POLYGAMI ENAK AJA ....

 

 tim3.jpg

            Poligami yang dulu dianggap tabu, kini telah menjadi gaya hidup oleh segelintir laki-laki yang menginginkan istri lebih dari satu orang! Gatra (26 April 2003) mengangkat artikel poligami tanpa basa-basi, sadar atau tidak artikel ini telah menyemarakkan istri-istri simpanan, yang dirahasiakan di apartement, rumah kontrakan sampai rumah mewah mendapat angin untuk minta pengakuan status istri resmi disamping istri yang sah! Sebab telah muncul kepermukaan bahwa istri kedua, ketiga dan keempat sekarang bukan lagi menjadi sesuatu yang haram, tetapi malah justru menjadi simbol kebanggaan, kejantanan dan kesuksesan seorang pria. Dengan dalih menghindarkan diri dari perzinahan sampai alasan meningkatkan status perempuan dari gadis atau janda yang kemudian memiliki predikat seorang istri yang bersuami dengan imbalan sorga yang lebih tinggi, jadilah poligami gaya hidup orang-orang yang menamakan diri beragama! Sebenarnya Allah model seperti apakah Dia yang menerima dalam hadiratNya seorang laki-laki dengan deretan istri-istri disampingnya? 
        Disamping menguak dengan data keakurasian yang tepat dalam  memasyarakatkan poligami yakni beristri lebih dari satu, media (gatra) ini memberi deretan nama-nama yang tidak perlu disebutkan disini!  Nama-nama tersebut baru mencuat karena ada media yang mengeksposenya, itu baru satu media belum media yang lain. Masih ada puluhan bahkan ribuan yang belum nampak kepermukaan. Kalau poligami itu didasarkan atas agama dan bisa mendatangkan pahala maka jumlah orang-orang yang fanatik agamanya akan beramai-ramai melakukannya!
        Dari jumlah poligamor tersebut nama yang paling muncul kepermukaan dan yang paling getol memproklamirkan poligami ini adalah Puspo Wardoyo bos ayam bakar wong solo. Pria ini disamping mengaku dirinya sebagai “Presiden Poligami Indonesia’, ia juga menjadi direktur BKKSP singkatan dari Biro konsultasi Keluarga Sakinah dan Poligami. Menurut pengakuan koordinatornya, Eko Suryono setidaknya setiap hari ada 15 klien untuk konsultasi tentang poligami. Ditambahkan tersimpan daftar 100 wanita baik janda maupun gadis yang siap dijadikan istri ke dua, ke tiga atau keempat “demikian laporannya”. Bukan main! Bermental apakah wanita-wanita yang mengharapkan dirinya menjadi istri kedua dan selanjutnya? didikan apakah yang telah diterimanya selama ini? Bagaimanakah doanya kepada Allah untuk jodohnya, adakah ia berani berdoa, Tuhan jadikan aku istri kedua dan ketiga dan seterusnya? Cobalah menjadi bahan renungan yang penting! Atau memang mereka tidak laku atau wanita-wanita yang droup out dari perkawinan mereka? Lihat saja! 
         Polygamy terakhir yang paling Heboh adalah Penceramah kondang A.A Gym yang secara mengejutkan berani dengan kepolosan dan kejujurannya. Penulis menilai memang dia harus mengatakannya sesuai dengan manajemen kalbunya bahwa ia tidak bisa berbohong. Walau harganya sangat mahal untuk sebuah kejujuran. Realitasnya demi satu orang istri ia rela tidak terkenal atau rela mundur dar gelanggang celebritis rohaniawan di persada bumi ini, boleh juga dicontoh kejujuran yang harganya sangat mahal.... bukan polygaminya lho?
        Tentu pro dan kontra bermunculan, aktifis perempuanpun turun ikut memprotes kampanye yang disemarakkan oleh Puspo Wardoyo, dalam berpoligamor, bahkan Wardoyo sendiri menyediakan Poligami Award bagi setiap pria dan wanita yang berlaku adil terhadap istri-istrinya. Kontan saja kritik pedas dilontarkankan kepadanya namun bagi Puspo, bagai anjing menggonggong kafilah terus berlalu ia melangkah maju baginya tiada hari tanpa kampanye poligami.  Dari cuplikan seminar yang diselenggarakannya demi mensosialisasikan ajaran poligami ini, seorang peserta minta kiat-kiat bagaimana membujuk istrinya untuk membiarkan dirinya menikah lagi. Dengan ucapan, ketika ia bertanya kepada istrinya, gimana kalau saya menjalankan sunah nabi,yaitu poligami “katanya.  Maka istrinya menjawab,  “lebih baik jalankan sunah yang lain dulu, masih banyak yang belum dikerjakan. Maka jawaban dari sang pembicara mengatakan bahwa “ salehkan dulu istri anda pasti dia akan menerima suaminya kawin lagi. Pembicara lain, Sitoresmi Prabuningrat, menimpali, “istri anda perlu ditanya mau surga yang lebih tinggi atau tidak, kalau mau izinkan suamimu berpoligami, “ katanya (Gatra hal 28).  Poligami seringkali merupakan batu loncatan untuk meningkatkan taraf hidup dan kelas sosial dari wanita itu sendiri dan merupakan alat memperkuat dan legitimasi status pria serta juga menjadi tradisi dan simbol kehormatan bagi suku-suku di Indonesia.
   Hukum di Indonesiapun merestui adanya perkawinan ke dua dan selanjutanya dengan berbagai macam syarat-syarat yakni UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 pada dasarnya menganut asas monogami, dengan pengecualian misalnya suami boleh menikah lagi dengan ijin pengadilan. Izin bisa diberikan, dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi yaitu:
1. Istri pertama tidak dapat menjalankan kewajibannya atau mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
2.  Istri pertama tidak dapat melahirkan keturunan
3.  Permohonan berpoligami yang diajukan ke pengadilan harus disetujui istri.
  
