Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini573
Kemarin1126
Minggu Ini573
Bulan Ini20492
Total Pengunjung867931

IP Kamu 54.163.20.57 Monday, 19 November 2018

Guests : 32 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

INJIL ABU-ABU

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Nurani yang bersih seharusnya memandang kebenaran berangkat dari kerendahan hati, santun dan hormat akan Allah. Orang harus sadar bahwa kebenaran itu transenden[1] dan setiap orang yang akan memahaminya harus selalu berada dalam kendali pimpinan Roh Allah. Kebenaran sejati  yang berasal dari Pribadi yang  MAHA BIJAK  dari SANG KHALIK disebut INJIL KRISTUS tidak mungkin dipahami secara sempurna  oleh makluk ciptaan yang terbuat dari debu dan tanah liat[2]. Usaha memahami kebenaran dengan arogansi diri itu dapat dianalogikan seperti seorang anak kecil ingin mengisi semua isi lautan ke dalam sumur dari pasir yang dibuatnya sendiri  di pinggir pantai dan itu sangat mustahil terjadi. Orang yang mengira dapat merekayasa kebenaran melalui dialektika pikirannya dan mengatakan kebenaran adalah  fiksi maka itu pertanda tong kosong nyaring bunyinya.

Read more: INJIL ABU-ABU

FIKSIKAH ALKTAB?

Pdt. Timotius Bakti sarono,M.Th

 

Kontroversi ucapan dosen Filsafat Universitas Indonesia  Rocky Gerung menuai protes banyak pihak hingga berujung pelaporan ke polisi. "Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi," demikian penggalan ucapan dia dalam program televisi Indonesia Lawyers Club yang disiarkan langsung TV One. Rocky Gerung sedang menggunakan ilmu filsafatnya dalam menganalisa kitab suci. Menurut penuturannya bahwa ia tidak menggunakan definisi  fiksi tersebut menurut kamus bahasa Indonesia melainkan dari hasil dialektika pemikirannya. Baginya kata fiktif bersifat positif bukan negatif dan ia tidak berkata bahwa ia tidak sedang menistakan agama. Tuturnya lebih lanjut dari berbagai mas media bahwa Fiksi yang dimaksud Rocky bersifat imajinasi, dan bersifat positif menurutnya. Sementara yang memiliki makna negatif bagi Rocky adalah fiktif yang memiliki arti kebohongan dan kacau.  "Saya bilang fiksi, saya tidak bilang khayalan bahkan saya gunakan kata imajinasi, jadi fiksi itu menyimpulkan imajinasi.Jadi sifatnya imajinasi," ujarnya dalam perbincangan telepon dengan CNNIndonesia.com,[i]

Read more: Fiksikah Alkitab

HIDUP OLEH FIRMAN

Pdm. Hiruniko Rube,M.Th

 

Yes. 30:15-16:

"Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi"
 

Kita sering mendengar Firman Tuhan. Namun, secara pribadi saya sendiri memperhatikan, bahwa ternyata tidak terjadi perubahan dalam kehidupan kita. Kalaupun ada, perubahannya sangat sedikit sekali. Dalam cara-cara kita menjalani kehidupan kita, ternyata sikap, konsep dan bagaimana kita menjalaninya tidak sesuai firman Tuhan. Tidak berbeda dengan cara-cara orang-orang dunia.

Di dalam firman di atas dikatakan dengan bertobat dan tenang serta percaya, kita akan diselamatkan dan itulah kekuatan kita. Bertobat berasal dari kata syubah yang berarti berbalik arah. Tinggal diam berasal dari kata nakhath yang berarti tidak bergerak, diam. Tinggal tenang berasal dari kata shaqat yang berarti sama dengan nakhath.

Percaya berasal dari kata geburah yang berarti kekuatan (harafiah atau figuratif); dengan kaitan/dampak  keberanian, kemenangan, keahlian (mastery), keperkasaan. Tinggal diam dan percaya kepada apa/siapa? Jelas kepada Allah dan firmanNya.

 

Apakah firman itu?

Yohanes. 1:1-3 mengatakan bahwa: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”.

