Semua tindakan manusia untuk mereka yang sudah mati merupakan perbuatan sia-sia yang sama sekali tidak memiliki dampak dan pengaruh dalam kehidupan kekal!

         Kematian merupakan pintu gerbang dalam perjalanan kekal. Dilihat dari segi waktu, waktu hidup di bumi tidak ada seperdetiknya dengan waktu dalam kekekalan, ini berarti perginya seseorang dalam kekekalan sangat lama sekali. Tujuannya beralamat jelas, yang sorga yang kekal atau neraka neraka yang kekal. Satu mengacu kepada kehidupan kekal yang lain mengacu kepada kematian yang kekal! Setiap orang yang mati masing-masing memiliki satu jalan dan tidak bisa lebih (Mat 7:13), Seseorang dapat dipastikan akan terpisah dengan sanak saudaranya dan menuju jalan yang sudah ditetapkan sambil membawa bekalnya yang ada di bumi ini Kebenaran diatas tidak jauh dengan kehidupan di bumi ini, sebab jika digambarkan Ibarat seseorang akan pergi ke kota lain, maka ia membawa bekal dalam perjalanannya. Perlu dipahami bahwa semakin seseorang pergi jauh maka persiapannya. Demikian juga jangka waktu yang panjang dalam kepergiannya tersebut menentukan bekal yang lebih banyak lagi!


    Bekal yang diajarkan oleh agama-agama tertentu, mengajarkan bekal seseorang masih dapat ditentukan dengan intervensi dari mereka yang masih hidup di bumi ini. Beberapa agama mengajarkan bahwa seseorang masih bisa didoakan supaya selamat. Semakin banyak di doakan maka semakin kesempatan loncat dari neraka ke sorga semakin luas! Sedangkan kepercayaan nenek moyang yang masih beredar sampai saat ini bahwa sering kali ia memajang orang yang sudah meninggal dan kemudian memberikan beberapa makanan yang menjadi kesukaan orang yang sudah meninggal sekaligus memohon doa restu dalam upacara sembahyangan mereka!

       Alkitab jelas-jelas tidak merestui semua praktek agama-agama dunia ini, sebab apa yang sudah ditangan Allah tidak dapat diintervensi dari manusiaalam yang fana ini tidak dapat mengintervensi alam yang kekal. Semua tindakan manusia untuk mereka yang sudah mati merupakan perbuatan sia-sia yang sama sekali tidak memiliki dampak dan pengaruh dalam kehidupan kekal! Yesus berbicara akan bekal dalam kehidupan kekal “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Matius 6:20). Alkitab mengakui bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan saat ini bisa berdampak atau berakibat di dunia yang akan datang. Bekal nanti sudah bisa dipersiapkan secara pribadi saat hidup itu sendiri. Alkitab tidak merekomendasikan bekal dari orang lain, sebab setiap orang masing-masing membongkar bekalnya sendiri dan menikmati hidup dalam kemuliaan atau dalam kenistaan yang kekal.

Pertama-tama Allah memberikan bekal tubuh jasmani yang ditenun menurut kebutuhan di dunia ini (Maz 139:13). Tubuh manusia merupakan kebutuhan yang vital untuk hidup di dunia ini, namun tubuh ini mengalami kematian dan tidak diperlukan dalam kehidupan kekal. Tubuh ini sifatnya sementara yang terdiri dari darah dan daging, hanya berlaku selama di bumi yang berada dalam kategori “fana” dan sangat tidak berlaku untuk kehidupan yang kekal. Jangka waktunya sudah ditentukan oleh Allah sendiri (Maz 90:10), tubuh ini mengalami perkembangan yang progressif semakin lama semakin dewasa dan pertumbuhannya jelas dalam pemandangan manusia dan dalam pemandangan Allah. Tubuh inilah yang bertugas mengumpulkan “bekal” atau saldo rekening dalam kerajaan sorga. Tidak mungkin seseorang dapat mengumpulkan harta di sorga (kecuali bayi) jika tidak memaksimalkan tubuhnya untuk kemuliaan Allah.

1 Korintus 6:20 menyatakan sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! Tubuh ini merupakan alat penopang untuk bangunan tubuh kemuliaan dalam kekekalan, jika tubuh yang asli sudah dimiliki oleh seseorang maka tubuh yang sementara dibuang dalam debu dan tanah (Kej 3:19). Kebenaran ini dapat digambarkan seperti seorang tukang bangunan yang membangun rumah dengan tiang penopang kayu-kayu yang sangat banyak, tetapi setelah bangunan selesai maka tiang penopangnya dibuang dan tidak dibutuhkan lagi. Paulus dengan jelas menyatakan Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. (2 Korintus 5:1) Perkembangan tubuh kemuliaan itu sejauh mana seseorang bertindak dan berbuat untuk Allah dan mengefektifkan tubuhnya untuk melayani Tuhan. Tuhan membekali seseorang dengan dua tubuh, yang pertama tubuh jasmani untuk hidup didunia ini dan tubuh kemuliaan untuk kehidupan dalam kekekalan. Kedua tubuh tersebut merupakan realitas hidup yang masing-masing memiliki kemuliaannya sendiri. Korintus 15:40 menyatakan ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.