   Melalui Undang-undang tersebut pegawai negeri dibatasi beristri satu saja, sebab  bukan saja yang ditanggung pemerintah karena satu saja tetapi juga menjaga martabat wanita supaya tidak dilecehkan oleh kaum pria!
  
Poligami dalam Alkitab
  
      Biang permulaan kawin lebih dari satu orang ini, di mulai oleh garis keturunan pembunuh saudaranya sendiri yang distempel oleh Allah menjadi orang terkutuk dan terbuang dari hadiratNya yakni Kain. Generasi terkutuk ini menghasilkan rumah tangga yang berantakan, saling dendam dan iri serta membunuh. Generasi ke 5 kain yakni seorang laki-laki bernama Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila (Kej. 4:19). Poligamor pertama di dunia ini menjadi cikal bakal teladan  “bad charakter” orang-orang yang ingin mengumbar hawa nafsunya beristri lebih dari satu dengan berbagai macam alasan! Predikat orang terkutuk kedua yang Alkitab catat adalah  Esau.
        Pria berbulu lebat ini  bukan saja beristri dua malah justru bertambah menjadi, 4 orang, ia menambah 3 istri (Ada, Oholibama, Ana) setelah perkawinan pertamanya dengan Yudit (Kej 26:34; 36:3). Tindakan Esau ini dimaksudkan bukan untuk menghindarkan diri dari perzinahan layaknya alasan para poligamor modern melainkan untuk menyakitkan hati orang tuanya dan pelampiasannya sebagai orang terbuang yang tidak memperoleh berkat dari ayahnya! Batasan istri keempat bagi para poligamor standarnya ditentukan dari kebenaran yang mereka miliki, namun adakah sikap Esau ini menjadi acuan kebenaran tersebut? Tidak ada seorangpun yang tahu! Mungkin “ya” dan mungkin “tidak”
       Namun praktek dua istri ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang terkutuk di zaman Kain melainkan juga dilakukan oleh keturunan orang benar. Abraham yang menyandang bapak orang percaya memiliki 3 istri, yakni Sarah sebagai isri pertama yang resmi dari Allah yang melahirkan Ishak anak perjanjian, Kejadian 17:19 menyatakan “Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjianKu dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya”.
         Sarah tidak sabar dalam menanti anak perjanjian Tuhan ia memberikan budaknya dari Mesir itu untuk membantu Allah memberikan keturunan, maka Abraham menghampiri Hagar yang melahirkan Ismail (Kej 16:3,4). Perkawinan kedua Abraham atas persetujuan istri pertamanya, bahkan bukan karena Abraham menghendaki nya melainkan atas kerelaan Sarah membagi cinta suaminya untuk Hagar. Akibatnya fatal dua bangsa lahir dan tidak pernah akur selamanya sampai kedatangan Tuhan! Abraham Tidak puas terhadap dua perkawinan sebelumnya, entah atas izin istri pertama atau kedua atau tidak, Abraham sudah tidak peduli ia juga mengambil Ketura sebagai istri ketiganya atau lebih tepatnya sebagai gundik (Kej 25:1)
