DARAH DAN AIR MATA
JERUSALEM
Yerusalem adalah kota di dunia yang memperoleh gelar kehormatan
menjadi “kota suci” oleh 3 agama besar dunia yakni Agama Kristen,
Yahudi dan Islam. Yerusalem berasal dari kata semitis asli yang
sukar dimengerti.Namun di zaman Mesir dari Abad 19 sebelum Kristus diberi julukan
Urusalimun, dan kemudian menjadi Urusalim. Orang-orang Assyria
menyebutkan Urusalimmu. Orang Ibrani menyebutnya kota damai (Shalom),
orang-orang Yunani dan Roma memberi julukan Hierosolyma sedangkan orang
Arab menyebutnya El Kuds yang berarti kota suci. Di dalam Alkitab
bertebaran ayat-ayat yang begitu banyak menyinggung soal keberadaan
Yerusalem dahulu, sekarang dan yang akan datang!
Thomas Ice
& Randall Price dalam bukunya Pembangunan Bait Allah menerangkan
Alasan pemilihan Yerusalem menjadi Ibu kota Israel di masa silam sbb:
- Pertama kota ini belum pernah menjadi milik suku-suku di utara mapan selatan. Karena itu
merupakan daerah netral yang tidak akan menimbulkan kecemburuan diantara suku-suku.
- Letak kota ini sangat strategis dan dan dapat berfungsi sebagai administrasi kependudukan
- Memiliki
kaitan sejarah dengan umat Israel sejak zaman Abraham dan secara
tradisional diasumsikan sebagai “gunung warisan Allah” (Keluaran 15:17)
Allah merencanakan pembebasan Israel dari Mesir dengan target supaya Israel menempati tanah Perjanjian Kanaan. Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai Efrat: (Kejadian 15:18). Teretorial Israel yang merupakan “hadiah” yang sebenarnya adalah dari Mesir sampai ke Irak (Shadam Husein). Keluaran 15:17 menyatakan Engkau membawa mereka dan Kaucangkokkan mereka di atas gunung milikMu sendiri; di tempat yang telah Kaubuat kediamanMu, ya TUHAN; di tempat kudus, yang didirikan tanganMu, ya TUHAN. Kata gunung milikMu sendiri mengacu kepada Yerusalem ( bdk Yes 2:3; 10:12; 24:23, Yoel 2:32, Zakaria 2:12; 8:3). Dua kota yang selalu ditekankan dalam ayat-ayat tersebut memiliki persamaan yakni Yerusalem dan gunung Sion atau gunung Allah. Tempat itulah merupakan kediamanNya
2.Yerusalem Pusat Ibadah dan Penyertaan Allah
Di mata bangsa Israel tidak ada satu wilayah di manapun dalam
dunia ini yang dapat menggantikan kedudukan Yerusalem. Sebab Yerusalem
tempat “kiblat” doa sepanjang masa. Daniel nabi yang kesohor itu telah
mengajarinya berdoa dengan mengarah ke Yerusalem. “Demi didengar
Daniel, bahwa surat perintah itu dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam
kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem;
tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti
yang biasa dilakukannya” (Daniel 6:11).
Doa-doa terus dinaikkan demi kesejahteraan Yerusalem "Biarlah
orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan
ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!" Oleh karena
saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga
kesejahteraan ada di dalammu!" Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku
hendak mencari kebaikan bagimu. (Mazmur 122:6-9). Pemazmur
berkata : “Aku henda bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, di
hadapan para allah aku akan bermazmur bagiMu. Aku hendak sujud ke arah
baitMu yang kudus dan memuji namaMu, oleh karena kasihMu dan oleh
karena setiaMu; sebab Kaubuat namaMu dan janjiMu melebihi segala
sesuatu (Mazmur 138:1,2).
