SELAMAT UNTUK PRESIDEN TERPILIH

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

MIK 6:8   "Hai, manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil,  mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan   Allahmu?"

   

   foto timotius.jpg Dibalik gonjang ganjingnya Pemilu  yang lalu dengan berbagai tuduhan kecurangan dari pihak lawan, ternyata keputusan Mahkamah Konstitusi memenangkan dan meneguhkan Keputusan KPU bahwa pemenang jabatan bergensi di negeri ini yakni menjadi Presiden dan wakil Presiden terpilih untuk periode selanjutnya yakni jatuh ke tangan SBY – Budiono. Ucapan selamat mengalir dari perbagai macam lapisan termasuk para compotiter Prabowo yang secara gentle mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan. Hebat muda, berwibawa mau mengakui kemenangan orang tapi masih juga disayangkan ketika ucapan selamat diucapkan meluncur juga nada ancaman, bila sampai kedapatan kecurangan ia akan kembali menggugat! Ya mungkin itulah Indonesia, atau mungkin Prabowo tidak ingin ada kepalsuan di dalamnya, rasa penasaran kecurangan itu akan terus digendong entah sampai berapa lama asal jangan kayak mbah surip saja, menggendong sampai liang lahat!
      Orang perlu merenung bahwa kalah dan menang itu hal biasa dalam sebuah pertandingan! Bahkan memang secara logika harus ada yang menang dan harus ada yang kalah, itu wajar! Namun persoalannya kalau orang tidak siap kalah jangan ikut terlibat dalam kancah perjuangan! Mentalitas orang Indonesia ini persis sepak bolanya yang semakin mundur, giliran mau dapat MU kena bom si Nordin M Top gagal bersanding dengan sepak bola bergengsi di negeri ini. Apa mentalnya menjadi sombong kalau sudah bisa main dengan MU atau memang takdirnya sepak bola Indonesia belum layak mendapatkan yang terbaik? Mengapa sebab mentalitasnya kalau kalah, terus yang termanifes emosi, marah, berantem dengan pihak lawan! Belum supporternya ngajak rebut dan bikin huru hara!
     Kemenangan Presiden dan wakilnya saat ini bukan babak akhir perjuangannya melainkan awal dari perjuangan panjang sampai  jabatan yang di embannya selesai. Kalau berjuang mencapai jabatan ini dibutuhan waktu beberapa bulan maka kalau sudah menang maka mereka harus mampu menunjukkan bahwa mereka layak menyandang gelar tersebut sebab semua rakyat, partai, dunia serta malaikat dan iblis serta Tuhan sendiri akan melihat kinerja apa yang sudah dipercayakannya! Untuk itu harus berhati-hati dan focus secara serius dalam membngun negeri ini!  Orang boleh ngoceh, fitnah dan demo akan hasil keputusan KPU tetapi Tuhan sudah menetapkan bahwa semua pemerintah itu berasal dari Allah sendiri ( Roma 13:1-3), Jika Allah telah berkenan memilih maka Pemerintah harus berlaku seperti maunya Allah! Sebaliknya jika Pemerintah iblis yang pilih maka pemerintah yang ada akan berlaku seperti iblis merusak dan menghancurkan negeri pemberian Tuhan yang indah ini. Sekalipun issu waktu Pemilu dulu orang-orang Kristen yang punya data mengatakan bahwa dalam pemerintahan SBY gereja paling banyak di bakar dibanding pemerintah manapun tetapi itu tidak menyurutkan kemenangan yang meski diperolehnya! Mudah-mudahan pemerintahan SBY sekarang tidak ada tempat ibadah yang dibakar lagi!
     Yang perlu menjadi  renungan bahwa pemerintah yang kuat adalah pemerintahan yang bersifat adil. Namun benarkan manusia bisa adil? Tidak akan mungkin bisa tetapi bila manusia itu menjadi manusia setengah Allah maka keadilan itu bukanlah hal yang sulit. Namun bagaimana pemerintah sekuler di jaman selluler ini bisa menjadi manusia setengah Allah? Pemerintah negeri ini bisa menjadi manusia setengah Allah bila mereka sungguh-sungguh mau taat kepada Allah yang sejati! Orang tidak perlu memastikan dirinya menjadi seperti Allah dengan berbagai macam doktrin dan pengetahuannya melainkan bersifat seperti tindakan Allah maka Allah akan memanisfetasikan di dalam orang tersebut atau pemerintahan manapun! Karakter Allah yang dipraktekkan akan membuat Allah muncul di dalam diri seseorang. Inilah doa Maria, … Akulah tempat lewat mana Tuhan memancarkan terang. Ia dan aku satu bukan dua. Ia membutuhkan aku dan seperti ini. Aku tidak perlu ragu, takut atau merencanakan. aku tinggal santai dan bebas dan Niscaya ia akan mewujudkan rencana cinta kasihNya melalui aku.