        Musa seorang yang terkenal dengan hati yang paling lembut di dunia (Bil 12:3), juga tidak dapat mengekang hawa nafsunya, ia jatuh dalam pelukan perempuan kusy (Bil 12:1) disamping istrinya Zipora. Tidak jelas apakah Zipora sudah meninggal atau belum tetapi sikap musa dengan mengambil perempuan kusy mendatangkan perselisihan antar saudara kandung, Miryan dan Harun memberikan kritikan tajam, bila Zipora tidak meninggal maka saudara Musa tidak akan mengkritik, kemungkinan besar Zipora masih hidup. Namun demikian Allah tetap membela sikap Musa dalam kasus perempuan kusy tersebut!   Allah justru tidak melihat pokok permasalahan dengan diambilnya perempuan kusy oleh Musa tetapi jabatan Musa yang nabi itu tidak boleh diganggu gugat. Maka Tuhan mendatangkan hukuman kepada Miryam dan Harun dengan penyakit kusta (Bil 12:10). Beristri dua ini juga ditiru oleh Elkana dengan dua istrinya  yakni Hana dan Penina!
               Praktek poligami ini juga ditemukan dalam dunia orang-orang kafir yakni Raja Mesir yang dengan mudahnya mengambil wanita lain menjadi selir-selirnya! Bagi raja memiliki istri dan selir-selir yang banyak bukan menjadi masalah dan persoalan pada waktu itu, karena mungkin itu menjadi simbol kejantanan seorang Raja. Allah sendiri memberikan banyak istri kepada Raja Daud! Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu (2 Sam. 12:8). 
                 Berapa istri Daud? Spektakuler memang ketika daud umur 30 sampai 37 tahun ia memiliki 7 istri  yakni Ahinoam, Abigail, Maakha,Hagit, Abital, Egla, Mikhal (mandul) dengan anakanak Amono, Kileab (Daniel), Absalom. Tamar, Adonia, Sefaca dan Yitream. Sementara istri-istri diusia 37 sampai 70 tahun adalah Batsyeba (Batsyua) dan beberapa istri yang tidak disebutkan namanya dengan anak-anak Syamua (shimea), sobab, Natan, Salomo (Yedida), Yibhar, Elisua (Elisama), Elifelet, Nogah, Nefeg, Yagia, Elisama, Elyada, (biliada,Elifelet, Yerimot.
        Total keseluruhan dari keturunan daud adalah duapuluh anak laki-laki dan satu anak perempuan. Semua ini belum termasuk gundik-gundik beserta keturunan mereka, yang tidak disebutkan namanya didalam kitab suci, lihat 2 Sam 5:13, 15:13, 1 Taw 3:9). Sekalipun Daud beristri banyak dan ia seorang yang memiliki pola hidup yang berhasil dan patut diteladani, Daud tidak pernah sedikitpun mereferensikan poligami. Sejak pemilihan pertama ia sudah menjadi seorang yang berkenan kepada Allah dan juga melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, Kis. Rasul  13:22 memberi  takan “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka.
               Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendakKu”.  Dalam segala gerak kerjanya Daud hampir-hampir tidak kedapat noda dan cela kecuali hawa nafsunya yang terkadang liar dan tidak terkendali cenderung berpetualang dalam ketidak puasan. Alkitab tidak menutupi kelemahan hamba Allah ini.  Daud tidak merasa bangga akan istrinya yang banyak, malah ia sangat berdukacita sebab melalui istrinya yang banyak terjadi perselisihan, pembunuhan dan pemberontakan dalam kerajaanNya.
               Sekalipun Daud layak memberikan nasehat seperti seorang nabi yang memperoleh wahyu Allah, tidak pernah sedikitpun ia  menganjurkan supaya umat Israel beristri banyak. Daud diam, seribu bahasa menyinggung persoalan poligami. Sekalipun ia layak mendapat polygami award, ia membiarkan kelemahan terkubur untuk dirinya sendiri, mungkin ia berkata biarlah kelemahannya dalam beristri banyak tidak dicontoh generasi selanjutnya,  ia mau memikulnya sendiri supaya keturunannya tidak terlibat dalam dosa yang lebih jauh lagi!  Perlu diingat Allahnya Daud tidak mereferensi supaya umat Israel beristri lebih dari satu orang!