Pada landasan religius, Yerusalem dan Bait Allah sangat penting untuk
Yudaisme. Pichas Peli, profesor di Universitas gurion di Negev,
menyatakan :merupakan sesuatu yang aneh untuk berbicara tentang
Yerusalem dalam iman Yahudi, karena Yerusalem bukan hanya sebuah kota
kudus dan pusat iman Yudaisme, tetapi kota itu adalah iman itu
sendiri..... kita tidak dapat menggambarkan iman Yahudi tanpa
Yerusalem. Seorang Yahudi tidak dapat mengucapkan berkat sesudah makan
tanpa menyebutkan Yerusalem: “tolong, Tuhan berilah kemurahan kepada
kami, kepada Israel, umatMu dan kepada Yerusalem, kotamu Bangunlah
Yerusalem, kota kudusMu, segeralah, pada hari-hari di mana kami masih
hidup.” Pembangunan kembali Bait Allah –Thomas Ice & Randall Price,
hal 94
Bagi bangsa Israel sejati tidak akan pernah melupakan sumpah setia yang
pernah diikrarkan terhadap Yerusalem, sebab sumpah itu sudah melekat
sejak nenek moyang mereka, sumpah itu berbunyi : “Jika aku melupakan
engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! Biarlah
lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau,
jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku” (Mazmur 137:5-6).
Bagi bangsa Israel penyertaan Allah memiliki bukti fisik dengan adanya
kota tercinta Yerusalem, selama Allah masih ada maka Yerusalem akan
tetap ditangan Israel sebab itu merupakan bukti janjiNya! Sejarah
mencatat jika Allah berkenan kepada umat pilihannya maka Yerusalem
kokoh ada ditangan Israel. Tetapi jika umat pilihan berada dalam
pemberontakan maka Tuhan membuang jauh dari kota Yerusalem. Ini
terbukti dalam pembuangan ke Babel, Asyur dll. Allahlah yang menyajikan
Yerusalem sebagai “hidangan” bagi Israel apabila mereka tetap setia
kepada Allahnya! Pemazmur berbicara tentang gambaran perlindungan Allah
seperti kokohnya gunung di Yerusalem. Mazmur 125:2 menyatakan
Yerusalem, gunung-gunung sekelilingnya; demikianlah TUHAN sekeliling
umatNya, dari sekarang sampai selama-lamanya.
Allah datang kepada Israel dengan janji dan kemurahan. Ia berikan kota
yang penuh susu dan madunya serta Yerusalem kota permai sebagai
Ibukotanya. Namun jika Israel gagal mentaati perintah Tuhan serta hidup
dalam pemberontakan maka Allah datang membawa murka dan hukuman.
Hukuman yang dijatuhkan bukan merupakan fenomena alam saja (kelaparan,
bencana alam, gempa dll) melainkan berbentuk lepasnya kota Yerusalem.
Kota itu dibiarkan ditangan musuh, dijungkirbalikkan, dibakar dan
Israel sendiri ditawan dalam pembuangan.
2 Raja 24:14 menyatakan Ia mengangkut seluruh penduduk Yerusalem ke
dalam pembuangan, semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa,
sepuluh ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak
ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri
(bdk. 2 Raja 17:23; 1 Tawarik 5:26; Yesaya 5:13; Mazmur 137). Namun
Tuhan tidak membiarkan umatNya tetap berada dalam pembuangan. Ia
menghitung hari dan waktu untuk menunggu pertobatan umatNya dan segera
mengembalikannya ke Yerusalem. Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di
Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan
mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar
teriakmu, Ia akan menjawab (Yesasya 30:19). Hukum Tuhan diatas
berlaku sepanjang masa.
3. Bencana Awal Telah Terjadi
Yesus sendiri mengungkapkan rasa duka yang sangat mendalam kalau
mengingat keadaan Yerusalem dikemudian hari. Yerusalem, Yerusalem,
engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang
yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu,
sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya,
tetapi kamu tidak mau. (Matius 23:37).
Perkataan Tuhan ini masih berlanjut ketika Yesus berada dalam
perjalanan ke kayu salib. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata:
"Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan
tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! (Lukas 23:28). Air mata
Yesus tidak jatuh dengan percuma. Larangan menangisi diriNya juga
bukanlah kata-kata kosong yang tidak punya arti. Dari kaca mata
Illahinya Yesus menyaksikan kesengsaraan yang besar akan menimpa
seluruh bangsa dan Bait Allah.