Hal ke dua yang tidak kalah pentingnya, ketika seseorang lahir di bumi ini ia memiliki nafas hidup yakni roh atau nyawa itu sendiri, yang merupakan bekal paling vital untuk hidup di dunia, tanpa bekal ini seseorang tidak dapat hidup. Yesaya 42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup diatasnya: Bekal ini akan diambil kembali ketika seseorang sudah mati, sebab bekal roh atau nyawa tidak dapat diambil dan diberikan oleh siapapun, tetapi itu milik Allah yang harus dikembalikan. Selanjutnya Allah memiliki hak prorogatif terhadap nyawa tersebut, entah tidak dipakai lagi dan kemudian dibuang dalam neraka kekal atau dipergunakan untuk melayaniNya dalam sorga yang kekal. Untuk itu Allah menaruh pengetahun dan pikiran didalam nyawa seseorang yang siap memberi pertanggungan jawab ketika seseorang menghadap Allah. Amsal 20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Apakah roh atau nyawa manusia memiliki pertumbuhan seperti halnya tubuh jasmani

  Hidup ini tulisan naskah yang akan diperankan besok

 
Untuk memiliki sukma yang ayu yakni tubuh kemuliaan yang cantik tidak dibutuhkan otak yang cerdas dan kekayaan yang melimpah ruah. Namun sukma yang ayu harus didapat dari kehidupan yang sudah dikuduskan oleh darah Kristus dan terus hidup dalam kekudusannya. Sukma yang tidak dibasuh oleh darah Yesus akan menghasilkan tubuh kebinasaan dalam neraka kekal! Sukma yang identik arwah ini akan menjadi gentayangan dan tidak karuan jika di sorga ditolak atau neraka tidak diterima! Namun oleh karena doa dan kehidupan yang indah secara pribadi maka memastikan arwahnya bisa singgah berlabuh ditempat yang benar yakni tempat sorga atau neraka!

Hal yang menakutkan sukma atau arwah seseorang apabila ia ditolak di dua tempat tersebut, maka ia akan gentayangan entah kemana. Boleh percaya boleh tidak terkadang ada arwah yang nyasar dan menetap dikuburan-kuburan atau rumah-rumah kosong. Kemungkinan besar arwah ini mati belum waktunya! Bisa saja Tuhan tidak menghendaki tetapi Tuhan hanya mengizinkan itu terjadi karena hukum alam yang dibuat Tuhan dan tidak dapat dilanggarNya sendiri.

Sebuah wacana di dunia spiritual mengatakan bahwa bila seseorang seharusnya mati umur 70 tahun tetapi ia ceroboh dalam hidupnya, ia terlibat narkotika dan Over Dosis pada usia 30 tahun, lalu mati. Seharusnya dalam hukum kekekalan umurnya 70 tahun tetapi karena kecerobohannya ia sudah mati dengan cara yang tidak berkenan kepada Tuhan entah itu OD, Bunuh Diri dan masih banyak cara yang menjijikkan untuk merampas kehidupan maka rohnya akan gentayangan menganggu orang-orang yang hidup! Ini hanya wacana bukan sebuah doktrin yang untuk dipercayai atau diperdebatkan!

Sebuah wacana selanjutnya mengatakan kalau orang mati dalam keadaan jahat maka rohnya akan menjadi roh najis dan berkeliaran dan bisa merasuk dalam jiwa seseorang pada waktu keadaannya lemah. Untuk itulah beberapa Pendeta menyarankan jangan menghadiri orang yang mati diluar Kristus dengan kesedihan yang mendalam, sebab saat-saat roh orang itu berduka cita yang amat sangat maka ia akan gampang dimasuki oleh roh orang yang mati! Paulus mencatat ketika seorang percaya meninggal maka orang percaya percaya tidak boleh tenggelam dalam dukacita yang mendalam (1 Tes 4:13) sebab bukan saja merusak jiwa orang tersebut tetapi itu juga menunjukkan kebodohannya akan pengetahuan tentang kebenaran bahwa orang yang mati dalam Tuhan sudah pasti masuk sorga! Wahyu 14:13 menyatakan Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh" Kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.

Kebutuhan utama manusia sekarang harus mendandani sukmanya supaya ayu dihadapan Tuhan, sebab entah jenis kelamin apapun kita, dihadapan Tuhan kita adalah mempelaiNya! Seorang pengantin wanita tidak mungkin tidak dandan, merias wajah dari telapa kaki sampai ujung rambutnya sebab ia akan dipertontonkan kepada kalayak ramai, demikian juga mempelainya Tuhan akan dipertontonkan dihadapan orang-orang kudusnya! Kalau saja sukmanya tidak ayu maka dapat dipastikan akan mempermalukan Tuhan. Mari kita mendandani diri dan berhiaskan kekudusan dan kemuliaan Tuhan sehingag sukma kita menjadi ayu dan indah dipemandangan mata Tuhan!

 

 

 

Cara mengumpulkan harta di sorga

 

Setiap orang memiliki kemampuan yang sama untuk mengumpulkan bekal dalam kekekalan. Masalah utama dan sangat vital dalam hubungannya dengan bekal ini adalah sejauh mana seseorang menyadari tindakan perbuatan dan perkataannya berakibat kekal, itulah yang menentukan tolok ukur bekalnya dalam kehidupan yang akan datang! Setiap orang harus mempersiapkan secara pribadi bekalnya dihari esok, tanpa campur tangan orang lain, sebab orang lain tidak bisa terlibat dalam pengumpulan harta di sorga, baik selagi hidup apalagi sesudah mati! Harta di sorga dapat dikumpulkan pertama-tama jika seseorang mau mengembangkan talenta yang sudah diberikan oleh Tuhan. Lukas 19:17 menyatakan “Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota”. Setiap orang dimintai pertanggungan jawab terhadapa apa yang sudah diterimanya. Dalam perumpamaan talenta ini seseorang yang mendapat 10 dan 5 mendapat upah dan bagian sesuai apa yang ia kembangkan di bumi, sementara Tuhan sangat murka terhadap apa yang terjadi untuk seorang yang tidak menghargai hidup itu sendiri (bunuh diri) menghancurkan sesuatu yang seharusnya berkembang,

 

 

Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 20 Oktober 2007 22:12)