         Seorang yang paling memecahkan rekor dalam hal perpoligami adalah Salomo, ia layak mendapat Super Poligami Award sebab sampai kapanpun tidak akan pernah ada orang yang memecahkan rekornya beristri dan bergundik banyak! yang belum ada tandingannya, baik secara manusia normal atau nabi, rasul, santa atau utusan Tuhan. Orang yang paling banyak berpoligami adalah Salomo ia memiliki 700 istri secara resmi, 1 Raja 11:3 mengatakan  Ia mempunyai tujuh ratus isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. Ini belum termasuk gundik-gundiknya yang tiga ratus itu! Kalau ada seorang yang bisa bertemu dengan Allah dan bertanya apakah orang boleh beristri satu atau banyak adalah Salomo! Allah sendiri turun dan menawarkan pemberian apapun yang diminta salomo.
                Salomo terobsesi dengan hikmat dan Tuhanpun menghargai permintaannya! Namun hikmat yang diminta salomo bukan untuk memiliki istri yang pas sesuai tulang rusuknya tetapi hikmat untuk menimbang perkara dalam memimpin kerajaan. Terbukti salomo gagal memilih istri. Ia tidak puas satu istri sampai hitungan ratusan, ia gagal menyukakan hatinya dengan istri-istrinya malah ia memiliki kecenderungan meninggalkan Allah yang telah memberi hikmat kepadanya! Inilah kisah tragis orang yang beristri banyak!
            Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel; "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka. "Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
                  Dan masih banyak kisah poligami yang diungkapkan oleh Alkitab sebagai tanda kegagalan manusia baik orang biasa, nabi raja atau rasul tidak pernah ditutup-tutupi oleh Alkitab!  Bila orang tersebut lemah dalam hawa nafsunya maka Alkitab membongkarnya tanpa menutup-nutupinya sekalipun orang tersebut mendapat predikat orang yang hatinya lemah lembut, orang yang berkenan kepada Allah atau apapun status jabatannya! Namun bagaimana suasana rumah tangga yang beristri banyak yang alkitab berikan? Tidak pernah ada yang mulus, melainkan kacau, berantakan dan cenderung hanya kepuasan biologis saja!
                  Tidak pernah ada kisah dalam Alkitab atau mungkin diluar Alkitab (penulis belum menemu kan), keluarga yang beristri banyak berakhir dengan damai sejahtera dan tanpa akar pahit! Kalau saja mungkin sang suami masih hidup, hal itu mungkin bisa terjadi sekalipun “imposible”Bisa saja karena suami memiliki kewibawaan khusus dan para istri adalah wanita-wanita yang diberi kemapanan finansial tetapi secara batiniah  siapakah yang tahu perasaan mereka?
                  Bagaimanakah sesudah sang suami mati? adakah wanita-wanita yang ditinggalkan masih bisa damai dan adil dalam pembagian warisan? itu perlu dipertanyakan! Para istri yang sudah tidak memiliki pegangan yang hidup maka ia akan menjarah barang-barang warisan sebagai rampasannya! Mengapa demikian sebab itu  untuk bekal hidup? Kalau disana ada empat istri maka akan ada empat orang yang berambisi memperebutkan warisan suami yang sudah mati!
  