Dosa
keji yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan berkata "Biarlah
darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" (Matius
27:25). memiliki konsekwensi yang tidak main-main. Akibat dari
penolakan dan penghujatan terhadap Yesus sendiri maka malapetaka
terhadap Yerusalem akan segera terjadi. Yesus sendiri menubuatkan dalam
generasi ini (satu generasi 100 tahun, Kej 15:13,16) Kebinasaan ini
terjadi tahun 70, Lukas 21:6 menyatakan" Apa yang kamu lihat di situ --
akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan
terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."Kemudian
Yesus melanjutkan nubuatanNya, "Apa yang kamu lihat di situ -- akan
datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak
di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." (Lukas 21:6).
Milman dalam bukunya The history of the Jews berkisah: Titus sendiri
ngeri melihat bangkai manusia yang bertumpukan di lembah-lembah. Ia
sebenarnya ingin menyelamatkan Bait Allah, tetapi perintahnya tidak
dihiraukan oleh tentaranya. Tatkala di waktu malam ia beristirahat di
dalam kemahnya, maka orang Romawi tiba-tiba keluar menyerang
kaabah. Dalam pertempuran yang terjadi ada tentara yang melemparkan api
masuk lewat lubang serambi. Maka dalam sekejap ruangan yang berlapiskan
kayu terbakar, dan rumah suci itupun terbakar habis. Titus lari ke luar
beserta para panglimanya, dan memerintahkan untuk seketika memadamkan
api, tetapi kata-katanya tidak diindahkan.
Dalam
amarahnya, tentara membakar bilik-bilik yang ada di samping kaabah,
lalu dengan pedang membunuh orang-orang yang diketemukan berlindung di
dalamnya. Darahpun mengalir bagaikan air dari undak-undakan kabah.
Beribu-ribu orang Yahudi mati dibunuh. Titus yang pernah memasuki kabah
dan mengagumi keagungan pemandangannya, tidak mampu menghentikan
kebencian tentaranya terhadap orang Yahudi. Para panglima sia-sia
memerintahkan anak-buahnya berhenti membunuh. Jumlah orang yang
terbunuh melebihi orang yang membunuh.
Selanjutnya dikisahkan. Sebelum terjadi pengepungan Yerusalem tersebut
ada orang yang selama tujuh tahun mondar-mandir dijalan-jalan
kota, mengumandangkan celaka yang akan menimpa Yerusalem. Siang malam
ia meneriakkan dengan bersemangat: “ suara dari timur! Suara dari
barat! Suara dari keempat penjuru angin! Suara tentang Yerusalem dan
Kaabah! Suara tentang mempelai laki-laki dan mempelai perempuan! Suara
tentang seluruh rakyat !” Orang aneh ini dipenjarakan dan dihajar,
tetapi tidak ada keluhan dari mulutnya. Ia hanya menjawab seakan-akan
meremehkan dan mengerang: “celaka-celaka Yerusalem! Celaka-celaka
penduduknya!” Teriakannya tidak diam sebelum ia pun tewas terkepung.
Tanda-tanda dan keanehan terjadi, memberi amaran akan datangnya maut
dan kebinasaan. Di tengah malam buta cahaya ajaib bersiar di atas
kaabah dan mezbah. Di awan-awan saat matahari terbit tergambar
kereta-kereta perang dan tentara-tentara berkumpul siap untuk
berperang. Para imam yang bertugas di kaabah di `waktu malam ditakutkan
oleh bunyi-bunyian misterius; bumi pun bergetar, dan terdengar banyak
suara yang berteriak : “mari kita keluar dari sini”.
Pintu gerbang besar di bagian timur kota, yang sedemikian berat hingga
untuk menutupnya dengan susah payah diperlukan banyak orang, dan yang
terkunci dengan berbagai palang besi yang ditancapkan pada lantai batu
berat-berat, terbukalah sendiri di waktu malam tanpa tampak ada
yang melakukannya. Orang Yahudi yang masih hidup diangkut sebagai
tawanan - 97000 orang banyaknya dan dijual sebagai budak, dibawa ke
Roma untuk memuaskan hati para penakluknya, dilempar ke dalam
Amfiteater (pertunjukan perkelahian dengan singa buas), atau mengembara
tiada tempat tinggal ke berbagai penjuru. Kaabah ditinggalkan
sunyi dan kota diratakan dengan tanah, bumi bekas kaabahpun dibajak
seperti ladang, Yerusalem menjadi timbunan puing (Yermia 26:18)- Dari
Eden ke Eden, Warsito hal. 123,124 Ngeri bukan?