     Pemerintah menjadi alat dalam tangan Tuhan secara resmi untuk menyandang pedang demi sebuah keadilan! Negeri ini sudah sangat kacau, belum saatnya demokrasi sudah dipaksa oleh Amin Rais 5 tahun lalu.  Jujur saja Amin Rais menyodorkan makanan keras untuk bayi yang belum bisa makan akhirnya mencret! Negeri seperti Amerika butuh demokrasi sudah ratusan tahun, rakyatnya dewasa dan mengerti bagaimana cara bertindak tetapi sekarang lihatlah demokrasi Indonesia kebablasan, sehingga dimana-mana demo? Bahkan demonya banyak menelan korban, sampai-sampai ada ketua DPRD mati gara-gara jantungan ngelihat demo dan menekannya! Baru kali ini ada orang terhormat di pemerintahan mati karena Demo! Tuhan menuntut keadilan, nggak usah berpikir panjang selama itu tidak adil maka yang pasti harus cepat tanggap dan memberantasnya! Nggak usah pusing kata orang atau melanggar hak azasi daripada menelan korban yang lain lebih baik pemerintah harus cepat tanggap demi keadilan tangan besi jauh lebih baik daripada seorang banci  sedang berbicara!
      Demi keadilan yang terkadang tidak bisa dilakukan banyak orang sebab Alkitab sendiri mengakui bahwa, Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan,   dan di tempat keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan ( Peng 3:16). Saya ingat benar salah seorang Presiden RI yang minta di doakan Pendeta luar negeri entah siapa namanya saya lupa tetapi seingat saya Tuhan bicara kepada orang nomor 1 di negeri ini melalui hambaNya, Dia berkata ; Aku tahu kekuatanmu tidak seberapa untuk memimpin negeri ini, tetapi Aku Tuhan Allah Pencipta Langit dan bumi ini akan sanggup mempertahankan kedudukanmu bila engkau bisa berlaku adil dan memberantas segala kejahatan. Ketika engkau melihat kejahatan berantaslah dan berlakulah adil untuk seluruh umatKu di negeri ini! Namun realitasnya sang Presiden tidak melakukan kehendakNya maka dengan mudah Ia membalikkan tangan dan menolaknya!
 Jika mau berlaku adil dan membuat negeri ini aman belajarlah dari Orde Baru, Mantan Presiden Suharto almarhum! Harus diakui demi keadilan dan keamanan beliau konsen, dibabatnya habis tidak kompromi siapapun yang bertendensi menganggu keamanan negeri ini baik kecil maupun besar, bila itu berpotensi merusak keamanan besok pagi sudah tidak ada lagi! Mana ada pengeboman di jaman orba? Sebab untuk keadilan Ia tegas demi orang banyak! Jangan demi nama baik dan kelompok tertentu banyak orang di korbankan, saya heran 17 agustus ini pengebom yang di semarang mendapat remisi hukuman demikian kata berita TV ? Wualah…. Nanti keluar itu orang akan menjadi calon pengantin untuk ngebom lagi. Yang berwenang dalam menangani keamanan Nasional ini harusnya mengumpulkan orang-orang pandai dalam menangkap gembong yang paling dicari ini termasuk melibatkan luar negeri demi orang banyak tidak perlu malu!  Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Polisi negeri ini maka harus diakaui tugas Polri sudah terlalu banyak dalam  menangani hal-hal yang vital sebab yang terjadi fatal terus! Bukan menyalahkan tetapi Pemerintah seharusnya sadar, tugas Polri sudah terlalu banyak, dari ngatur lalu lintas berdiri di jalan-jalan dengan tingkat stress yang tinggi sampai Densus 88 yang mencari pengebom itu! Kayaknya ide saja harus di bagi saatnya tentara turun, ini sudah perang Pak nggak cukup polisi tetapi tentara harus turun tangan dan memakai tangan besi supaya negeri ini penuh keamanan dan keadilan! 