Firman (Logos) adalah Allah (Theos) sendiri. Dengan demikian, Firman itu tak terbatas oleh apapun juga, termasuk dunia ini. Namun kemudian, Yohanes menyatakan bahwa Firman (Logos) menjadi manusia (sarx). Yoh. 1:14:  “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Ini dilakukan karena Allah punya rencana untuk menyelamatkan manusia, sehingga harus membatasi diriNya.

Kemudian, 2 Tim. 3:15-17 menyatakan bahwa Allah kemudian mengilhami hamba-hambaNya untuk menyusun tulisan-tulisan: “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”.

Dengan demikian Yesus adalah Firman yang menjadi daging dan Alkitab adalah Firman yang menjadi tulisan.

1.      Ketika kita mendengar firman Tuhan disampaikan melalui medium apapun, sesungguhnya kita sedang mendengar Allah berbicara. Hasil pemberitaan Firman tidak tergantung kepada yang memberitakan, tetapi tergantung kepada yang mendengarkan.Hidup Anda menjadi sangat tergantung kepada siapa dan apa yang Anda dengar. Contoh sederhana: Adam mendengar Hawa, dan bukan Tuhan (Kej. 3:17). Abraham mendengar Sarai (Kej. 16:2).

2.      Tuhan ingin kita mendengarkan firman Tuhan.Yes 55:3 menyatakan hal tersebut: “Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud”.

3.      Pengetahuan dan kepandaian bersumber dari Tuhan.Amsal 2:6::” Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian”.

Dampak dari mendengar atau tidak mendengar firman:

Amsal 13:13: “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan”.

Amsal 16:20: “Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN”.

Amsal 19:16: “Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati”.

Mazmur 119:9: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu”.

Mazmur 119:105: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”.

 

Jadi, tinggallah dalam Yesus melalui berpegang pada Firman-Nya karena terlalu banyak jaminan hidup dan masa depan yang kita pasti terima. Ingat Firman Allah tidak mungkin gagal (Roma 9:6a)...

KAJI ULANG SEBUAH KITAB SUCI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

     Hampir tidak akan ditemukan nada-nada sumbang yang keluar dari sebuah kitab suci yang asli berasal dari Allah yang benar. Iramanya jernih, senar-senarnya dapat dipetik oleh jari-jari kehidupan yang mampu melantunkan senandung keteduhan jiwa dan menyuarakan irama yang bernuansa sorga. Aura kebenaran semerbak memenuhi bumi dimana makluk ciptaan berpijak dan saling membagi kasih dan senyuman setiap harinya. Namun kenyataannya berbeda, nyanyian arogansi diri dan perilaku kasar menyobek-nyobek sendi-sendi kehidupan dan tatanan mapan yang telah di bina bertahun-tahun oleh tokoh-tokoh spiritual lintas agama. Seharusnya kemurnian pewahyuan Allah tidak bisa tercemar oleh ulah segelintir pengikut yang seenak perutnya sendiri dalam mempraktekkan agamanya.

Namun kalau boleh jujur dari mana para penganut agama menjadi liar dan tidak terkendali? Semua berpulang dari makanan dan minuman yang disajikan oleh guru agama masing-masing penganut. Hidangan ini menjadi cemilan, makanan ringan atau santapan resmi setiap hari bagi para pengikut agamanya. Pertumbuhan karakter yang dimilikinya tergantung sejauh mana vitamin yang diberikan atau makanan asal-asalan yang membuat sakit jiwa. Terkadang sajian makanan telah diracuni oleh ambisi pribadi sang pengajar spiritual sehingga mengakibatkan umatnya sekarat yang menaun dan ketika mereka bangun telah berubah menjadi zombi yang haus darah lain agama. Sebuah pepatah bahasa Inggris mengatakan Tell Me what you eat and I tell you what you are merupakan realitas bahwa apa yang dimakan seseorang itu menentukan siapa dirinya. Hidangan jiwa yang yang dikonsumsi para pengikut sebuah kepercayaan selalu berangkat dari kitab sucinya yang membias menciptakan moralitas sebuah kehidupan! Entah itu menjadi bobrok atau menjadi kudus dan tidak bercela!