Sejarah mencatat pada jaman Yeremia saat Israel berada dalam
pembuangan, nyanyian ratapan Israel, berteriaklah kepada Tuhan dengan
nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang
dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu
tenang (Ratapan 2:18). Penduduk Yerusalem sudah terbiasa dengan tangis
dan kematian. Yesus sendiri telah memberikan solusi bagaimana
melepaskan diri dari berbagai macam tekanan dan
penderitaan.
Maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk
mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang
janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya Celakalah ibu-ibu yang
sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya
waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan
pada hari Sabat. (Matius 24:16-2).
Kota ini menjadi sangat penting bukan hanya untuk tokoh-tokoh agama
saja tetapi juga para tokoh politik dunia. Mereka akan segera
melirik dan mencoba mencerangkam “kuku” nya untuk dapat menguasai kota
tersebut. Kota yang disebut kota damai apakah sungguh-sungguh akan
mengalami perdamaian? Malah justru dikota inilah begitu banyak
kejahatan, pembantaian, pemerkosaan dan tidak pernah ada damai sampai
Kristus kembali membawa perdamaian seluruh dunia ke tanah Yerusalem.
Janganlah heran akan ada perdamaian yang semu yang mengarah kepada
peperangan besar. 1 Tesalonika 5:3 Apa bila mereka mengatakan: Semuanya
damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan,
seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin --
mereka pasti tidak akan luput. Pribadi yang sanggup memperdamaikan
Israel dan bangsa-bangsa lain hanyalah satu pribadi se level Yesus
kristus atau kalau tidak maka perdamaian itu dibawa oleh Lucifer!
4. Goncangan hebat segera terjadi
Tidak
banyak orang tahu bahwa Yerusalem merupakan pusat bumi (Yeheskiel
38:12). Statement Alkitab ini memang sangat sulit ditafsirkan. Pusat
bumi dalam bahasa Ibraninya Shor yang memiliki arti puser,
tikungan, seperti senar. Kata ini memiliki makna yang berhubungan
janin (fetus) dengan seorang ibu (Yehezkiel 16:4), sebab itu
perut yang diserang (Kidung Agung 7:2). Penterjemah lain menafsirkan
kata Pusat (shor) itu adalah gambaran tentang behemoth (Ayub 40:16).
King James menterjemahkan sebagai otot. Ada dua pasal dalam
Revised Version of British & Amirican dimana navel (pusar,
pusat) dipinjam dari terjemahan shor Kemudian kata yang digunakan dalam
keseluruhan itu berarti takut Tuhan akan menjadi kekayaan dalam pusatmu
dan sumsum dalam tulangmu (Amsal 3:8) Seluruh kelahiran pada bayi yang
baru lahir dapat menjadi pengalaman oleh Yehezkiel:) Kelahiranmu
begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau
tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau
tidak digosok atau dibedungi dengan lampin (Yehezkiel 16:4).
Masih ingatkah gempa yang terjadi di Jepang, Columbia, Indonesia,
California? Itu belum seberapa dibanding jika pusatnya digoncang!
Alkitab mencatat gempa berskala terbesar di dunia! Suatu hari kelak ada
gempa yang terjadi di Yerusalem dan membuat goncangan yang tidak
sedikit.ini berarti bahwa pusat planet bumi secara tidak langsung
berporos di kota Yerusalem! Sehingga harus diakui bahwa
gonjang-ganjingnya dunia ini berawal dan akan segera berakhir
kepusatnya!
Yesaya 29:6 menyatakan engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta
alam dalam guntur, gempa dan suara hebat, dalam puting beliung dan
badai dan dalam nyala api yang memakan habis. Dalam bagian lain
Yehezkiel memberitahukan bahwa dalam cemburuKu dan dalam api
kemurkaanKu Aku akan berfirman: Pada hari itu pasti terjadi gempa bumi
yang dahsyat di tanah Israel (Yehezkiel 38:19). Yesus sendiri
memberitakan sebelum kedatanganNya akan terjadi gempa dan fenomena alam
yang lain. Lukas 21:11 .... dan akan terjadi gempa bumi
yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan
kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan
tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Mengapa gempa yang terjadi
pada hari-hari terakhir semakin dasyat dan memakan banyak korban?