   Sorga menolak orang yang beristri banyak!  
      
               Ketika Yesus di bumi ini, Ia diperhadapkan dengan pertanya an, bagaimana nanti di sorga jika seorang istri bersuami banyak?  Kisahnya sebaliknya bukan suami yang beristri banyak tetapi jusru istri yang bersuami banyak! (Matius 22:24-30) Yesus dengan jelas mengatakan di Sorga nanti seseorang hidup seperti malaikat tidak lagi memiliki kebanggaan akan status suami atau istri! Alkitab tidak pernah memberita kan tentang mahkota atau piala dalam kerajaan sorga dapat  diperoleh dengan seseorang (wanita) menyerahkan suaminya untuk digauli wanita lainnya! Sorga model seperti apakah yang menempatkan wanita-wanita yang membiarkan suaminya kawin lagi, pada tingkatan lebih tinggi dari yang lain?
  
  Monogami standar suami istri
                
       Sekalipun Allah menciptakan Adam dengan hanya satu wanita yaitu hawa, namun rupanya manusia memiliki kehendak bebas untuk menentukan pilihan kepada siapa ia akan menikah bahkan berapapun yang ia kehendaki. Batasan satu istri untuk Adam merupakan tolok ukur yang Allah tentukan sepanjang zaman. Jikalau Allah tahu bahwa manusia tidak cukup memenuhi kebutuhan biologisnya dengan satu wanita maka Allah akan menciptakan empat atau lima wanita sekaligus untuk Adam, namun hal itu tidak dilakukan! Dengan hanya satu wanita Allah telah mencukupi kebutuhan biologis manusia pada takaran yang secukupnya. Berbeda dengan kebutuhan makanan Allah memberikan berbagai macam buah dan tumbuhan untuk menjadi makanan manusia (Kej. 1:29). Kebutuhan makanan jasmani manusia yang cenderung bervariatif dengan berbagai macam jenis makanan, rupanya selera tersebut merambat dalam kebutuhan biologis. Tentu hal ini bukan sesuatu yang normal malah justru kemunduran sebagai mana manusia purba
       Ada kecenderungan pria tidak puas dengan memiliki satu pasangan bukan saja terjadi saat di dunia modern saja melainkan juga di dunia purba. Sebab masalah hawa nafsu yang menyangkut kebutuhan biologis manusia merupakan sesuatu yang privace setiap insan. Kalau hal tersebut sudah mulai dieksploitasi dalam komoditi yang laris dipasaran maka genaplah nats alkitab, “Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.( Matius 24:38-39)”
       Kecenderungan manusia untuk memuaskan dirinya bukan saja ditunjukkan atas perlawanan nya kepada Allah melalui kesom bongannya melainkan juga memuaskan dirinya dengan menyalurkan hawa nafsunya secara liar dan tidak terkendali. Salah satu titik kelemahan manusia atau lebih cenderung disebutkan sebagai sisi gelapnya seorang anak manusia dapat dilihat dari segi gairah seksualnya. Hal ini merupakan sesuatu yang “privace’ didalam diri seseorang bukan untuk dipertontonkan atau di demontrasikan dikalangan banyak orang!
        Alkitab jelas-jelas mengharamkan istri lebih dari satu, janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perak pun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak (Ulangan 17:17). Lebih lanjut Alkitab mengatakan bahwa Janganlah kauambil seorang perempuan sebagai madu kakaknya untuk menyingkapkan auratnya di samping kakaknya selama kakaknya itu masih hidup (Ima 18:18).