    Perlu diingat Presiden Indonesia adalah Presiden semua agama dan tidak akan dibenarkan sama sekali membela satu agama sekalipun agamanya sementara yang lain di lecehkan, dibakar dan sulit bereksistensi di negeri sendiri! SBY Budiojno bukan milik satu agama tetapi milik semua gama sehingga  semua agama memiliki kedudukan yang sama di mata Tuhan sehingga Presiden harus memperlakukan hal sama. Persoalannya di negeri yang sudah amburadul di bidang spiritual ini sering kali masih menggendong mayoritas dan minoritas. Yang satu petangtang-petenteng sok jagoan dengan menggunakan attribute agamanya seolah-olah dia Pahlawan yang rela mati sebab agamanya akan memberikan upah di sorga!
    Baru-baru ini saya sendiri melihat mereka naik motor dengan baju berlebel lebih baik mati syaid membela agamanya dari pada hidup tidak terhormat! Hati ini merenung siapa yang melecehkan agamanya?  Dan mengapa merasa hidup tidak terhormat? Justru kalau mereka ugal-ugalan di jalan dan sok rohani dengan lebel agama, malah itu tidak terhormat sebab biasanyanya nurani yang bersih itu terpantul dalam kaca kehidupan yang bisa dilihat banyak orang sehingga orang lain bisa bercermin!
    Tuntutan Tuhan sederhana agar tetap menjaga kesetiaan. Setia terhadap tugas dan tanggung jawab sebab Presiden dan wakilnya bukan saja harus mempertanggung jawabkan kepada rakyat, DPR dan MPR tetapi tanggung jawab yang berat yakni kepada Tuhan sendiri! Jabatan yang diberikan oleh Tuhan harus dipertanggung jawabkannya! Mau tidak mau dan siap tidak siap Pengadilan Alam Roh dengan Hakim Maha Agung Tuhan sendiri akan berdiri dan menghakimi siapapun juga, kalau sudah demikian Presiden dan wakilnya sehebat apapun akan seperti orang pesakitan di hadapan Tuhan! Namun kalau mereka tetap setia dengan tugas dan tanggung jawabnya maka Ia akan berdiri memerintah di kerajaan yang lain yakni Kerajaan Tuhan!
    Kesetiaan ini berarti harus taat kepada undang-undang yang berlaku dan mementingkan masyarakat yang ada! Presiden yang mampu membakar andrealin masyarakatnya untuk bekerja keras dan hidup dalam kesederhanaan dan menikmati yang terbaik sesuai kehendaknya akan membuat maysarakat mencintainya! Sekalipun tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang namun setidaknya kalau bisa menjangkau 70 % saja sudah luar biasa! Jangan yang mayoritas itu kelompoknya tetapi mayoritas untuk semua bangsa!
    Hal terakhir yang dituntut oleh Tuhan adalah kerendahan hati! Memang salute ke dua pejabat ini orang-orang terpelajar bergelar Doktor dan Profesor tetapi mereka tidak menggunakan gelarnya namun ingin menunjukkan kinernya sebagai bukti gelanya! Banyak orang hanya menunjukkan gelarnya dan tidak bisa membuktikan hasil kinerjanya. Alkitab menjelaskan bahwa orang yang bisa masuk kerajaan sorga adalah orang yang lahir di dalam air dan roh ( Yoh 3: 3,5,7) artinya lahir di dalam air ini bukan baptisan saja melainkan hidup seperti prinsip air yakni selalu mencari ketempat yang rendah! Tidak ada air yang naik ke atas kecuali  menggunakan jet pam tetapi air di Negara manapun, dari Israel, New Yord, afganistan dan Depok sama saja mencari ke tempat yang lebih rendah. Ini artinya siapapun yang menjadi pemimpin harus berkorban dan bukan makan korban serti melayani. Yesus mengatakan bahwa yang terbesar adalah mereka yang melayani!  Kotbah Yesus pertama kali di dunia ini adalah kotbah di bukit yang memaklumatkan bahwa orang yang punya kerajaan sorga adalah orang yang miskin arti miskin disini adalah ptokos yang berarti sangat miskin dan tidak punya penghasilan hanya mengharapkan belas kasihan. Orang yang miskin di hadapan Allah berarti orang yang sungguh-sungguh mencari belas kasihan dan perkenanan Tuhan semata! Jika Presiden dan wakilnya selalu mencari perkenanan Tuhan dan merendah dihadapanNya senantiasa  betapa bangga rakyatnya!  sekali lagi selamat siapapun Presidennya Indonesia harus maju dan bertambah-tambah dalam keadilan, kesetiaan dan kerendahan hati. 

 

 

 

 

 

Terakhir Diperbaharui (Rabu, 09 Juni 2010 11:49)