Karena sudah mendekati pusat bumi! Wahyu mencatat bahwa gempa terakhir
akan sanggup memindahkan pulau dan gunung (Wahyu
16:18-20).
Fenomena alam dasyat inilah yang akan mempersiapkan Yesus
menginjakkan kakiNya di bukit Zaitun. Pada waktu itu kakiNya akan
berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah
timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga
terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan
bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. (Zakaria 14:4).
Nubuatan Zakharia ini sama dengan apa yang dikatakan oleh malaikat
Tuhan, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah
kamu berdiri melihat kelangit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga
meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama, seperti
kamu melihat Dia naik ke sorga." (Kisah Rasul 1:11). Kematian dan
kebangkitan Yesus yang diiringi oleh fenomena Alam yang seakan-akan
menyaksikan seluruh gerak kerja Sang anak Manusia itu akan tetap hadir
dalam penyambutannya menjelang kedatanganNya yang kedua kali.
5. Peperangan segera berakhir
Peperangan demi peperangan yang berkecamuk seantero jagad raya hanya
merupakan riak-riak kecil yang mendukung gelombang besar yang
menghadang di Yerusalem dengan satu target kiamat dunia! Sebab
perang dunia terakhir tidak dimulai di Afganistan atau Amirica, Eropa
maupun Asia tetapi dari kota Yerusalem. CNN akan menyiarkan siaran
langsungnya dengan skala Internasional, lebih dasyat dari runtuhnya WTC
dan Pentagon! Kota kuno ini akan diperebutkan banyak bangsa! Nabi Yoel
salah satu nabi dalam Alkitab yang berbicara untuk pemulihan Israel
dimasa silam mengatakan TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem
Ia memperdengarkan suaraNya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi
TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umatNya, dan benteng bagi orang
Israel (Yoel 3:16).
Dalam membentengi umatNya Allah mengirimkan malaikatNya. Malaikat yang
dimaksud oleh Allah dalam Perjanjian Lama sering kali diidentikkan
dengan sebuah negara atau kerajaan yang diberi otoritas untuk bertindak
melindungi ataupun menghukum umat Israel (Yermia 43:10, Keluaran 23:20;
33:2, 1 Tawarik 21:15). Beberapa penafsir menyebutkan Amirika
Serikat adalah malaikatnya Israel. Yerusalem merupakan anak mas yang
disupport dengan kekuatan yang dimiliki oleh negara adidaya itu. Semua
tingkah laku “sianak manja” selalu diaminkan oleh Amirika. Mengapa
demikian? Sebab Yerusalem adalah jantungnya Amirika. Perhatikan kata
YerUSAlem, Amirika selalu ada ditengah Yerusalem diminta atau tidak
diminta oleh siapapun! Disinyalir pemboman WTC dan Pentagon akibat dari
ketidak puasan para teroris terhadap politik luar negeri Amirica
khususnya yang menyangkut Israel! Tidak ada bangsa manapun yang terus
terang menghadang Israel dan menyatakan perang dengannya, negara kecil
yang baru merdeka Tahun 1947 itu tetap eksis dengan kemampuan strategi
militer, politik dan keuangan yang handal!
Jangan
berharap Israel dengan Ibukotanya Yerusalem itu akan menjadi aman dan
damai. Justru gejolak terbesar dimata dunia akan segera terjadi dan
terdengar diseluruh muka bumi. Tidak ada umat muslim yang setuju
terhadap apapun yang dibuat oleh Israel. Seluruh Islam di dunia
memberikan vonis “haram” bagi Zionis Israel. Inilah yang akan
memicu peperangan besar di hari-hari terakhir. Issu yang diangkat bukan
lagi politik dan ekonomi tetapi issu agama! Dan Issu inilah yang
membuat kemarahan dan emosi massa seluruh dunia.