       Alkitab sendiri sudah mengisyaratkan dengan banyak nya istri maka akan adanya ketidak stabilan suasana hati. Hati seorang yang beristri banyak ia akan condong kepada yang satu dan kepada yang lain termasuk mencondongkan hatinya kepada harta!
   Tokoh poligamor dalam Alkitab Salomo akhir hidupnya mengatakan bahwa ia telah menyelidiki apa yang terbaik yang manusia harus lakukan selama hidup di bumi ini, sekalipun ia seorang yang berkata  bahwa Aku tidak merintangi mataku dari apapun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apapun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku. (Peng 2:10).
                    Seandainya ada  seorang yang tidak bisa tahan melihat wanita  manapun yang cantik dan kemudian ingin menjadikan dia istrinya maka ia akan berakhir seperti ucapan Salomo yang sudah mempraktekkannya bahwa semua itu sia-sia!   Alkitab menghendaki orang percaya beristri hanya satu saja, Maleakhi 2:15 mengatakan Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Lebih lanjut dalam suratnya kepada Timotius Paulus memberikan aturan monogami untuk setiap orang yang mau melayani Tuhan “Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu istri, .... ( 1 Tim 3:2 bdk ay 12 dan Titus 1:6 ). Mengapa Tuhan menghendaki monogami sebab Ia yang menjadi saksi dalam perkawinan “Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu” (Mal 2:14)
         Dalam bahasa Jawa kata istri itu berarti Garwo kata ini memiliki arti sigaraning nyowo” yang berarti belahannya jiwa. Jadi jika seorang menikah maka ia sudah terpecah jiwanya dengan istrinya. Bagaimana kalau ia memiliki istri empat, haruskan jiwanya terpecah menjadi empat? Istri satu saja banyak pria sudah memiliki tingkatan stress yang tinggi apalagi banyak! Ini harap menjadi renungan setiap orang, sebab adakah orang bisa adil, dan betul-betul sempurna dalam membagi segala sesuatu untuk orang lain diluar dia? Bukankah faktor subyektivitas seseorang tidak pernah diketahuinya? Jika Daud, Salomo orang-orang hebat itu gagal dalam membina rumah tangganya dengan berpoligamor maka adakah orang-orang yang dapat melebihi mereka?
       seseorang tidak akan berpoligami jika tahu kebenaran bahwa perkawinan yang sesungguhnya adalah monogami! Hanya satu hawa untuk Adam! Allah hanya mengambil satu tulang rusuk dari Adam dan membentuknya seorang wanita baginya! Ini merupakan ketetapan penting yang harus dipahami sepanjang masa! Perkawinan monogami ditekankan dalam Alkitab (baca jangan bercerai) dan Alkitab tidak sedikitpun memberikan kebenaran hidup berpoligami.
   Alkitab memang mencatat kehidupan orang-orang pilihan yang gagal dalam pernikahan mereka, hampir 80 % perkawinan hamba Tuhan dan  para nabi gagal dalam rumah tangganya. Ini tidak sengaja di tutup-tupi tetapi malah jusru ini di buka agar setiap genarasi tidak jatuh dalam dosa yang dilakukan oleh nenek moyangnya!


Terakhir Diperbaharui (Selasa, 29 Juni 2010 01:13)