dalamnya. Mengingat pentingnya reborn yakni kelahiran kembali maka kisah Legenda cerita-cerita di zaman purbakala seperti Putri cantik yang mencium katak atau cinderella menjadi sebuah realitas “the legend reborn” legenda lahir baru terjadi di dalam diri Yesus Kristus yang hadir menyelamatkan orang-orang berdosa. Bukan mengubahkan seekor katak menjadi Pangeran melainkan mengubahkan orang berdosa menjadi anak-anak Allah, pewaris tunggal kerajaan Allah. Amin This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] Yohanes 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

[2] Nitizen pengguna Internet, atau juga disebut-sebut sebagai penghuni yang aktif terlibat di komunitas online di Internet

[3]  Reinkarnasi (dari bahasa Latin untuk "lahir kembali" atau "kelahiran semula" atau t(um)itis, merujuk kepada kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu. (https://id.wikipedia.org/wiki/Reinkarnasi)

[4] Bullying adalah perilaku agresif disengaja yang menggunakan ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan. ... Seseorang yang melakukan bullying dapat melakukan hal seperti: memukul, menendang, mendorong, meludah, mengejek, menggoda, penghinaan rasial, pelecehan verbal, dan mengancam.

[5] Persekusi (bahasa Inggris: persecution) adalah perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

[6] Kata INKARNASI ini menjadi begitu penting dalam bahasan theology Kristiani dalam pemahaman kepada Jemaat: Turunnya Allah yang Mahasuci ke dalam dunia menjadi seorang manusia: Yesus Kristus, dimana Allah yang Kudus ini berkenan diri-Nya "menjadi daging" (inkarnasi), lahir dalam keadaan bayi, tumbuh normal seperti manusia lainnya, dewasa dan mengalami kematian dalam misi penyelamatan bagi umat manusia dari doa. Kematian Allah yang inkarnasi ini tidak selamanya, sebab Ia bangkit, dan Ia kembali naik ke Surga.(sarapanpagi.org)

[7]  Wahyu 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba   telah tiba, dan pengantin-Nya  telah siap sedia

[8] Yohanes 3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

[9]  Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya disebut dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu luas atau lebar cakupan frekuensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi

[10] Pengertian upload atau yang kita kenal unggah ialah merupakan sebuah cara atau proses yang di lakukan untuk melakukan pengiriman File atau data dari perangkat komputer atau perangkat lainnya yang memiliki koneksi internet contohnya seperti file foto, musik ataupun hal lainnya ke suatu sistem.

[11]  2 Korintus 5:17

[12]    Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

[13]    Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya “kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar).”

[14]   Yohanes 3:10

[15]   Lukas 23:33

[16]   Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Karena itu Anak Manusia adalah Tuhan, bahkan atas hari Sabat” (Mrk 2:27-28).

[17] Yohanes 3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

[18]  Yesaya 64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun  dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

[19]  Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa   ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia  yang dihafalkan,

[20]  Matius 5:20

[21]  1 Petrus 2:1-2

[22]  2 Timotius 2:19

[23]   1yohanes 5:1,  3:9

[24]  1 Petrus 1:3-5

[25]   Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat   itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

[26]  Kata nefes muncul 754 kali dan dalam arti tradisionalnya berarti “jiwa”. Ke dalam tubuh manusia Allah menghembuskan nafas hidup sehingga manusia menjadi mahluk yang hidup (Kej. 2:7), jadi manusia hidup karena nafas hidup. Maka inti kehidupan manusia itu disebut “nyawa, jiwa, nafas” (http://zonatheologia.blogspot.com/2013/03/manusia-gambar-dan-rupa-allah.html)

[27]   Ruakh muncul 378 kali dalam kitab Ibrani Perjanjian Lama. Secara harafiah itu berarti “Angin”, dengan konotasi bahwa itu memiliki kekuatan untuk menggerakkan sesuatu. Dalam Amsal 25:23 dikaitkan dengan angin utara yang membawa hujan dan kondisi iklim yang lain.[12]  Ruakh  dapat juga berarti “nafas”, nafas yang Tuhan berikan kepada umat manusia (Yes. 42:5) atau nafas yang berbau busuk (Ayub 19:17). Kalau diperluas kata ini mempunyai arti tenaga vital “kekuatan” bila mengacu kepada manusia.(ibid)

[28]  Kata Ibraninya adalah “neshamah.” Di sini kata itu diterjemahkan “nafas hidup.” Strong menekankan bahwa itu berarti “roh”  “Neshamah” itu menjadi roh manusia, yang dalam fungsinya terpisah dari jiwa (pikiran) dan tubuh. “Nafas hidup” itu memberikan manusia dua hal yang tidak dimiliki oleh binatang – (1) kemampuan untuk mengenal Tuhan dan (2) kemampuan untuk mengenal mana yang benar dan mana yang salah. Atau, saya dapat mengatakan, bahwa “nafas hidup” yang ada di dalam dia memberikan roh manusianya setelah pikirannya (dikenal sebagai jiwa) diaktifkan. Dengan pikiran ini kita dapat berpikir dan mengambil keputusan. Namun binatang tidak memiliki pikiran itu. Roh manusia yang datang dari “nafas hidup,” yang membuat manusia berbeda. “Neshamah,” atau “nafas hidup,” menjadi roh manusia, dan itu membuat manusia menjadi satu-satunya mahkluk yang memiliki kemampuan mengenal Tuhan secara pribadi, dan memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. (https://www.rlhymersjr.com)

[29] Kriket merupakan permainan yang menggunakan pemukul ("bat") dan bola

[30]  Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah mereka yang percaya  dalam nama-Nya

[31] Yermia 30:20 nak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak  kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang  kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya,  demikianlah firman TUHAN.

[32] Yohanes 3:5

[33] Yesaya 2:12

[34]  Amos 6:8

[35] Markus 16:16

[36]  Yermia 49:19

[37]  Zakharia 11:3

[38]  2 raja-raja 5:10-12

[39]  2 raja-raja 5:13

[40]   Kicep : Bahasa gaul, dan bukan bahasa baku artinya : diam,  kalah bacot, ketauan aib,  salah, Merasa kalah ,nyerah ,atau diem karna merasa salah atau takut atau bingung (http://www.kbbionline.com/arti/gaul/kicep)

[41] 1 Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait  Roh Kudus  yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

[42]  Galatia 5:22,23 Tetapi buah u  Roh 8  ialah: kasih,  sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum y  yang menentang hal-hal itu.

[43]  Kazuo Murakami, Tuhan dalam gen kita, cet 1, Mizan, 2007, hal 31

[44]  Kazuo Murakami, rahasia dna kode bentuk kehidupan manusia, cet 1, Gramedia, 2015 hal xxv

[45]  http://www.holyspiritministry.info/index.php/naluri-kebenaran/398-mengubah-dna

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.