Namun
demikian harus diakui bahwa tidak banyak orang tahu bahwa Israel
merupakan bangsa pilihan Allah! Hak Paten, dan sertifikat kepemilikan
“umat pilihan” telah diukir dan dipahat asli oleh Allah dalam Taurat
dan Injil. Roma 9:4 menyatakan
Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak,
dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan
hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.(bdk Ulangan 32:10;
Zakharia 2:8). Semua itu dimiliki Israel dan tidak pernah
beranjak dari sana dan mengalir bagi orang yang percaya Yesus Tuhan!
Jadi orang percaya kepada Kristus mendapat gelar baru umat dan bangsa
pilihan yang tidak beda dengan Israel (1 Petrus 2:9).
Siapakah yang akan menyelesaikan program Allahnya? Tidak ada jawaban
lain yakni umatNya! Israel bangsa pilihan inilah yang akan
merampungkan skenario penutupan dunia! Bangsa yang menjadikan Yerusalem
Ibukota negaranya ini adalah batu karang yang kokoh siapapun yang
menerjangkan dapat dipastikan akan roboh dan tidak berkutik kembali!
Zakharia 12:3 menyatakan maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem
menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang
mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Israel memiliki kapasitas
mengadakan konflik yang berskala Internasional. Sebab Issu Yerusalem
tidak hanya menyangkut politik tetapi juga merambah kereligius! Segala
bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. Maka pada waktu itu Aku
berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem."
(Zakaria 12:9).
Peperangan berskala Internasional itu terjadi bukan di zaman Yoel dan
Zakharia yang menggamparkan Israel dikepung tentara Babel, Asyur, Mesir
dll tetapi berlaku juga untuk kedatangan Anak Manusia. Alkitab yang
ditulis ribuan tahun sebelum Kristus itu akan tetap “eksis” untuk
ribuan tahun sesudahnya, sampai kedatangan anak Manusia! Yesus Kristus
menegaskan kembali karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun
tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi
(Matius 5:18)
Gambaran-gambaran yang diberikan dari adat Kuno yang terkadang tidak
dapat dimengerti! Salah satunya Israel digambarkan sebagai Pasu. Pasu
adalah adalah bejana atau jambangan dalam ukuran besar, terbuat dari
ukuran tanah liat, digunakan sebagai tempat air, dan sebagainya – Kamus
Indonesia Kontemporer Peter Salim, hal, 1105). Cara pembuatannya tidak
menggunakan alat modern tetapi alat kuno yang harus dibentuk diputar
dll. Tuhan membuat perumpamaan bahwa Yerusalem akan membuat
pusing bangsa-bangsa di bumi ini "Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem
menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi
pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung
(Zakharia 12:2)
Kegagalan demi kegagalan yang dicapai oleh pemimpin dunia demi
perdamaian Israel dan keutuhan Yerusalem terus bergulir dan seakan-akan
tidak pernah terhenti! Dan itu menandakan bahwa tidak akan pernah ada
damai yang menjelma ditengah-tengah kota Yerusalem! Zakharia 1:14,15
Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah
ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usahaKu untuk
Yerusalem dan Sion, tetapi sangat besar murkaKu terhadap bangsa-bangsa
yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah
membantu menimbulkan kejahatan.
Mengapa Allah begitu berkompeten terhadap Yerusalem? Kalau Israel gagal
mempertahankan kota Yerusalem ini berarti Allah akan gagal menggenapi
FirmanNya! Zakharia 1:16 Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali
lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. RuMahKu akan didirikan pula
di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan
direntangkan lagi di atas Yerusalem. Jadi sebagai kesimpulan
Yerusalem akan tetap ditangan Israel sampai kedatangan Tuhan.
Berawaslah jika Yerusalem terlepas dari tangan Israel dapat dipastikan
Tuhan akan turun membela umatNya sendiri. Kiamat sudah dekat!
Mungkinkah
Israel dapat menyatukan tanah perjanjian dan Yerusalem sebagai Ibukota
negara? Secara politik Israel tidak mungkin. Namun Allah sanggup
melakukannya sehingga Nubuatan tetap akan segera digenapi!
Zakaria 14:16 Maka semua orang yang tinggal dari segala bangsa
yang telah menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk
sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, dan untuk merayakan
hari raya Pondok Daun.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Terakhir Diperbaharui (Senin, 14 Januari 2008 22:44)