Para fanatisme aliran kepercayan sering menstempel dirinya legal untuk membunuh sesamanya dengan wajah tanpa dosa dan deretan penyesalan. Model Saulus yang meminta surat resmi majelis agama untuk membantai orang-orang pilihan Allah telah termanifestasi di dunia modern ini. Perbuatannya halal yang berangkat dari kebenaran yang dimilikinya merestui menghabisi penganut agama lain tanpa alasan dan bagi mereka tindakan kotor itu merupakan pahala dan mahkota dalam kekekalan nanti! Kebenaran itu adalah relatif menurut versi siapa yang mengucapkannya. Kalau yang mengucapkan adalah agama a maka kebenaran itu cocok untuk agama a sementara kebenaran menurut agama b akan cocok dengan agama b. Jadi dengan demikian agama mana yang benar? Apapun alasannya semua tindakan amoral dan pembantaian dan penutupan tempat ibadah bukan berasal dari pewahyuan Illahi melainkan pelampiasan diri! Tentu kalau diteruskan kitab sucinya tidak lagi menjadi kitab yang berpredikat suci tetapi kitab yang berpredikat bobrok tetapi dianggap suci oleh pengikutnya!

Darimanakah sumber ayat-ayat yang mampu menggerakkan pengikutnya dalam membunuh dan membantai? Kepastiannya bukan berasal dari Allah yang Maha kasih tetapi dari makluk garang yang haus darah manusia yakni Iblis! Kembali perlu adanya kaji ulang tentang kitab suci masing-masing agama. Adakah kitab sucinya benar-benar berasal dari Allah asli atau berasal dari Allah palsu yakni Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang? Kebenaran yang dimilikinya berubah dari kebenaran Allah telah disulap menjadi kebenaran diri sendiri. Harus diakui bahwa kitab sucinya sesungguhnya benar dan pewahyuannya dari Allah juga tidak salah tetapi semuanya menjadi sia-sia karena tidak mendarat dalam kehidupan para pengikutnya! Persoalannya juga terletak pada para penganut agama yang malas dalam membolak balik kitab sucinya sendiri sehingga tingkat kebodohannya mengkarat di otaknya. Akibatnya tumpul dan orang-orang tersebut berjalan dengan emosinya yang membabi buta!

Peran para rohaniawan yang mengajarkan kebenaran telah menyunatnya menjadi buah pikirannya sendiri. Ditambah lagi beberapa kepentingan pribadi untuk membakar semangat massa bahwa dirinya yang terbaik yang patut di suriteladani oleh para pemeluknya. Apapun yang diucapkannya berasal dari Allah, jika siapapun yang berani melawan akan berakibat sangsi yang berat. Belum lagi embel-embel kutuk tujuh turunan akan menulai mereka yang tidak taat kepada pemimpin rohaninya. Entah faktor XXX apa yang menggelayuti sang pemimpin spiritual sehingga mereka ngotot merusak tatanan keindahan yang terbentuk melalui massa yang beringas. Perlu ada yang bertanya dari dalam sini, model ajaran apa yang sudah dicekoki kepada mereka selama bertahun-tahun?

Sebuah rentetan pewahyuan Allah via para nabi dalam sebuah buku merupakan acuan seumur hidup. Bukan saja merupakan standar tingkah polah dan bertutur santun selama berpijak di bumi ini melainkan juga merupakan kompas perjalanan ke dalam kekekalan. Sekali didapati kesalahan maka seluruh kebenaran akan menjadi rancu dan menjadikan para pengikutnya gila-gilaan sesat dan dihinggapi roh kebencian merebak ke seluruh delapan penjuru angin merusak tatanan kehidupan. Melencengnya terlalu jauh tidak mendaki keatas tetapi menurun kebawah kearah jurang maut. Ini ditunjukkan dari moralitas para pengikutnya yang semakin payah dan amburadul!

