Gideon pernah mengumpulkan pasukan yang akan mengalahkan musuhnya dengan seleksi yang sangat ketat sekali! Siapa diantara mereka yang menjilat seperti anjing pada waktu minum maka mereka tertolak dan tidak ikut barisan tentara Allah (Hak 7:5). Peperangan melawan musuh bukan diperuntukkan mereka yang hidup sembrono dan bermental anjing hanya menjilat tetapi mereka yang terlibat dalam peperangan yakni orang-orang yang santung menggunakan tangannya untuk minum (Hak 7:6). Hidup ini tidak boleh ceroboh seperti anjing yang pekerjaannya hanya menggonggong dan menjilat tetapi memiliki kerinduan seperti rusa yang merindukan air dan setelah menemukannya maka akan terpuaskan di kolam kehidupan!
Orang-orang yang hanya menjilat ini belum sampai tahapan penikmat kebenaran tetapi mereka hanya selintas bayang akan kebenaran alkitab. Sedikit mengecap kebaikan dan tidak mau datang lagi kepada Tuhan ( 1 Petrus 2:3). Seharusnya orang-orang percaya dapat menikmati yang terbaik dari pada Tuhan asalkan ia juga mau hidup yang terbaik juga ! Sebab keindahannya tidak terletak pada saat menjilat saja tetapi saat mengecap juga tetapi juga melihat kebaikan Tuhan ( maz 34:9)
Jemaat lebih suka berenang di tempat yang dangkal dan melupakan kedalaman rohani yang ada di dalam Yesus sehingga mereka tidak mendapatkan apapun juga (Luk 5:4). Hidupnya dihimpit oleh tekanan hidup sehingga kebenaran firman Tuhan yang ada dalam jiwanya menguap bagaikan balon entah kemana rimbanya. Tidak dibutuhkan kepuasan dan berlimpah-limpah sebab tahapannya hanya sekedar keisengan dalam beribadah. Daripada dianggap orang kafir dan tidak punya agama ia datang ke gereja sebagai kewajiban sesaat namun hatinya tidak melekat dalam kebenaran. Ia tidak berakar kedalam dan berbuah keluar.
Baginya cukup mendengar kebenaran dan kemudian melupakannya. Sikapnya yang manis duduk dikursi deretan anak-anak Tuhan yang lain dirasa cukup nyaman dengan identitasnya sebagai pendengar firman yang baik dan bukan pelaku yang terbaik. Mereka itu adalah orang-orang yang duduk manis untuk disuapi oleh sang Pendeta yang berkotbah dan kemudian pulang kembali dalam pergulatan kehidupan dan ada kalanya kembali berkubang dalam dosanya. Model orang ini tidak beda dari benih yang ditanam di semak belukar yang mudah layu oleh teriknya mentari. Jangankan bertumbuh, lewat semalam saja benih itu sudah kering dan ditiup oleh angin masalah, dan badai kehidupan yang memporak-porandakan tatanan kebenaran dalam jiwanya!
Model orang yang hanya menjilat kebenaran ini hidupnya hampir-hampir tidak ada sangkut pautnya terhadap kebenaran Allah. Logikanya mendominasi imannya sehingga seleranya menjadi rendah dan tidak teratur. Yakobus mengingatkan setiap orang yang berhadapan dengan firman Allah harus terus mengamatinya dan tidak untuk melupakannya, Yakub 1:25 mengatakan : “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya”.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Terakhir Diperbaharui (Jumat, 02 November 2007 06:13)