Agama yang paling terkutuk adalah sebuah kepercayaan yang memiliki kitab suci yang berangkat dari pewahyuan iblis. Orang perlu sadar bahwa si biang kerok itu tidak mau ketinggalan dalam gelanggang pertandingan spiritual. Kalau Roh Allah memberi pewahyuan maka setan dan antek-anteknya ikut-ikutan memberi ilham kepada para napi bukan nabi, akhirnya salah dan  rusak total. Kitab sucinya mencetak orang-orang yang terikat roh kenajisan dengan nafsu liarnya yang mengoleksi wanita-wanita menjadikan istrinya di rumah bordir tanpa aturan yang jelas! Mereka menganggapnya benar tetapi nanar, minumannya darah orang-orang saleh, hartanya hasil rampokan dari si janda dan fakir miskin! Belum lagi atas perintahnya maka seluruh jemaat bunuh diri secara massal dan menjanjikan sorga akan kematian yang mengenaskan oleh serpihan-serpihan bom. Lihat saja Jim Jone, David Cores dan deretan nabi-nabi palsu yang melencengkan kebenaran untuk dirinya sendiri dan mencuci otak para pengikutnya sehingga mereka memiliki ketaatan mutlak terhadap para tokoh spiritualnya.

 

 

Alkitab dijilat, dikunyah dan ditelan

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

           Tidak banyak ditemukan anak-anak Tuhan yang sungguh kasmaran terhadap Alkitab. Mayoritas yang ada terlalu santai dan hidup dibagian kulit luarnya saja, padahal buah-buahan apapun kalau hanya kulitnya sangatlah tidak enak. Inilah yang mengakibatkan anak-anak Tuhan stubborn sangat keras kepala seperti orang Israel, bebal, konyol dan akhirnya murtad.  Pikirnya dirinya umat pilihan tiada duanya padahal Allah sendiri muak melihat tingkah polah sembrono dan tutur kata ceroboh yang tidak diselimuti kebenaran milikNya. Nama besarnya tidak cukup menjadikan hero seorang pahlawan tetapi realitasnya zero nol besar. Sekalipun namanya mendapat gelar marganya Tuhan sendiri IsraEL tetapi faktanya tertolak karena tidak dengar-dengaran. Umat ini sengaja didiaspora yakni diporak-porandakan dan diusir dari wilayah tanah perjanjian. Tidak heran juga banyak anak-anak Tuhan tidak menikmati susu dan madu sebab mereka dibuang oleh Tuhan entah kemana rimbanya. Semuanya itu berangkat karena tidak dengar-dengaran dan sikap cuek terhadap suara kebenaran Allah.

Read more: Alkitab Dijilat, Dikunyah dan di telan

KESALAHAN ALKITAB

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

         Realitas pelecehan yang dibingkai dalam tuduhan dan caci maki terus dilontarkan mendarat dalam eksistensi Alkitab. Keraguan tentang penulisan, naskah asli serta kanonisasi terus digelar, perdebatan terus berlanjut sampai dalam pelecehan bahwa Alkitab tidak layak lagi dipakai oleh orang Kristen merebak dari obrolan di kedai kopi sampai beredar di email, website dalam internet seantero dunia. Namun demikian Alkitab terus melaju diterjemahkan semakin banyak bahasa dan tuntas menyapu noda-noda dosa setiap manusia yang mau bertobat dan percaya kepada Kristus Yesus. Kenyataan dunia ini mayoritas penduduknya percaya kepada Yesus dan kekristenan menjadi agama terbesar dunia  kecuali Indonesia sampai sekarang tidak tahu nanti.  
       Penerimaan pewahyuan yang diharapkan memuaskan otak yang terbatas sudah dipastikan tidak akan pernah conect dalam sang kehidupan. Mereka akan sampai tahapan menthok sebab Alkitab bukan panadol yang memberi obat pusing kepala tetapi malah sebaliknya membuat kepala pusing. Semakin parah dalam usaha menjejalkan pengetahuan tentang Allah dalam benaknya yang cupet bagaikan menjaring angin saja dan tidak akan berhasil. Alkitab bukan alat pemuas otak manusia melainkan konsumsi hati yang beriman dan nurani yang bersih. 
       Orang-orang yang menyalahkan Alkitab selalu berangkat dari rasa fanatisme yang berlebihan dan roh penghujatan terhadap sesuatu yang berasal dari Allah sejati. Model seperti ini tidak perlu ditanggapi atau didengar sebab akan membuat telinga panas dan darah mendidih. Bagi mereka yang sungguh-sungguh kasmaran terhadap kebenaran Allah tidak perlu menggubris ulah-ulah mulut ember yang mengobral perkataan sia-sia.

Read more: Kesalahan Alkitab

Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.